Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Pakai Jasa Pawang Hujan itu Termasuk Sirik, Nggak?

Puthut EA oleh Puthut EA
21 Desember 2019
A A
Jas Hujan Ponco Itu Terbaik buat Pemuda Kasmaran terminal mojok.co

Jas Hujan Ponco Itu Terbaik buat Pemuda Kasmaran terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

“Mas, pakai jasa pawang hujan itu menurutmu sirik, nggak?” Laki-laki yang bertanya itu jelas bukan sembarangan. Kala itu, dia sedang mempersiapkan hajatan pernikahan di panggung terbuka.

Jujur saja, saya berat sekali menjawab pertanyaan itu. Karena makin tua, saya makin sadar, tidak semua hal bisa saya omongkan apalagi dalam ranah agama, tema yang tidak saya kuasai. Tapi pertanyaan ini punya implikasi besar pada keputusannya. Saya merasa keliru jika tidak membantunya membuat keputusan yang tepat.

ADVERTISEMENT

“Biasanya kalau kamu sakit, apa yang kamu lakukan?” Saya mencoba bertanya dari sisi yang lain.

“Kalau sakit biasa saja yang kadang cuma kerokan atau minum obat, Mas. Kalau parah ya pergi ke dokter.”

“Oke. Kamu sebetulnya paham gak logika obat yang kamu minum. Berisi zat apa saja, dan bagaimana zat-zat itu kelak bekerja di tubuhmu sehingga bisa menangkal sakitmu.”

“Ya nggak, Mas.”

“Berarti kamu bermodal percaya saja.”

“Dan modal pengalaman. Karena jika keluargaku minum obat itu, maka mereka sembuh.”

Baca Juga:

UIN Adalah Universitas Paling Nanggung: Menjadi Sumber Rasa Malu, Serba Salah, dan Tidak Pernah Dipahami

Saya Muslim, tapi Saya Enggan Tinggal Dekat Masjid dan Musala

“Oke. Modal percaya dan pengalaman.”

“Kamu paham gak cara kerja dokter ketika ngobati kamu? Yang mumet kepalamu tapi yang disuntik pantatmu. Atau obat-obat yang dia kasih.”

“Nggak paham.”

“Tapi percaya?”

“Percaya.”

“Kenapa?”

“Karena dia sekolah kedokteran dan ya memang dia dianggap bisa menyembuhkan.”

“Oke. Kamu pasti gak paham cara kerja pawang hujan kan?”

“Gak paham.”

“Sama.”

“Lho kok dadi ndagel ngene, Mas…”

“Bentar, mau tak lanjutin… Tapi kamu punya pengalaman orang-orang di sekitarmu pakai jasa pawang hujan kan?”

“Punya.”

“Berhasil menghalau hujan?”

“Berhasil.”

“Apa bedanya dengan obat dan dokter? Kan kamu sama-sama gak paham, dan sama-sama berdasarkan referensi keberhasilan?”

Laki-laki itu diam. Mikir. Manggut-manggut. “Tapi kalau dokter dan obat kan ada sekolahnya, Mas?”

“Berarti ini urusannya antara sekolah dengan gak sekolah? Apa pelawak mesti sekolah dagelan agar bisa menghibur orang? Apakah ada sekolah agar ahli nyanthet orang? Kalau gitu mestinya aku jadi filsuf dong, gak jadi penulis. Dan kamu gak jadi apa-apa wong lulusan SMA, itu pun ijazahmu ilang. Padahal tulisanmu bagus, dan kamu punya ketrampilan lain.”

Dia tertawa. Tentu saja sambil mikir.

“Pawang Hujan tentu ada ilmunya. Kalau nggak ya gak mungkin ada regenerasi. Mestinya sudah punah. Hanya saja kita tidak tahu bagaimana cara melakoni ilmu itu…”

“Soal siriknya, bagaimana?”

“Nah, itu. Aku tanya tapi kamu harus menjawab jujur ya…”

Dia mengangguk.

“Kamu kalau sakit terus minum obat atau pergi berobat ke dokter, kamu percaya dengan obat dan dokter atau percaya yang menyembuhkan Tuhan?”

Dia terlihat ragu.

“Percaya Tuhan yang menyembuhkan.”

“Kalau aku seringnya nggak begitu. Aku sering percaya pada obat dan dokternya. Padahal kalau berkaca pada sikap tauhid, hal itu keliru. Mestinya Tuhan yang menyembuhkan, hanya saja lewat obat dan dokter. Obat itu terdiri dari zat-zat yang diciptakan Tuhan, manusia yang meramunya juga diciptakan oleh Tuhan. Dokter diberi akal oleh Tuhan. Diberi kemudahan mencari ilmu juga oleh Tuhan, dll.”

“Eh, aku juga begitu ding, Mas.”

“Berarti sebetulnya kita sudah biasa sirik kecil-kecilan, kan?”

“Iya.”

“Jadi, kalau misal kamu jadi menggunakan jasa pawang hujan, sebaiknya pikiranmu disetel dari sekarang: bahwa Tuhan yang bisa menghentikan dan mengatur hujan, hanya saja lewat mekanisme tertentu yang dipelajari oleh pawang hujan. Dan pawang hujan juga ciptaan Tuhan.”

Kini, laki-laki itu manggut-manggut lebih mantap.

“Terus jadi mau pakai jasa pawang hujan atau tidak?”

“Jadi, Mas.”

“Lain kali jangan tanya beginian kepadaku ya? Tanyakan ke para kiai. Soal beginian, aku gak begitu ngerti.”

Ketika hajatannya tiba. Mendung tebal. Di sekitar tempat itu hujan lebat. Hanya di sekitar tempat itu, hujan turun rintik-rintik. Itu pun sesekali.

Saya tidak tahu, dia jadi pakai jasa pawang hujan atau tidak. Yang jelas, patut disyukuri, semua acara lancar…

BACA JUGA Menabrak Kucing Bisa Mengalami Kesialan, Tapi Tidak Menabrak Kucing Bisa Mengalami Kesialan Juga atau tulisan Puthut EA lainnya. Follow Facebook Puthut EA.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 Desember 2019 oleh

Tags: islampawang hujansirik
Puthut EA

Puthut EA

Anak Kesayangan Tuhan

ArtikelTerkait

mukena adalah budaya indonesia bukan islam mojok

Mukena Adalah Budaya Indonesia, Bukan Syariat Islam

11 Januari 2021
Israel Menjajah Palestina Tidak Dibenarkan Alkitab dan Yesus (Unsplash)

Menjadikan Alkitab sebagai Alasan Memaklumi Penjajahan Israel atas Palestina Bukti Yesus Sudah Tidak Ada di Hati Kamu

25 Oktober 2023
rekomendasi bacaan buku islami ramadan bagus recommended terbaik hijrah surga kisah sufi abu nawas kalis mardiasih esty dyah imaniar rusdi mathari mojok

Rekomendasi Bacaan Ramadan yang Ditulis dengan Ringan dan Enak Dibaca

2 Mei 2020
syiah indonesia muslim sunni mojok

Begini Rasanya Jadi Orang Syiah di Indonesia

7 Oktober 2020
Tempat Duduk Saat Tahlilan Bisa Digunakan untuk Memetakan Status Sosial Seseorang terminal mojok.co

Islam Ramah Itu Kayak Gimana Sih?

30 November 2019
Membedah Alasan Adegan Doa di Sinetron Indonesia Selalu Dilakukan secara Islam terminal mojok

4 Alasan Adegan Doa dalam Sinetron Selalu Dilakukan secara Islami

8 Desember 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kenapa orang Jogja malas wisata naik gunung ke Gunung Merapi? (Unsplash)

Kenapa orang Jogja malas wisata naik gunung ke Gunung Merapi?

20 Juli 2026
4 jajanan tradisional Bandung yang bikin orang Semarang gagal paham. Nama dan tampilan mirip, tapi rasanya jauh berbeda Mojok.co

4 kuliner Bandung yang bikin orang Semarang gagal paham. Nama dan tampilan mirip, tapi rasanya berbeda

16 Juli 2026
Ironi Puncak Pulek Cilacap: Ramai Dikunjungi karena Viral, padahal Area Privat

Ironi Puncak Pulek Cilacap: ramai dikunjungi karena viral, padahal area privat

15 Juli 2026
Advan 360 Stylus: Laptop Lokal yang Bisa Jadi Tablet tapi Kurang Laris di Pasaran

Saya menyesal membeli laptop Advan, sebetulnya niat nggak sih bikin produk lokal yang bagus?

16 Juli 2026
Seminggu buka jastip sudah cukup membuat saya paham kenapa jastiper sering pasang fee mahal

Seminggu buka jastip sudah cukup membuat saya paham kenapa jastiper sering pasang fee mahal

18 Juli 2026
Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya Mojok.co kota pelajar madura

3 hal langka di Madura, tapi umum di Jogja, sudah seharusnya Madura belajar pada Jogja!

16 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.