Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Pak Nadiem kok Cuma Ngurusin Mahasiswa Kampus Negeri aja sih, yang Swasta Kapan?

Dani Alifian oleh Dani Alifian
11 Juni 2020
A A
Belajar Sabar Layaknya Nadiem Makarim POP muhammadiyah NU setuju sampoerna terminal mojok.co

Belajar Sabar Layaknya Nadiem Makarim POP muhammadiyah NU setuju sampoerna terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Saya seorang mahasiswa di kampus swasta merasa mendapat kurang perhatian dari Kemdikbud, pak Nadiem. Peraturan yang bapak keluarkan itu hanya menyangkut PTN (Perguruan Tinggi Negeri). Saya paham, mungkin bapak beranggapan kampus swasta itu lebih kaya karena memiliki hak otonom untuk mengatur keuangannya sendiri jadi nggak perlu-perlu amat lah diurusin lagi.

Di satu sisi, mungkin anggapan itu benar. Tapi, coba lihat nasib kami sebagai mahasiswa di kampus swasta. Ibarat pepatah “sudah jatuh ketiban tangga,”. Nggak semua dari kami tuh kaya-kaya tahu pak. Banyak dari kami yang masuk swasta kerena nggak masuk kampus negeri aja…

Di kampus negeri enak, uang kuliah bisa pake sistem UKT yang nerapin subsidi silang, sementara kami harus bayar SPP yang semuanya sama rata—mau yang kaya atau yang biasa-biasa saja kayak saya.

Dan sekarang, pas lagi pandemi, kami nggak dilirik sama sekali karena pak Nadiem dan orang-orang lain selalu menganggap “kami lebih kaya”. Hiks.

Saya sudah membaca informasi media yang dikeluarkan Kemdikbud terkait dukungan bagi mahasiswa untuk tetap bisa kuliah, dan kepastian tidak ada kenaikan UKT di masa pandemi. Surat yang ditandatangani oleh pak Dirjen Dikti itu bagi saya seolah hanya memihak kampus negeri. Karena hanya pada poin ketiga saja yang membawa nama PTS, itu pun hanya satu kata saja.

Pak Nadiem juga harus tahu, di balik tulisan yang mengharap ada promo buat UKT layaknya promo dari Gojek. mahasiswa di kampus swasta tengah galau mendengar alasan dari pihak rektorat yang membingungkan saat kami meminta keringanan pembayaran SPP.

Bapak tahu tidak permohonan kami ditolak mentah-mentah oleh pihak kampus? Rektorat bilang kalau mahasiswa harus tetap bayar uang semesteran dengan jumlah yang sama karena gaji dosen, dan operasional kampus dibayar dari uang semesteran kami itu.

Padahal kan ya sama saja dengan yang di kampus negeri, Pak. Kami kan tidak merasakan fasilitas kampus selama pandemi ini. Jadi harusnya ya kebijakan pak Nadiem itu berlaku juga buat mahasiswa kampus swasta.

Baca Juga:

Derita Mahasiswa Jurusan Manajemen, Kena Label Nggak Masuk Akal, Mulai dari Sultan hingga Dicap Murahan

Dear Mahasiswa Baru, Tidak Semua Organisasi Layak untuk Diikuti, Banyak yang Akhirnya Cuma Bikin Kalian Depresi

Lucunya lagi pak, saat kami bertanya tentang transparansi dana kampus. Pihak rektorat justru mengingatkan kami bahwa sebagai mahasiswa tidak berhak menanyakan urusan dapur kampus.

Jujur saja, saya merasa bingung antara membela kawan-kawan yang orang tuanya tengah kesulitan, termasuk saya sendiri. Atau membela kampus yang kenyataannya memang membayar operasional dari uang semesteran.

Kami mahasiswa kampus swasta sebenarnya tidak meminta kampus menurunkan SPP sesuai keinginan mahasiswa, minimal jujur dan transparan soal keuangan. Saya yakin, jika kampus terbuka mahasiswa bisa memaklumi.

Terkadang, kampus justru berusaha menutup-nutupi seolah kalau dibuka akan mengurangi citra kampus.

Memang sih alasan kampus bisa dibilang cukup rasional karena saat ini kampus swasta mengalami kesulitan ekstra untuk menarik minat mahasiswa baru untuk mendaftar ke kampus mereka. Hanya saja, perlu diingat kalau kampus bisa lebih jujur pada mahasiswanya saya haqqul yaqin, mahasiswa akan bantu mempromosikan. Tentu saja, mahasiswa juga tidak ingin kampus kebanggannya sendiri harus gulung tikar lantaran kekurangan mahasiswa baru.

Andai saja bapak Nadim mau sedikit membuka hati, sedikit saja pak. Memberikan secuil bantuan untuk kampus swasta, atau paling tidak mengeluarkan kebijakan terkait kampus swasta. Kebingungan saya pasti teratasi. Tentu bukan hanya saya pak, banyak kawan-kawan dari kampus swasta yang mengalami hal serupa.

Terakhir pak, saya kembali pertegas lagi bahwa kampus swasta itu harus berusaha keras untuk menarik minat mahasiswa baru. Sejauh ini, saya mengakui kampus swasta kebanyakan menjadi pilihan kesekian setelah harapan di kampus negeri pupus. Kendati menyimpan sakit itu, saya terkadang masih punya ambisi untuk bersaing dengan mahasiswa di kampus negeri. Sekarang, jangankan bersaing mengharap perhatian saja harus berusaha keras.

BACA JUGA Pak Nadiem, Andai Promo Gojekmu Juga Berlaku untuk UKT Kami atau tulisan Dani Alifian lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 11 Juni 2020 oleh

Tags: kampus swastakebijakan kampusMahasiswanadiem makariem
Dani Alifian

Dani Alifian

ArtikelTerkait

agen perubahan

Mahasiswa Bukan Agen Perubahan Tapi Agen Perebahan dan Perghibahan Dosen

9 Maret 2020
5 Sisi Negatif Mengikuti Banyak Organisasi Kampus terminal mojok

5 Sisi Negatif Mengikuti Banyak Organisasi Kampus

30 Juni 2021

Jadi Mahasiswa Hukum Itu Ternyata Nggak Sekeren yang Orang Lain Pikirkan

14 Juni 2021
Pasar Buku Wilis, Surga Buku Murah Mahasiswa Malang Terminal Mojok

Pasar Buku Wilis, Surga Buku Murah Mahasiswa Malang

29 Maret 2022
Keramatnya Kata "Skripsi" Bagi Mahasiswa Tingkat Akhir

Keramatnya Kata “Skripsi” Bagi Mahasiswa Tingkat Akhir

22 November 2019
Membayangkan Rasanya Jadi Mahasiswa KKN di Kampung Durian Runtuh Upin dan Ipin

Membayangkan Rasanya Jadi Mahasiswa KKN di Kampung Durian Runtuh “Upin dan Ipin”

9 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

6 Alasan Kebumen Lebih Menarik daripada yang Terlihat di Brosur dan Dibayangkan Banyak Orang Mojok.co

6 Alasan Kebumen Lebih Menarik daripada yang Terlihat di Brosur dan Dibayangkan Banyak Orang

7 Juni 2026
Di Balik Sekolah Elit yang Eksploitatif dan Manipulatif Ada Guru yang Menderita karena (Terpaksa) Jadi Ojek dan ART untuk Yayasan  Terminal

Di Balik Sekolah Elit yang Eksploitatif dan Manipulatif Ada Guru yang Menderita karena (Terpaksa) Jadi Ojek dan ART untuk Yayasan 

8 Juni 2026
Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Tiga Tahun Menjadi Fungsionaris Organisasi Mahasiswa, Saya Menyadari bahwa Organisasi Mahasiswa Tak Ada Bedanya dengan Tempat Penitipan Balita

8 Juni 2026
Pustakawan Membela iPusnas yang Layanannya Dikeluhkan Banyak Orang Mojok.co

Pustakawan Membela Layanan iPusnas yang Dikeluhkan Banyak Orang

8 Juni 2026
4 Saran dari Warlok Jogja untuk Para Pendatang Biar Cepet Betah (Unsplash)

Sebagai Warga Jogja, Saya Punya Empat Permintaan Kecil untuk Pendatang agar Bisa Beradaptasi dengan Baik

8 Juni 2026
Suzuki GSX-R150, Motor Sport untuk Kalian yang Muak dengan Honda CBR dan Yamaha R15 suzuki hayate 125 motor suzuki shogun 110 suzuki access 125 motor suzuki nex crossover suzuki nex II

Suzuki Nex II Benar-benar Nggak Tahu Diri, Harganya Lebih Mahal dari Honda BeAT, tapi Fiturnya Masih Saja Tertinggal  

6 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.