Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Outfit Anak UGM : (Dulu) Nggak Segitunya Deh!

Rusmanto oleh Rusmanto
7 Juli 2019
A A
outfit anak ugm

outfit anak ugm

Share on FacebookShare on Twitter

Saat awal saya kuliah dulu sekitar tahun 2001 merupakan jaman yang serba peralihan. Sangat tidak bisa dibandingkan dengan kuliah anak jaman now. Meskipun belum lama berlalu, tapi banyak cerita yang mungkin nggak dialami anak jaman sekarang.

Belakangan outfit anak UGM katanya jadi buah bibir karena harganya yang wow. Saya bukan anak UGM dan kuliah jauh dari Jogja. Tapi (dulu), saya pernah punya mantan anak UGM. Jadi sedikit-banyak (agak) tahu lah tentang UGM. Hehehehe.

ADVERTISEMENT

Untuk urusan outfit mahasiswa dan mahasiswi yang luar biasa, sebetulnya nggak hanya di UGM aja. Di tempat saya kuliah juga ada mahasiswa yang harga outfit-nya macam itu. Dari jam tangan yang harganya jutaan sampai sepatu yang harus beli di luar negeri juga udah ada.

Bedanya, zaman dulu yang pakai nggak bilang-bilang. Selain itu, info soal outfit juga hanya beredar di kalangan terbatas sehingga nggak begitu banyak dibicarakan. Mungkin alasanya karena dulu nggak musim internet dan HP juga masih nggak begitu “smart” seperti sekarang ini.

Ngomongin soal kehidupan perkuliahan. Nggak semua mahasiswa dan mahasiswi hidup bergelimangan kemewahan. Ada juga diantara mereka yang hidupnya prihatin. Jenis anak kuliahan zaman dulu dan sekarang mungkin berbeda, tapi tentu saja ada kesamaanya.

Mari sejenak lupakan perbedaan, karena tentu akan lebih asyik kalau ngomongin yang namanya mantan. Nah, mantan saya yang anak UGM (dulu) merupakan salah satu mahasiswi yang hidupnya prihatin. Lebih tepatnya sih memprihatinkan (mungkin).

Bagi mahasiswi rantau yang makan tak teratur, harus pintar mengatasi masalah keuangan. Kiriman yang minim dan kadang terlambat, membuat pola makan harus berubah agar bisa berhemat. Gimana nggak harus hemat, dikirim aja cuma 250 ribu dan harus dicukup-cukupin buat sebulan. Cara nyukupinnya gimana coba? Cewek kan kebutuhannya banyak!

Percaya deh, zaman itu, meskipun baru ditrasfer, tetep aja merasa miskin. Bayangin aja, saldo minimal mengendap di bank 50 ribu, tiap bulan biaya ATM 7.500 rupiah. Jadi habis dikirim, yang bisa diambil cuma 240 ribu, coba bayangkan bagaimana rasanya coba? Celakanya, belum akhir bulan saldo tinggal 90 ribu, yang bisa diambil cuma 40 ribu. Sedih, nggak?

Baca Juga:

4 Dosa Pemilik Jasa Laundry yang Merugikan Banyak Pihak

Outfit Mahasiswa FISIP UI Membuat Saya Sadar bahwa Kuliah Tidak Mesti Pakai Kemeja dan Celana Bahan

Itu masih belum sedih, mulai tragis itu pas mau ngambil, ternyata sudah nggak ada ATM yang 20 ribuan. Terus terpaksa deh ngantri di Teller yang panjangnya amit-amit. Dan yang lebih seru pas udah sampai giliran, Mbaknya bilang sambil senyum, “Maaf, untuk pengambilan di bawah 100 ribu rupiah harap menggunakan ATM”. Terus kira-kira harus gimana coba?

Bagi mahasiswi yang punya pacar masih beruntung bisa ada yang traktir. Kalau pacarnya sama-sama kere mungkin bisa gantian nraktir atau sekedar oper-operan mie instan. Lagi sama-sama nggak ada, paling tidak bisa saling memeni laper atau sedihnya nggak sendirian.

ADVERTISEMENT

Yang ngenes itu golongan jomblo yang terkadang harus sibuk cari utangan buat menyambung hidup. Ada juga yang beruntung dapat job ngetik, terjemahan, atau sekedar transkrip hasil wawancara. Meskipun nggak banyak, tapi lumayan bisa buat tambahan.

Mahasiswi yang visioner akan mencari makanan (yang dianggap)  pengganti nasi dan harganya pun nggak cuma miring, tapi udah guling. Begitu dapet transferan, langsung borong sereal dalam jumlah besar. Dan ternyata, setelah disantap, rasa lapar tetap melanda tak terbendung. Daripada sakit, akhirnya beli makan juga, dan sereal berhasil menambah pengeluaran konsumsi harian.

Untuk golongan yang lebih beriman, siasat berhemat bisa dilakukan dengan puasa Senin-Kamis. Terkadang juga dari Senin sampai Minggu karena banyaknya fotokopian dan tugas yang harus dikumpulkan.

Cara lain untuk berhemat adalah dengan patungan untuk masak nasi. Anak kos yang sama-sama ngirit akan berserikat dan setor 1 gelas beras untuk dimasak bareng pakai rice cooker. Setelah matang, lalu nasinya digaris untuk membagi wilayah konsumsi masing-masing.

Sedangkan untuk lauk ada yang beli sayur, atau sekedar srundeng (abon kelapa parut) biar nasinya lebih terasa rame. Selain makan dengan alakadarnya, teknik mengencangkan ikat pinggang juga dilakukan dengan minum banyak air bening. Senjata andalannya adalah bawa botol air kemana-mana, lumayan siapa tahu ada tempat refill, jagi nggak usah beli air.

Yang paling berat adalah mahasiwi yang terlanjur kecanduan nasi. Kalau lagi sakaw (ditampat saya namanya suren) keluar keringat dingin, badang lemas, kepala pening, pandangan berkunang-kunang. Ini sebetulnya lagi cerita mahasiswi atau kaum miskin kota, gitu amat?

Nggak cuma soal makan, buat cewek, kecantikan juga harus tetap dijaga meskipun anggaran mepet. Paling tidak, untuk sekedar pake masker atau lulur bisalah itu diatur. Untuk menu masker hemat, bisa dengan membeli beras kencur tablet yang biasanya dijual di warung atau di pasar. Penggunaanya pun cukup mudah, tinggal diberi air sedikit sampai tekstur lebih lembut lalu dipake deh buat maskeran.

Nah, celakanya kalau niatnya beli beras kencur, dapetnya Parem Pusaka Cap Jago. Kalau dipake rasanya :  maknyos! Soalnya parem bisanya dipakai buat mbalurin otot yang pegal-pegal. Dan tentu saja, akan terasa hangat semreset, bahkan setelah dibilas dengan air sekalipun.

ADVERTISEMENT

Hal yang lebih tragis dialami mahasiswi yang jerawatan seperti pacar saya waktu itu. Mereka akan menjadi sasaran empuk anak magang di salon maupun skincare. Dipanggil katanya mau dirawat, keluar mukanya bengep karena jerawat dipencetin dengan brutal. Ini anak magang pasti saat pelajaran teori per-jerawat-an nggak masuk.

Kehidupan anak kuliahan zaman dulu dan sekarang mungkin nggak jauh beda. Ada yang memang hidupnya wah ada juga yang hidupnya biasa dan terkadang malah luar biasa. Selama bisa menikmatinya tentu akan menjadi kenangan yang seru.

Hidup Mantan!!! Eh…

Terakhir diperbarui pada 20 Januari 2022 oleh

Tags: anak ugmbajuberapa hargamode remajaoutfittren berbusana
Rusmanto

Rusmanto

Penulis lepas.

ArtikelTerkait

5 Alasan Tokoh Kartun Selalu Memakai Baju yang Sama terminal mojok

5 Alasan Tokoh Kartun Selalu Memakai Baju yang Sama

15 November 2021
5 Orang yang Sebaiknya Belanja di Matahari Department Store Terminal Mojok

5 Orang yang Sebaiknya Belanja di Matahari Department Store

29 September 2022
Pakai Baju yang Motifnya Samaan dengan Orang Lain, Rasanya kok Malu, ya?

Pakai Baju yang Motifnya Samaan dengan Orang Lain, Rasanya kok Malu, ya?

11 Juni 2020
Capsule Wardrobe Adalah Solusi Buat Kamu yang Selalu Bingung Mau Pakai Baju Apa

Capsule Wardrobe Adalah Solusi Buat Kamu yang Selalu Bingung Mau Pakai Baju Apa

8 Juni 2020
3 Tips Beli Baju Zara Second biar Tetap Nggaya Terminal Mojok

3 Tips Beli Baju Zara Second biar Tetap Nggaya

20 April 2022
thrift store mahal vintage baju mojok

Ironi Thrift Store di Indonesia

21 November 2020
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Ngeri! Rekening Bank Mandiri bisa diblokir atas permintaan aparat (Unsplash)

Rekening Bank Mandiri hilang sekali klik sukses melahirkan rasa takut karena pemblokiran tanpa proses hukum bisa menimpa siapa saja

24 Agustus 2026
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyepelekan mahasiswa Administrasi Pemerintahan bukti dia keliru memahami jurusan ini Mojok.co

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyepelekan mahasiswa Administrasi Pemerintahan bukti dia keliru memahami jurusan ini 

22 Agustus 2026
4 tips menghindari tempat kursus red flag di Kampung Inggris Pare, saya bagikan tipsnya agar kunjungan kalian tidak berakhir kecewa Mojok.co

4 tips menghindari tempat kursus red flag di Kampung Inggris Pare, saya bagikan tipsnya agar kunjungan kalian tidak berakhir kecewa

26 Agustus 2026
Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah Mojok.co lamongan

Sudah tahu jalan di Lamongan jelek, kok malah beli Honda Scoopy, aneh!

21 Agustus 2026
Cengkareng, tempat kumpul banjir, macet, lawan arah, dan kekacauan

Cengkareng, tempat kumpul banjir, macet, lawan arah, dan kekacauan

22 Agustus 2026
Klaten yang dahulu bukanlah yang sekarang, kini semakin hidup dan berkembang Mojok.co

Klaten yang dahulu bukanlah yang sekarang, kini semakin hidup dan berkembang

24 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.