Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Orang Lewoeleng dan Kebiasaan yang Bikin Rindu

Milla Lolong oleh Milla Lolong
20 Juni 2019
A A
lewoeleng

lewoeleng

Share on FacebookShare on Twitter

Malam ini pukul 1:00—tepat sekali—saya tak bisa memejamkan mata sedikitpun. Entahlah pikiran yang kacau dan kerinduan yang tak pernah pupus tentang tanah kelahiran saya kampung Lewoeleng tercinta. Lewoeleng, sebuah desa yang ada di pulau kecil Lembata namanya.

Jalan berliku dipagari hutan kemiri di kiri dan kanan jalan membuat keadaan Lewoeleng semakin sejuk. Berada di ketinggian seperti namanya Lewo kampung dan Eleng yang artinta langit apabila digabungkan maka artinya kampung langit atau kampung di atas langit—membuat Lewoeleng semakin megah, tapi tidak angkuh.

Suasana sejuk semakin menggambarkan suasana hati orang-orang asli kampung ini. Tapi tunggu dulu, ya tapi tunggu dulu—orang-orang Lewoeleng memiliki watak yang keras. Ada yang mengatakan jika baik maka melebihi kebaikan malaikat, tetapi jika jahat maka amarahnya melebihi Lucifer. Pepatah lepas ini sering terdengar jika bapak-bapak sedang duduk di ‘mohting’. Tetapi hanya pepatah, percayalah mereka baik sekali—apalagi kepada menantunya. ahahaha

Pada hari libur kamu akan mendapati perempatan jalan, lapangan bola, halaman gereja akan dipenuhi oleh anak-anak, mereka meluangkan kegembiraannya. Ada saja permainan tradisional yang mereka mainkan, mulai dari kesengge, kemote sampai pada melempar kemiri di bilah bambu, semuanya masih asli, tak ada game di handphone. Semuanya ini membuat saya berbangga—yang diam-diam lalu menuangkan kebanggaan saya lewat tulisan ini. Semoga pada masa liburan kali ini saya tetap menemui hal-hal seperti ini.

Pada hari Kamis pagi-pagi sekali kau akan menemui ibu-ibu bermunculan dari antara kabut yang enggan pergi—Lewoeleng memang begitu karena memang cuaca sedang dingin sekali. Para ibu berjalan berkelompok sambil bercerita, menjunjung keranjangnya yang berisi jagung, pisang, ubi-ubian menuju ke pasar. Kalian pasti tahu untuk apa isi di dalam keranjang mereka.

Semua yang ada di kampung berjalan, mengalir begitu saja. Pengusaha kecil tetap mengembangkan usahanya, perempuan-perempuan tengah banyak akan pergi ke kebun dan pulang pada waktunya, anak-anak tetap gembira ke sekolah lalu libur pada tanggal merah sesuai kalender pendidikan, guru-guru tetap setia berangkat ke sekolah dengan rancangan RPP K13 yang panjang lebar—tetapi guru-guru di sana selalu dengan cara yang unik untuk mendidik murid-muridnya. Tukang ojek dan sopir-sopir taksi akan pergi ke kota. Deru kendaraan melewati jalanan tetapi asap dan bunyinya menghilang begitu cepat diserap daun-daun hijau, keren bukan?

Muda-mudi di kampung selalu berkumpul, merayakan kesukaan mereka dengan hal-hal sederhana, misalnya memetik gitar bernyanyi bersama, latihan paduan suara untuk lomba, latihan drama, kemudian mementasnya di kampung tetangga, tapi tidak ada media yang turun untuk liput, mereka melakukan dengan sukacita menikmatinya tanpa pamer-pamer untuk dapat dana misalnya. Misalnya saja. Semua pertemuan-pertemuan kecil dirayakan dengan pisang atau ubi rebus, ikan bakar dan lawar pedis yang disiapkan tetangga-tetangga sekitar, nikmat apalagi yang harus didustakan?

Rasa sosial dan saling memiliki masih murni sekali di kampung Lewoeleng. Kemudian kalian akan menjumpai segerombolan nenek-kakek-dan perempuan lainya yang berumur 50 tahun keatas, kalian akan menjumpai mereka di jalan pulang dari Gua Maria di pinggir kampung, mereka pulang menuju rumah—setiap hari Jumat pertama dalam bulan. Mereka berdoa.

Baca Juga:

5 Pekerjaan yang Bertebaran di Indonesia, tapi Sulit Ditemukan di Turki

Pengalaman Melepas Penat dengan Camping ala Warlok Queensland Australia

Dengan setia mereka melakukan itu setiap bulan. Betapa kuatnya iman mereka. Sehingga tidak heran lagi bila putra-putri kampung Lewoeleng banyak yang menjadi imam, suster, frater dan bruder—dan tak lupa ada juga yang menjadi pejabat-pejabat besar di kota.

Inilah yang membuat setiap tahun ada saja perayaan syukuran, baik syukuran tahbisan, syukuran kaul kekal, dan syukuran promosi jabatan, syukuran hari ulang tahun pernikahan, syukuran pernikahan dan syukuran selesai wisuda. Iya syukuran wisuda—semuanya baik dan perlu disyukuri kan..kan..kan?

Saya yakin semuanya terjadi berkat kesetiaan doa-doa dari pendahulu. Kampung selalu mendapatkan berkat berlimpah, orang-orang bekerja dengan riang.

Akhirnya, semuanya itu membuat saya selalu bangga dan menyebutkan asal saya. Yang membuat kerinduan ini semakin dahsyat—untuk pulang, pulang dan pulang.

Saya mengakhiri tulisan ini dengan meneriakan kata ‘pulang’!

Saya coba menengok jam di dinding—masih pukul 01:46.

 

Ende, Juni yang hampir libur 2019

Terakhir diperbarui pada 14 Januari 2022 oleh

Tags: EndeIndonesiaKearifan Lokalkebudayaan indonesialewoeleng
Milla Lolong

Milla Lolong

ArtikelTerkait

Jangan Jadi Peneliti di Indonesia

Jangan Jadi Peneliti di Indonesia

5 September 2022
nama daerah paling cantik bagus di indonesia mojok

7 Nama Daerah di Indonesia Rasa Luar Negeri, dari Boalemo sampai Yahukimo

23 April 2020
orang flores

Rasanya Jadi Orang Flores di Jakarta

29 Juni 2019
Sistem Pendidikan Finlandia; Belajar Cara Belajar. Menyadarkan Saya Betapa Bobrok dan Tertinggal Sistem Pendidikan Indonesia Mojok.co

Buku Sistem Pendidikan Finlandia; Belajar Cara Belajar, Menyadarkan Saya Betapa Bobrok dan Tertinggal Sistem Pendidikan Indonesia

1 Juli 2024
hal mistis

Sebagian Orang Indonesia yang Seringkali Mengaitkan Segala Sesuatunya dengan Hal Mistis

7 Agustus 2019
5 Band Indonesia yang Saya Harap Bisa Reuni Lagi Mojok.co

5 Band Indonesia yang Saya Harap Bisa Reuni

8 Desember 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Malang, sebab Selalu Dilatih dengan Menghindari Jalanan Berlubang!

Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Malang, sebab Selalu Dilatih dengan Menghindari Jalanan Berlubang!

11 Januari 2026
5 Hal yang Perlu Diperhatikan Pemula Sebelum Ikut Kelas Pilates selain Persiapan Uang Mojok.co

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Pemula Sebelum Ikut Kelas Pilates selain Persiapan Uang

12 Januari 2026
Tidak Ada Nasi Padang di Kota Padang, dan Ini Serius. Adanya Nasi Ramas! angkringan

4 Alasan Makan Nasi Padang Lebih Masuk Akal daripada Makan di Angkringan  

11 Januari 2026
Toyota Veloz, Mobil yang Sangar di Jalan Datar tapi Lemas di Tanjakan

Toyota Veloz, Mobil yang Sangar di Jalan Datar tapi Lemas di Tanjakan

11 Januari 2026
Mahasiswa Kelas Karyawan Adalah Ras Terkuat di Bumi: Pagi Dimaki Bos, Malam Dihajar Dosen, Hari Minggu Tetap Masuk

Mahasiswa Kelas Karyawan Adalah Ras Terkuat di Bumi: Pagi Dimaki Bos, Malam Dihajar Dosen, Hari Minggu Tetap Masuk

13 Januari 2026
Alasan Saya Lebih Nyaman Diajar Dosen Muda daripada Dosen Tua Mojok.co

Alasan Saya Lebih Nyaman Diajar Dosen Muda daripada Dosen Tua

9 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Honda Vario 150 2016 Motor Tahan Banting: Beli Ngasal tapi Tak Menyesal, Tetap Gahar usai 10 Tahun Lebih Saya Hajar di Jalanan sampai Tak Tega Menjual
  • Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 
  • Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya
  • Dua Kisah Bisnis Cuan, Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo yang Membuat Penjualnya Menderita dan Tips Memulai Sebuah Bisnis
  • Alfamart 24 Jam di Jakarta, Saksi Para Pekerja yang Menolak Tidur demi Bertahan Hidup di Ibu Kota
  • Mahasiswa Malang Sewakan Kos ke Teman buat Mesum Tanpa Modal, Dibayar Sebungkus Rokok dan Jaga Citra Alim

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.