Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

3 Hal yang Perlu Dipahami Orang Bojonegoro yang Hendak Merantau ke Kediri agar Mudah Beradaptasi

Ainun Najihah oleh Ainun Najihah
11 September 2023
A A
3 Hal yang Perlu Dipahami Orang Bojonegoro yang Hendak Merantau ke Kediri agar Mudah Beradaptasi

3 Hal yang Perlu Dipahami Orang Bojonegoro yang Hendak Merantau ke Kediri agar Mudah Beradaptasi (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Teruntuk orang Bojonegoro yang ingin merantau ke Kediri, tolong catat ini baik-baik.

Menjadi mahasiswa perantauan adalah sebuah pilihan yang memaksa saya untuk cepat beradaptasi, baik soal budaya maupun hal lainnya. Sudah tiga tahun saya memutuskan untuk merantau ke Kediri yang terkenal dengan Simpang Lima Gumul dan Kampung Inggrisnya ini.

Akan tetapi di balik terkenalnya Kediri, ada beberapa hal yang membuat saya terheran-heran saat menginjakkan kaki di sini hingga sekarang. Teruntuk orang Bojonegoro yang hendak berkunjung atau merantau ke Kediri, ada beberapa hal yang mesti kalian pahami agar mudah beradaptasi dengan lingkungan di sini.

Bahasa orang Bojonegoro sulit dimengerti di Kediri

Meski secara geografis Bojonegoro dan Kediri berada dalam satu wilayah provinsi Jawa Timur, bahasa yang digunakan kedua daerah ini terbilang jauh berbeda. Yang paling menonjol adalah imbuhan -em dan -nem pada kata yang menunjukkan kepemilikan dan berakhiran huruf vokal. Misalnya bukumu menjadi bukunem, rumangsamu menjadi santinem, dll.

Tak jarang teman saya di Kediri terheran-heran dan mengira bahwa imbuhan -em dan -nem sebagai kependekan dari angka enem (enam). Hal ini terjadi saat saya hendak meminjam buku dari teman saya menggunakan bahasa imbuhan tersebut. Teman saya bertanya pada saya, “Buku opo wae? Buku sakmono akeh e gae opo?”

Selain imbuhan -em dan -nem, kata “ngamuk” juga ternyata memiliki perbedaan makna ketika diucapkan di Kediri. Di Bojonegoro, “ngamuk” berarti terserah, sementara di Kediri artinya marah. Kata ini sempat menimbulkan salah paham saat saya berkomunikasi dengan orang Kediri.

Jadi ceritanya waktu itu teman saya hendak memesankan minuman di warung kopi langganan kami. “Mau pesan apa?” tanyanya. “Ngamuk nggak popo,” jawab saya. Teman saya yang mendengar jawaban saya lalu terdiam dan berkata, “Sopo to Na seng ape ngamuk? Aku takon mau pesan apa, kok ngamuk piye to?” Wqwqwq.

Jadi saran saya, buat orang Bojonegoro yang hendak berkunjung atau merantau ke Kediri, pelajarilah bahasa di sini terlebih dulu. Karena bahasa yang digunakan di sini dan yang biasa digunakan di Bojonegoro bisa berbeda. Daripada nantinya terjadi salah paham yang dapat menimbulkan pertikaian, kan?

Baca Juga:

Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja

Makanan Malang yang Bikin Pendatang seperti Saya Kecewa, Memang Sebaiknya Jangan Pasang Ekspektasi Ketinggian

Baca halaman selanjutnya: Warung kopi terbuka untuk siapa saja…

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 12 September 2023 oleh

Tags: adaptasiBojonegorokedirimerantau
Ainun Najihah

Ainun Najihah

Seorang perempuan perantau, yang selalu mencoba bergaul dan peduli dengan isu politik dan hukum. seminggu sekali selalu menyisakan waktu untuk menjadi petapa seharian.

ArtikelTerkait

bojonegoro mengumpat misuh sambat mojok

Seni Menjalani Hidup ala Orang Bojonegoro: Mengumpat, Bukan Sambat

11 Desember 2020
3 Peninggalan Kolonial Belanda di Kediri yang Jarang Diketahui terminal mojok.co

3 Peninggalan Kolonial Belanda di Kediri yang Jarang Diketahui

28 Desember 2021
Kosa Kata Khas Kediri yang Bikin Kalian Plonga-plongo terminal mojok.co

Kosakata Khas Orang Kediri yang Bisa Bikin Kalian Plonga-plongo

10 Agustus 2021
Surat Terbuka untuk Pemerintah Kabupaten Malang: Jalanan di Jalur Ngantang dan Payung Minim Cahaya dan Tambalan Tidak Rata, Gimana Ini?!

Surat Terbuka untuk Pemerintah Kabupaten Malang: Jalanan di Jalur Ngantang dan Payung Minim Cahaya dan Tambalan Tidak Rata, Gimana Ini?!

29 Agustus 2023
Rekomendasi Wisata Nol Rupiah di Kota Malang terminal mojok.co

Fenomena Persaingan Bahasa Kediri dan Jakarta dalam Tongkrongan di Malang

8 Juli 2020
3 Kekurangan Bus Hasti yang Bikin Tersingkir dari Jalanan Kediri

3 Kekurangan Bus Hasti yang Bikin Tersingkir dari Jalanan Kediri

30 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas Mojok.co

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

6 April 2026
Mobil Honda Mobilio, Mobil Murah Underrated Melebihi Avanza (Unsplash)

Kaki-kaki Mobil Honda Tidak Ringkih, Jalanan Indonesia Saja yang Kelewat Kejam!

5 April 2026
UMK Cikarang Memang Tinggi, tapi Biaya Hidup di Cikarang Tetap Murah, Jogja Can't Relate! scbd

Jika Harus Menjalani Sepuluh Ribu Kehidupan, Saya Tetap Memilih Jadi Pekerja Cikarang ketimbang Kakak-kakak SCBD

5 April 2026
Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi Mojok.co

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi 

8 April 2026

Di Jajaran Mobil Bekas, Kia Picanto Sebenarnya Lebih Mending daripada Suzuki Karimun yang Banyak Dipuja-Puja Orang

8 April 2026
Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak di Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd Mojok.co

Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Gagal Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat Dihina Bodoh, Malah Dapat Kerjaan “di Atas” ASN Langsung Bungkam Penghina
  • Buka Bisnis di Desa Menggiurkan, Tapi Bukannya Slow Living Malah Dibayangi Sengsara karena Kebiasaan Warga
  • Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif
  • Sisi Gelap di Balik Naiknya Harga Gudeg Jogja Langganan yang Membuat Stigma Buruk Semua Gudeg Itu Mahal Makin Dihina Orang Tolol
  • Hari-hari Penuh Perjuangan Pedagang Es Teh Jumbo Menuju Kebangkrutan: Sudah Melarat karena Tipisnya Keuntungan Kini Terancam Mati karena Kenaikan Harga Plastik
  • PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.