Ogan Ilir, Kabupaten Kecil yang (Akan) Bernasib Sama seperti Radiator Springs – Terminal Mojok

Ogan Ilir, Kabupaten Kecil yang (Akan) Bernasib Sama seperti Radiator Springs

Artikel

Ogan Ilir merupakan salah satu kabupaten dari Provinsi Sumatera Selatan. Sebuah kabupaten kecil yang tidak banyak diketahui oleh orang-orang. Kabupaten ini berada di jalur lintas Sumatera dengan pusat pemerintahannya terletak kurang lebih 35 kilometer dari Kota Palembang.

Barangkali, orang dari luar provinsi Sumatera Selatan tidak banyak yang mengetahui tentang kabupaten ini. Dan itu adalah hal yang lumrah, karena kabupaten ini hanya dijadikan oleh orang-orang luar sebagai tempat lewat saja. Kasarnya, hampir tidak ada para turis-turis luar provinsi yang menjadikan Kabupaten ini sebagai tempat tujuan. Salah satu alasannya adalah minimnya tempat wisata.

Saking minimnya tempat wisata di kabupaten ini, pada sekitar dua tahun yang lalu, di salah satu desa di Kabupaten Ogan Ilir, sempat viral karena tiba-tiba muncul setumpukan pasir di padang rumput, sehingga masyarakat sekitar beramai-ramai melihat setumpukan pasir tersebut, sampai akhirnya setumpukan pasir tersebut menjadi destinasi baru bagi masyarakat di Kabupaten Ogan Ilir.

Kemudian masyarakat yang datang pun berpose, menggunakan kacamata hitam, dengan kedua tangan memainkan pasir, persis seperti wisatawan yang berpoto di pantai-pantai. Padahal itu hanya butiran pasir yang menumpuk di padang rumput, yang bilamana dijadikan sebagai bahan untuk membangun sebuah rumah, mungkin pasir tersebut hanya bisa menjadi satu tiang, dan itupun saya tidak yakin kalau pasir tersebut cukup.

Bah. Miris memang, tapi itulah yang terjadi, dan saya masih tetap bangga dengan kabupaten tercinta ini. Sebab, di tempat inilah saya lahir dan besar dengan segala keromantisannya. Namun, belakangan ini, ada sedikit ketakutan dalam diri saya. Saya takut, bila suatu hari nanti, Kabupaten ini akan menjadi seperti Radiator Springs di dalam film animasi Cars.

Di dalam animasi Cars, Radiator Springs berada di sepanjang Route 66. Sejak Stanley si mobil uap tua itu mendirikannya, Kota ini kian berkembang. Sebelum pada akhirnya, dibangun jalan bebas hambatan (Interstate) di dekat Radiator Springs, yang kemudian menyebabkan Route 66 dinonaktifkan karena tidak ada lagi mobil-mobil yang lewat di sana. Akhirnya Radiator Springs pun menjadi kota yang tak terjamah oleh mobil-mobil lain, sehingga menyebabkan putaran roda ekonomi di kota ini menjadi mati.

Dan sebagaimana Radiator Springs, di era Jokowi, beliau gencar membangun infrastruktur, tak terkecuali di Provinsi Sumatera Selatan. Salah satunya adalah pembangunan tol. Dan di antara pembangunan tol tersebut, adalah tol Kayu Agung-Palembang sepanjang 42,5 kilometer yang berada di dekat Kabupaten Ogan Ilir. Atas dasar itulah mulanya ketakutan saya muncul. Saya hanya membayangkan, bahwa kelak kabupaten ini akan berakhir seperti Radiator Springs. Kendaraan-kendaraan akan lebih sering melewati tol Kayu Agung-Palembang, sehingga kian hari kian tahun tidak ada lagi yang melewati jalan lintas Sumatera yang berada di Kabupaten Ogan ilir, yang menyebabkan Ogan Ilir semakin tenggelam dan tak terjamah dari orang-orang, dan akhirnya menjadi kota mati.

Akan tetapi, bagaimanapun itu. saya selalu berharap agar ketakutan saya itu tidak benar-benar terjadi. Dan kalaupun seandainya kelak terjadi, semoga akan ada seseorang yang seperti Lightning Mcqueen yang mengubah Radiator Springs menjadi kota yang sangat menawan, yang kemudian akan masuk dalam bucket list turis-turis untuk dijadikan tempat tujuan mereka. Sampai akhirnya orang-orang tahu, bahwa ada sesuatu yang khas, unik, dan istimewa yang tidak mereka dapatkan di tempat lain, kecuali di Kabupaten Ogan Ilir.

BACA JUGA Please, Jangan Manado-kan Semua Daerah di Sulawesi Utara dan tulisan Khoirul Kalam lainnya.

Baca Juga:  Momen Bagi yang Berulang Tahun: Dari Dipermalukan Sampai Disiram Air Comberan
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.



Komentar

Comments are closed.