Kamus Bahasa Makassar Sehari-hari (2): Kenalan dengan Partikel Pi, Mo, dan I – Terminal Mojok

Kamus Bahasa Makassar Sehari-hari (2): Kenalan dengan Partikel Pi, Mo, dan I

ArtikelFeatured

Berawal dari kekeliruan penempatan partikel dialek bahasa Makassar oleh seorang teman, saya akhirnya memperkenalkan (dalam bentuk tulisan) tiga partikel yang ada dalam dialek bahasa Makassar. Tiga partikel yang saya kenalkan itu hanya berbeda masing-masing satu huruf (mi, ji, ki).

Meski hanya berbeda satu huruf, tiga partikel tersebut akan membuat satu kata/kalimat menjadi keliru atau beda artinya jika salah penempatan. Baji-bajiki dan baji-bajimi, hanya beda satu huruf, tetapi artinya berbeda.

Nah, pada kesempatan kali ini saya akan memperkenalkan lagi tiga partikel lain yang juga sering digunakan dalam dialek Makassar. Namun, sebelum saya perkenalkan, penting untuk saya sampaikan bahwa bahasa daerah Makassar itu berbeda dengan dialek Makassar yang melekat pada bahasa Indonesia.

Dalam kesehariannya, orang Makassar—suku maupun domisili—ada yang memakai bahasa daerah Makassar, ada juga yang memakai bahasa Indonesia yang digabung dengan dialek Makassar. Jadi, kalau teman-teman pernah mendengar ada orang Makassar lagi ngomong, belum tentu dia lagi pakai bahasa daerah, lho. Bisa jadi masih tetap bahasa Indonesia, tetapi bercampur dengan dialek Makassar.

Contoh perbedaannya:

Anda sakit apa? (Bahasa Indonesia).

Garring apa ki’? (Bahasa Makassar).

Sakit apa ki’? (dialek Makassar yang melekat pada bahasa Indonesia).

Sudah dapat sedikit gambaran, kan? Nah, sekarang mari kita kenalan dengan partikel kata khas dialek Makassar.

Baca Juga:  Hal Nggak Enak yang Harus Kita Rasakan kalau UMR Jogja Naik Dua Kali Lipat

Kamus bahasa Makassar sehari-hari #1 Partikel “pi”

Partikel pi digunakan untuk penegasan kata di depannya yang berhubungan dengan waktu atau jumlah.

  1. Partikel pi berhubungan dengan waktu.

Contoh:

Besok pi saya ke rumahmu = Nanti besok saya ke rumahmu.

Cukup pi uangku baru kulamarki’ = (Nanti) setelah uang saya cukup baru saya melamar kamu.

Belum pi bangun Baso = Belum bangun Baso/Baso belum bangun.

  1. Partikel pi berhubungan dengan jumlah—yang bisa berarti lagi, bisa juga sebagai pendukung kata lagi.

Contoh:

Tambah pi = Tambah lagi.

Tambah pi lagi.

Kamus bahasa Makassar sehari-hari #2 Partikel “mo”

Pada dasarnya, partikel mo bisa berarti/menggantikan kata “saja”.

Contoh:

Satu mo saya kasih ka = (Cukup) satu saja yang (kamu) kasih ke saya.

Kamus bahasa Makassar sehari-hari #3 Partikel “i”

Jika dalam bahasa Indonesia dikenal imbuhan i, maka dalam dialek Makassar juga ada. Meski dalam penggunaannya, partikel/imbuhan i dialek Makassar kadang bisa diganti dengan partikel ki, partikel/imbuhan i tetap punya tempat khusus di lidah orang Makassar.

Sampai saat ini, saya belum menemukan padanan kata atau arti dalam bahasa Indonesia untuk partikel/imbuhan i. Dalam penggunaannya, partikel/imbuhan i biasanya menunjuk/merujuk pada orang ketiga tunggal.

Hal yang juga istimewa dari imbuhan/partikel i adalah ia bisa membuat huruf konsonan akhir pada sebuah kata menjadi luluh. Cowok-cowok yang lagi bingung menghadapi pacarnya yang lagi ngambek, mungkin perlu belajar sama partikel/imbuhan i, wqwqwq.

Baca Juga:  Ubah Jalan HOS Cokroaminoto Ponorogo Jadi Mirip Jalan Malioboro Adalah Gagasan yang Maksa

Biar teman-teman bisa punya gambaran bagaimana peran i dalam sebuah kata, berikut saya sertakan contohnya.

  1. Mau→maui = dia mau

Maui makan dulu baru pergi = Dia mau makan dulu baru pergi.

  1. Marah→marai = dia marah

Marai sama saya = Dia marah sama saya.

Mara(h)-marai bapak sama saya = Bapak marah-marah sama saya.

Meskipun terlihat mudah, tidak semua kata bisa menggunakan partikel/imbuhan i lho, ya.

Di sisi lain, jika i berada di depan subjek yang menunjukkan nama orang, i sama artinya dengan “si”.

Contoh:

I Baso = Si Baso.

Gimana? Sudah makin penasaran dengan dialek Khas Makassar? Masih banyak, lho, yang khas dalam dialek Makassar, wqwqwq.

Selain itu, dalam penggunaannya, partikel-partikel yang ada dalam dialek Makassar juga bisa digabungkan asal tetap harus memperhatikan penempatannya.

Contoh:

Saya mo yang pergi kalau belum pi bangun Baso, daripada mara(h)-marai Bapak = Saya saja yang pergi kalau Baso belum bangun, daripada nanti Bapak marah-marah.

Satu kalimat langsung pakai tiga partikel di atas.

Oke, deh, demikian perkenalan kita kali ini. Semoga teman-teman makin penasaran, biar saya semakin rajin nulisnya, wqwqwq.

Sumber Gambar: Rainer Jehl via Wikimedia Commons

BACA JUGA Daftar Kata dalam Bahasa Makassar dan Bahasa Indonesia yang Serupa, namun Memiliki Arti Berbeda dan tulisan Utamy Ningsih lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.



Komentar

Comments are closed.