Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Kamus Bahasa Makassar Sehari-hari: Kenalan sama Partikel Mi, Ji, dan Ki

Utamy Ningsih oleh Utamy Ningsih
7 April 2020
A A
dialek makassar pantai losari makassar kamus bahasa makassar sehari-hari imbuhan partikel ji ki mi arti cara memakaimojok.co

pantai losari makassar kamus bahasa makassar sehari-hari imbuhan partikel ji ki mi arti cara memakaimojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa hari yang lalu saya membagikan link tulisan saya yang membahas makanan khas Makassar di media sosial. Tak lama kemudian seorang teman online (karena cuma kenal di media sosial dan belum pernah bertemu) mengirim pesan di WhatsApp.

“Eh, dari Makasar yah? Apa kabarji? Baji-bajiki?”

Saya jadi senyum-senyum sendiri. Nggak jatuh cinta, tapi merasa lucu aja.

Kejadian seperti ini sudah sering terulang. Ada orang dari luar Pulau Sulawesi yang mencoba mengakrabkan diri dengan memakai dialek khas Makassar. Meski cara penyampaian atau penulisan mereka masih keliru, usahanya tentu patut untuk dihargai dan diapresiasi.

Mungkin teman-teman sudah banyak yang tahu, dalam dialek Makassar, ada beberapa partikel kata yang memang khas dan sulit atau bahkan tidak bisa diartikan ke dalam bahasa Indonesia jika partikel tersebut berdiri sendiri. Harus ada kata lain yang mendahuluinya. Mi, ji, dan ki adalah tiga contoh dari beberapa partikel kata khas dialek Makassar yang ada.

Keberadaan partikel kata khas Makassar ini sering membuat orang-orang di luar Pulau Sulawesi yang masih asing dengan dialek Makassar merasa kebingungan. Baik itu untuk memahami maupun untuk menulis atau mengucapkannya.

Ya, jangankan mereka, saya sendiri yang lahir, tumbuh, dan berkembang biak di Makassar suka bingung kalau diminta untuk menjelaskan. Memahami sih tentu saja bisa, yang sulit itu menjelaskan, karena terkadang ada bahasa daerah yang sulit untuk dicari padanan katanya dalam bahasa Indonesia.

Tapi nggak apa-apa, mari kita kenalan tipis-tipis aja. Saya akan coba menjelaskannya.

Baca Juga:

13 Kosakata Bahasa Madura Paling “Menjebak” dan Perlu Diperhatikan Pendatang yang Baru Belajar

Orang Sunda Punya Aksen Paling Indah di Indonesia, Terdengar Lembut dan Merdu di Telinga Arek Suroboyo seperti Saya

Sebelum memperkenalkan secara sederhana tentang partikel kata di atas, penting untuk saya sampaikan bahwa Makassar itu “s”-nya dua, Ma-kas-sar. Setiap kali saya membaca orang-orang yang menulis Makassar dengan Makasar, saya gemas sendiri. Ganjil aja gitu bacanya, hehehe.

Nah, sekarang mari kita kenalan dengan tiga partikel kata khas dialek Makassar.

Kamus Bahasa Makassar Sehari-hari #1 Mengenal partikel “mi”

Partikel kata mi bisa berfungsi mempersilakan atau memerintahkan.

Contoh: Ambilmi kalau mau.
Yang artinya:
– Ambillah kalau mau, atau
– Silakan diambil kalau mau.

Demikian halnya dengan kata makan.

Makanmi mumpung masih hangat.
Artinya:
– Makanlah mumpung masih hangat, atau
– Silakan dimakan mumpung masih hangat.

Jadi, kalau teman-teman ke Makassar lalu mendengar kata makanmi, itu maksudnya bukan mengajak atau mempersilakan makan mi yah, tapi diajak atau dipersilakan menyantap makanan yang sudah tersedia.

Dalam kalimat lainnya, partikel mi, bisa berarti sebagai kalimat penegasan atau meminta penjelasan. Mi yang ini sepadan dengan lah atau kah.

Itumi pacarnya Reni = (yang) itulah pacarnya Reni.
Itumi pacar barumu? = (yang) itukah pacar barumu?

Pernah saya baca ada yang menulis: Ikan apa itumi?

Dalam dialek Makassar, kalimat tersebut keliru, yang benar: Ikan apami itu? Artinya kurang lebih sama dengan “ikan seperti apa sih itu?” (menunjukkan rasa heran bercampur ingin tahu).

Partikel mi jika bertemu dengan kata yang merujuk pada jumlah, akan berarti ‘sudah’.
Berapami pacarmu? = Sudah berapa pacarmu?
Tigami pacarku = sudah tiga pacarku.

Kamus Bahasa Makassar Sehari-hari #2 Mengenal partikel “ji”

Partikel ji dalam dialek Makassar bisa diartikan sebagai bentuk penegasan.

Contoh:
Satuji bajuku = satu saja bajuku, atau, bajuku cuma ada satu
Apa kabar? Baji-bajiji? = Apa kabar? Baik-baik saja (kan)?
Dekatji, toh? Belum pacaran = (Cuma) Dekat saja toh? Belum pacaran.
Ituji mau dibawa? = Itu saja (kah) yang mau dibawa?

Kamus Bahasa Makassar Sehari-hari #3 Mengenal partikel “ki”

Kalau ki ini sering digunakan dalam kalimat tanya untuk memastikan apa yang diketahui.

Pacaranki Dilan sama Milea? = Pacarankah Dilan sama Milea?, atau, Apakah betul Dilan sama Milea pacaran?
Rusakki hapemu? = Rusakkah hapemu? (Apakah hapemu sedang rusak?)

Penggunaan ki dalam kata baji-bajiki untuk menanyakan kabar adalah hal yang keliru. Baji-bajiki dalam bahasa Makassar lebih kepada meminta seseorang/lawan bicara untuk bersikap lebih baik, lebih teliti, atau jangan asal-asalan.

Baji-bajiki bawanu.

Nah, ini sudah mengarak ke hal yang lebih rumit lagi.

Baji-bajiki = baik-baik /jangan asal-asalan
Bawa = mulut
Nu = kata ganti untuk kamu yang menjadi lawan bicara.

Baji-bajiki bawanu sama artinya dengan bae-bae itu mulut atau jangan sembarangan ngomong kamu yah.

Gimana, sudah mulai pusing? Saya aja yang menulis ikutan pusing, hahaha. Kalau dilihat secara teori sih gampang yah, tapi praktiknya susah, begitu pengakuan teman-teman saya kalau saya jelaskan tentang partikel kata dalam dialek bahasa Makassar. Itu juga baru tiga loh, masih ada banyak partikel-partikel kata lainnya yang juga membingungkan.

Sumber gambar: Rainer Jehl, Pantai Losari Makassar, Wikimedia Commos

BACA JUGA Anehnya Orang-Orang di Grup WhatsApp yang Nggak Mau Nampilin Nama Aslinya Sendiri dan tulisan Utamy Ningsih lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 8 November 2021 oleh

Tags: bahasa daerahbahasa makassarpartikel
Utamy Ningsih

Utamy Ningsih

Suka Membaca, Belajar Menulis.

ArtikelTerkait

Jangan Asal Sebut Kata-kata Ini Sembarangan di Daerah Lain bahasa daerah Terminal mojok

Mengenal Bahasa Daerah yang Tak Boleh Disebut Sembarangan di Daerah Lain

13 Februari 2021
Cuan, Cengli, Cincai, dan Percakapan Encek-Encek Hokkian Mix Jawa. Terminal Mulok #02 mojok.co/terminal

Cuan, Cengli, Cincai, dan Percakapan Encek-encek Hokkian Mix Jawa. Terminal Mulok #02

15 Maret 2021
Kalau Orang Sunda Susah Bilang F, Orang di Kampung Saya Susah Bilang W. Sebuah Contoh Dialek Epik! terminal mojok.co

Kalau Orang Sunda Susah Bilang F, Orang di Kampung Saya Susah Bilang W. Sebuah Contoh Dialek Epik!

31 Januari 2021
bahasa medan Kata 'Apa' dalam Konteks Bahasa Medan Itu Sakti dan Serbaguna terminal mojok.co

Kata ‘Apa’ dalam Konteks Bahasa Medan Itu Sakti dan Serbaguna

21 Februari 2021
dialek nganjuk

Apa yang Salah Dengan Logat—Aksen dan Dialek?

14 Agustus 2019
Memahami Bahasa Medan Sehari-hari biar Kamu Nggak Ngerasa Digas

Mengenal Bahasa Medan Sehari-hari biar Kamu Nggak Ngerasa Digas

10 April 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rasanya Jadi Orang Bangkalan Madura Belakangan Ini: Pilihan Toko Makin Banyak, tapi Tukang Parkir Ikut Merajalela Mojok.co

Rasanya Jadi Orang Bangkalan Madura Belakangan Ini: Pilihan Toko Makin Banyak, tapi Tukang Parkir Ikut Merajalela

23 April 2026
Pemkab Bangkalan Madura Hanya Omong Kosong Mau Bikin Kabupaten Ini Layak Anak, Nggak Layak Sama Sekali! sumenep, pamekasan

Menerka Alasan Bangkalan akan Terus Berada di Bawah Sumenep dan Pamekasan, padahal Kawasannya Masuk Kota Metropolitan

28 April 2026
LCGC Bukan Lagi Mobil Murah, Mending Beli Motor Baru (Unsplash)

Tidak Bisa Lagi Disebut Mobil Murah, Nggak Heran Jika Pasar LCGC Semakin Kecil dan Calon Pembeli Jadi Takut untuk Membeli

25 April 2026
Dear Pemerintah Banyuwangi, Membatasi Jam Operasional Ritel Modern Itu Justru Mematikan Wisata Banyuwangi

Dear Pemerintah Banyuwangi, Membatasi Jam Operasional Ritel Modern Itu Justru Mematikan Wisata Banyuwangi

22 April 2026
Banyumas yang Semakin Maju Bikin Warga Cilacap Iri

Guyonan “Banyumas Ditinggal Ngangenin, Ditunggoni Ra Sugih-sugih” Adalah Fakta Buruk yang Dipaksa Lucu

27 April 2026
Outfit Kabupaten, Hinaan Orang Kota pada Pemuda Kabupaten yang Nggak Adil, Mereka Juga Berhak Berekspresi!

Outfit Kabupaten, Hinaan Orang Kota pada Pemuda Kabupaten yang Nggak Adil, Mereka Juga Berhak Berekspresi!

25 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Magang di Jakarta Terkesima Terima Gaji 2 Kali UMR saat Kerja di Jogja, Hidup Bisa Foya-foya dan Tak Menderita
  • Klaten International Cycling Festival 2026: Gowes Asyik Sepeda Klasik di Klaten bareng Pencinta Sepeda Mancanegara
  • Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS
  • Membiasakan Ngasih Tip Kurir ShopeeFood meski Kita Bukan Orang Mapan: Uang 5 Ribu Nggak Bikin Jatuh Miskin, Tapi Sangat Berarti buat Mereka
  • Kasih Tip Rp5 Ribu ke Driver Ojol Tak Bikin Rugi tapi Bikin Hidup Lebih Bermakna di Tengah Situasi Hidup yang Kacau
  • Tahlilan Ibu-ibu di Desa: Kegiatan Positif tapi Sialnya Jadi Kesempatan buat Flexing Perhiasan, Mengorek Aib, hingga Saling Paido

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.