Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Bodo Amat Soal Kebijakan, Rakyat Kecil Maunya Cuma Bisa Makan

Muhammad Sabri oleh Muhammad Sabri
7 April 2020
A A
rakyat kecil, kemiskinan, acara tv

Bodo Amat Soal Kebijakan, Rakyat Kecil Maunya Cuma Bisa Makan

Share on FacebookShare on Twitter

Saya akhir-akhir ini menjadi orang yang sibuk membaca dan menonton berita-berita di media. Kenapa sibuk? Bagaimana tidak, kebijakan pemerintah pusat dengan kebijakan kota Tegal aja beda. Sekarang kita ada pada permasalahan lockdown atau tidak, padahal sih menurut saya bukan itu yang patut diperjuangkan. Ada masalah yang lebih serius soal rakyat bisa makan atau tidak sih di tengah pandemi virus corona saat ini?

Lain kesempatan Pemerintah Indonesia telah menerapkan pembatasan sosial berskala besar dan ditambah opsi darurat sipil bila keadaan semakin memburuk, iya darurat sipil jangan tanya siapa yang sedang memberontak ya.

ADVERTISEMENT

Adapun Menurut Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman “dengan adanya peraturan pemerintah tentang PSBB, Pembatasan sosial yang dilakukan daerah ada payung hukum agar semua tertib aturan, ini disampaikannya di acara Mata Najwa, sekarang daerah-daerah telah mendesak warganya agar tertib aturan.”

PSBB ini berarti bukan penguncian total, namun ada batasan ruang gerak tidak bebas seperti biasa. Tapi apa rakyat suka dengan ini?

Rakyat kita sekarang—khususnya rakyat kecil sedang gelisah, mereka ada pada dua pilhan sulit, antara bertahan di rumah tapi mati kelaparan atau keluar bekerja namun berhadapan dengan virus mematikan itu.

Makanya saya sampai pada kesimpulan bahwa, rakyat kita sih yang penting makan, kebutuhan hidup terpenuhi, itu dulu baru peduli tentang kesehatan, tentu sekarang rakyat kecil cemas dengan kebutuhan pokok mereka, pandemi corona telah memperburuk banyak sektor hingga usaha kecil sekalipun.

Sekarang kan masyarakat tuh lagi takut-takutnya keluar rumah akibat virus corona, nah maunya saya atau mungkin maunya kita, itu ada jaminan pemenuhan kebutuhan pokok bagi masyarakat.

Jangan sampai nanti saat masyarakat tetap berada dalam kerumunan atau tetap pada aktivitas seperti biasa layaknya tidak ada pembatasan, ada yang komentar lagi, lalu bilang masyarakat menyepelekan virus corona tetap keluar dan tidak patuh dengan anjuran pemerintah.

Baca Juga:

Harga Beras Hari Ini Naik, dan Hal Itu Jangan Pernah Dianggap Sepele, Bisa Memicu Inflasi!

Kebijakan Pemkot Pekalongan yang Sebaiknya Nggak Usah Terlalu Dipercaya

Timbul lagi semacam pertanyaan, apa mereka tidak takut virus corona? Menurut saya semua orang tidak ingin terinfeksi virus corona ini, iya ini lebih parah dari pada kerasukan setan. Tapi mungkin mereka ingin kerja cari makan, lalu berusaha tetap percaya diri diluar rumah.

Coba seandainya mereka terjamin akan kebutuhan pokok tentu mereka juga ingin di  rumah dan selamat dari cengkraman virus corona ini. Iya dong pastinya, siapa sih yang tidak ingin terhindar dari penyakit? Pepatah aja sering bilang lebih baik mencegah dari pada mengobati.

Satu lagi ya tentang pernyataan kita akhir-akhir ini soal “kerja dari rumah” atau kerja online. Kalian harus memahami kalau tidak semua masyarakat bisa kerja dari rumah, contoh kecil bisa kah sopir angkutan umum menarik penumpang lewat online? Dikata kerja itu kayak lagi main game bus simulator apa.

Padahal  Direktur Jenderal WHO dalam pidatonya sudah menganjurkan negara agar hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya. Seperti dilansir dari laman resmi WHO:

“Saya telah meminta pemerintah untuk menerapkan langkah-langkah kesejahteraan sosial untuk memastikan orang-orang yang rentan memiliki makanan dan kebutuhan hidup lainnya selama krisis ini. Di India, misalnya, perdana Menteri Modi telah mengumumkan paket $ 24 miliar, termasuk ransum makanan gratis untuk 800 juta orang yang kurang beruntung, transfer tunai ke 204 juta wanita miskin dan gas memasak gratis untuk 80 juta rumah tangga selama 3 bulan ke depan.” Pidato pembukaan direktur jenderal WHO 1 April 2020.

Dalam pidatonya, Senin (30/3/2020), Direktur Jenderal WHO juga menegaskan bahwa, “pemerintah perlu memastikan kesejahteraan orang-orang yang kehilangan pendapatan dan sangat membutuhkan makanan, sanitasi, dan layanan penting lainnya. Negara-negara harus bekerja bahu-membahu dengan masyarakat untuk membangun kepercayaan dan mendukung ketahanan dan kesehatan mental.”

Itulah harapan yang selama ini telah lama sekali terpendam, selama masa pembatasan masih berlangsung, yang sudah berlalu biarlah berlalu, sekarang yang sedang berlangsung harapan kedepan pemerintah harus hadir untuk menjamin kesejahteraan masyarakat di tengah kesusahan ini, saya baca  udah ada tambahan dana yang diteken dalam Perppu baru semoga bisa teralokasikan dengan baik, dan sesuai pidato.

BACA JUGA Orang Desa Nggak Takut Corona Bukan Karena Agama atau tulisan Muhammad Sabri lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 7 April 2020 oleh

Tags: kebijakan pemerintahrakyat kecilvirus corona
Muhammad Sabri

Muhammad Sabri

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

ArtikelTerkait

Bung Jokowi, Saya Sangat Meragukan Komitmen Situ Tentang Demokrasi, berdamai dengan corona

Menebak Maksud Presiden Jokowi yang Nyuruh Kita “Berdamai dengan Corona”

10 Mei 2020
lockdown

Lockdown Menyebalkan, Itu yang Saya Alami di Maroko

25 Maret 2020
Lebih Sedih Ditolak Kampung Halaman Ketimbang Ditolak Gebetan

Lebih Sedih Ditolak Kampung Halaman Ketimbang Ditolak Gebetan

25 Maret 2020
Pengalaman Menyenangkan Selama Lockdown di Desa Konoha

Pengalaman Menyenangkan Selama Lockdown di Desa Konoha

26 Maret 2020
Seandainya Pohon dan Hewan Bisa Komentar Soal Banjir Jakarta dan Virus Corona

Seandainya Pohon dan Hewan Bisa Komentar Soal Banjir Jakarta dan Virus Corona

30 Januari 2020
Aming Salah Bilang Orang Kaya Matiin Orang Miskin Karena Panic Buying

Aming Salah, Orang Kaya Nggak Matiin Orang Miskin Karena Panic Buying

8 Maret 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Membayangkan Lamongan Punya Mal, Cari Hiburan Nggak Perlu Repot-repot ke Kabupaten Tetangga Mojok.co yusril fahriza

Lamongan butuh dipimpin Yusril Fahriza agar makin maju dan kalcer, dan saya serius!

20 Juli 2026
Ironi Puncak Pulek Cilacap: Ramai Dikunjungi karena Viral, padahal Area Privat

Ironi Puncak Pulek Cilacap: ramai dikunjungi karena viral, padahal area privat

15 Juli 2026
4 Tempat Bersejarah di Surabaya Barat yang Bisa Dikunjungi biar Nggak Melulu ke Mal

Surabaya Barat: kota dalam kota yang bikin warga aslinya jadi tamu

17 Juli 2026
Melawan serbuan semut di kamar, drama anak kos yang tampak sepele, tapi cukup bikin puyeng Mojok.co

Melawan serbuan semut di kamar, drama anak kos yang tampak sepele, tapi cukup bikin puyeng

16 Juli 2026
Konflik batin dosen nggak enakan hadapi mahasiswa pemalas: diberi nilai jelek kasihan, diluluskan kok malah ngelunjak Mojok.co

Konflik batin dosen nggak enakan hadapi mahasiswa pemalas: diberi nilai jelek kasihan, diluluskan kok malah ngelunjak

15 Juli 2026
Stop bilang orang Sunda pemalas, kami cuma tahu cara menikmati hidup tanpa harus burnout Mojok.co

Stop bilang orang Sunda pemalas, kami cuma tahu cara menikmati hidup tanpa harus burnout

17 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.