Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Nostalgia Cerita Horor dan Jenaka Melalui Komik Petruk dan Gareng Karya Tatang Suhenra

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
4 Oktober 2020
A A
petruk gareng tatang suhenra mojok

petruk gareng tatang suhenra mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Saya ingat betul, sekira 20 tahun lalu saat masih SD, saya selalu membeli komik Petruk dan Gareng karya Tatang Suhenra atau yang lebih dikenal dengan sapaan Tatang S. Komik tersebut menceritakan keseharian Petruk, Gareng, dan Bagong di suatu desa yang mereka tempati. Bacaan yang memiliki nostalgia tersendiri bagi saya karena selalu saya beli tiap kali menemukan judul terbaru. Sampai akhirnya saya putuskan untuk dijadikan barang koleksi.

Kala itu, tidak sulit bagi saya untuk menemukan sekaligus membeli komik tersebut. Pasalnya, komik tersebut dijual di depan sekolah oleh tukang yang menjual mainan sekaligus beberapa buku. Selain itu, harganya juga terbilang murah. Saya cukup menukar uang seribu rupiah untuk dapat memiliki komik Petruk dan Gareng tersebut.

ADVERTISEMENT

Tidak sulit bagi saya untuk menyukai komik Petruk dan Gareng. Ceritanya sederhana dan mudah dipahami oleh saya yang kala itu masih SD. Ada unsur komedi, dengan karakter Petruk yang pemberani sekaligus sigap, dan Gareng yang kadang sok tahu, kadang bijak, tapi solutif. Dan ada Bagong yang sering kali bertindak sembrono, nggak pikir panjang ketika ingin melakukan sesuatu. Juga ada Pak Semar yang selalu memberi nasihat bijak. Sependek ingatan saya, dalam komik tersebut, mereka tinggal di desa bernama Tumaritis.

Hal menarik lain yang dapat ditemukan di komik Petruk dan Gareng adalah beraneka ragam hantu lokal seperti dedemit, genderuwo, kuntilanak, pocong, macam-macam siluman, dan lain sebagainya. Kemunculan hantu pada komiknya pun dikemas secara jenaka. Horor dan alur cerita yang konyol menyatu jadi satu.

Coba kalian bayangkan. Pada salah satu cerita di komiknya, Petruk yang lagi mabuk dan masih merasa pengar pada suatu malam ketemu wewe gombel, lalu diculik gitu aja. Setelah diculik, bisa-bisanya Petruk memarahi wewe gombel dan berkata, “Lu tau gue lagi mabuk, tapi lu mau repot-repot bawa-bawa gue! Dasar setan bego, lu!” (dikutip dari komik Petruk dan Gareng Diculik Kelong Wewe)

Saya curiga, jangan-jangan, guyonan hantu lokal kita selalu dianggap nggak punya harga diri itu berawal dari komik Petruk dan Gareng, ya? Hehehe.

Desa Tumaritis dalam komik pun sukses menggambarkan bagaimana gambaran situasi masyarakat desa yang masih mengedepankan tolong-menolong saat ada kesulitan. Masih ada ronda keliling, pekarangan rumah yang diberi pembatas pagar bambu, dan kepercayaan terhadap dukun, juga klenik yang diselipkan pada banyak cerita.

Kendati demikian, selain alur ceritanya kebanyakan menyelipkan horor dan komedi, komik Petruk dan Gareng juga banyak menceritakan isu sosial pada masanya. Pada tiap akhir cerita, selalu ada pesan moral yang bisa diterapkan dalam kehidupan. Tentang mengingat Tuhan, jangan pernah bersekutu dengan makhluk gaib, juga saran dari Petruk kepada Bagong, perihal lebih baik menjadi dokter dibanding jadi dukun. Artinya, memang betul-betul ada pesan tersurat yang ingin disampaikan, kan?

Baca Juga:

Tidak Melulu Soal Hantu, Punya Rumah Dekat Kuburan Jadi “Horor” karena Susah Laku

4 Keuntungan Punya Rumah Dekat Kuburan yang Jarang Disadari Orang

Tidak berhenti sampai di situ. Komik Petruk dan Gareng juga beberapa kali menceritakan parodi tentang kartun atau film anak. Salah satunya berjudul “Dragon Ball Jari Sakti”. Petruk yang menjadi Son Goku, dan lawannya tetap berwujud dedemit. Tidak lupa juga percakapan yang sama jenakanya ketika bercerita tentang hantu dan sejenisnya.

Jika dahulu komik Petruk dan Gareng mudah ditemukan, saat ini komiknya banyak dijual secara online di beberapa e-commerce. Mau yang baru atau bekas pun ada. Setelah saya cek, harganya beragam. Satu bukunya dijual berkisar Rp10.000-Rp35.000. Perbedaan harga tersebut menyesuaikan kondisi dan ketebalan buku.

Bercerita tentang keseruan komik Petruk dan Gareng karya Tatang Suhenra memang menjadi nostalgia tersendiri bagi saya atau mungkin juga sebagian orang. Apalagi jika mengingat dan/atau melihat komiknya secara langsung. Coretan gambar yang khas, percakapan unik antara tokoh cerita, dan alur cerita sederhana yang biasanya diakhiri dengan pesan moral. Semua tergambar dan tertulis dengan jelas pada setiap komik Petruk dan Gareng.

Sampai dengan saat ini, jujur saja, saya belum menemukan komik lokal yang serupa. Baik dari tokoh yang dibuat, maupun alur ceritanya. Semoga saja, komik Petruk dan Gareng bisa dikenang sebagai salah satu karya terbaik yang pernah diciptakan. Mau bagaimana pun, komik ini layak diapresiasi dan dikenang sampai kapan pun.

ADVERTISEMENT

Sumber gambar: Akun Twitter @AfidBaroroh

BACA JUGA 3 Kartun Tanpa Dialog yang Sukses Memecah Tawa di Balik Teknik Slapstick dan artikel Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 4 Oktober 2020 oleh

Tags: garengHororkomedipetruktatang suhenra
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

5 Film Komedi Jepang Sarat Makna yang Pas Ditonton di Waktu Luang Terminal Mojok

5 Film Komedi Jepang Sarat Makna yang Pas Ditonton di Waktu Luang

20 Januari 2022
5 Channel YouTube Horor Indonesia untuk Temani Malam Jumat Kalian terminal mojok

5 Channel YouTube Horor Indonesia untuk Temani Malam Jumat Kalian

9 Desember 2021
kkn di desa penari cerita horor ketika kkn kuliah kerja maya cerita hantu mistis horor mojok.co

Di Balik Viralnya Cerita KKN di Desa Penari

30 Agustus 2019
maghrib

Tertangkap Kamera: Para Kuntilanak yang Muncul Sewaktu Berfoto di Waktu Maghrib

29 Agustus 2019
midsommar

Panduan Mengikuti Festival Midsommar: Spoiler Alert!

4 September 2019
kuburan

Orang Kota Kok Nggak Pada Takut Sama Kuburan Sih?

19 September 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Selain Gaji Kecil, Inilah 4 Sisi Gelap Menjadi Guru Sekolah Swasta yang Jarang Terekspos

Sekolah swasta yang melarang gurunya mendaftar ASN itu aneh, ngasih gaji layak nggak mau, tapi seenaknya menghentikan impian seseorang

15 Agustus 2026
Mahasiswa Pendidikan Informatika adalah mahasiswa paling patut dikasihani karena hidupnya sudah susah sejak dini

Mahasiswa Pendidikan Informatika adalah mahasiswa paling patut dikasihani karena hidupnya sudah susah sejak dini

14 Agustus 2026
Bali bisa kehabisan air, tapi tenang, kolam vila masih penuh (Unsplash)

Bali bisa kehabisan air, tapi tenang, kolam vila masih penuh

16 Agustus 2026
Takut ke Puskesmas karena malas hadepin antrean panjang (Unsplash)

Pergi ke Puskesmas itu tidak menakutkan, yang menakutkan menghadapi antrean panjang dan tidak tahu harus bertanya kepada siapa

10 Agustus 2026
Pantai Alam Indah tempat wisata Tegal yang tidak spesial, cukup dikunjungi sekali saja Mojok.co

Pantai Alam Indah tempat wisata Tegal yang tidak spesial, cukup dikunjungi sekali saja

13 Agustus 2026
4 stereotip tentang orang Bumijawa Tegal yang sering saya dengar dari orang luar Terminal

4 stereotip tentang orang Bumijawa Tegal yang sering saya dengar dari orang luar

14 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.