Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Musik

4 Fakta Lagu Lingsir Wengi yang Sering Bikin Kalian Takut Nggak Jelas

Hasan oleh Hasan
29 September 2021
A A
lingsir wengi ponggol setan hantu tuselak mojok

ponggol setan hantu tuselak mojok

Share on FacebookShare on Twitter

 “Lingsir wengi sliramu tumeking sirno

Ojo tanggi nggonmu guling

Aku lagi bang wingo wingo

Jin setan tak utusi….”

Bagi kalian orang Indonesia khususnya yang bermukim di Jawa plus pecinta film horor, tentunya tidak asing dengan potongan lirik ini. Yups, ini adalah lirik pembuka tembang “Lingsir Wengi” yang konon katanya dapat memanggil kuntilanak.

Lagu ini mulai populer setelah dijadikan soundtrack film Kuntilanak. Sejak itu pula kesan mistis “Lingsir Wengi” semakin kental dan “katanya” tidak boleh dinyanyikan di tempat-tempat sepi atau angker.

Tapi, benarkah begitu?

Setelah mencari banyak referensi tentang “Lingsir Wengi”, akhirnya saya tahu bahwa ini bukan lagu pemanggil setan. Ketimbang kalian salah kaprah, saya beri empat fakta tentang lagu ini.

Baca Juga:

Film Horor “Songko” Memberi Kesegaran yang Menakutkan dari Cerita Rakyat Minahasa dan Membebaskan Kita dari Kebosanan Horor Jawa

Tidak Melulu Soal Hantu, Punya Rumah Dekat Kuburan Jadi “Horor” karena Susah Laku

Ketimbang takut nggak jelas gara-gara lagu doang. SMH.

#1 Diciptakan oleh Kanjeng Sunan Kalijaga

“Lingsir Wengi” dalam bahasa Indonesia artinya menjelang malam. Versi asli tembang ini diciptakan oleh Kanjeng Sunan Kalijaga. Beliau yang bernama asli Raden Mas Syahid merupakan salah satu Wali Songo yang menyebarkan Islam di bumi Jawa. Lagu ini digunakan oleh beliau sebagai sarana dakwah. Lagu ini kerap disenandungkan setelah sholat malam yang pada intinya menyiratkan munajat kepada Tuhan. Jauh dari kesan horor bukan?

Meskipun versi asli masih terus diperdebatkan, namun yang jelas lirik ciptaan Sunan Kalijaga berbeda dengan yang versi soundtrack film Kuntilanak. Ayo ngaku, siapa yang kurang kerjaan ngubah liriknya???

#2 Lagu pengantar tidur anak-anak

Sama halnya dengan lagu “Nina Bobo”, “Lingsir Wengi” digunakan oleh ibu-ibu jaman dulu untuk menidurkan anak-anaknya. Lagu ini diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga dalam perjalanannya menyebarkan Islam. Makna lirik versi asli yang penuh harapan disertai dengan irama yang mendayu-dayu, membuat lagu ini sangat cocok sebagai pengantar tidur. Anak-anak pun akan segera tertidur sesaat setelah mendengar tembang ini.

#3 Menggunakan pakem gending Durma

Tidak bisa dimungkiri, ketika kita mendengar alunan “Lingsir Wengi” pasti membuat bulu kuduk agak merinding. Ini bukan karena mitosnya yang bisa memanggil hantu, melainkan lagu ini memang dibuat menggunakan pakem Durma. Durma adalah salah satu pakem gending Jawa yang memiliki ciri khas yaitu alunan lagu yang suram dan menyayat hati pendengarnya.

Pakem inilah yang mungkin menambah kesan mistis pada lagu ini. “Lingsir Wengi” versi asli maupun versi sekarang sama-sama menggunakan pakem Durma.

#4 Lagu untuk menolak bala

Jika versi yang sekarang diyakini dapat memanggil makhluk halus—khususnya kuntilanak—versi yang asli justru sebaliknya. “Lingsir Wengi” ciptaan Sunan Kalijaga digunakan untuk menolak bala. Apabila kita perhatikan arti lirik aslinya, lagu ini sebenarnya juga bertujuan untuk menghindari atau mencegah gangguan jahat para makhlus halus.

Namun, tujuan lagu ini mulai terlupakan dan disalahartikan seiring dengan populernya lagu versi sekarang yang sering digunakan sebagai soundtrack film horor.

Nah itulah empat fakta lagu “Lingsir Wengi” yang perlu diketahui. Salah besar jika kita masih menganggap dan menyakini lagu ini sebagai tembang pemanggil kuntilanak. Justru lagu ini memiliki makna yang mengarah kepada kebaikan. So, jangan takut lagi ya!!!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 29 September 2021 oleh

Tags: Hororlagulingsir wengi
Hasan

Hasan

Hobi membaca dan menulis.

ArtikelTerkait

5 Lagu Radiohead yang Bisa Dijadikan Self-Healing Saat Galau terminal mojok.co

5 Lagu Radiohead yang Bisa Dijadikan Self-Healing Saat Galau

1 Februari 2022
Lagu Jawa Itu Magis, Saya Menikmatinya walau Nggak Paham Bahasanya Mojok.co

Lagu Jawa Itu Magis, Saya Menikmatinya walau Nggak Paham Bahasanya

25 Desember 2023
Penyebab Malam Satu Suro Dianggap sebagai Hari Rayanya Demit tanggalan jawa arab muharam sultan agung primbon terminal mojok.co

Susahnya Jadi Mahasiswa Sastra Jawa, Nembang Macapat Malah Dikira Manggil Hantu

30 April 2020
Incantation: Found Footage Horor dengan Sensasi Merinding yang Tidak Biasa

Incantation: Found Footage Horor dengan Sensasi Merinding yang Tidak Biasa

12 Juli 2022
lagu iwan fals yang bisa saja dikritik feminisme mata indah bola pingpong pesawat tempur maaf cintaku lirik mojok.co

3 Lagu Iwan Fals yang Kalau Diciptakan Sekarang, Pasti Rame kayak Tilik

31 Agustus 2020
lingsir wengi

Lagu Lingsir Wengi dan Kaitannya Terhadap Kemunculan Kuntilanak di Penginapan

19 September 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mengenal Nasi Bu’uk, Menu Tradisional Bondowoso yang Penuh Kisah, tapi Kini Dilupakan

Mengenal Nasi Bu’uk, Menu Tradisional Bondowoso yang Penuh Kisah, tapi Kini Dilupakan

25 April 2026
Sudah Selayaknya Tegal Masuk dalam 10 Besar Kota Paling Toleran, Bukan Jogja Mojok.co

Sudah Selayaknya Tegal Masuk dalam 10 Besar Kota Paling Toleran, Bukan Jogja

26 April 2026
Surabaya Belum Setara Jakarta: Cukup 2 Alasan Kenapa Kota Terbesar Kedua Ini Belum Siap Jadi Venue Konser Kpop

Surabaya Belum Setara Jakarta: Cukup 2 Alasan Kenapa Kota Terbesar Kedua Ini Belum Siap Jadi Venue Konser Kpop

29 April 2026
Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir Mojok.co

Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir

25 April 2026
3 Hal yang Membuat Warga Kabupaten Bandung, Iri kepada Kota Bandung Mojok.co

3 Hal yang Membuat Warga Kabupaten Bandung Iri pada Kota Bandung

27 April 2026
Pengalaman Kuliah S2 UGM Nyambi Jadi MUA, Nggak Malu walau Sempat Merias Temen yang Lulus Duluan Mojok.co

Pengalaman Kuliah S2 UGM Nyambi Jadi MUA, Nggak Malu walau Sempat Merias Temen yang Lulus Duluan

1 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh 
  • Solusi atas Jeritan Hati Para Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik
  • Nikah di Desa Meresahkan, Perkara Undangan Cetak atau Digital Saja Jadi Masalah tapi Kemudian Sadar Nggak Semua Orang Melek Teknologi
  • Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya
  • Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet
  • Lulusan S2 di Jepang, Pilih Kerja sebagai Koki di Australia daripada Jadi Dosen di Indonesia karena Terlalu Senioritas

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.