Kisah Mistis Tanjakan Panganten di Garut yang Melegenda – Terminal Mojok

Kisah Mistis Tanjakan Panganten di Garut yang Melegenda

Artikel

Muhammad Ridwansyah

Di Twitter, tepatnya April lalu, thread misteri tanjakan panganten (pengantin) di Garut sempat ramai dibicarakan. Thread itu ditulis oleh Ifan dan dibaca ribuan orang. Sebagai warga Garut, saya tertarik untuk menuliskan kembali thread tersebut di sini. Sebab, apa yang Ifan ceritakan di dalam threadnya, ternyata kejadian juga oleh salah satu teman saya. Saya bersyukur, setelah saya menghubungi Ifan, beliau mengizinkan saya untuk menuliskan kembali threadnya.

Akan tetapi, saya bilang kepada Ifan bahwa thread yang ia tulis akan ada sedikit tambahan dari saya. Tambahannya yaitu tentang kisah teman saya yang meninggal dunia saat berada di tanjakan panganten itu. Jadi, begini ceritanya..

Di Garut, tepatnya di Jalan Raya Pakenjeng-Pamulihan terdapat tanjakan yang cukup mistis dan melegenda. Nama tanjakannya yaitu tanjakan panganten. Mulanya, nama tanjakan ini adalah tanjakan Cisandaan. Namun, karena tanjakan ini banyak mengalami kecelakaan dan korbannya adalah rombongan pengantin, calon pengantin, dan pengantin baru, maka nama tanjakannya diubah menjadi tanjakan panganten.

Tanjakan panganten terletak di sebuah tebing. Tanjakan ini bermedan curam dengan tingkat kemiringan sekitar 45 derajat. Selain medan yang terjal, suasana ruas jalan sepanjang 700 meter terlihat sangat sepi. Tebing, jurang, dan hutan yang berada di tanjakan panganten ini menambah suasana seram dan ekstrem.

Data terakhir yang Ifan temukan, tanjakan panganten ini sudah mengalami sebelas kali kecelakaan. Dari berita terakhir yang beliau baca di situs Detik, rombongan pengantin yang mengalami kecelakaan terjadi pada 2013 lalu. Rombongan tersebut berasal dari Jawa Tengah.

Ada sebuah mitos yang menyatakan bahwa jika ingin selamat dari tanjakan panganten, rombongan pengantin pria harus turun dulu dari mobil, lalu naik motor. Kemudian, setelah melewati jalan tersebut, baru lah naik mobil lagi. Bahkan, ada cara lain seperti pengantin wanita yang harus menjemput rombongan pengantin pria.

Nah, pertanyaannya, kenapa harus pengantin yang menjadi korban kecelakaan di tanjakan panganten, bahkan sampai meninggal dunia? Apakah warga Garut dan sekitarnya tahu cerita mistis dibalik tanjakan panganten ini? Untuk menjawab kedua pertanyaan tersebut, Ifan pernah mendengarkan cerita dari pamannya yang waktu itu kebetulan menjadi pengantin dan menikahi wanita di daerah sana. Pamannya Ifan juga mendengarkan cerita ini dari cerita orang lain.

Baca Juga:  Penyebab Orang Lamongan Pantang Makan Lele meskipun Jualan Pecel Lele

Jadi, paman Ifan mengatakan bahwa dulu ada seorang wanita yang akan dinikahi oleh lelaki yang berasal dari luar Garut. Namun, kendaraan sang mempelai lelaki saat berada di tanjakan panganten jatuh ke dalam jurang hingga meninggal dunia dan menewaskan hampir semua rombongan.

Mengetahui calon suaminya meninggal, wanita itu langsung tidak sadarkan diri. Keesokan harinya wanita itu ditemukan meninggal dunia akibat depresi, dan bunuh diri. Setelah seminggu berlalu, rupanya wanita itu menghantui warga setempat dan bersumpah bahwa jika suatu hari ada orang yang akan melangsungkan acara pernikahan, sosok wanita itu akan menyelakakan calon pengantin pria sampai meninggal dunia.

Wanita itu berdalih bahwa siapa pun harus mengalami hal tragis dan merasakan sakit hati yang teramat nyeri yang pernah ia rasakan karena hal tadi, yakni pernikahannya batal akibat mempelai lelaki mengalami kecelakaan hingga meninggal dunia. Wanita itu akan terus meneror di tanjakan panganten itu sampai rasa dendamnya hilang.

Pamannya Ifan, mendengar cerita mistis ini sedikit ragu saat akan menikahi wanita yang berasal dari daerah Bungbulang, salah satu kecamatan di Kabupaten Garut, daerah di mana tanjakan panganten ini berada. Tapi, dengan mengikuti arahan “mitos” warga di sana, paman Ifan selamat hingga saat ini dan masih sehat wal’afiat.

Kata Ifan, menilik dari cerita mistis ini mungkin bagi Anda yang membaca, khususnya warga Garut, bakal ada yang percaya dan tidak. Tapi, menurutnya, ini sih kembali kepada kepercayaan kita masing-masing.

Dari thread Ifan yang saya rangkum di atas, awalnya saya tidak percaya. Bahkan pertanyaan kedua dari beliau soal apakah warga Garut dan sekitarnya tahu mengenai cerita mistis ini, saya pribadi tidak tahu.

Saya kemudian bisa percaya ketika teman saya beberapa bulan lalu meninggal dunia ketika dia menikah dengan wanita yang berasal dari Bungbulang. Saat dia melangsungkan pernikahannya, dia memang melakukan mitos soal cara agar selamat melewati tanjakan panganten. Dia turun dulu dari mobil dulu, lalu naik motor, dan setelah melewati tanjakan tersebut dia naik mobil lagi, ini memang benar. Benar, teman saya melakukannya dan selamat.

Baca Juga:  Mengungkap Mitos Menyembuhkan Gondongan dengan Memakai Kalung Mengkudu

Akan tetapi, ada yang janggal saat teman saya meninggal yaitu setelah satu bulan menikah, dia mengendarai mobil dan akan menuju ke tanjakan panganten itu. Tujuannya untuk ke rumah mertuanya. Tapi, dia tidak kepikiran soal melakukan mitos agar selamat tadi. Ya mungkin buat apa juga soalnya sudah permah dia lakukan.

Lantas, janggalnya di mana? Balik ke thread paragraf ketiga, “Namun, karena tanjakan ini banyak mengalami kecelakaan dan korbannya adalah rombongan pengantin, calon pengantin dan PENGANTIN BARU, maka namanya diubah menjadi tanjakan panganten”. Jadi, status teman saya masih pengantin baru. Oleh karena dia tidak melakukan mitos agar selamat tadi, dia kemudian mengalami kecelakaan hingga mobilnya masuk ke dalam jurang di sekitar tanjakan tersebut.

Kesimpulannya, tanjakan penganten ini memang cukup mistis di Garut. Tapi, tenang saja, meski cerita ini diambil dari kisah nyata tapi masih banyak yang selamat di sana.

BACA JUGA Mewawancarai Satpam BCA soal Kenapa Pelayanan Mereka Dianggap Terbaik dan tulisan Muhammad Ridwansyah lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
8


Komentar

Comments are closed.