Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Niat Beli MacBook Pro 2020 biar Awet, Kenyataannya Bikin Kering Dompet

Alfath Ramadhan oleh Alfath Ramadhan
18 Maret 2021
A A
macbook pro 2020 terminalmojok

macbook pro 2020 terminalmojok

Share on FacebookShare on Twitter

Oke, tak perlu lama-lama, sesi curhat dimulai. Jadi kronologinya saat itu saya baru saja menggunakan MacBook Pro 2020 untuk mengerjakan pekerjaan saya. Tapi, cerobohnya, setelah saya selesai menggunakan Macbook tersebut, saya tidak menutup layar MacBook secara sempurna. Alias hanya slip sekitar 45 derajat, dan saya tinggal tidur selama semalam. Ya itu memang salah saya sih, tapi udah lah kita lanjut.

Jadi keesokannya, saya pun bermaksud untuk melanjutkan kerjaan saya, dan mulai membuka layar MacBook Pro 2020 yang baru saya beli bulan Desember tahun lalu itu.

Tapi eh tapi, setelah saya membuka layar justru saya mendapati tampilan layar yang bergaris-garis berwarna ungu-hitam. Waduh, kenapa ini?

Oke saya mencoba untuk tenang, nggak lama saya coba tutup layarnya secara penuh dan saya buka kembali. Hasilnya malah di layar nggak ada tampilan sama sekali alias mati total. Hanya terdengar suaranya aja.

Saya coba cas MacBook Pro 2020 tersebut saat itu juga, tapi layarnya tetap mati dan nggak ngaruh terhadap apa pun. Hanya suaranya saja yang masih terdengar.

Setelah menyadari ada yang nggak beres sama si doi, akhirnya saya memutuskan untuk membawanya ke iBox. Setelah curhat panjang lebar permasalahan yang terjadi semalam, akhirnya pihak iBox membongkar MacBook Pro 2020 tersebut dan hasilnya si doi divonis kena korosi.

Ya, pihak iBox menjelaskan bahwa telah terjadi korosi dan ada hangus di bagian logic board, disebabkan terkena air. What, air? Saya nggak ngerti tuh maksudnya gimana. MacBook bisa kemasukan air, dari mana masuknya? Pihak iBox mengatakan bahwa air bisa saja masuk melalui engsel.

Waduh saya makin nggak ngerti tuh maksudnya gimana. Soalnya seingat saya saat itu di meja kerja saya nggak ada air, mungkin lembab iya karena AC dan cuaca lagi hujan. Tapi, saya nggak pernah menemukan meja kerja saya dalam keadaan basah, entah gimana ceritanya si MacBook bisa sampe ketumpahan air.

Baca Juga:

Android Bikin Saya Jadi Minoritas dan Dikucilkan, tapi Saya Bersyukur Bebas Utang dengan Tidak Memaksakan Diri Membeli iPhone

Bentuk iPhone 17 Jelek dan Kehilangan Kesan Mewah seperti Beli Android Kelas Menengah

Aneh sih, entah ini kesalahan klaim dari pihak iBox atau memang sayanya yang teledor sampe bisa bikin komponen MacBook Pro 2020 mengalami korosi.

Oke akhirnya dengan wajah pasrah dan sok menerima keadaan, saya pun mengajukan klaim garansi ke pihak iBox. Tapi, kekecewaan saya masih berlanjut, karena telah terjadi korosi yang menyebabkan komponen si MacBook jadi hangus akhirnya si garansi pun ikut hangus, nggak bisa diklaim.

Setelah berbicara panjang lebar dengan pihak iBox, akhirnya terciptalah sebuah konklusi di mana MacBook tersebut bisa diperbaiki dengan dua cara.

Cara yang pertama adalah dengan melakukan servis sendiri, dengan biaya sendiri, ganti part sendiri, dan nyeseknya pun sendiri. Pasalnya, perihal service sendiri biaya yang harus dikeluarkan kisarannya harganya setara dengan motor Vario 150 Exclusive, yaitu sekitar 24 jutaan.

Iya guys 24 jutaan, itu duit kalo di beliin cimol bisa kebagian satu warga Provinsi. Biar kalian nggak penasaran, saya kasih rincian biaya service yang memakan dana begitu besar.

Pertama, beli Logic Board 1.4 GHZ., 8 GB, 256 GB, Universal, seharga Rp11.200.000. Kedua, beli Touch ID Board (1), seharga Rp2.700.000. Ketiga, beli Space Gray, Top Case with Battery, ISO, seharga Rp11.200.000. Terakhir, biaya service sebesar 688.000

So, total keseluruhan yang harus saya keluarin kalau saja melakukan servis sendiri adalah Rp24.788.000.

Jumlah biaya yang harus saya keluarkan memang wajib bikin saya geleng-geleng kepala, harus! MacBook Pro 2020 yang saya beli saat itu harganya sekitar 22 juta-an. Menurut saya penjabaran dari pihak iBox ini nggak masuk akal, masa iya komponennya bisa semahal itu. Tapi yaaa, saya tetap menghargai penjelasan dari iBox-nya.

Dan opsi yang kedua adalah dengan klaim asuransi. Saat saya tanya-tanya tentang asuransi ternyata pihak iBox mengatakan untuk setiap pembelian MacBook itu kita mendapatkan dan terkaver asuransi selama satu tahun.

Pihak iBox menawarkan klaim asuransi jika saya tidak berkenan melakukan service sendiri. Ya jelas saya nggak mau lah! Lagian masnya ini udah ada opsi yang lebih friendly buat saya kenapa di awal malah nawarin servis sendiri yang harganya bikin tepok jidat itu, sih mas.

Mendengar opsi kedua ini hati saya agak sedikit plong, terima kasih Ya Allah karena ternyata masih ada opsi kedua yang bisa sedikit meringankan beban batin saya.

Tapi, saat kita mengajukan klaim asuransi kita tetap dikenakan charge sebesar Rp2,5 juta-6 juta untuk preminya, tergantung pada yang ditentukan pihak iBox setelah melihat dan meng-cross check tingkat kerusakan pada MacBook saya.

Oiya, masa inspeksi untuk klaim asuransi ini selama 30-90 hari. Setelah pihak iBox menyatakan bahwa MacBook tersebut bisa diklaim asuransi maka unit MacBook-nya akan dikirim ke pihak iBox.

Pihak iBox mengatakan jika komponen MacBook ini masih bisa diperbaiki, akan diganti dengan komponen-komponen yang baru. Namun, jika komponennya tidak bisa diperbaiki, akan diganti dengan unit yang baru. Cuma ya itu tadi, kita harus bayar premi sekitar Rp2,5 sampai 6 juta dan menunggu masa inspeksi maksimal selama 90 hari.

Jujur aja, masalah ini cukup bisa membuat saya migrain mendadak. Pasalnya salah satu alasan saya membeli MacBook adalah dengan harapan jangka pemakaian yang bisa lebih panjang dan lebih awet daripada laptop lainnya.

Setahu saya dari dulu MacBook terkenal dengan keawetannya. Secara pengalaman pun saya pribadi lebih suka menggunakan MacBook daripada laptop lainnya. Cuma karena kondisinya seperti ini, tidak sesuai dengan apa yang saya harapkan, sepertinya saya akan mempertimbangkan kembali apakah MacBook itu masih layak beli atau tidak suatu saat nanti. Harapannya bisa mengoptimalkan kinerja saya, ini malah menghambat kerjaan.

Ini bisa jadi bahan pertimbangan untuk teman-teman yang berniat beli MacBook. Di samping harga belinya yang cukup mahal, kita juga harus menyiapkan budget lebih untuk mengantisipasi kerusakan-kerusakan contohnya seperti yang saya alami saat ini. Biasanya semakin bagus spesifikasi dari suatu gadget—dalam hal ini MacBook, akan semakin tinggi pula tingkat sensitivitas dari produk tersebut. So, cintai macBook-mu, minum Yakult tiap hari.

BACA JUGA Dilema Pecinta iPhone Pengidap Trypophobia

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 18 Maret 2021 oleh

Tags: applemacbook pro
Alfath Ramadhan

Alfath Ramadhan

Umat Rasulullah SAW.

ArtikelTerkait

8 Penyakit iPhone yang Bikin Penggunanya Mengumpat Terminal Mojok

8 Penyakit iPhone yang Bikin Penggunanya Mengumpat

19 Desember 2022
5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Pengguna iPhone

5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Pengguna iPhone

16 Februari 2022
iPhone Memang Overrated dan Penggunanya Bakal Menyesal (Unsplash)

iPhone Memang Overrated dan Penggunanya Bakal Menyesal

12 Maret 2023
4 Produk Apple Paling Fenomenal tapi Unfaedah ketika Dibeli Terminal Mojok

4 Produk Apple Fenomenal tapi Nggak Banget ketika Dibeli

23 Februari 2022
3 Ekspektasi Ketinggian yang Dialami Pengguna Baru iPad

3 Ekspektasi Ketinggian yang Dialami Pengguna Baru iPad

28 Desember 2022
ipad apple iphone gadget andalan mojok

6 Alasan untuk Memilih iPad sebagai Gadget Andalan Kalian

17 September 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Waktu Lebaran Tak Pernah Sepi, Ia Disesaki oleh Orang yang Pulang Kampung, Perantau yang Lari, dan Wisatawan Bermodal THR Tebal

13 Maret 2026
Di Desa, Lari Pagi Sedikit Saja Langsung Dikira Mau Daftar Polisi (Unsplash)

Di Desa, Lari Pagi Sedikit Saja Langsung Dikira Mau Daftar Polisi

19 Maret 2026
Bukan Buangan dari UNDIP: Kami Mahasiswa UNNES, Bukan Barang Retur! kampus di semarang

Ironi UNNES Semarang: Kampus Konservasi, tapi Kena Banjir Akibat Pembangunan yang Nggak Masuk Akal

18 Maret 2026
Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

13 Tahun Bersama Honda Spacy: Motor yang Tak Pernah Rewel, sekaligus Pengingat Momen Bersama Almarhum Bapak

18 Maret 2026
Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya Mojok.co

Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya

16 Maret 2026
Toyota Etios Valco, Mobil Incaran Orang Paham Otomotif yang Nggak Gampang Termakan Isu Produk Gagal Mojok.co

Toyota Etios Valco, Mobil Incaran Orang Paham Otomotif yang Nggak Gampang Termakan Isu Produk Gagal

14 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Program Mudik Gratis Mengobati Rindu Para Perantau yang Merasa “Kalah” dengan Dompet, Kerja Bagai Kuda tapi Nggak Kaya-kaya
  • Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi
  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Terlalu Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa
  • Kerja di Jakarta dengan Gaji Nanggung 8 Juta Adalah “Bunuh Diri” Paling Dicari karena Menetap di Kampung Bakal Tetap Nganggur dan Miskin
  • Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.