Dilema Pecinta iPhone Pengidap Trypophobia – Terminal Mojok

Dilema Pecinta iPhone Pengidap Trypophobia

Trypophobia adalah sindrom yang menyerang psikis penderita dengan menimbulkan perasaan jijik, takut atau geli kepada lubang yang tersusun berdempetan.

Artikel

Avatar

Perkembangan zaman nampaknya tidak cukup puas membekali dunia dengan beragam kecanggihan teknologi. Manusia di era digital misalnya, menjadi manusia yang paling terdampak kemajuan arus teknologi. Berkat teknologi dan segala tetek-bengeknya, peradaban manusia jadi serba mudah dan instan. Banyak hal juga yang dapat dilakukan dengan instan berkat dukungan teknologi yang makin mumpuni di masa kini.

Salah satunya yang selalu terbawa arus perkembangan IPTEK adalah ponsel. Kita sangat tahu jika dahulu, tepatnya sejak awal kemunculannya menjadi barang tersier bagi manusia, ponsel memiliki ukuran yang super besar. Ukuran ponsel itu pun semakin mengecil seiring dengan kemajuan teknologi yang berprinsip “dunia dalam genggaman”. Sampai akhirnya kita mengenal seri-seri ponsel yang berukuran tidak lebih dari segenggam tangan.

Meski bukan satu-satunya pionir ponsel pintar di jagad raya, brand ponsel terkenal besutan Apple Inc ini selalu berusaha menarik perhatian para pecintanya. Meskipun saya sendiri bukan pecinta generasi ponsel Apple. Harga per unit iPhone tidak pernah menunjukkan keramahan pada dompet saya yang kurus, kering, kerontang, dan butuh asupan lebih. Iya-iya saya sobat misqueen.

Perkembangan generasi iPhone pun terbilang panjang. Mulai dari iPhone 2G, iPhone 3G, iPhone 3GS, iPhone 4, iPhone 4S, iPhone 5, iPhone 5S dan 5C, iPhone 6 dan 6 plus, iPhone 6S dan 6S plus, iPhone SE, iPhone 7 dan 7 Plus, iPhone 8 dan 8 Plus, iPhone X, iPhone XS, XS Max, dan XR. Bahkan baru-baru ini terdengar kabar jika perusahaan dirian Steve Jobs, Steve Wozniak, dan Ronald Wayne ini merilis seri iPhone terbaru mereka yakni iPhone 11. Oh Waw~

Tidak perlu menunggu waktu lama untuk membumingkan kedatangan generasi terbaru iPhone ini, pasalnya seorang influencer alias selebgram Indonesia sendiri telah memperkenalkan bagaimana bentuk dan spesifikasi ponsel ini melalui SG (Snapgram). Tentu saja seorang Awkarin yang notabene pecinta barang branded tidak mau kehilangan label ‘kekinian’nya hanya karena melewati generasi iPhone yang satu ini.

Baca Juga:  Balada Mengikuti Perkembangan Media Sosial Dalam Satu Dekade

Tapi bukannya senang, seorang teman saya yang sejak lama mengikrarkan diri bahwa dia adalah pecinta iPhone sejati kini harus merasakan dilema! Lebih dari dilema memilih makan mie Sedaap atau Indomie karena terinflasi iklan salah satu dari mereka yang menggunakan artis K-Pop. Ini lebih berat, katanya.

iPhone 11 memiliki desain yang sangat menggelikan baginya. Saya sempat heran kenapa ponsel semewah iPhone lantas turun kewibawaannya dan ke-glamour-annya hanya karena desain luarnya yang kata teman saya ini ‘nggak banget’! Ternyata, usut punya usut, desain bagian kamera iPhone 11 lah yang jadi permasalahan utama. Mengapa bisa? Karena teman saya ini bocah pengidap Trypophobia. Sudah pernah dengar kan tentang sindrom phobia satu ini?

Trypophobia adalah sindrom yang menyerang psikis penderita dengan menimbulkan perasaan jijik, takut atau geli kepada lubang yang tersusun berdempetan dengan jumlah banyak. Saat saya tanyai sejak kapan teman saya mengidap phobia ini, ia sedikit lupa. Hanya saja tiba-tiba sewaktu pada masa SMA-nya, ia jadi merasa antipati berlebihan terhadap benda yang memiliki banyak lubang dan bulatan (yang berdempetan).

Sebagai penggemar generasi ponsel iPhone sejak zaman jebot, so called Fitri, telah mendedikasikan sebagian uang tabungannya untuk membeli serial ponsel iPhone. Hanya saja untuk generasi iPhone kali ini ia harus merasakan dilema karena letak kamera iPhone wabilkhusus iPhone 11 Pro dan Pro Max yang terlalu berdempetan dan berjumlah 3. “Persis kayak sarang lebah terus ada lebah keluar masuk. Hi jijik!”

Meskipun sebenarnya dia cukup tergiur dengan fungsi bawaan ketiga kamera tersebut masing-masing dibesuti lensa wide, ultra wide, serta telephoto menggodanya sebagai milenial yang doyan selfie. Ketiga jenis lensa kamera tersebut dianggapnya dapat menopang kebutuhan berswafoto secara baik oleh kawan saya ini. Hanya saja mengapa desain iPhone 11 sangat tidak ramah bagi mereka yang mengidap trypophobia macam teman saya?

Baca Juga:  Soal Makanan, Lidah Tak Pernah Bohong

Untuk melengkapi gojlokan soal desain iPhone 11, beramai-ramai netizen membuat meme yang berisi tentang desain generasi-generasi iPhone selanjutnya. Menurut mereka, ke depannya ponsel canggih kelas wahid ini bakal memiliki desain layaknya perekat gurita yang sering digunakan oleh mamas Ojol.

Sementara itu teman saya yang mengidap trypophobia melihat iPhone 11 adalah ponsel mengerikan yang penuh lubang yang sewaktu-waktu bisa memuntahkan hewan kecil berlendir dari setiap lubang. Jokes-jokes tentang desain iPhone itu pun ikut menghantui teman saya.

Eh tapi jangan khawatir. Teman saya menyarankan, bagi kalian yang juga pecinta iPhone dan akan membeli iPhone 11 dalam waktu dekat ini namun mengidap trypophobia, kalian dapat menangani masalah ini dengan membeli softcase untuk iPhone seri iPhone X. Itu dimaksudkan supaya kamera ketiga tertutup dengan aman dari pandangan kalian para pecinta iPhone dengan riwayat trypophobia.

Untuk Apple Inc, jangan mau pangsa pasar iPhone 11 kalah dengan pendahulunya hanya karena desain iPhone 11 tidak ramah untuk pengidap trypophobia. (*)

BACA JUGA Tidak Penasaran dengan Cerita Horor KKN Desa Penari Indikasi Seseorang Ber-IQ Tinggi: Benarkah? atau tulisan Ade Vika Nanda Yuniwan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

---
684 kali dilihat

4

Komentar

Comments are closed.