Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Gadget

Kain Lap Apple Beneran Mantap, Percaya Aja Dulu

M. Farid Hermawan oleh M. Farid Hermawan
17 November 2021
A A
kain lap apple
Share on FacebookShare on Twitter

Saya nggak habis pikir kenapa kain lap Apple dianggap nggak guna lah. Kemahalan lah. Overrated lah. Padahal jujur, setelah saya pegang dan coba sendiri, produk dengan nama Inggris polishing cloth yang dibanderol 19 dolar itu punya teknologi yang melampaui zaman.

Apple memang merek dagang yang luar biasa. Apa pun bendanya, kalau sudah ada nama embel-embel Apple, harganya pasti tidak murah. Tentu saja itu nggak terjadi dalam satu malam. Steve Jobs sang pionir harus jumpalitan guna membuat Apple bisa seperti sekarang. Image mewah, privat, mahal, dan elegan adalah identitas Apple. 

Seperti produk Apple yang terbaru bernama Polishing Cloth. Saya berkesempatan mencoba langsung kain lap Apple berkat Paman saya yang kebetulan kerja sebagai dosen di Amerika Serikat. Kebetulan, dia memang seorang Apple fanboy. Hal yang pertama saya tanyakan ke dia adalah berapa harga kain lap yang mirip kain lap kacamata emak saya itu? Dia menjawab ia membelinya seharga 23 dolar. Ya lebih mahal beberapa dolar karena dia beli lewat orang kedua alias kalau di Indonesia calo gitu. Uang senilai 23 dolar kalau dirupiahkan sekitar 300 ribuan. Sungguh harga yang luar biasa untuk benda sekelas lap yang cocok buat lap Scoopy saya.

Ketika saya pegang, kainnya memang lembut. Tapi, itu bukan kali pertama saya memegang kain yang lembut. Bahkan kain yang seharga 50 ribuan beli di pasar dekat rumah saya pun sepertinya bisa disejajarkan dengan kualitas kelembutan kain tersebut. Apple menyebut bahwa produk mereka terbuat dari bahan yang non-abrasif yang cocok buat ngelap layar nano produk-produk Apple macam Iphone dan Ipad.

Setelah saya coba lap layar iPhone saya dengan produk tersebut, sebenarnya nggak ada perbedaan yang berarti. Rasanya sama saat saya ngelap layar Iphone saya dengan baju bekas yang sudah bolong-bolong. Hasilnya sama saja. Polishing Cloth nggak bikin layar Iphone 8 saya gores, tapi baju bekas juga nggak bikin laya Iphone 8 saya gores. Lantas apa kecanggihan dan kelebihan kain lap berwarna abu-abu dengan logo Apple ini?

Saya nggak mau suuzan sama pak Tim Cook dan Apple. Saya masih yakin kain lap Apple ini punya kecanggihan lain yang nggak cuma buat ngelap produk Apple aja. Bayangkan, untuk apa orang-orang mesti bayar 300 ribu rupiah dan mesti nunggu sampai berbulan-bulan kalau kain lap merek Apple ini kualitasnya sama saja dengan kain lap abang-abang cuci motor di komplek?

Saya sempat berpikir bahwa Apple menanamkan teknologi isi ulang dalam kain lap mereka. Berhubung Apple ini terkenal revolusioner dalam bidang teknologi, saya coba gosok-gosok ke seluruh bagian iPhone saya. Benar ternyata, setelah saya gosok-gosok menggunakan kain lap merek Apple, baterai iPhone saya bertambah dua persen. Tapi ternyata saya lupa, ketika saya gosok pakai kain lap Apple, hape saya sedang di-charge. 

Saya masih positive thinking sama kain lap Apple. Saya kembali melihatnya dari berbagai sisi. Dan masih berharap ada tombol yang bisa dipencet lalu mengeluarkan teknologi canggih yang nggak pernah saya lihat. Tapi sekeras apa pun saya mencoba dengan memberikan air dan cairan alkohol di kainnya. Tetap saja hasil gosokannya nggak jauh beda sama hasil gosokan kain lap yang 10 ribuan. Kain lap merek Apple hanya sebuah kain. Ya cuma kain. Nggak lebih. 

Baca Juga:

Kok bisa iPhone disebut hp bapak-bapak? Padahal banyak bapak-bapak yang nggak mampu beli iPhone

Obsesi Saya untuk Membeli iPhone Bukan Soal Gengsi, tapi Ingin Merasa Setara karena Tidak Ada Manusia yang Terlihat Kecil di Depan Orang Lain

Namun sifat husnuzan saya masih besar. Saya pikir Polishing Cloth Apple ini punya kecanggihan yang melampaui penciptanya sendiri, Apple. Ketika Apple bikin Polishing Cloth yang tujuannya hanya buat ngelap layar produk iPhone. Sebenarnya kecanggihan haqiqi kain lap merek Apple tergantung dari si penggunanya. Seperti kebiasaan Apple yang produk-produknya sering dicap revolusioner. Kain lap merek Apple seharga 19 dolar adalah kain lap yang sebenarnya diciptakan untuk membuat pengguna cerdas, bukan si kain lapnya yang cerdas. 

Kalau pengguna kain lap Apple cerdas, tentu ia akan membeli lap Polishing Cloth satu kali saja lalu membeli kain lap kodian di pasar Tanah Abang dan menggunakan sepuasnya. 

Selain itu saya curiga, produk Apple ini kecanggihannya baru bisa disaksikan 3.000 tahun mendatang. Mungkin saja kain ini kecanggihannya adalah abadi nggak dimakan zaman. Nggak bisa rusak dan hancur selama 3.000 tahun. Kalau begitu, mari kita tunggu 3.000 tahun lagi guna memvalidasi teori tersebut.

Kesan out of the box ala Apple memang tersaji di produknya ini. Kamu bayangkan saja, betapa out of the box-nya Apple bikin lap seharga tiga ratus ribu dan peminatnya tetap banyak? Ya, DNA Apple nggak pernah hilang dalam setiap produknya mulai dari produk yang rumit hingga sepele macam kain lap.

Benda biasa, di tangan Apple jadi benda berteknologi biasa yang luar biasa. Luar biasa overrated dan luar biasa bikin tekor duit kaum proletar hanya untuk beli kain lap aja.

Saya nggak sabar menunggu produk-produk berikutnya dari Apple. Seperti alat pel merek Apple, sempak merek Apple hingga industri fashion seperti baju dan celana merek Apple harusnya sudah mulai dijajaki sama Pak Tim Cook. Bagaimanapun juga, seaneh apapun Apple bikin produk tetap saja yang bilang produk Apple jelek cuma haters. 

Ingat, Gaes, ini namanya ekosistem Apple, jangan main-main!

Sumber gambar: Pixabay

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 17 November 2021 oleh

Tags: appleiphonekain lap
M. Farid Hermawan

M. Farid Hermawan

Saat ini aktif menangani proses rekrutmen harian serta seleksi kandidat.

ArtikelTerkait

huawei matebook x pro laptop windows performa seperti sekelas macbook pro harga spesifikasi review ulasan perbandingan kelemahan kekurangan kekebihan mojok.co

Huawei Matebook X Pro, Mirip Macbook Pro tapi Nggak Nyebelin

12 Juni 2020
Pengalaman Menggunakan Samsung S21+ Selama 2 Tahun Bikin Saya Yakin Mending Beli Flagship Seken ketimbang Hape Midrange Baru hape samsung saber line samsung a06 5g

4 Tipe Orang yang Jelas Bakal Cocok Pakai Hape Samsung, Apakah Kalian Salah Satunya?

23 Januari 2025

Dari iPhone hingga Xiaomi: Mana Merek Handphone yang Paling Worth It?

2 Juni 2021
Jasa Screenshot iPhone, Bisnis yang Lebih Nyeleneh dari Sewa iPhone dan Nyelenehnya Lagi, Saya Ikutan Nyoba android

Setelah 3 Tahun Pakai iPhone, Saya Paham Kenapa Remaja Lebih Memilih iPhone ketimbang Android

29 Maret 2024
Gara-gara Pakai MacBook, Teman-teman Menganggap Saya Mapan dan Mau Meminjam Uang

Derita Pengguna MacBook, Foto Laptop Sendiri Dikira Sombong

13 Agustus 2023
iPhone Kini Cuma Jadi Sumber Penderitaan bagi Penggunanya (Pixabay) android

iPhone Kini Bukan Lagi Penentu Status Sosial, tapi Sumber Penderitaan bagi Para Penggunanya

10 September 2024
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Tradisi lek-lekan di hajatan perkawinan diam-diam bikin biaya bengkak  Mojok.co

Tradisi lek-lekan di hajatan pernikahan diam-diam bikin biaya bengkak 

18 Agustus 2026
Memangnya kenapa kalau orang kabupaten minta gaji tinggi? Nggak boleh gitu mereka sejahtera?

Memangnya kenapa kalau orang kabupaten minta gaji tinggi? Nggak boleh gitu mereka sejahtera?

16 Agustus 2026
Stop denial, sound horeg adalah diskotik yang dipaksa masuk desa (Unsplash)

Stop denial, sound horeg adalah diskotik yang dipaksa masuk desa hanya demi memuaskan ego merusak milik segelintir orang

17 Agustus 2026
Gen Z lanjut S2 bukan karena ambisi, tapi patah hati (Unsplash)

Banyak Gen Z lanjut S2 bukan karena gelar dan ambisi, tapi karena patah hati dan bingung mau ngapain lagi

20 Agustus 2026
Stasiun Gubeng Surabaya, stasiun paling membingungkan dan menyebalkan

Stasiun Gubeng Surabaya, stasiun paling membingungkan dan menyebalkan

20 Agustus 2026
Tinggal di desa itu sulit, salah pakai baju langsung dicap nakal (Unsplash)

Tinggal di desa itu sulit, salah pakai baju sedikit saja langsung dicap nakal

15 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.