Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Nggak Masalah Starbucks Ganti Susu MilkLife, Asalkan Rasanya Nggak Berubah

Tiara Uci oleh Tiara Uci
18 Juni 2023
A A
Nggak Masalah Starbucks Ganti Susu MilkLife, Asalkan Rasanya Nggak Berubah

Nggak Masalah Starbucks Ganti Susu MilkLife, Asalkan Rasanya Nggak Berubah (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa waktu lalu, Starbucks viral di media sosial lantaran ada orang yang merasa terkena “jebakan” upselling. Namun, masalah tersebut nggak membuat pelanggan coffee shop berlogo Siren ini berkurang. Banyak pihak justru membela Starbucks dan menganggap orang yang curhat soal upselling tersebut baru pertama kali masuk Starbucks.

Setelah perkara upselling mereda dan tak lagi dibicarakan, Starbucks kembali diprotes pelanggan. Kali ini melalui komentar di Instagram Starbucks Indonesia. Penyebabnya karena coffee shop ini membuat kebijakan baru, yaitu semua minuman yang bahannya mengandung green tea nggak bisa ikut promo. Jadi, saat ada promo, misalnya saja promo diskon 50%, khusus untuk minuman yang ada green tea-nya, promo tersebut nggak berlaku.

Kebijakan tersebut jelas diprotes banyak orang. Sebab, varian green tea—terutama green tea latte—adalah minuman non-kopi yang paling banyak disukai pelanggan Starbucks tanah air. Melihat banyak orang kecewa, Jumat kemarin pihak Starbucks mengumumkan melalui Instagramnya kalau varian green tea sudah boleh ikutan promo lagi. Hal ini tentu saja disambut gembira para penggemar green tea latte di seluruh Indonesia.

Ganti susu

Namun beberapa waktu lalu, kita juga sempat mendengar gonjang-ganjing soal Starbucks di media sosial lantaran ada pelanggan yang mengunggah video di TikTok kalau Starbucks mengganti susu. Awalnya, susu yang digunakan adalah Greenfields, namun tiba-tiba diganti dengan MilkLife. Sontak perubahan susu tersebut menuai pro dan kontra. Kalau melihat perdebatan di Twitter sih, kebanyakan orang nggak setuju kalau Starbucks beralih ke MilkLife.

Ada beragam alasan yang membuat publik kurang suka dengan pergantiaan susu ini. Kalau boleh saya simpulkan, ada dua hal yang paling banyak dikhawatirkan orang. Pertama, netizen beranggapan kalau rasa minuman di Starbucks akan berubah jika susunya diganti MilkLife. Kedua, harga MilkLife dirasa lebih murah ketimbang Greenfields. Bahasa kasarnya, Starbucks dianggap downgrade dan ingin meraup keuntungan lebih besar.

Sebagai tambahah informasi, harga 1 liter MilkLife fresh milk di Hypermart adalah Rp19.500. Sementara Greenfields harganya Rp21.500. Ya memang ada selisih harga meski cuma Rp2.000. Tapi uang segitu kalau dikali banyak ya bisa puluhan juta hasilnya. Hehehe.

Starbucks sudah pernah ganti susu

Sebelum membahas apakah rasa minuman Starbucks berubah atau nggak setelah ganti susu MilkLife, mungkin masih banyak orang yang belum tahu kalau ini bukan pertama kalinya Starbucks ganti susu. Mereka sudah sering ganti susu, kok, terutama susu oat. Dulu, coffee shop berlogo Siren ini pernah menggunakan susu oat merek Oatly yang kemudian diganti menggunakan Oatside. Meskipun harga Oatly di pasaran lebih mahal daripada Oatside, kayaknya nggak ada yang protes, tuh.

Sementara untuk susu almon, saya juga pernah melihat Starbucks menggunakan merek So Good, lalu belakangan menggunakan brand dari MilkLab. Nggak ramai dibicarkan orang juga. Mungkin karena masih jarang orang Indonesia yang mengonsumsi susu oat dan almon kali, ya. Berhubung kali ini susu sapi yang diganti, jadi lebih banyak orang yang memperhatikan.

Baca Juga:

Kebingungan Orang Kampung Pertama Kali Jajan Starbucks, Kebanyakan Penawaran dan Istilah Aneh

5 Makanan Starbucks yang Rasanya Gagal

Kita perlu tahu kalau yang diproduksi sendiri oleh Starbucks itu ya biji kopi dan sirupnya. Mungkin kalau sirup sebenarnya kerja sama dengan pihak lain, tapi kita nggak pernah tahu karena botolnya selalu diberi stiker Starbucks. Hehehe. Teh mereka pun hasil kerja sama dengan brand lain, yaitu Teavana.

Sementara untuk susu, coffee shop berlogo Siren ini juga bekerja sama dengan supplier. Kalau kita bertanya pada barista Starbucks soal alasan susu mereka diganti, tentu para barista nggak tahu alasan pastinya. Sebab, bukan job desc si barista untuk memutuskan susu apa yang harus mereka pakai. Barista hanya bertugas membuat kopi enak dan melayani pelanggan dengan baik.

Akan tetapi, rata-rata barista Starbucks kalau ditanya kualitas produknya, misalnya soal pergantian susu dari Greenfields menjadi MilkLife, mereka akan memberi jawaban aman atau menjelaskan keunggulan produk barunya. Ya kali mereka mau bilang hasil minuman latte mereka nggak enak kalau pakai susu baru. Nggak mungkin, kan?

MilkLife jadi pilihan

Meskipun harga MilkLife sedikit lebih murah, produk susu satu ini memiliki keunggulan yang mungkin nggak dimiliki Greenfields, yakni mereka punya varian susu bebas laktosa. Jadi begini, ada beberapa orang yang intoleran terhadap laktosa. Jadi, orang-orang ini kalau minum susu sapi, perutnya biasanya langsung sakit atau diare.

Nah, memilih susu yang sudah bebas laktosa sebenarnya cukup baik untuk konsumen, mengingat ada beberapa orang yang intoleran terhadap laktosa. Sebenernya kalau Starbucks memilih susu yang bebas laktosa ini, tentu akan menguntungkan mereka, sebab segmen pelanggannya jadi makin melebar. Orang yang dulu alergi laktosa dan nggak bisa ngopi di Starbucks, sekarang jadi bisa ngopi di sana.

Duh, kesannya saya kayak diendorse MilkLife ya? Nggak, kok, Rek. Ini fyi aja, barangkali kalian nggak tahu kalau susu ini punya varian bebas laktosa dan langsung memandang remeh MilkLife nggak berkualitas hanya karena harganya lebih terjangkau.

Menurut saya, MilkLife dan susu yang digunakan sebelumnya sama aja. Keduanya punya peternakan sendiri, artinya mereka dapat menjaga kualitas susunya masing-masing secara merata. Baik MilkLife maupun Greenfields juga punya varian susu yang memenuhi kebutuhan menu minuman di Starbucks.

Boleh ganti susu asal nggak mengubah rasa minuman

Nah, kalau sudah bicara soal rasa, barulah ini keputusan kita sebagai konsumen. Jujur aja ya, Rek, untuk susu fresh milk, diminum tanpa campuran apa pun, dari segi rasa saya lebih suka Greenfields. Secara tekstur pun saya lebih suka Greenfields karena menurut saya tekstur MilkLife agak encer dan sedikit ada rasanya selain rasa gurih susu.

Lantas, gimana jika susu MilkLife dicampurkan dalam minuman Starbucks? Kebetulan kemarin saya mencicipi caffe latte Starbucks yang menggunakan susu MilkLife. Minuman ini sengaja saya pilih karena rasanya sudah familier di lidah saya. Menurut saya, kalau menggunakan susu MilkLife, rasa minumannya lebih creamy dan manis.

Kalau kalian suka minuman manis dan nggak begitu suka kopi, kayaknya kalian justru akan lebih cocok dengan MilkLife, deh. Soalnya susu MilkLife ini agak menutup rasa pahitnya kopi. Rasa minumannya jadi kayak ada manis-manisnya gitu. Hal tersebut berlaku bagi yang sudah terbiasa dengan minuman yang sama. Sebab, ketika saya minta teman mencoba caffe latte Starbucks dengan campuran MilkLife, teman saya bilang nggak ada bedanya dengan yang biasanya (baca: rasanya sama dengan pakai Greenfields). Fyi, teman saya sukanya minum green tea latte. Dan dia juga beranggapan kalau green tea latte Starbucks yang menggunakan MilkLife cenderung sedikit lebih manis.

Jadi gimana, Rek? Masih mau ke Starbucks kalau susunya berubah jadi MilkLife? Btw, susu MilkLife ini belum digunakan di seluruh gerai Starbucks, ya. Masih banyak, kok, gerai yang pakai susu Greenfields.

Penulis: Tiara Uci
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 7 Minuman Starbucks yang Jarang Dipesan padahal Rasanya Enak.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 18 Juni 2023 oleh

Tags: MilkLifeStarbuckssusususu Greenfields
Tiara Uci

Tiara Uci

Alumnus Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya. Project Manager perusahaan konstruksi di Surabaya. Suka membaca dan minum kopi.

ArtikelTerkait

Point Coffee Indomaret vs Bean Spot Alfamart, Manakah yang Menjadi Juaranya? Ya Jelas Point Coffee, lah! point coffee, starbucks, nescafe classic, indomaret

Jangan Bandingkan Starbucks dengan Point Coffee, Starbucks Melawan Nescafe Classic Saja Kalah Telak!

21 Februari 2024
Susu Tunggal, Susu yang Bikin Nostalgia Masa Kecil Warga Blitar

Susu Tunggal, Susu yang Bikin Nostalgia Masa Kecil Warga Blitar

20 Januari 2024
Kasta Susu Greenfields dari yang Paling Mahal sampai yang Penting Diskon Terminal Mojok

Kasta Susu Greenfields dari yang Paling Mahal sampai yang Penting Diskon

12 Oktober 2022
7 Minuman Starbucks yang Jarang Dipesan padahal Rasanya Enak

7 Minuman Starbucks yang Jarang Dipesan padahal Rasanya Enak

19 Mei 2023
Kasta Tumbler Starbucks Terminal Mojok

Kasta Tumbler Starbucks

13 Desember 2022
Alergi Makanan Bukan Masalah Sepele, Pebisnis Kuliner Harus Mulai Paham Isu Gawat Ini! rekomendasi susu alfamart

5 Rekomendasi Susu Terenak di Dunia yang Bisa Dibeli di Alfamart

9 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bayar STNK Sudah Bikin Pusing, Sekarang Mau Ditambah Parkir Setahun, Selalu Ada Cara Baru Nambah Beban Rakyat

Bayar STNK Sudah Bikin Pusing, Sekarang Mau Ditambah Parkir Setahun, Selalu Ada Cara Baru Nambah Beban Rakyat

22 Februari 2026
QRIS Masuk Desa, yang Ada Cuma Ribet dan Cepat Miskin (Unsplash)

QRIS Masuk Desa, yang Ada Cuma Keribetan dan Bikin Cepat Miskin

19 Februari 2026
Realitas Mahasiswa UNNES Gunungpati: Ganti Kampas Rem yang Mengacaukan Keuangan, Bukan Kebutuhan Kampus Mojok.co

Rajin Ganti Kampas Rem, Kebiasaan Baru yang (Terpaksa) Tumbuh Pas Jadi Mahasiswa UNNES Gunungpati

20 Februari 2026
Cuan Jualan Takjil Memang Menggiurkan, tapi Cobaannya Nggak Kalah Besar Mojok.co

Cuan Jualan Takjil Memang Menggiurkan, tapi Cobaannya Nggak Kalah Besar

21 Februari 2026
Berharap Terminal Bawen Semarang Segera Berbenah agar Tidak Membingunkan Pengunjung Mojok.co

Berharap Terminal Bawen Semarang Segera Berbenah agar Tidak Membingungkan Pengunjung

20 Februari 2026
Ilustrasi Bus Bagong Berisi Keresahan, Jawaban dari Derita Penumpang (Unsplashj)

Di Jalur Ambulu-Surabaya, Bus Bagong Mengakhiri Penderitaan Era Bus Berkarat dan Menyedihkan: Ia Jawaban dari Setiap Keresahan

20 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Bagi Gen Z, Menikah di Gedung Lebih Praktis dan Murah daripada di Rumah Sendiri, Tapi Harus Siap Jadi Bahan Omongan Tetangga di Desa
  • Bangkit usai “Kehilangan” Kaki dan Nyaris Gagal Jadi Sarjana, Akhirnya Lolos LPDP ke AS agar Jadi Ahli IT Pustakawan di Indonesia
  • Gagal LPDP dan Seleksi CPNS Pilih Nikmati Hidup dengan Mancing, Nemu Rasa Tenang meski Dicap Tak Punya Masa Depan
  • Siksaan di Bus Ekonomi Rute Surabaya Semarang bikin Frustrasi dan Kapok Naik Lagi: Murah tapi Harus Pasrah Jadi “Ikan Pindang” Sepanjang Jalan
  • Omong Kosong Menua Tenang di Desa: Menjadi Ortu di Desa Tak Cuma Dituntut Warisan, Harus Pikul Beban Berlipat dan Bertubi-tubi Tanpa Henti
  • WNI Lebih Sejahtera Ekonomi dan Mental di Malaysia tapi Susah Lepas Paspor Indonesia, Sial!

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.