Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Di Jalur Ambulu-Surabaya, Bus Bagong Mengakhiri Penderitaan Era Bus Berkarat dan Menyedihkan: Ia Jawaban dari Setiap Keresahan

Alhimni Fahma oleh Alhimni Fahma
20 Februari 2026
A A
Ilustrasi Bus Bagong Berisi Keresahan, Jawaban dari Derita Penumpang (Unsplashj)

Ilustrasi Bus Bagong Berisi Keresahan, Jawaban dari Derita Penumpang (Unsplashj)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau orang bicara “Bagong”, bayangannya gemoy seperti tokoh pewayangan biasanya muncul. Karakternya lucu, jujur, ceplas-ceplos, dan pemberani. Katanya, dia mewakili suara rakyat. Di sinilah bus Bagong tepat sasaran. Ia hadir untuk mendengar keluh kesah warga kecamatan, utamanya jalur Ambulu-Surabaya.  

Kalian tahu di mana Ambulu berada? Ini masuk Jember coret, jalur timur di pesisir Pantai Selatan. Rute sunyi, ruwet, dan AKAP atau AKDP jarang lewat sini. Kalau ada, mungkin hanya satu atau dua bus saja.

Rute ini satu tarikan napas dari Balung, Gumukmas, Kencong, Lumajang. Wilayah yang dalam imajinasi transportasi antarkota, seperti anak tiri. Kasian betul memang jalur ini.

Dalam logika PO bus, rute Jember-Surabaya yang menjadi jalur utama adalah Jember-Bangsalsari-Tanggul-Lumajang. Parameternya karena jalur ini lurus, ramai, dan relatif “masuk hitungan” secara bisnis. 

Dari Jember ke Surabaya PP, penumpang bus Bagong akan terlena oleh jalanan nasional yang mulus. Sementara Ambulu-Surabaya (dengan pertemuan titik tengahnya di Lumajang) adalah jalan kabupaten. Rute ini akan menilai tingkat keimanan kalian.

Setiap meter jalan, ucapan astaghfirullah nyaring terlontar dari mulut penumpang. Maklum, lubang jalan menguasai jalur ini. Yang tertidur dan ketika bermimpi sampai di Mekkah, bisa jadi sudah tawaf wada’ saking lamanya bus-bus di sini ngetem. 

Kecoa yang sudah almarhum tertindih sandal bisa reinkarnasi saking tambal-sulam aspalnya yang buat bus bukan jalan tapi terbang, ngawang. Rute ini rute kompromi dan penumpang bus Bagong tidak punya kemewahan memilih, kecuali sensasi naik “wahana”.

Baca juga: Pengalaman Buruk Naik Rosalia Indah Tua Rombakan: Empat Kali Mogok, Menghadirkan Kekecewaan di Akhir Perjalanan

Baca Juga:

Jalan-jalan di Surabaya Itu Mudah dan Murah, tapi Jadi Mahal karena Kebanyakan Tukang Parkir Liar

3 Ciri Penjual Nasi Goreng Merah Surabaya yang Sudah Pasti Enak

Rute yang tak seksi, berakhir jadi idaman penumpang bus Bagong

Sebelum bus Bagong masuk, rute ini bertahan berkat beberapa bus pendahulunya. Bus-bus senior, tanpa AC, dan mengandalkan ketabahan penumpang menguasai. 

Mereka berjasa, tentu saja. Tapi ya kita harus mengakuinya, dari sisi teknis, ini adalah armada generasi lama. Lalu bus Bagong datang, meski pada awalnya banyak yang menganggap hanya akan sebatas meneruskan generasi lama.

Maklum, rute ini punya sejarah kelam. Bus yang lewat sini mendapat julukan negatif. Mulai dari “bus teyeng”, kaleng Khong Guan, dan kura-kura. Namun, kenyataan yang terjadi justru sebaliknya.

Armada bus Bagong yang melintas menggunakan sasis Mercedes Benz dan mesin yang jauh lebih modern. Beberapa unit memakai basis mesin besar kelas AKAP, dengan tenaga di atas 250 tenaga kuda dan torsi besar untuk perjalanan jarak jauh. 

Tahukah kamu kalau jenis mesin yang stabil di kecepatan konstan, lebih senyap, dan tidak mudah tercekik saat menghadapi jalan bergelombang atau tanjakan. Suspensinya pun sudah udara, sehingga bantingan di jalan berlubang terasa jauh lebih manusiawi, tidak akan melepas ruh penumpang dari jiwanya. Getaran kabin juga jauh berkurang. 

Saya, sebagai pelanggan bus Bagong, jelas meyakini kalau ini absah nan valid. Perjalanan lebih stabil, suara mesin tidak lagi mendominasi, dan rasa capek setelah turun bus berkurang drastis. Nilai plusnya, saya bisa meneruskan tugas-tugas kampus dengan membuka laptop di atas bus. Bayangkan, ini privilege di era transportasi umum.

Soal interior, bus Bagong tidak main-main. AC benar-benar dingin, tidak ada asap rokok, dan tidak ada aroma tahu petis. Konfigurasi kursi 2-3 untuk armada lama dan 2-2 untuk yang baru. 

Untuk rute pinggiran, ini adalah peningkatan kelas. Saya bisa bilang kalau era “bus teyeng” akhirnya selesai.

Komunikasi yang manusiawi antara kru bus Bagong dengan penumpang

Salah satu sisi terbaik dari bus Bagong adalah cara kru mereka ketika berkomunikasi dengan penumpang. Kamu bisa, lho, komunikasi dengan kondektur via WhatsApp. 

Saya sendiri sering bertanya via WA. “Busnya posisi di mana? Perkiraan sampai Gumukmas jam berapa? Masih ada kursi atau tidak?” Biasanya, kondektur atau kernet bus Bagong akan membalasnya dengan cepat.

Kru yang bertugas juga komunikatif dengan sopir. Ketika ada penumpang yang akan naik di pertigaan berikutnya, mereka sigap memberi tahu.

Artinya apa? Semua bisa menjangkau informasi tentang posisi bus via hape kru bus Bagong. Entah ini anjuran atau inisiatif, tapi saya memberikan apresiasi sebesar-besarnya untuk kondektur/kernet yang mengirim voice note, live location, dan pasang status WA. Biasanya, konten mereka berisi info keterlambatan, kondisi bus, waktu kedatangan, dan lain sebagainya.

Kalau membutuhkan nomor hape kru, tinggal minta saja. Selain itu, ada grup Bismania (Mas Pung Plesiran) yang menyusun jadwal PP Ambulu-Surabaya jadi satu dan tinggal share. Lengkap sudah primadona kita satu ini.

Bus Bagong itu tepat waktu

Lebih gila lagi, bus Bagong berangkat dari pool Ambulu setiap satu jam! Ini sih jelmaan MRT tapi versi low-budget.  

“Mau ada penumpang atau tidak, kami tetep berangkat, Mbak. Mau isinya demit atau orang pasti berangkat” ujar Hendrik, kondektur bus Bagong yang sudah akrab dengan saya. 

Tidak ada ngetem atau drama “nunggu penuh dulu”. Penumpang tidak perlu lagi berdiri lama di pinggir jalan, duduk di emperan rumah orang di siang hari yang terik, sambil menengok jalan berharap bus muncul. Adegan penuh ketidakpastian itu terakhir saya alami sekitar 20 tahun lalu.

Ada detail kecil yang menarik dari trayek ini. Setiap bus Bagong punya nama sebutan. Dan nama-nama itu lahir dari kultur pesisir Jember. Ada Papuma, Nesser, Artise, Jalur Langit, Sultan, dan Dewandaru. Saya sendiri punya favorit: Dewandaru, tidak lain karena jadwalnya pas. 

Dari depan rumah saya di Gumukmas, bus ini berangkat sekitar pukul 07:30 pagi dan tiba di Terminal Minak Koncar, Lumajang, tepat pukul 09:00. Kampus saya dekat terminal. Pulangnya saya naik Papuma. Presisi waktu seperti ini jadi pergunjingan “Lho, kok bisa bus on-time?” 

Seolah-olah semua bus itu kena kutukan ngetem. Izin, ini tidak berlaku untuk bus Bagong di trayek ini.

Tarif yang mem-Bagongkan

Tarif bus Bagong itu transparan. Dari Gumukmas ke Lumajang cukup Rp15 ribu. Jika tembus Surabaya, maksimal Rp60 ribu. Mengejutkan bukan? Kru menempel poster tarif tersebut di kaca bagian dalam bus. Jadi, tidak ada efek kejut tebak-tebakan dalam hati 

Kamu tinggal mengamati saat kondektur mencoret kota tujuan di atas kertas karcis, menyodorkan ke kita sambil menyebut tarif. Semua transparan.

Karena terlalu sering naik, relasi saya dengan bus Bagong berubah. Saya merasa harus menyebarkan kenyamanan yang tiada tara ini. Di kampus, saya jadi Panglima Bagong. Saya anjurkan bagi mahasiswa yang punya trayek sama, yang sedang wara-wiri ke Surabaya, dosen honorer, dosen lintas kabupaten, relasi, teman sejawat, handai taulan, jastipers, semua terbantu.

Baca juga: Bus Bagong, Bus Ekonomi Murah Rasa Jet Tempur

Kenyamanan yang utama

Saat ini, bus Bagong Ambulu-Surabaya sudah memiliki 10 armada. Jadwal paling pagi di pukul 03:15. Kalau dari Ambulu ke Surabaya, ada di pukul 07:55.

Bus ini memang tidak lahir dari rute utama. Ia jawaban doa-doa penumpang yang tiba-tiba mengingat Tuhan ketika lewat jalur ini, tepat 10 atau 20 tahun lalu.

Dan di situlah, bus Bagong yang gemoy ini seakan-akan datang untuk menjawab keresahan nurani rakyat. Ia menunjukkan sesuatu yang sering hilang dari transportasi publik kita. 

Apa itu? Keseriusan untuk menyediakan pelayanan transportasi publik bagi orang-orang yang benar-benar bergantung padanya. Kalau sudah nyaman pakai transportasi umum, apalagi terjangkau, mobilitas tidak akan jadi beban. Mudah-mudahan ini menciptakan efek baik: orang lebih produktif, perjalanan lebih terencana, dan hidup tidak habis di jalan.

Jadi, katakan tidak untuk bus ngetem dan selamat tinggal era nungguin bus tidak jelas, karena semua bisa dikomunikasikan. Setidaknya, di jalur Ambulu. Sudah siap lihat status lucu WA para kru bus Bagong?

Penulis: Alhimni Fahma

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Rangkaian Penderitaan Naik Bus Mila Sejahtera dari Jogja Menuju Jember: Disiksa Selama 15 Jam, Berakhir Demam Tinggi dan Diare. Sialan!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 Februari 2026 oleh

Tags: ambulu jemberBus Bagongbus bagong malangpo bagongpo bagong malangrute bus bagongSurabayatrayek bus bagong
Alhimni Fahma

Alhimni Fahma

Asli Jember tapi bekerja tiap hari ke Lumajang. Pernah belajar Media dan Komunikasi di UNAIR. Sedang memulai lagi nulis esai ringan. Tertarik dengan isu sosial, budaya populer, dan literasi media.

ArtikelTerkait

5 Daerah Penghasil Rujak Cingur Terenak di Jawa Timur terminal mojok.co

5 Daerah Penghasil Rujak Cingur Terenak di Jawa Timur

7 Desember 2021
KA SuPas, Juru Selamat bagi Pelaju Pasuruan-Surabaya seperti Saya

KA SuPas, Juru Selamat bagi Pelaju Pasuruan-Surabaya seperti Saya

4 Maret 2025
Aneh tapi Nyata, Transportasi Umum Andalan di Surabaya Bayar Pakai Sampah sampai Matur Nuwun adminduk surabaya

Aneh tapi Nyata, Transportasi Umum Andalan di Surabaya Bayar Pakai Sampah sampai Matur Nuwun

6 Januari 2024
Delta Plaza Surabaya, Mall Sejuta Umat di Surabaya Mengalahkan Royal Plaza dan BG Junction

Delta Plaza Surabaya, Mall Sejuta Umat di Surabaya Mengalahkan Royal Plaza dan BG Junction

30 November 2023
Honda Scoopy Kuat Disiksa Jalanan Jogja dan Surabaya (Unsplash)

Pengalaman Menyiksa Honda Scoopy di Jalanan Jogja dan Surabaya yang Selalu Sukses Bikin Pengendara Tersiksa

25 Maret 2024
Surabaya Klaim Tempat-tempat Penting Milik Sidoarjo, Mulai dari Bandara hingga Sekolah Mojok.co

Surabaya Klaim Tempat-tempat Penting Milik Sidoarjo, Mulai dari Bandara hingga Sekolah

12 April 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Tahun “Menantang Maut” di Pacitan demi Bisa Sekolah (Unsplash)

Pengalaman Saya 3 Tahun “Menantang Maut” di Pacitan Hanya demi Bisa Berangkat Sekolah

19 April 2026
3 Dosa Jalan Bantul yang Membuat Warga Lokal seperti Saya Sering Apes ketika Melewatinya Mojok.co

Bantul Tidak Butuh Mall untuk Bisa Disebut Beradab dan Maju, Standar Konyol kayak Gitu Wajib Dibuang!

15 April 2026
Harga Plastik Naik Bikin Kebiasaan Bawa Wadah Sendiri Diapresiasi Pedagang Pasar, padahal Dulu Sempat Dianggap Aneh

Harga Plastik Naik Bikin Kebiasaan Bawa Wadah Sendiri Diapresiasi Pedagang Pasar, padahal Dulu Sempat Dianggap Aneh

21 April 2026
Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini Mojok.co

Warga Depok Habiskan Hampir 2 Juta Rupiah per Bulan Cuma buat Kerja di Kawasan Senayan, Dedikasinya Tinggi!

16 April 2026
3 Dosa Jalan Bantul yang Membuat Warga Lokal seperti Saya Sering Apes ketika Melewatinya Mojok.co

Bantul Itu Maju ya, Gaes, Bukan Desa Tertinggal dan Tak Tersentuh Peradaban seperti yang Ada di Pikiran Kalian!

17 April 2026
6 Dosa Penjual Cilok yang Bikin Pembeli Kapok Jajan Lagi Mojok.co

6 Dosa Penjual Cilok yang Bikin Pembeli Kapok Jajan Lagi 

21 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Jadi Anak Pintar di Desa Tanpa Privilege Sia-sia: Ortu Tak Dukung Pendidikan karena Kemiskinan, Lulus Sekolah Dipaksa Nikah dan Bekerja
  • Soft Living, Gaya Hidup Gen Z yang Memilih Menyerah tapi Tenang ketimbang Mengejar Mimpi “Besar” Tak Pasti
  • 3 Ciri Nasi Goreng di Jogja yang Biasanya Nggak Enak: Cobain, deh, Kalau Kamu Nggak Percaya
  • Penyesalan Pasang WiFi di Kos: Dipalak Mahasiswa yang Kerjanya Main Game Online Ramai-ramai dan Ibu Kos yang Seenaknya Sendiri
  • Dulu PD Paling Tampan dan Jadi Idaman saat Naik Motor Suzuki Satria FU, Kini Malah Geli dan Malu karena Ternyata Jamet
  • Gagal Paham Pejabat Soal Pantura: Tanggul Laut adalah Proyek Berbahaya yang Memboroskan Anggaran

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.