Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Ngapain Nikah Muda kalau Hanya Menghindari Zina

Mohamad Aqbil Wikarya Abdul Karim oleh Mohamad Aqbil Wikarya Abdul Karim
15 Februari 2021
A A
Ngapain Nikah Muda kalau Hanya untuk Menghindari Zina terminal mojok.co

Ngapain Nikah Muda kalau Hanya untuk Menghindari Zina terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Nikah muda memang dianjurkan agama untuk menghindari praktik zina. Namun, saya merasa bahwa ini bukan alternatif jika pernikahan tersebut hanya sekadar untuk menghindari zina. Kebanyakan hanya menggaungkan nikah muda sebagai jalan terbaik, tapi sepertinya mereka lupa bahwa menikah adalah hal serius, tidak semudah dan sebercanda itu.

Menikah bukan hanya menyoal “yang penting nikah.” Tidak seperti itu, Buosss. Sebelum menikah, dibutuhkan kesiapan mental, pendidikan, finansial, serta kedewasaan. Tidak bisa hanya bermodal cinta lalu numpang di rumah mertua.

Bila ditelisik, alasan dari kebanyakan pasangan memutuskan menikah di usia muda adalah untuk menghindari zina. Menikah muda memang merupakan salah satu upaya, tetapi Tuhan sejatinya juga menciptakan manusia dengan kemampuan menahan dan mengontrol hawa nafsu guna menghindari zina. Kemampuan itulah yang membedakan kita dengan hewan.

Apabila memang sudah tak tertolong lagi dalam menahan hawa nafsu, sebenarnya ada tips atau upaya lain yang bisa ditempuh guna meredam gejolak membara tersebut. Bisa dengan puasa, misalnya, puasa melatih kita untuk bersabar dan menahan nafsu.

Hawa nafsu biasanya muncul dari kebiasaan mengkhayalkan sesuatu yang tidak-tidak serta perasaan tidak mengingat Tuhan. Dengan puasa, setidaknya seseorang akan merasa tidak enak untuk menonton atau membayangkan hal-hal porno. Mereka pun akan cenderung terfokus pada rasa lapar di perut daripada nafsu birahi.

Selain puasa, cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan mulai menyibukan diri dengan berbagai hal positif. Contohnya seperti bergabung dengan sebuah organisasi atau komunitas, mencoba hobi-hobi baru yang selama ini tak sempat dicoba, sampai membereskan rumah atau kamar yang pastinya berantakan banget akibat keseringan tinggal di dalam rumah sambil rebahan berjam-jam tanpa keluar rumah akibat pandemi Corona.

Dengan menyibukan diri dengan berbagai aktivitas tersebut, setidaknya pikiran kita bisa teralihkan dari fantasi liar adegan-adegan film yang dibintangi oleh Johnny Sins atau Jun Aizawa yang tidak mungkin tidak untuk membuncahkan hawa nafsu hingga sulit dikontrol. Ya kan, Gaes?

Ya memang sih urusan mau menikah adalah urusan mereka, tak peduli apakah di masa depan akan langgeng atau malah terjebak di situasi yang tidak baik-baik saja. Namun, tetap saja bagi saya bila alasan menikah tersebut hanya semata demi menghindari zina kok rasanya kurang mengena. Seperti kurang pas saja.

Baca Juga:

5 Hal yang Baru Terasa Mahal Setelah Menikah, Bikin Syok 

Menghitung Penghasilan Minimal Setelah Menikah Versi 2025, Punya Gaji 7 Juta Baru Bisa Hidup Nyaman!

Saya hanya setuju sepasang kekasih memutuskan untuk menikah muda bilamana mereka memang sudah benar-benar siap secara mental maupun finansial. Siapa pun yang mau menikah muda seharusnya juga membekali diri terlebih dahulu dengan edukasi dan berbagai referensi yang menjadi modal untuk mengarungi bahtera rumah tangga nanti.

Tanpa persiapan yang matang dan pemikiran yang jauh ke depan, apalagi dilakukan hanya karena dorongan agar tidak terjerumus zina, menghindari cibiran pedas saudara di setiap acara keluarga, serta rasa tak sabar ingin k*nthu, menjadikan esensi nikah tersebut lenyap dan seakan-akan semacam tempat pelarian saja.

Nikah muda tanpa persiapan cum kematangan karena hanya berlandaskan alasan receh seumpama pergi ke tempat asing tanpa membawa peta. Ya jadinya pasti tersesat, tak tahu apa yang mesti dilakukan, dan bingung ke mana arah dan tujuan yang harus ditempuh. Ujung-ujungnya hubungan rumah tangga malah menjadi kalut dan berujung perceraian.

Selain itu, kita pun sebaiknya jangan melihat sesuatu hanya dari satu sisi, yakni hanya melihat bahwa menikah adalah satu-satunya solusi mantap guna menghindar dari perbuatan zina dan menegakan setengah agama. Saya rasa kurang afdal bila melihat nikah muda dari sisi enak-enaknya saja sehingga lupa dan menutup mata dari hal-hal yang tidak enak dari menikah.

Kita wajib melihat dan menyadari bahwa dalam menikah, apalagi menikah muda, pastilah memiliki hal-hal pahit di dalamnya. Seperti mertua yang galak dan kerap kali ikut campur dalam masalah rumah tangga, masalah keuangan yang bikin stress, tagihan air dan listrik, cicilan rumah dan motor, uang sekolah dan susu anak, serta hal-hal pelik lainnya yang tentu akan dialami dalam membina hubungan rumah tangga nanti.

Namun, bila memang sudah siap secara mental, pendidikan, dan finansial, serta sudah tahu akan segala konsekuensi yang akan dihadapi, yo wes silakan menikah. Ingatlah, menikah itu bukan balapan, jadi ga usah deh iri hati kalau teman kita sudah nikah duluan. Bawa kalem aja, Coy.

Jadi usah terburu-buru untuk menikah hanya karena khawatir zina. Apalagi hanya karena khawatir ditanya “kapan nikah?” oleh ibu, om, tante, tetangga, dan segala tetek bengeknya. Menikahlah dengan tepat, bukan cepat.

Oya, sebenarnya ada lho satu cara lain yang bisa ditempuh untuk menghindari diri dari zina selain dengan nikah muda. Jawabannya adalah dengan mati muda, huehuehe. (Eh ini bercanda ya, awas aja kalo beneran dilakukan.)

BACA JUGA Magang di Pengadilan Agama Bikin Saya Lebih Realistis dalam Memandang Pernikahan atau artikel Mohamad Aqbil Wikarya Abdul Karim lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 15 Februari 2021 oleh

Tags: hubunganmenikahnikah muda
Mohamad Aqbil Wikarya Abdul Karim

Mohamad Aqbil Wikarya Abdul Karim

Penggemar emyu sejak dalam kandungan

ArtikelTerkait

berhenti merokok

Tidak Memaksa Pasangan Untuk Berhenti Merokok, Apakah Tanda Bahwa Kita Tak Mencintainya?

28 Juni 2019
Lebaran Tahun Ini: Meski Raga Tak Bersama, Silaturahmi Tetap Harus Terjaga Berlutut dan Pakai Bahasa Jawa Kromo Adalah The Real Sungkeman saat Lebaran Selain Hati, Alam Juga Harus Kembali Fitrah di Hari yang Fitri Nanti Starter Pack Kue dan Jajanan saat Lebaran di Meja Tamu Mengenang Keseruan Silaturahmi Lebaran demi Mendapat Selembar Uang Baru Pasta Gigi Siwak: Antara Sunnah Nabi Atau Komoditas Agama (Lagi) Dilema Perempuan Ketika Menentukan Target Khataman Alquran di Bulan Ramadan Suka Duka Menjalani Ramadan Tersepi yang Jatuh di Tahun Ini Melewati Ramadan dengan Jadi Anak Satu-satunya di Rumah Saat Pandemi Memang Berat Belajar Gaya Hidup Eco-Ramadan dan Menghitung Pengeluaran yang Dibutuhkan Anak-anak yang Rame di Masjid Saat Tarawih Itu Nggak Nakal, Cuma Lagi Perform Aja Fenomena Pindah-pindah Masjid Saat Buka Puasa dan Salat Tarawih Berjamaah 5 Aktivitas yang Bisa Jadi Ramadan Goals Kamu (Selain Tidur) Nanti Kita Cerita tentang Pesantren Kilat Hari Ini Sejak Kapan sih Istilah Ngabuburit Jadi Tren Ketika Ramadan? Kata Siapa Nggak Ada Pasar Ramadan Tahun Ini? Buat yang Ngotot Tarawih Rame-rame di Masjid, Apa Susahnya sih Salat di Rumah? Hukum Prank dalam Islam Sudah Sering Dijelaskan, Mungkin Mereka Lupa Buat Apa Sahur on the Road kalau Malah Nyusahin Orang? Bagi-bagi Takjil tapi Minim Plastik? Bisa Banget, kok! Nikah di Usia 12 Tahun demi Cegah Zina Itu Ramashok! Mending Puasa Aja! Mengenang Kembali Teror Komik Siksa Neraka yang Bikin Trauma Keluh Kesah Siklus Menstruasi “Buka Tutup” Ketika Ramadan Angsle: Menu Takjil yang Nggak Kalah Enak dari Kolak Nanjak Ambeng: Tradisi Buka Bersama ala Desa Pesisir Utara Lamongan

Nikah di Usia 12 Tahun demi Cegah Zina Itu Ramashok! Mending Puasa Aja!

2 Mei 2020
anak sulung

Anak Sulung yang Berkuasa di Rumah

20 Juli 2019
beda agama

Jangankan Cinta Beda Agama, Cinta Yang Satu Agama Itu Tak Semudah Yang Kamu Kira

11 Juni 2019
LDR tips ketemu mojok

Pejuang LDR Hanya Butuh Ketemu, Bukan Tips Sukses

28 Oktober 2020
merindu tapi tak dirindu

Merindu Tapi Tak Dirindu Itu Enak Nggak Sih?

10 Juni 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jalan Godean Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat Mojok

Jalan Godean yang Ruwet Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat

8 April 2026
Saya Kira Jadi PPPK Bikin Hidup Tenang, Ternyata Cuma Ganti Kecemasan yang Lain

Saya Kira Jadi PPPK Bikin Hidup Tenang, Ternyata Cuma Ganti Kecemasan yang Lain

2 April 2026
Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

8 April 2026
Toyota Hiace, Mobil Toyota yang Nyamannya kayak Bawa LCGC (Unsplash)

Derita Pemilik Hiace, Kerap Menghadapi “Seni” Menawar Harga yang Melampaui Batas Nalar

8 April 2026
Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas Mojok.co

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas

7 April 2026
Harusnya Anak PNS Dapat UKT yang Standar, Bukan Paling Tinggi, sebab Tidak Semua PNS Kerja di Kementerian dan Pemda Sultan!

Harusnya Anak PNS Dapat UKT yang Standar, Bukan Paling Tinggi, sebab Tidak Semua PNS Kerja di Kementerian dan Pemda Sultan!

4 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.