Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Nastar Itu Biasa Saja, Nggak Usah Pada Heboh

Agnes Betania oleh Agnes Betania
22 Januari 2022
A A
Nastar (Pixabay.com)

Nastar (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai warga negara Indonesia, tentu saja saya bangga menjadi bagian dari keberagaman suku, adat, budaya, dan agama di dalamnya. Namun agaknya keberagaman ini kurang berlaku di meja-meja tamu tiap rumah pada hari raya. Walaupun hukumnya tidak tertulis, tampaknya hari raya tak lengkap tanpa kehadiran nastar di meja tamu. Mungkin hanya di rumah orang tua saya dan beberapa rumah lainnya saja yang anggota keluarganya tetap merasa perayaan hari raya lengkap tanpa kehadiran kue kering gendut berisi selai nanas ini.

Jujur saja, saya bingung dengan hype nastar ini. Apanya sih yang spesial dari nastar?

Saya nggak benci dengan nastar. Biasa saja. Lebih tepatnya lagi memilih untuk nggak nyentuh toples berisi makanan tersebut tiap kali bertamu ke rumah orang jika ada pilihan kudapan lainnya. Saya ingat betul, waktu saya masih kecil dulu nastar hanyalah salah satu jenis kue kering hari raya berbentuk bulat yang diisi selai nanas dan bagian atasnya dioles kuning telur agar terlihat mengkilat. Paling banter juga dikasih toping keju parut sedikit.

Tak tau kapan pastinya, tapi yang jelas beberapa tahun belakangan ini, nastar seolah-olah naik kelas. Nggak cuma berbentuk bulat, mulai ada juga yang dibentuk daun, nanas, jagung, bahkan ada yang adonannya diberi pewarna hijau lalu dibentuk kayak ulat bulu. Itu baru dari segi bentuk, lain lagi dari bahannya. Nastar wisman tentu saja tidak boleh dilewatkan. Mulai dari seperempat menteganya diganti wisman, bahkan sampai yang sudah nggak pake mentega sama sekali. Murni pake wijsman aja. Harganya pasti mahal. Pasti.

Dari pasar-pasar tradisional, nastar kini juga telah masuk di toko-toko kue fancy dengan label “nastar premium”. Bahkan beberapa toko kue fancy yang saya pernah kunjungi, mereka menyediakan nastar premium ini sepanjang tahun, nggak cuma menjelang hari raya saja. Hal ini konon katanya terjadi karena tingginya permintaan nastar premium yang mulai ramai dijadikan sebagai kudapan harian untuk ngopi/ngeteh sore-sore. Sungguh. Kepala saya jadi mumet. Saya yang paling banter ngopi sore pake tahu goreng yang dibungkus pake kertas bekas photocopy e-KTP koran bekas tentu saja geleng-geleng mengetahui fakta ini.

Oke, sudah cukup ngelantur tentang varian premium ini. Mari kita balik ke topik utama.

Nastar sebenarnya biasa saja. Ya enak, tapi nggak seenak itu. Bukan jenis kue yang bikin kita meneteskan air liur. Selera beda-beda, saya tahu. Tapi, hype-nya keterlaluan, padahal rasanya biasa saja, yang lain pun tak kalah enak.

Lho, ada lho kue yang sama, bahkan lebih enak ketimbang nastar. Contohnya saja kue bangkit. Siapa yang sanggup lupa dengan sensasi lumernya kue bangkit begitu menyentuh lidah? Rasa manis dan gurihnya benar-benar ajib.

Baca Juga:

5 Realitas Pahit Hidup di Semarang yang Tidak Muncul dalam Brosur

5 Kuliner Semarang yang Namanya Nyeleneh dan Kerap Mengecoh Wisatawan 

Tak lupa juga kembang goyang. Walaupun sebenarnya bingung untuk memasukkannya ke kategori kue kering karena bikinnya tuh digoreng, bukan dipanggang dalam oven, tapi siapa sih yang nggak suka dengan sensasi kriuk-kriuk dari kembang goyang? Saya bisa menghabiskan satu toples kembang goyang sendirian. Seenak itu, tapi hype-nya nggak besar. Nggak dibesar-besarin juga.

Jadi, tolonglah, nastar itu biasa saja. Nggak sampe “sumpah, seenak itu, nggak bohong”. Kebetulan aja dapat eksposur berlebih, kalau nggak ya kastanya sama dengan yang lain. 

Penulis: Agnes Betania
Editor: Rizky Prasetya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 Januari 2022 oleh

Tags: Hari RayakueKulinernastar
Agnes Betania

Agnes Betania

Pernah belajar Manajemen Logistik.

ArtikelTerkait

Gaya Orang Pekalongan Menyantap Nasi Megono yang Tak Kalah Ribet dari Soto dan Sushi

Gaya Orang Pekalongan Santap Nasi Megono yang Tak Kalah Ribet dari Soto dan Sushi

13 Februari 2020
7 Kuliner yang Wajib Dicicipi di Jalan Suryakencana Bogor Terminal Mojok

7 Kuliner yang Wajib Dicicipi di Jalan Suryakencana Bogor

25 Agustus 2022
Perlahan tapi Pasti, Warmindo Menggeser Angkringan dari List Tempat Makan Murah terminal mojok.co

Perlahan tapi Pasti, Warmindo Menggeser Angkringan dari List Tempat Makan Murah

28 Januari 2021
Percayalah, Hidup di Indonesia Itu Benar-benar Menyenangkan

Percayalah, Hidup di Indonesia Itu Benar-benar Menyenangkan

6 November 2022
rekomendasi penyetan sekitar pasar condongcatur

4 Rekomendasi Penyetan di Sekitar Pasar Condongcatur

10 November 2021
5 Alasan Perempuan Suka Makan Bakso (Pixabay)

5 Alasan Perempuan Suka Makan Bakso: Berdasarkan Wawancara dan Pengamatan dari Dekat

2 Februari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dosa Indomie Ayam Bawang: Nggak Ada Bawang Goreng sebagai Pelengkap

Orang yang Bilang Indomie Warkop Lebih Enak Itu Aneh, Beneran

22 Juni 2026
Jangan Samakan Bubur Ayam Jakarta dan Cirebon, Mereka Beda! Mojok.co

Jangan Samakan Bubur Ayam Jakarta dan Cirebon, Mereka Beda!

22 Juni 2026
Terminal Cileungsi Bogor Merekam Nasib Angkot Rute Pendek yang Makin Sekarat Mojok.co

Terminal Cileungsi Bogor Merekam Nasib Angkot Rute Pendek yang Makin Sekarat

17 Juni 2026
Kebumen yang Dahulu Bukanlah yang Sekarang, Kini Diam-Diam "Naik Kelas" Jadi Makin Diperhitungkan Mojok.co

Kebumen yang Dahulu Bukanlah yang Sekarang, Kini Diam-Diam “Naik Kelas” Jadi Makin Diperhitungkan

18 Juni 2026
7 Rokok Murah Harga di Bawah 15 Ribu yang Masih Enak Dinikmati In This Economy  

7 Rokok Murah Harga di Bawah 15 Ribu yang Masih Enak Dinikmati In This Economy  

20 Juni 2026
Hidup di Desa Nggak Seindah Bayangan, Banyak Iuran yang Harus Dibayarkan kalau Nggak Mau Jadi Bahan Omongan

Hidup di Desa Itu Murah, yang Mahal Adalah Ongkos Sosialnya, dan Ini Rinciannya

21 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.