Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Nasib Guru Swasta di Kabupaten Bandung Barat: Dituntut Membuat Siswa Bahagia meski Nasib Mereka Begitu Menyedihkan

Handri Setiadi oleh Handri Setiadi
7 Juli 2024
A A
Guru Swasta Menderita, Harus Serba Bisa tapi Gaji Bercanda (Unsplash) kabupaten bandung barat

Guru Swasta Menderita, Harus Serba Bisa tapi Gaji Bercanda (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Setelah pembagian rapot di akhir semester seharusnya menjadi kabar gembira bagi guru manapun. Setelah penatnya mengurus siswa dan rumitnya menyelesaikan rapot kenaikan kelas, guru (harusnya) punya waktu liburan seminggu hingga dua minggu. Namun, kondisinya berbeda dengan guru sekolah swasta di Kabupaten Bandung Barat.

Dari apa yang saya alami dan beberapa teman yang mengajar di sekolah swasta Kabupaten Bandung Barat, liburan berminggu-minggu itu ibarat mitos. Baru saja menyelesaikan rangkaian acara wisuda kenaikan kelas siswa, hanya selang dua hari berikutnya, guru-guru sudah langsung masuk. Para siswa menikmati masa liburan mereka, sedangkan guru masih harus berjibaku dengan persiapan semester depan yang mana memakan waktu liburan semesternya.

Sekilas info, sekolah swasta tempat saya bekerja memang sedang di batas ambang, juga para siswa yang masuk tidak mencapai target, maka dari itu rapat persiapan untuk menyambut semester baru dimajukan lebih awal. Rapat demikian biasa kita sebut dengan lokakarya. Baru hari pertama memasuki lokakarya guru, saya sudah dibuat syok dengan adanya indeks ketercapaian pegawai yang baru.

Niatnya bagus, tapi…

Dalam indeks tersebut, terdapat kurang lebih 14 poin yang perlu dipenuhi guru-guru selama mengajar di sekolah. Sampai saat ini hanya beberapa poin yang saya hafal. Misalnya saja sebagai guru harus memiliki catatan mengenai karakteristik seluruh siswanya, atau dapat mengidentifikasi gaya belajar siswa dan dapat menerapkan pembelajaran diferensiasi di dalam kelas. Intinya, keseluruhan poin itu dibentuk agar siswa dapat merasa senang belajar di sekolah. Sekaligus orang tua dapat merasa tenang sudah menitipkan anaknya di sekolah.

Sebetulnya bagus juga apa yang diniatkan sekolah agar pembelajaran semester depan bisa berjalan sesuai dengan target dan harapan. Namun, sayangnya di antara poin-poin tersebut tidak ada satu pun yang membuat guru merasa bahagia. Padahal, siapa yang sebetulnya bisa membuat siswa merasa senang ketika di sekolah? Siapa yang bisa berkomunikasi dengan orang tua dengan baik agar orang tua merasa tenang untuk menitipkan anaknya di sekolah?

Kalau gurunya sendiri kurang diperhatikan dan banyak tugas yang dibebankan sehingga membuatnya merasa sengsara, jangan harap semua indeks tersebut bisa tercapai semua. Kecuali, memang guru di sekolah swasta Kabupaten Bandung Barat ini diciptakan sebagaimana lilin. Membiarkan dirinya habis untuk menerangi sekitar.

Guru itu yang utama

Sampai kapan mau berpikiran bahwa siswa dan orang tua merupakan objek pendidikan yang utama? Ya, memang tidak sepenuhnya salah. Namun, cobalah sekali-kali untuk menaruh guru sebagai yang utama. Selama ini kita sudah terbiasa dengan sistem guru dibentuk sebagai pelayan yang hanya bertugas mentransfer ilmu kepada siswanya. Padahal banyak tugas lain yang dikerjakan oleh guru di luar jobdesk yang dia emban.

Memang, tanpa siswa guru bukanlah apa-apa. Namun, jika dibalik, akan jadi apa siswa tanpa adanya guru?

Baca Juga:

Sarjana Keguruan Pilih Jadi TKW di Taiwan, Lebih Menjanjikan daripada Jadi Guru Honorer dengan Gaji “Imut” Selama Bertahun-tahun

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

Terbiasa dengan kata ikhlas dan syukur

Balik lagi, setelah banyaknya penderitaan yang dialami oleh guru, nyatanya profesi satu ini selalu ada obat ampuh sebagai pelipur lara. Yap, ikhlas dan syukur. Padahal pemangku kebijakan sekalipun mengaminkan bahwa tugas guru-guru itu sulit, pekerjaan yang mempertaruhkan dunia akhirat seseorang, apa yang dikelolanya berupa manusia, bukan makanan ataupun barang. Namun, mengapa rasanya sulit sekali untuk menghargai kinerja guru dengan harga yang pantas?

Berharap siswa bisa senang dan juga orang menjadi tenang, tetapi di sisi lain guru digaji dengan honor yang begitu horor. Sisanya diberi kata-kata mutiara agar guru bisa kuat dan kembali bersemangat untuk mengajar di kelas. Sistem pendidikan yang begitu mengerikan.

Itulah sedikitnya hal yang saya rasakan sebagai guru swasta di Kabupaten Bandung Barat, tatkala para murid atau guru lainnya masih bisa merasakan liburan yang membahagiakan bersama keluarga mereka. Jadi, mau sampai kapan lupa kalau yang membuat siswa senang dan orang tua tenang itu adalah guru? Sedangkan guru dan keluarganya pun butuh makan dan keperluan lain yang tidak cukup dengan sekadar ucapan syukur dan ikhlas.

Penulis: Handri Setiadi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Kata Siapa Gaji Guru Swasta itu Bercanda? Gaji Kami Gede kok (Syarat dan Ketentuan Berlaku)!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 Juli 2024 oleh

Tags: gajiGuru Honorerguru swastahonorKabupaten Bandung Barat
Handri Setiadi

Handri Setiadi

Kadang guru, kadang suka baca buku, anggap saja teman baikmu.

ArtikelTerkait

pungli proyek pemerintah gaji PNS kerja 10 juta pejabat digaji besar tapi solusi minta rakyat mojok

Mempertanyakan Logika ‘Kerja Setara 10 Juta, Gajinya 3 juta. Sisanya Diganti Tuhan’ dalam Dunia Kerja

27 Agustus 2021
UMK Cikarang Memang Tinggi, tapi Biaya Hidup di Cikarang Tetap Murah, Jogja Can't Relate! scbd

UMK Cikarang Memang Tinggi, tapi Biaya Hidup di Cikarang Tetap Murah, Jogja Can’t Relate!

13 Februari 2024
Jalan Cihanjuang, Jalan Penghubung Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat yang Kurang Layak

Jalan Cihanjuang, Jalan Penghubung Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat yang Kurang Layak

19 Mei 2024
Guru Honorer Minggat, Digusur Negara dan Guru P3K (Unsplash) dapodik

Bantuan untuk Guru Honorer Memang Sering Ada, tapi Dapodik Bikin Segalanya Jadi Ribet dan Guru Nasibnya Makin Sengsara

20 Januari 2026
guru honorer

Kalau Guru Honorer Digaji Surga, Pancasila Cukup Sila Ketuhanan Saja

18 Oktober 2019
PPG Prajabatan Bikin Saya Menunda Cita-cita Bahagiakan Ortu (Unsplash)

Cita-cita Membahagiakan Orang Tua Harus Tertunda karena Kewajiban Ikut PPG Prajabatan: Tips dari Peserta yang Berharap Segera Lulus

1 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saya Pernah Kesal karena Dosen Slow Respon WA, Sampai Akhirnya Jadi Dosen Mojok.co

Pernah Benci Dosen yang Slow Respon Balas WhatsApp, Kini Saya Mengerti

22 Mei 2026
Banjarbaru, Ibu Kota Provinsi Rasa Kabupaten Gara-gara Keliatan Medioker (Kota Banjarbaru via Wikimedia Commons)

Banjarbaru, Ibu Kota Provinsi Rasa Kabupaten Gara-gara Keliatan Medioker

26 Mei 2026
4 Ulah Menyebalkan Dosen Penguji Skripsi. Tidak Killer, tapi Bikin Mahasiswanya Repot Mojok.co

Menulis Nama Pacar di Lembar Persembahan Skripsi Adalah Blunder Abadi dan (Pasti) Jadi Bencana di Masa Depan

23 Mei 2026
Nekat Gap Year demi Jurusan Manajemen. Sempat Bingung, Kini Bersyukur karena Bisa Lulus Tepat Waktu dan Dapat Kerja Layak Mojok.co

Nekat Gap Year demi Jurusan Manajemen. Sempat Bingung, Kini Bersyukur karena Bisa Kuliah di Tempat Idaman, Lulus Tepat Waktu, dan Dapat Kerja Layak

25 Mei 2026
3 Alasan Mengapa Teror Pocong Tidak Akan Laku di Jogja, Klitih Lebih Nyata dan Lebih Mengerikan ketimbang Pocong Palsu!

3 Alasan Teror Pocong Tidak Akan Laku di Jogja, Klitih Lebih Nyata dan Lebih Mengerikan ketimbang Pocong Palsu!

26 Mei 2026
Dear Wisatawan, Bandungan Semarang Nggak Melulu Soal Prostitusi, Ada Banyak Potensi Lain Mojok.co

Dear Wisatawan, Bandungan Semarang Nggak Melulu Soal Prostitusi, Ada Banyak Potensi Lain

26 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.