Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Monumen Perahu di Pekalongan: Simbol Siaga Hadapi Banjir?

Erik Muhammad Rizkia oleh Erik Muhammad Rizkia
12 April 2023
A A
Monumen Perahu di Pekalongan, Simbol Siaga Hadapi Banjir?

Monumen Perahu di Pekalongan: Simbol Siaga Hadapi Banjir? (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Ketika melawat ke Pekalongan, di simpang jalan Diponegoro kita akan disuguhi monumen perahu yang biasa-biasa saja. Tapi katanya sih, harga patung itu mahal. Konon monumen itu menghabiskan biaya sekitar 400 juta rupiah. Mayan juga, ya.

Tapi ya nggak apa-apa juga kalau memang habisnya 400 juta, toh memegahkan kota sendiri bagian dari kebanggaan masyarakat. Eh tapi masyarakat yang mana ya?

ADVERTISEMENT

Terlepas dari perdebatan biaya pembangunan monumen yang fantastis dengan hasil pembangunan yang biasa-biasa saja, jika dilihat-lihat simbol perahu yang ada di kota Pekalongan tadi agak aneh juga ya?

Iya sih, Pekalongan memang deket sama pelabuhan, cocok juga sih kalau monumen itu jadi lambang kota Pekalongan. Nggak salah juga kok. Tapi sepertinya ada yang janggal gitu lho. Tidak pas. Mungkin karena mindset orang-orang seperti saya ini cuma kenal Pekalongan sebagai daerah sentral batik, bukan penghasil ikan. Begitu juga dengan orang-orangnya, kebanyakan berdagang batik bukan ikan.

Tapi, ah sudah lah coba ikutin penjelasan berikutnya. Mungkin bisa sedikit kasih terang apa yang saya maksud tadi aneh.

Perahu di tengah kota

Kalau dipikir-pikir lagi agak aneh juga ya ada perahu di tengah Kota Santri. Apalagi menghabiskan dana 400 juta untuk patung perahu yang paling sederhana yang pernah kulihat di dunia. Serius.

Katanya sih alasan simbol perahu di Kota Pekalongan, karena ingin menonjolkan kota ini sebagai daerah berbasis perikanan.

Mungkin loh ya, “bos besar” di kota ini sudah bosan menjual slogan “The World City of Batik“. Mereka ingin ada suasana lain untuk memvisualkan kota Pekalongan. Karena dekat sama laut, si penemu ide ini langsung tertuju pada simbol ikan dan perahu.

Baca Juga:

Perpustakaan Kota Pekalongan berbenah, akhirnya ada ruang publik yang bikin betah 

Nasi Megono Wonosobo, Olahan Nasi Terbaik yang Pernah Saya Cicipi dan Layak Dikenal Lebih Banyak Orang

Ya meskipun agak aneh saja di dalam kota penghasil batik malah ada simbol perahu. Tapi tak apalah, mungkin ini bagian dari cara pemerintah setempat mengartikan Pekalongan sebagai kota yang siaga. Siaga apa? Nah mari kita lihat di uraian selanjutnya.

Simbol siaga menghadapi banjir

Ya betul, simbol siaga menghadapi banjir. Belakangan ini Pekalongan geger karena bencana banjir. Konon akibat aliran sungai ke laut sudah dangkal. Selokan terisi sampah yang memadat dan kurangnya daerah resapan air mengakibatkan banjir setelah beberapa jam atau menit mengguyur kota Pekalongan.

Nah, mungkin monumen itu gambaran masyarakat Pekalongan yang telah siap dan siaga menghadapi banjir. Artinya Monumen Perahu dapat dimaknai sebagai alat evakuasi tatkala rumah-rumah masyarakat di Pekalongan tenggelam.

Tapi ini mungkin loh, tafsiran liar. Saya bukannya kewanen, tapi memang tafsiran orang kan bebas ya. Jadi nggak ada yang bisa disalahkan jika saya punya perspektif seperti itu. Ya menurut saya sih nggak apa-apa juga kalau memang artinya seperti itu. Toh sama-sama mengandung nilai kebermanfaatan juga.

Malah justru menurut saya, monumen ini tepat guna. Monumen Perahu jadi pengingat untuk masyarakat Pekalongan, agar bisa menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan.

Jadi setiap lewat monumen itu mereka akan teringat, “oh iya jangan buang sampah sembarangan. Kalau melanggar, banjir nanti lebih fatal dari sebelumnya.”

Nggak salah juga sih monumen perahu di Pekalongan disimbolkan seperti itu. Hitung-hitung mengikhlaskan uang 400 juta dana pembangunan monumen. Toh yang membuat biaya monumen itu jadi mahal bukan material dan tukangnya, tapi bagaimana si monumen itu bisa jadi media kesadaran lingkungan masyarakat.

Tapi ini mungkin loh, tafsiran liar saja. Tapi kalau ada yang mau menambahkan imajinasi lain, saya persilakan.

Penulis: Erik Muhammad Rizkia
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Aib Kota Pekalongan yang Sampai Sekarang Masih Menghantui

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 April 2023 oleh

Tags: monumen perahupekalongan
Erik Muhammad Rizkia

Erik Muhammad Rizkia

ArtikelTerkait

5 Pilihan Pekerjaan di Pekalongan yang Bakal Sering Kamu Temukan Terminal Mojok

5 Pilihan Pekerjaan di Pekalongan yang Bakal Sering Kamu Temukan

10 Maret 2022
kota pekalongan warna sungai loji peruntungan tanda alam mitos parameter usaha batik mojok.co

Mengetahui Kondisi Terkini Kota Pekalongan Dilihat dari Warna Sungai Loji

2 Juli 2020
Pekalongan yang Semakin Berkembang Bikin Iri Warga Pemalang Mojok.co

Pekalongan yang Semakin Berkembang Bikin Iri Warga Pemalang

7 Mei 2024
Kopi Tahlil, Kopi Unik Khas Pekalongan Terminal Mojok

Kopi Tahlil, Kopi Unik Khas Pekalongan

23 April 2022
Tumpukan Sampah di Jembatan Se'an Simbang Gagal Merepresentasikan Pekalongan Kota Santri

Tumpukan Sampah di Jembatan Se’an Simbang Gagal Merepresentasikan Pekalongan Kota Santri

20 Juni 2025
Merepotkan Sekali Mencari Buku di Pekalongan

Merepotkan Sekali Mencari Buku di Pekalongan

15 Januari 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

In this economy, cuma Point Coffee yang masih masuk akal untuk dibeli karena promonya bejibun

26 Juli 2026
Kayutangan Adalah Sumber Masalah Baru bagi Warga Kota Malang

Orang Malang nggak ada yang suka main ke Kayutangan. Udah macet dan semrawut, desainnya yang meniru Malioboro bikin ilfil

24 Juli 2026
Agent Kim: Reactivated, drakor yang tidak ramah buat kaum yatim pasif

Agent Kim: Reactivated, drakor yang tidak ramah buat kaum yatim pasif

23 Juli 2026
Stasiun Cawang adalah kunci warga untuk tetap waras sehari-hari naik KRL Depok Jakarta Mojok.co

Stasiun Cawang adalah kunci untuk tetap waras bagi warga yang sehari-hari naik KRL Depok-Jakarta

23 Juli 2026
Kenapa orang Jogja malas wisata naik gunung ke Gunung Merapi? (Unsplash)

Kenapa orang Jogja malas wisata naik gunung ke Gunung Merapi?

20 Juli 2026
Tolong hentikan tradisi perpisahan sekolah anak SD di hotel atau tempat mubazir lainnya, ini pemborosan tak berguna!

Tolong hentikan tradisi perpisahan sekolah anak SD di hotel atau tempat mubazir lainnya, ini pemborosan tak berguna!

25 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.