Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Menurut Saya, Audisi SUCI IX bak Pelamar Kerja Bertemu Orang Dalam

Jelang Hardika oleh Jelang Hardika
11 Januari 2021
A A
Menurut Saya, Audisi SUCI Season IX Bak Pelamar Kerja Bertemu Orang Dalam terminal mojok.co

Menurut Saya, Audisi SUCI Season IX Bak Pelamar Kerja Bertemu Orang Dalam terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Ajang kompetisi stand up comedy satu dekade terakhir ini bisa dikatakan tetap dan semakin digandrungi para generasi milenial dan gen Z. Di Indonesia sendiri ada dua ajang kompetisi Stand Up Comedy yang besar, yaitu Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) yang diselenggarakan Kompas TV dan Stand Up Comedy Academy (SUCA) yang diselenggarakan Indosiar. Saat ini SUCI telah menginjak season IX dan proses audisi SUCI IX tengah dibuka secara online. 

Dengan diselenggarakannya season IX, artinya sudah cukup lama kompetisi tersebut eksis. SUCI telah melahirkan nama-nama yang cukup terkenal menghiasi dunia hiburan tanah air, mulai dari Ernest Prakasa, Ge Pamungkas, Dodit Mulyanto, Tretan Muslim, Coki Pardede, sampai Rigen Rakelna. Saya yakin dari beberapa nama tersebut ada yang Anda kenal.

Season IX ini juri-juri SUCI bisa dikatakan sama persis dengan juri-juri SUCA. Yang membedakan hanya jumlahnya. SUCA biasanya ada lima juri, sedangkan SUCI hanya tiga juri.  Lalu, yang menjadi pembeda lainnya hanyalah Om Indro Warkop. Om Indro biasanya hanya menjadi juri di SUCI, tidak di SUCA.

Tahun ini dengan absennya Om Indro menjadi juri dan digantikan Abdel Achrian menjadikan formasi juri sama persis dengan juri SUCA, yaitu Abdel Achrian, Raditya Dika, dan Pandji Pragiwaksono. Wah, apakah ini sebuah kontrasepsi, eh konspirasi? Hahaha, saya rasa enggak.

Tahun ini audisi SUCI sungguh sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Selain karena dilakukan secara online, ada sistem lain yang sangat mencolok. Season IX ini untuk peserta yang dianggap lucu bisa mendapatkan salah satu tiket berikut Golden Ticket atau Ultimate Ticket.

Golden Ticket diberikan pada peserta yang lucu untuk lanjut ke seleksi tahap selanjutnya. Kalau di Indonesian Idol lanjut babak eliminasi satu, kalau lolos lagi lanjut eliminasi dua, dan tahap-tahap lain yang cukup banyak.

Sedangkan Ultimate Ticket adalah tiket yang bisa dikeluarkan juri ketika peserta dianggap memiliki kelucuan yang di atas rata-rata peserta lainnya. Spesialnya, peserta yang mendapat Ultimate Ticket ini akan otomatis langsung lolos babak utama.

Ibaratnya kalau dapat Ultimate Ticket di Indonesian Idol itu dari audisi langsung ke babak spekta 14 besar. Nggak perlu ikut proses tahap-tahap selanjutnya, kayak eliminasi satu, dua, show case, dan tahap lainnya. Gimana wenak banget, nggak tuh?

Baca Juga:

Komedi Norak di Tongkrongan yang Seharusnya Musnah dari Peradaban

Dari Sultan Sampai Luhut: Kiky Saputri Perlu Roasting Pejabat Ini

Lucunya, beberapa peserta yang mendapatkan Ultimate Ticket ini adalah para mantan peserta dari ajang saingan, SUCA. Yah, cuma nyebrang stasiun TV aja dong. Hahaha. Eh, tapi nggak hanya dari jebolan SUCA kok, ada juga peserta yang beberapa tahun silam merupakan seorang stand up comedy anak- anak alias Junior. Tapi, baik dari jebolan SUCA maupun yang lain ada satu hal yang sama, yaitu sama-sama sudah dikenal juri. Hohoho.

Menurut saya pemberlakuan sistem Ultimate Ticket dalam audisi SUCI itu kurang adil. Juri hanya melihat audisi peserta kawakan yang sudah dikenalnya hanya sekali, lalu memberikannya tiket tersebut untuk langsung lolos ke babak utama. Satu sisi mungkin peserta tersebut sudah dikenal juri dan mungkin memang hebat. Di sisi lain, audisi SUCI tersebut secara tidak langsung menghambat peserta-peserta baru yang ingin lolos babak utama SUCI untuk berkembang dan terkenal.

Abaikan sejenak soal Ultimate Ticket, soal Golden Ticket aja kadang juri cukup tidak adil. Beberapa peserta yang tidak cukup lucu saat audisi tetap diberikan Golden Ticket. Kenapa? Mungkin ini ada hubungannya sama orang dalam. 

“Gue tahu ini orang lucu, dia punya materi yang lebih lucu dari materi audisi ini, nggak tahu kenape hari ini nggak lucu, jadi gue mau kasih kesempatan.” celetuk salah satu juri yang kemudian disetujui juri lain. Nah, dari cara juri memberikan Golden Ticket di audisi SUCI saja memunculkan pertanyaan, sistem lolos peserta itu dilihat saat audisi langsung atau masa lalunya? Ehem!

Pertemuan peserta audisi kawakan jebolan ajang TV sebelah maupun yang sudah cukup sering malang melintang di TV ini dengan juri ibarat pertemuan pelamar kerja dengan HRD. Udah saling kenal, HRD tahu kemampuan sang peserta, langsung diambillah untuk menempati suatu posisi. Mungkin istilahnya rekomendasi ya.

Hal ini sebenarnya sah-sah saja jika “lowongan” yang tersedia bersifat tertutup. Kalau dibuka untuk umum buat apa kalau yang lolos dan pasti kerja adalah orang-orang tertentu? 

Audisi SUCI tahun ini menurut saya sudah tidak asyik lagi. Komunitas Stand Up Comedy Indonesia sudah semakin banyak. Setiap kota memiliki komunitas. Ribuan orang berjuang susah payah untuk mendapatkan Golden Ticket, tapi harus mengelus dada karena sebagian jatah Golden Ticket maupun Ultimate Ticket sudah di-booking orang-orang lama.

Orang-orang baru yang berjuang keras meningkatkan skill stand up-nya harus kalah saing dengan orang-orang lama yang kenal orang dalam. Istilah yang mungkin tidak enak, tapi menurut saya memang seperti itu. Tidak setuju tidak apa-apa.

Entah apakah Kompas TV malas mencari komika-komika atau ingin menampilan season spesial yang isinya komika lama. Hanya Kompas TV, juri, dan Tuhan yang tahu.

Semoga apa pun sistem audisi SUCI yang diterapkan kali ini, nantinya mereka tetap menyuguhkan tontonan yang menarik. Sukses terus SUCI IX. Saya akan tetap nonton dan siap tertawa. Seperti kata Warkop DKI. Tertawalah sebelum tertawa itu dilarang.

Sumber gambar: YouTube Stand Up Comedy Kompas TV

BACA JUGA 7 Penampilan Komika Paling Kompor Gas di Panggung SUCI Kompas TV

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 11 Januari 2021 oleh

Tags: program TVstand up comedy
Jelang Hardika

Jelang Hardika

Pria (29), suka dengerin curhatan, kadang jadi pusat perhatian mahasiswa(i).

ArtikelTerkait

Walau Sering Dihujat, 'Suara Hati Istri' Menyadarkan Saya tentang Banyak Hal terminal mojok.co

Walau Sering Dihujat, ‘Suara Hati Istri’ Menyadarkan Saya tentang Banyak Hal

24 Januari 2021
stand comedy special show rekomendasi lucu lawak pelawak gabriel fluffy iglesias mojok

Rekomendasi Acara Stand Up Comedy Special buat Kamu yang Lagi Butuh Ketawa

4 Mei 2020
Nggak Habis Pikir Sama Orang yang Tidak Menghabiskan Makanan Hajatan terminal mojok.co

Program TV Makan-makan yang Nggak Bikin Saya Jadi Lapar

9 Juni 2020
7 Penampilan Komika Paling Kompor Gas di Panggung SUCI Kompas TV terminal mojok dodit fico indra jegel ryan adriandy

SUCI Layak Dinobatkan sebagai Ajang Pencarian Bakat Terbaik

20 Juli 2020
Jadi Seorang Komika Indonesia Itu Nggak Mudah, Berikut Tantangannya! terminal mojok.co

Jadi Seorang Komika Indonesia Itu Nggak Mudah, Berikut Tantangannya!

8 Februari 2021
Membayangkan kalau Artis Indonesia Dibuatkan Acara Roasting kayak 'Comedy Central Roast' terminal mojok.co

Membayangkan kalau Artis Indonesia Dibuatkan Acara Roasting kayak ‘Comedy Central Roast’

2 Mei 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

3 Februari 2026
Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Pasar Minggu Harus Ikuti Langkah Pasar Santa dan Blok M Square kalau Tidak Mau Mati!

4 Februari 2026
4 Aib Guci Tegal yang Membuat Wisatawan Malas ke Sana Mojok.co

Objek Wisata Guci Tegal Harus Bangkit karena Kabupaten Tegal Tak Ada Apa-Apanya Tanpa Guci

2 Februari 2026
Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan Mojok.co

Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan

6 Februari 2026
7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

6 Mitos di Kebumen yang Nggak Bisa Dibilang Hoaks Begitu Saja

3 Februari 2026
Mie Ayam Bikin Saya Bersyukur Lahir di Malang, bukan Jogja (Unsplash)

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

2 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers
  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.