Malam Minggu Miko, Pelopor Web Series di Indonesia meski Ceritanya Nggak Lucu-lucu Amat – Terminal Mojok

Malam Minggu Miko, Pelopor Web Series di Indonesia meski Ceritanya Nggak Lucu-lucu Amat

Artikel

Rifky Aritama

Jokes tentang jomblo adalah jokes yang paling digandrungi pada 2012. Segala kalangan bisa menikmatinya. Sampai-sampai kalau kalian bilang kalian jomblo, kalian diketawain seisi bumi. Padahal ya biasa aja jomblo tuh, nggak lucu-lucu amat.

Perkara jokes jomblo, Raditya Dika adalah pakarnya. Blio sering menggunakan cerita asmaranya yang ngenes dan bikin dia jomblo menahun. Setelah sering membawakan stand up comedy bertemakan jomblo, dia akhirnya membuat web series berjudul Malam Minggu Miko yang bertemakan jomblo juga.

Web series ini merupakan salah satu web series favorit saya dulu. Biasanya saya dulu bersama teman-teman saya menonton ini bersama di laptop saya. Bahkan walaupun serialnya sudah tamat, kami terkadang masih menonton serial ini. Ya walaupun kita sudah tahu letak jokesnya di mana, tapi tetap saja kita ketawa.

Serial ini aslinya memang nggak lucu-lucu amat. Tapi, yang membuat serial ini laris karena tentunya menghadirkan jokes tentang jomblo yang saat itu booming banget. Radit piawai sekali dalam mengkonsep web series ini.

Awal mula Malam Minggu Miko dibuat adalah berawal dari keinginan Radit membuat serial bergenre komedi seperti serial komedi di luar negeri. Saat awal episode ini tayang, views-nya bisa mencapai ratusan ribu. Setelah itu, Radit lanjut membuat episode-episode selanjutnya.

Tadinya serial ini hanya ditayangkan di kanal YouTube Radit saja. Tapi, serial ini pun memikat Kompas TV, maka dibelilah serial itu sehingga tayang juga di Kompas TV. Tapi, serial tersebut tetap diunggah di channel YouTube-nya Radit. Mungkin karena melihat views-nya banyak banget makanya dibeli hehehe

Malam Minggu Miko menceritakan seorang pemuda bernama Miko (Raditya Dika) dan temannya Rian (Ryan Adriandhy) yang setiap malam minggunya selalu mengalami nasib yang sial, terutama dalam masalah percintaan. Mereka tinggal di sebuah rumah kontrakan bersama pembantunya, Mas Anca (Hardian Saputra).

Setiap karakter memiliki ciri khasnya masing-masing. Miko memiliki karakter seseorang yang polos dan selalu gagal dalam masalah percintaan. Miko selalu minta saran dari Ryan selaku partnernya.

Ryan memiliki karakter yang sok banget dalam segala hal, suka ngajarin si Miko, padahal nasibnya nggak jauh berbeda dengan si Miko. Sedangkan Mas Anca memiliki karakter seperti pembantu pada umumnya. Tapi, si Anca ini karakter di serial dan aslinya tak jauh berbeda. Memang sudah seperti itu dari sananya.

Berkat Malam Minggu Miko inilah Radit saai itu bisa mendapatkan satu juta subscriber dan sempat menyandang YouTuber nomor satu di Indonesia. Saat tahun itu satu juta subscriber itu banyak banget, bahkan YouTuber lainnya masih banyak yang dibawah dua ratus ribu subscriber.

Oh iya, Malam Minggu Miko berjalan selama dua season. Untuk season pertama memiliki sebanyak 26 episode. Dan untuk season keduanya memiliki 26 episode juga. Jadi total episode dari serial ini yaitu sebanyak 52 episode. Dan setiap episodenya ini memiliki durasi 10 sampai 12 menit.

Tapi, jujur saja, antara season pertama dan kedua menurut saya pribadi lebih lucu season yang pertama. Ya pokoknya garing aja gitu yang season kedua. Cerita dan alurnya nggak selucu season pertama.

Di season kedua, posisi Rian digantikan oleh Dovi, yang di mana ia dikisahkan sebagai sepupunya si Miko. Dan juga si Dovi ini punya abang yang biasa ia panggil Kajo (Jovial da Lopez).

Sebetulnya antara season yang pertama dan kedua ini memiliki pola cerita yang sama, hanya pergantian peran saja. Karakter Dovi pun karakternya tak jauh berbeda seperti Rian.

Tapi, tetap sih menurut saya pribadi urusan akting lebih bagus dan lebih lucu Rian daripada Dovi. Apalagi akting Dovi terkesan lebay, nggak selucu Rian. Padahal salah satu yang membuat serial itu lucu salah satunya karena Rian.

Wajar juga sih, Rian adalah juara satu Stand Up Comedy Indonesia season pertama, juga termasuk salah satu founder stand up comedy di Indonesia.

Tapi, walaupun ceritanya nggak lucu-lucu amat, serial ini menjadi tonggak sejarah awal mula adanya web series di Indonesia. Bisa dikatakan Malam Minggu Miko itu pelopor adanya web series di Indonesia. Dan web series ini memiliki genre drama comedy yang juga jarang kita temui saat ini.

Sumber gambar: Akun Twitter @kabarMGL

BACA JUGA Kimetsu no Yaiba, Anime Paling Bagus dari Segi Kualitas Animasinya atau tulisan Rifky Aritama lainnya di Terminal Mojok.

Baca Juga:  Menikmati Jicomfest: Merasakan Selera Humor Orang-Orang Berduit

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
7


Komentar

Comments are closed.