Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Mengungsi ke Hotel saat Listrik Padam adalah Kemewahan yang Sulit Kita Lakukan

Atanasius Rony Fernandez oleh Atanasius Rony Fernandez
10 Agustus 2019
A A
listrik padam

listrik padam

Share on FacebookShare on Twitter

Listrik padam massal yang terjadi di sebagian besar Pulau Jawa dan termasuk Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta menghebohkan hampir seluruh Indonesia. Banyak orang yang menyebut orang-orang ‘pusat’ itu beruntung karena baru sekali merasakan listrik padam dalam waktu yang lama, sedangkan orang daerah sudah terbiasa merasakan listrik padam. Satu hal yang mengejutkan, ternyata sebagian orang-orang Jakarta yang memiliki kemampuan ekonomi baik mengungsi ke hotel saat terjadi listrik padam. Mengungsi ke hotel adalah satu hal yang sulit dilakukan kita terutama orang daerah, apalagi yang cuma punya gaji sesuai upah minimum daerah masing-masing.

Saya cukup kaget setelah melihat video YouTube Raditya Dika berjudul JAKARTA MATI LISTRIK! BAYI MENGUNGSI KE HOTEL! menduduki trending nomor satu di YouTube. Di video itu diceritakan banyak orang yang mencari hotel untuk mengungsi. Banyak hotel yang seketika penuh, bahkan di lobi hotel dipenuhi oleh orang-orang antri mengungsi sembari mencari listrik  untuk mengisi daya gawai serta mencari pendingin bagi mereka dan anak-anak mereka.

Tentu saja tidak ada yang salah  dari mengungsi ke hotel. Semua orang memiliki hak untuk melakukan apa pun yang mereka inginkan selagi mereka mampu. Mengungsi ke hotel saat listrik padam, bagaimana pun, tentu sebuah upaya mengungsi yang sangat menarik. Juga harus diakui, tidak semua dari kita bisa melakukannya.

Namun sayangnya, kami atau saya sebagai orang daerah, khususnya yang berkategori kelas menengah—agak ke bawah sedikit—cuma bisa terenyuh sembari menghabiskan kuota internet menonton video YouTube Raditya Dika itu. Seusai menonton video itu, saya dan teman saya yang saya ajak menonton video itu sedikit heran dan kemudian tertawa, karena menertawakan ‘keanehan’ mengungsi ke hotel, sambil menertawakan hidup kami yang ‘pas-pasan’ ini.

Di video itu, Raditya Dika memang tidak ingin memamerkan kekayaan loh, murni karena kebutuhan. Radit pun beberapa kali mengeluhkan biaya hotel yang mahal. Bahkan orang sekaya dia pun tetap merasa menginap di hotel untuk mengungsi termasuk mahal. Artinya, mengungsi ke hotel bukanlah suatu yang lumrah bagi mereka, meski pun tentu bisa kapan saja orang-orang menengah ke atas menginap di hotel. Bisa ditarik simpulan mengungsi ke hotel adalah solusi mereka mengatasi bencana listrik padam dalam jangka waktu yang cukup lama, yang memang sangat jarang mereka rasakan.

Setelah agak heran, kemudian saya bersyukur hidup di daerah. Walau pun sekarang dikatakan tidak ada perbedaan pusat dan daerah, tidak bisa dipungkiri masih adanya ketimpangan antara pusat dan daerah. Masih banyak daerah yang belum teraliri listrik secara merata. Orang di daerah juga sering mengalami listrik padam. Bahkan di awal tahun 2000-an di daerah saya harus merasakan listrik padam berselang satu hari. Di tahun ini pun beberapa kali masih mengalami listrik padam secara bergiliran.

Namun, bagaimana pun, pusat negara memang haruslah dinomorsatukan. Saat terjadi pemadaman listrik secara bergiliran pada malah hari di daerah, sayangnya tidak pernah saya dengar ada kompensasi bagi pelanggan. Padahal saya dan teman-teman saya yang masih sekolah kala itu tidak bisa belajar dengan baik. Kami terpaksa membakar lilin atau lampu minyak untuk sekadar mengerjakan PR. Itu hampir tiap hari dilakukan. Mungkin karena sering membaca dan menulis dengan nyala lilin yang redup membuat mata saya minus. Mata minus yang saya alami tentu saja bukan suatu hal yang begitu penting dipikirkan negara. Mau mengeluh pun saat itu ya percuma, besoknya pun listrik akan padam lagi.

Berbagai kepanikan seperti mencari hotel agar bisa segera mengisi daya gawai dan mencari pendingin, syukurnya tidak kami—orang di daerah—rasakan. Menginap di hotel adalah kemewahan, tapi kemewahan hakiki yang kami rasakan adalah kami tidak perlu mencari ruangan berpendingin karena udara di daerah kami masih segar. Apalagi saat listrik padam, udara seketika lebih mendingin karena paparan cahaya dan panas dari lampu tidak ada.

Baca Juga:

Derita Ngontrak di Jakarta Timur, Sudah Jadi Penyewa Tertib Tetap Diusir dengan Alasan Bohong

Pengalaman Menginap di Hotel Kapsul Bandara Soekarno-Hatta, Hotel Alternatif yang Memudahkan Hidup

Memang sih karena sering menghadapi listrik padam, jadi sudah terbiasa menyiapkan solusinya. Kalau listrik padam orang yang sudah terbiasa mengalaminya akan mempersiapkan genset untuk tetap membuat lampu menyala atau sekadar agar ikan koi bisa tetap hidup. Atau bisa menyalakan kipas angin kalau merasa gerah. Anu, dulu keluarga saya tidak mampu membeli genset, jadi ya solusinya cuma dengan lampu minyak atau lampu petromak.

Namun, kadang perdebatan hanya asyik di wilayah orang pusat beruntung dan orang daerah tidak beruntung. Kondisi listrik padam massal yang lalu menegaskan bahwa kondisi ketersediaan energi di negara kita belum baik. Di pusat negara saja listrik bisa padam berjam-jam dan melumpuhkan sebagian aktivitas masyarakat, apalagi di daerah, bukan? Ini tentu menjadi PR berat yang harus dicarikan solusinya oleh pemerintah. (*)

 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) yang dibikin untuk mewadahi sobat julid dan (((insan kreatif))) untuk menulis tentang apa pun. Jadi, kalau kamu punya ide yang mengendap di kepala, cerita unik yang ingin disampaikan kepada publik, nyinyiran yang menuntut untuk dighibahkan bersama khalayak, segera kirim naskah tulisanmu pakai cara ini.

Terakhir diperbarui pada 4 Februari 2022 oleh

Tags: dki jakartahotelkesenjangan sosiallistrik padampemadaman massalPLN
Atanasius Rony Fernandez

Atanasius Rony Fernandez

Jurnalis yang tinggal di Mataram, Lombok. Sesekali menulis karya sastra. Tertarik pada isu kesenian, sosial, dan kuliner. Penggemar AS Roma dan musik metal.

ArtikelTerkait

OYO hotel marketplace mojok

Membedah Sistem Kemitraan OYO dari Sudut Pandang Pemilik Hotel

1 September 2020
Penutupan 2 Hotel di Malang Gara-gara Open BO: Basmi Tikus, Bakar Lumbung

Penutupan 2 Hotel di Malang Gara-gara Open BO: Basmi Tikus, Bakar Lumbung

22 Mei 2023
Panduan Menginap di Hotel Berbintang untuk Pemula biar Nggak Kelihatan Katrok terminal mojok

Panduan Menginap di Hotel Berbintang untuk Pemula biar Nggak Kelihatan Katrok

23 Mei 2021
reservasi hotel untung rugi cara-cara pasangan ilegal, Jangan Jadi Manusia Norak Saat Menginap di Hotel!

4 Tipe Tamu Hotel Saat Sarapan

24 September 2020
5 Hal Penting yang Harus Dilakukan Sebelum Check Out Hotel Terminal Mojok

5 Hal Penting yang Harus Dilakukan Sebelum Check Out Hotel

26 Oktober 2022
parasite

Percuma Nonton Parasite Tapi Menutup Mata Pada Kesenjangan

14 Juli 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rindu Kota Batu Zaman Dahulu yang Jauh Lebih Nyaman dan Damai daripada Sekarang Mojok.co apel batu

Senjakala Apel Batu, Ikon Kota yang Perlahan Tersisihkan. Lalu Masih Pantaskah Apel Jadi Ikon Kota Batu?  

10 April 2026
4 Hal yang Harus Penumpang Ketahui tentang Stasiun Duri, Si Paling Sibuk dan Melelahkan se-Jakarta Barat

Stasiun Duri Lebih Bikin Stres dari Manggarai: Peron Sempit, Tangga Minim, Kereta Lama Datang

9 April 2026
Mempertanyakan Efisiensi Syarat Administrasi Seleksi CPNS 2024 ASN penempatan cpns pns daerah cuti ASN

Wajar kalau Masyarakat Nggak Peduli PNS Dipecat atau Gajinya Turun, Sudah Muak sama Oknum PNS yang Korup!

7 April 2026
Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi Mojok.co

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi 

8 April 2026
Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

7 April 2026
3 Hal di Karawang yang Membuat Pendatang seperti Saya Betah Mojok.co purwakarta

Seharusnya Karawang Mau Merendahkan Diri dan Belajar pada Purwakarta, yang Lebih Tertata dan Lebih Terarah

11 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Nekat ke Jakarta Hanya Modal Ambisi sebagai Musisi, Gagal dan Jadi “Gembel” hingga Bohongi Orang Tua di Kampung
  • Omong Kosong Slow Living di Malang: Pindah Kerja Berniat Cari Ketenangan Malah Dibikin Stres, Nggak Ada Bedanya dengan Jakarta
  • Kuliah Jurusan Sepi Peminat Unsoed Purwokerto, Jadi Jalan Wujudkan Mimpi Ortu karena Tak Sekadar Kuliah
  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.