Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Mengungkap Misteri Kebiasaan Menyisakan Makanan yang Tinggal Satu

Yafi' Alfita oleh Yafi' Alfita
23 Desember 2020
A A
Mengungkap Misteri Kebiasaan Menyisakan Makanan yang Tinggal Satu Terminal Mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Sebelum virus Covid-19 menyerang, saya dan teman-teman kerap mengadakan kegiatan kumpul bersama. Entah itu main ke kafe, camping, atau sekadar ngumpul di kos salah satu teman. Kegiatan ngumpul ini tentu tidak dapat dipisahkan dari aktivitas olah mulut alias mbadog. Seperti ada yang kurang rasanya jika kumpul dan bergosip ria dengan teman, tapi tidak ada makanan.

Ketika sedang ngumpul, saya dan teman-teman cenderung mengutamakan kegiatan mbadog ini. Makanan yang dibadog pun menyesuaikan dengan lokasi dan kondisi keuangan kami. Contohnya, ketika saya dan teman-teman sedang berkumpul di kos daerah Sapen, Yogyakarta. Makanan yang kemungkinan kami pesan adalah camilan legend di daerah itu, apalagi kalau bukan Tahu Walik Omta.

Beda lagi kalau sedang ngumpul di daerah Krapyak, Yogyakarta. Tempat di mana saya dipesantrenkan sejak MTs hingga kuliah. Di sini saya malah bingung memilih makanan saking banyaknya jajanan yang tersebar di Krapyak. Apa saja ada pokoknya. Tinggal dananya saja yang ada atau tidak~

Nah, di antara momen-momen tersebut, sering kali saya dan teman-teman ini hanya lapar mata. Beli makanan kadung banyak, tapi ujung-ujungnya diakhiri dengan kekenyangan. Namun, ada satu peristiwa yang unik di sini. Apabila kami semua sudah kenyang, kok ya ngepasi makanan yang tersisa di piring tinggal sebiji. Mbuh gimana asal-usul dan kronologinya. Akhirnya kami saling menyalahkan dan tunjuk-tunjukkan tentang siapa yang harus menghabiskan makanan tersebut.

Kejadian makanan yang hanya tersisa satu itu tidak hanya muncul sekali dua kali dalam hidup saya. Sudah berkali-kali saya dan teman-teman mengalami kejadian serupa. Hingga ketika ada makanan tersisa di piring, pasti ada saja yang nyeletuk, “To, lak mesthi tho.”

Oleh karena itu, saya ingin menerka-nerka apa alasan sebenarnya di balik kejadian yang unik itu. Apakah ada unsur mistis di dalamnya? Mari kita usut hal-hal yang kemungkinan menjadi alasan menyisakan makanan yang tinggal satu di piring.

#1 Malu

Ini adalah salah satu alasan paling klasik yang sering diungkapkan oleh orang. Menjadi orang yang terakhir mengambil makanan akan menyisakan beban tersendiri bagi orang tersebut. Saya sendiri pernah mengalaminya. Saat itu saya sudah kenyang dan terpaksa menghabiskan makanan yang tersisa karena sayang. Salah satu dari teman saya ada yang nyeletuk, “Iseh ngelih yo we?” Yang begini sungguh nyebahi.

Maka, demi menghindari celetukan yang nyebelin itu, lebih baik saya diam dan membiarkan oknum lain memakan makanan yang tinggal satu tersebut. Bukannya gimana, tapi saya tidak mau dikira masih lapar dan terlihat memelas~

Baca Juga:

Di Lidah Orang Jawa, Kuliner Madura Enak Kecuali yang dari Sumenep

3 Makanan Sunda yang Namanya Aneh dan Bikin Nggak Nafsu Makan

#2 Mendadak kenyang

Saya tidak tahu apakah ada kajian ilmiah di balik fenomena ini, tapi yang jelas saya betul-betul merasakannya. Saya tidak berbohong ketika bilang perut saya sudah kenyang dan ndilalah ngepasi makanan yang tersisa di piring tinggal satu. Kalau dibilang malu sepertinya juga tidak, lantaran saya sering berkumpul dengan orang-orang yang sama pekoknya dengan saya.

Apakah ada konspirasi tertentu dari elit-elit global yang menyamar jadi cacing-cacing di perut? Saya tidak tahu. Kebetulan juga tidak mau tahu. Entah gimana, yang jelas saya berharap ada kajian mendalam di balik alasan ini.

#3 Jaga image

Jaim atau jaga image mungkin alasan yang dimiliki oleh kaum-kaum introvert. Meski begitu, jika alasan ini terbukti benar, pastinya akan menyiksa cacing-cacing yang kelaparan. Lha gimana? Ngapain juga kalau aslinya lapar, tapi pura-pura tidak lapar. Berjuang tidak sebercanda itu, Sayang~

#4 Nggak mau ngasahi

Ini sepertinya alasan yang paling masuk akal dari alasan-alasan yang sudah saya sebutkan sebelumnya. Menjadi orang terakhir yang mengambil sisa makanan penghabisan selalu diiringi tanggung jawab untuk membersihkan piring. Meski tidak ada aturan tertulis mengenai hal ini, rasanya pekewuh kalau tidak sekalian membersihkan peralatan makan. Oleh karena itu, orang-orang lebih sering memilih untuk tidak mengambil makanan yang tinggal satu itu karena malas ngasahi. Lha piye? Males je, Brou~

BACA JUGA 4 Elemen Penting dalam Memilih Snack untuk Sajian Hajatan. Butuh Trik Khusus dan tulisan Yafi’ Alfita lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 23 Desember 2020 oleh

Tags: Makanansisa makanan
Yafi' Alfita

Yafi' Alfita

Generasi muda Indonesia yang suka install-uninstall Tinder, nggak tahu karena apa.

ArtikelTerkait

Seserahan Ala Betawi yang Patut Dilestarikan Eksistensinya di Era 4.0 terminal mojok

Seserahan ala Betawi yang Patut Dilestarikan Eksistensinya di Era 4.0

10 Juni 2021
Bukan Indomie, Justru Kerupuk Penyelamat Hari-Hari Melarat Kita

Bukan Indomie, Justru Kerupuk Penyelamat Hari-Hari Melarat Kita

2 April 2020
nyelalak tradisi rembang manggar bertukar makanan masakan solidaritas warga desa wabah corona mojok.co

Nyelalak, Pesta Bertukar Makanan ala Masyarakat Manggar di Rembang

3 April 2020
gorengan

Kenapa kalau Ada Gorengan Sisa Satu Nggak Ada yang Mau Ngabisin?

22 Maret 2020
7 Kuliner Paling Nggak Masuk Akal terminal mojok

7 Kuliner Paling Nggak Masuk Akal

23 Agustus 2021
lingsir wengi ponggol setan hantu tuselak mojok

Kenapa Ada Ponggol Setan, tapi Nggak Ada Ponggol Syar’i?

1 Juni 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saya Kapok Ikut Bukber! Cuma Kenyang Dipameri Lanyard Kantor dan Kesuksesan Teman-teman Mojok.co

4 Alasan yang Bikin Saya Malas Datang Bukber, Bukan Cuma karena Jadi Ajang Pamer

21 Februari 2026
Jangan Salah! Lebih dari 95% Penduduk Indonesia Tidak Mendukung Kemerdekaan

Jangan Salah! Lebih dari 95% Penduduk Indonesia Tidak Mendukung Kemerdekaan

26 Februari 2026
Alasan Vespa Matic Dibenci Tukang Servis Motor Mojok.co

Alasan Vespa Matic Dibenci Tukang Servis Motor

23 Februari 2026
Jalur Klemuk Kota Batu, Jalur Alternatif ke Pujon Malang yang Bikin Waswas Wisatawan, Jalur Maut yang Tak Digubris Pemerintah!

Jalur Klemuk Kota Batu, Jalur Alternatif ke Pujon Malang yang Bikin Waswas Wisatawan, Jalur Maut yang Tak Digubris Pemerintah!

21 Februari 2026
Mari Mengenal Salah Satu ‘Keajaiban’ dalam Hidup: Compounding

Mari Mengenal Salah Satu ‘Keajaiban’ dalam Hidup: Compounding

25 Februari 2026
Tan Malaka: Keunikan, Kedaulatan Berpikir, dan Sederet Karya Cemerlang

Tan Malaka: Keunikan, Kedaulatan Berpikir, dan Sederet Karya Cemerlang

26 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Hal Paling Berat dari Mudik Bukan Pertanyaan atau Dibandingkan di Reuni Keluarga, Tapi Ortu Makin Renta dan Situasi Setelahnya
  • Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali
  • Anak Muda Jadi Ketua RT: Antara Kerja Kuli, Keikhlasan, dan Dewasa Sebelum Waktunya
  • Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur
  • Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman
  • Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.