Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Menertawakan Buzzer Pendukung UU Cipta Kerja Adalah Kemewahan Terakhir Kita Bersama

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
6 Oktober 2020
A A
UU Cipta Kerja lawan buzzer pemerintah mojok

UU Cipta Kerja lawan buzzer pemerintah mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Jangan cemberut. Saya tahu, bulan Oktober terlihat sangat suram. Covid-19 masih merusak kehidupan dan penghidupan kita semua. Bagi fans MU dan Liverpool, bulan ini juga bukan bulan baik. Tapi, saya lebih bersimpati pada satu kelompok orang yang murung. Mereka yang kecewa dengan pengesahan UU Cipta Kerja.

Baik pekerja, mahasiswa, maupun masyarakat pada umumnya, merasa seolah-olah perjuangan setahun terakhir ini tidak berbuah apapun. Pada akhirnya RUU Cipta Kerja disahkan. Meskipun demo besar-besaran telah membakar berbagai kota, sepertinya wakil kita di parlemen lupa cara membuka telinga. Kumpulan undang-undang ini tetap digeber sampai menuju pengesahan. Duh Gusti.

Saya yakin, perjuangan untuk menolak UU Cipta Kerja belum berakhir. Pengesahan menjadi UU bukan palu mati bagi kita. Bahkan, UU yang telah sah masih bisa direvisi bahkan dihapus kok. Namun, mari sejenak kita menghela nafas berat. Bersama-sama kita tertawakan sekumpulan buzzer yang mendukung pengesahan RUU Cipta Kerja yang bergerilya media sosial. Sebab, narasi mereka memang patut ditertawakan!

Mungkin Anda merasa penyebutan buzzer ini berlebihan. Tapi, saya rasa penyebutan ini tepat karena banyak opini yang berseliweran di media sosial sangat template dan jelas-jelas menggunakan metodologi copy-paste dalam berargumen. Bahkan banyak akun yang seperti sibuk sendiri berkomentar di berbagai laman media sosial. Tentunya dengan narasi yang berulang-ulang.

Lalu, apa yang bisa ditertawakan dari para buzzer ini? Saya sarankan untuk membaca komentar mereka langsung. Cukup perhatikan saja. Komentar mereka kerap kali terlihat konyol. Komentar para buzzer ini terkesan berasal dari orang yang tidak paham apa yang dia bicarakan. Dan sekali lagi, kekonyolan ini dilakukan berulang-ulang tanpa bosan.

Mari kita bahas beberapa komentar konyol dan berulang ini. Pertama (dan paling sering muncul) adalah hujatan pada penolak pengesahan RUU Cipta Kerja. Bagi para buzzer ini, penolakan pada RUU Cipta Kerja adalah kerja oposisi pemerintah. Tentu sambil menyebut-nyebut nama tokoh yang dipandang kontra dengan pemerintah hari ini. Intinya, semua disetir pihak yang ingin mengail di air keruh.

Komentar seperti ini memang bukan hal baru. Setiap ada opini yang kontra pemerintah, selalu saja dicap bersumber dari oposisi. Suasana pemilu lampau terasa masih kuat dan menyebalkan. Padahal, banyak juga lho para penolak UU Cipta Kerja yang sebelumnya mendukung pemerintahan Jokowi-Amin. Dan lucunya lagi, asumsi menolak=oposisi seperti menunjukkan bahwa sang buzzer tidak pernah memahami apa yang ditolak dari RUU ini.

Komentar konyol berikutnya adalah ucapan selamat kepada pemerintah dan DPR. Mereka memenuhi kolom komentar dengan sorak sorai suka cita. Mereka menyelamati pemerintah karena sukses membuka keran investasi dan membuka lapangan kerja. Dan menurut saya, ini punya tingkat kelucuan di atas rata-rata.

Baca Juga:

Hidup dengan Gaji UMR Itu Indah, tapi Bo’ong

Derita Lulusan Cumlaude S1 Informatika, Berharap Lulus Bisa Jadi Top Hacker Malah Nyasar Bekerja Menjadi Buzzer

Pertama, menyelamati pemerintah mengesahkan UU yang didemo sejak awal sampai sekarang itu lucu. Bayangkan, mengesahkan sesuatu yang ditolak habis-habisan kok dianggap sebuah prestasi. Yang kedua, baru saja UU ini disahkan kok sudah ngimpi lapangan kerja baru? Hebat sekali ya UU Cipta Kerja ini, seperti pesugihan.

Bicara masalah lapangan kerja, ada lagi model kekonyolan lain. banyak akun yang menggembar-gemborkan bahwa para pekerja Indonesia kurang bersyukur. Menurut para buzzer ini, menolak UU Cipta Kerja berarti tidak mensyukuri pekerjaan yang sudah diperoleh. Harusnya, para pekerja mendukung UU ini sebagai bentuk syukur masih memiliki pekerjaan. Beberapa buzzer menggunakan ungkapan paling menyebalkan: narimo ing pangdum.

Menurut saya, menolak UU Cipta Kerja adalah bentuk rasa syukur atas pekerjaan yang dimiliki. Dengan menolak UU ini, pekerja tengah menghidupi pekerjaannya yang tengah terancam peraturan sepihak ini. Mereka tidak ingin selalu jadi buruh kontrak. Mereka tidak ingin gaji mereka makin dipangkas. Jika pekerja tak acuh pada masalah yang dihadirkan UU Cipta Kerja, berarti mereka menganggap pekerjaan mereka ga penting-penting amat kan?

Selanjutnya, ada kelucuan para buzzer yang dikemas sebagai “melawan hoax”. Banyak komentar buzzer yang berulang-ulang “meluruskan hoax” dari UU Cipta Kerja. Dari dihapusnya UMK dan UMR, dihapusnya cuti hamil, dan upah per jam. Mereka mengajukan pasal-pasal yang dipandang bisa mematahkan hoax tersebut.

Lucunya, mereka hanya mencukil sepotong-sepotong saja dari kesatuan bab yang mencakup pasal tersebut. Jika kita telaah secara keseluruhan, cacat yang menyebabkan UU Cipta Kerja ditolak memang ada meskipun tersirat. Tapi, narasi tentang pelurusan hoax ini diunggah berulang-ulang dan sangat serupa. Khas buzzer yang sedang perang di media sosial.

Masih banyak lagi kelucuan para buzzer pendukung UU Cipta Kerja. Sepertinya kelucuan ini akan tetap hangat sampai beberapa waktu ke depan. Yah, UU Cipta Kerja memang sudah disahkan. Namun, bukan berarti kita hanya “narimo ing pangdum” menerima UU menyebalkan ini. UU bukanlah hukum alam yang tidak bisa dibantah atau dibatalkan.

Tapi, kita rehat sejenak barang beberapa jam. Mari tertawakan buzzer yang sok-sokan membela hajat orang banyak. Setelah selesai tertawa, mari lanjutkan penolakan terhadap UU Cipta Kerja ini!

BACA JUGA Omnipotence Paradox: Bisakah Tuhan Menciptakan Batu yang Tak Bisa Tuhan Angkat? dan tulisan Prabu Yudianto lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 6 Oktober 2020 oleh

Tags: BuruhbuzzerLawanmogokpemerintahUU Cipta Kerja
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

mixtape untuk anggota dpr agar sahkan ruu pks Mixtape untuk para BuzzerRp Pendukung RUU Omnibus Law

Mixtape untuk para BuzzerRp Pendukung Omnibus Law

11 Maret 2020
buzzer

Buzzer: Niatnya Ngejebak Tapi Malah Kebongkar

1 Oktober 2019
Google Maps: Aplikasi Rusak yang Makin Rusak Gara-gara Ulah Penggunanya yang Tolol tiktok

Google Maps: Aplikasi Rusak yang Makin Rusak Gara-gara Ulah Penggunanya yang Tolol

9 Februari 2024
Hidup dengan Gaji UMR Itu Indah, tapi Bo’ong (Pixabay)

Hidup dengan Gaji UMR Itu Indah, tapi Bo’ong

24 September 2025
Bisakah Kita Menikmati Musik Tanpa Peduli Pilihan Politik sang Musisi? (Pixabay.com)

Bisakah Kita Menikmati Musik Tanpa Peduli Pilihan Politik sang Musisi?

1 November 2022
puan maharani dpr Pak RT mojok

3 Alasan Pak RT Saya Lebih Layak Jadi Ketua DPR RI

10 Oktober 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dilema Warga Brebes Perbatasan: Ngaku Sunda Muka Tak Mendukung, Ngaku Jawa Susah karena Nggak Bisa Bahasa Jawa

Brebes Punya Tol, tapi Tetap Jadi Kabupaten Termiskin di Jawa Tengah

10 April 2026
TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk Mojok.co

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk 

6 April 2026
7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Purwokerto Tidak Butuh Mall Kedua, Setidaknya untuk Sekarang

7 April 2026
Mobil Honda Mobilio, Mobil Murah Underrated Melebihi Avanza (Unsplash)

Kaki-kaki Mobil Honda Tidak Ringkih, Jalanan Indonesia Saja yang Kelewat Kejam!

5 April 2026
Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak di Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd Mojok.co

Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd

5 April 2026
Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg Mojok.co

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Omong Kosong Slow Living di Malang: Pindah Kerja Berniat Cari Ketenangan Malah Dibikin Stres, Nggak Ada Bedanya dengan Jakarta
  • Kuliah Jurusan Sepi Peminat Unsoed Purwokerto, Jadi Jalan Wujudkan Mimpi Ortu karena Tak Sekadar Kuliah
  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.