Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Menerka Maksud Aldi Taher Sembelih “DPR” Saat Iduladha 

Fatimatuz Zahra oleh Fatimatuz Zahra
30 Juni 2023
A A
Menerka Maksud Aldi Taher Sembelih "DPR" Saat Iduladha 

Menerka Maksud Aldi Taher Sembelih "DPR" Saat Iduladha  (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Manuver politik Aldi Taher yang nyentrik, belakangan selalu menjadi sorotan. Bukan hanya karena polanya yang tak biasa dan terkesan mendobrak pakem, tapi juga karena kaya akan aspek hiburan. Setelah kemunculannya di berbagai media nasional setelah pengumuman pencalegan dirinya, di momen hari raya Iduladha kemarin, Aldi Taher kembali menyedot perhatian dengan menyembelih hewan kurban berupa sapi yang ia beri nama “DPR.”

Sejumlah media kemudian ramai-ramai memberitakan momentum tersebut. Dilansir dari Bisnis.com, Aldi Taher menamai hewan kurban yang dia beli dari hasil penjualan tiket konser tersebut dengan nama “DPR” sebagai akronim dari Dia Pilihan Rakyat. Ia berharap sapi yang dibelinya tersebut dapat berguna untuk masyarakat secara luas.

Pesan di balik penyembelihan hewan kurban

Selain nyentrik, nama tersebut sekilas mengingatkan saya kepada petuah para pemuka agama terkait ibadah kurban. Prof. Quraish Shihab dalam sebuah wawancara dengan putrinya, Mbak Najwa Shihab, pernah berujar bahwa menyembelih hewan kurban merupakan simbol yang mewakili harapan untuk menyembelih sifat kebinatangan kita.

Sebagaimana yang dijelaskan dalam kitab Al-Hikam bahwa manusia memang memiliki sebagian dari sifat binatang seperti hawa nafsu terhadap kekuasaan, sumber daya, hingga sesama manusia. Hal ini hendaknya dikendalikan dengan akal manusia, bukannya dituruti terus menerus.

Barangkali hal itu jugalah yang mendorong Aldi Taher untuk “menyembelih DPR.” Sebagai bakal calon anggota DPR RI, barangkali ia ingin berpesan kepada para anggota dewan supaya membunuh sifat-sifat kebinatangan tersebut.

Ya, sebagai masyarakat yang diwakili, sepertinya kita sudah cukup kenyang melihat berita-berita dari kantor parlemen yang bikin mengelus dada. Mulai dari yang pura-pura tuli saat rakyat yang diwakili butuh didengar, meminta fasilitas mewah dari uang rakyat, hingga kasus-kasus hilang menghilangkan uang rakyat dengan berbagai cara.

Bukan sekadar gimik

“Menyembelih (sapi bernama) DPR” ala Aldi Taher barangkali memang bukan sekadar gimik, melainkan sebagai aspirasi yang ingin ia sampaikan terhadap para anggota dewan yang duduk di parlemen berkat suara rakyat. Supaya mereka tak lupa dengan mandatnya, yaitu mewakili kedaulatan rakyat dalam cabang kekuasaan. Supaya mereka tak sibuk menghidupi sifat kebinatangan untuk memperkaya diri dan kelompoknya.

Ibadah kurban juga adalah ibadah yang bersifat sosial. Setelah disembelih, daging hewan kurban dibagikan kepada masyarakat sekitar untuk dinikmati bersama keluarga. Seorang shohibul kurban pasti sudah paham bahwa binatang yang akan ia sembelih tak akan ia nikmati sendirian, melainkan untuk dibagikan kepada khalayak.

Baca Juga:

Adakah di Luar Sana, Perantau yang Sudah 7 Tahun Merayakan Iduladha di Tanah Asing Seperti Saya? Perantau yang Menimbun Rasa Kangen Keluarga

3 Kawasan yang Jadi Tempat Jualan Hewan Kurban Dadakan di Semarang

Aldi Taher hendak mengingatkan para anggota dewan

Hal ini juga yang mungkin menginspirasi Aldi Taher sehingga tercetus ide untuk menamai sapinya dengan nama DPR. Dengan menyembelih sapi bernama DPR, Aldi mungkin ingin mengingatkan bahwa para anggota dewan adalah pihak yang paling punya kewajiban untuk bermanfaat bagi rakyat. Sebab, mereka telah berani mengabdikan diri sebagai perwakilan rakyat. Jabatan dan kedudukan mereka di parlemen bukanlah milik mereka semata, melainkan milik rakyat yang seharusnya ia sampaikan suaranya.

Terakhir, namun barangkali adalah yang paling penting, yaitu bahwa kita perlu mengingat sapi adalah binatang yang kerap kali dibawa pemiliknya menggunakan tali. Sapi biasanya tak punya daya untuk menolak arahan sang empunya. Kenapa? Ya karena telanjur dipasang tali tampar di lehernya.

“Menyembelih DPR” barangkali adalah pesan Aldi Taher supaya tak ada lagi anggota dewan yang berlaku bak sapi. Terikat kontrak dengan kepentingan partainya sehingga tak punya kuasa atas suaranya, melainkan mengikuti ke mana arah kepentingan petinggi partainya.

Penulis: Fatimatuz Zahra
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Aldi Taher Itu Nggak Salah, Mindset Kita lah yang Perlu Dibenahi.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 30 Juni 2023 oleh

Tags: aldi taherhewan kurbaniduladha
Fatimatuz Zahra

Fatimatuz Zahra

Sedang belajar tentang manusia dan cara menjadi manusia.

ArtikelTerkait

nyate

Serba Serbi Sambat: Mari Kita Nyate dengan Bijak!

12 Agustus 2019
Sapi Ngamuk Adalah Tragedi yang Paling Diharapkan ketika Penyembelihan Hewan Kurban terminal mojok

Sapi Ngamuk Adalah Tragedi yang Paling Diharapkan ketika Penyembelihan Hewan Kurban

20 Juli 2021
Aldi Taher Itu Nggak Salah, Mindset Kita lah yang Perlu Dibenahi

Aldi Taher Itu Nggak Salah, Mindset Kita lah yang Perlu Dibenahi

29 Mei 2023
Ceramah K.H. Anwar Zahid: Memaknai Kembali Idulfitri agar Tak Dirayakan secara Berlebihan

Ceramah K.H. Anwar Zahid: Memaknai Kembali Idulfitri agar Tak Dirayakan secara Berlebihan

20 April 2023
kambing-kambing

Jalur Pedestrian Kian Menyempit, Kambing-Kambing pun Ikut Mengekspansi

6 Agustus 2019
Pengalaman Jual Hewan Kurban, Pernah Diajak Kenalan Sampai Ditawarin Asuransi Terminal Mojok

Pengalaman Jual Hewan Kurban, Pernah Diajak Kenalan Sampai Ditawarin Asuransi

22 Januari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kalau Penulis Buku Bermasalah, Pembacanya Ikut Berdosa Juga atau Tidak?

Kalau Penulis Buku Bermasalah, Pembacanya Ikut Berdosa Juga atau Tidak?

29 Maret 2026
Kembaran Bukan Purwokerto, Jangan Disamakan

Iya Saya Tahu Purwokerto Itu Kecamatan Bukan Kota, tapi Boleh Nggak Kita Santai Saja?

28 Maret 2026
4 Hal yang Wajar di Tegal, tapi Nggak Lazim dan Bikin Bingung Pendatang Mojok.co

Mewakili Warga Tegal, Saya Ingin Menyampaikan Permintaan Maaf kepada Pemudik

28 Maret 2026
Growol, Makanan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Dipikirkan Dua Kali kalau Mau Dijadikan Oleh-Oleh Mojok.co

Growol, Makanan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Dipikirkan Dua Kali kalau Mau Dijadikan Oleh-Oleh

31 Maret 2026
Saya Kira Jadi PPPK Bikin Hidup Tenang, Ternyata Cuma Ganti Kecemasan yang Lain

Saya Kira Jadi PPPK Bikin Hidup Tenang, Ternyata Cuma Ganti Kecemasan yang Lain

2 April 2026
Orang Waras Pilih Toyota Agya Dibanding Honda Brio, Lebih Keren dan Bebas Julukan Aneh-aneh Mojok.co

Orang Waras Pilih Toyota Agya Dibanding Honda Brio, Lebih Keren dan Bebas Julukan Aneh-aneh

28 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Innova Reborn: Mobil Keluarga yang Paling Punya Adab, Tidak Mengeluarkan Aura Brengsek seperti Fortuner dan Pajero
  • Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut dan Tagihan Shopee PayLater
  • Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia
  • Gelar Siswa Terpintar Tak Berarti buat Kuliah UB, Terdampar di UIN Malah Jadi Mahasiswa Goblok, Nyaris DO dan Lulus Tak Laku Kerja
  • Vario 160 Adalah Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Motor Honda, tapi Sejauh Ini Menjadi Matik Terbaik yang Tahan Siksaan
  • Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.