Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Personality

Saya Orang Desa yang Memilih Pakai Jasa WO daripada Sistem Rewang untuk Pesta Pernikahan

Jevi Adhi Nugraha oleh Jevi Adhi Nugraha
15 Juni 2022
A A
Saya Orang Desa yang Memilih Pakai Jasa WO daripada Sistem Rewang untuk Pesta Pernikahan Terminal Mojok

Saya Orang Desa yang Memilih Pakai Jasa WO daripada Sistem Rewang untuk Pesta Pernikahan (Agung Duta Manggala/Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa waktu lalu, saya sempat berdebat dengan orang tua masalah pesta pernikahan. Sebagai orang yang menganut konsep minimalis, saya menginginkan agar pesta pernikahan saya menggunakan jasa Wedding Organizer (WO) agar lebih praktis dan menghemat biaya. Namun, keinginan saya ini ditolak mentah-mentah oleh orang tua karena dianggap “menyimpang” dari kebiasaan masyarakat desa.

Ya, saya tinggal di salah pelosok desa di Gunungkidul yang mana pakai jasa WO belum lazim digelar di lingkungan pedesaan. Mayoritas masyarakat masih menggunakan tradisi rewang saat menggelar pesta hajatan. Biasanya, sanak saudara dan warga sekitar akan diundang dan membantu acara pesta pernikahan dari awal sampai akhir.

Sebagai orang yang tinggal di pedesaan, bagi saya, sistem rewang itu ribet. Tidak hanya menghabiskan banyak biaya, tetapi juga sangat menguras tenaga. Maka dari itu, saya lebih cenderung memilih menggunakan jasa WO daripada sistem rewang. Ada beberapa alasan mengapa pakai jasa WO lebih baik dari sistem rewang.

#1 Tidak merepotkan tetangga

Dalam tradisi rewang, biasanya tetangga sekitar akan diundang dan akan membantu pesta hajatan dari awal hingga akhir. Tidak hanya membantu soal tenaga, bahkan warga sekitar juga dituntut untuk membantu secara materi. Iya, selain harus capek-capek ngurusi urusan perdapuran, perewang juga wajib mengisi amplop dan memasukannya ke dalam kotak besar yang telah disediakan pemilik hajatan.

Di samping itu, kini masyarakat pedesaan juga semakin sibuk mencari kebutuhan hidup. Ibaratnya, untuk mencari makan keluarga saja sudah sangat susah, kok disuruh membantu kegiatan rewang yang menghabiskan banyak tenaga dan materi?

Berbeda jika pakai jasa WO, tuan rumah akan terbebas dari beban pikiran seolah telah “memanfaatkan tetangga” sehingga perasaan akan jauh lebih tenang dan nyaman selama prosesi pernikahan. Sementara itu, warga di sekitar hanya perlu menghadiri resepsi tanpa harus berjibaku di dapur yang sungguh melelahkan lahir batin.

#2 Meminimalisir pamer perhiasan

Tradisi rewang merupakan salah satu media untuk bersilaturahmi, berinteraksi, dan menciptakan guyup rukun dengan lingkungan sosial. Namun seiring berjalannya waktu, tradisi rewang telah mengalami pergeseran nilai. Bukannya untuk mempererat tali silaturahmi, justru dipakai untuk ajang gibah dan pamer perhiasan.

Hampir semua warga yang diundang untuk rewang, baik laki-laki maupun perempuan, akan mengenakan perhiasan terbaiknya, mulai dari jam tangan, kalung, gelang, dan lainnya. Ya, ini sebuah fakta yang terjadi di masyarakat pedesaan hari ini yang mana tradisi rewang telah dibajak menjadi ajang pamer kekayaan yang bisa memicu iri dan dengki.

Baca Juga:

Nggak Ada Wedding Organizer di Madura karena Orang Madura Nggak Butuh

Ngunduh Mantu di Desa Adalah Arisan Bergilir Berkedok Persaudaraan

Selain itu, dalam tradisi rewang saat ini juga ada semacam pertentangan kelas. Biasanya, para pengusaha di kampung akan diberi tugas sebagai among tamu (menyambut tamu), yang tentunya pakai pakaian rapi dan duduk manis di area resepsi. Sebaliknya, bagai warga yang sehari-hari hanya berprofesi sebagai buruh tani dengan penghasilan tidak menentu, akan ditempatkan dan diberi tugas di dapur, mulai dari mencuci piring, memasak, nggodog wedang, dan pekerjaan berat lainnya.

Hal ini tentu tidak akan terjadi saat Anda pakai jasa WO. Para pekerja WO akan fokus melaksanakan tugas dengan detail, matang, dan tanpa drama pamer perhiasan. Jadi, menggunakan jasa WO adalah pilihan paling tepat di tengah kondisi masyarakat pedesaan yang semakin membingungkan.

#3 Tidak ribet

Ada banyak keuntungan yang didapatkan menggunakan jasa WO. Tidak hanya lebih matang dalam mempersiapkan pernikahan, tetapi juga akan lebih menghemat tenaga dan pikiran. Anda hanya perlu membayar pihak WO dan duduk manis di rumah tanpa memikirkan tetek mbengek seperti mencari tenda, sound system, fotografer, dan mengundang tetangga sekitar untuk rewang.

Menentukan siapa saja yang akan diundang rewang itu tidak mudah. Bahkan, salah perhitungan dalam mengundang bisa berakibat fatal. Ya, jika ada tetangga sekitar yang lupa tidak diundang, ini akan meningkatkan risiko konflik antara pemilik hajatan dan orang yang tidak diundang.

Pertanyaan-pertanyaan seperti, “Wah, kok aku tidak diundang, ya? Salahku apa?” atau “Kenapa dia tidak ngundang aku, padahal semua tetanggaa-tetangga diundang semua?” dan lain sebagainya akan muncul. Tentu ini sungguh bikin pusing dan cenderung menghabiskan energi untuk hal-hal yang antah berantah.

Sialnya, pertanyaan-pertanyaan tersebut akan diingat-ingat warga seumur hidup. Dan suatu hari, akan terjadi semacam balas dendam. Yang mana pihak yang lupa tidak Anda undang itu, tidak akan mengundang Anda saat dia menggelar pesta hajatan.

Nah, persoalan-persoalan semacam ini tidak akan terjadi apabila Anda menggunakan jasa WO. Semua urusan akan ditangani oleh para ahlinya tanpa ada drama-drama kehidupan yang sungguh membagongkan.

#4 Tidak perlu ulih-ulih

Dalam tradisi rewang ada istilah ulih-ulih atau punjungan. Ulih-ulih atau punjungan adalah memberi beberapa bungkus nasi lengkap dengan lauknya kepada para perewang. Ya, semua yang Anda undang rewang, wajib diberi semacam hadiah berupa nasi yang dibungkus dengan daun jati lengkap dengan lauk pauk seperti mi, oseng-oseng kentang, daging kambing, dan lain lainnya. Bayangkan saja, berapa besar  biaya yang harus Anda keluarkan untuk memenuhi kebutuhan ini?

Tanpa memberi punjungan tersebut, Anda telah melanggar peraturan tradisi rewang. Tentu saja, jika sampai lupa tidak memberi hadiah ini, nama baik Anda akan tercoreng di masyarakat dan akan diingat-ingat seumur hidup.

Tentu jauh berbeda jika menggunakan jasa WO. Selain lebih hemat, Anda tidak akan terbebani dengn hal-hal yang memang cukup memusingkan tersebut. Pasalnya, pihak WO akan mengatur semua urusan dari awal sampai akhir pesta pernikahan tanpa sebuah drama sosial yang saat ini tengah berlangsung di lingkungan pedesaan.

Itulah beberapa alasan mengapa pakai jasa WO lebih baik dari sistem rewang. Sebagai orang yang tinggal di pedesaan, sampai saat ini saya masih berdebat dengan orang tua mengenai permasalahan ini. Orang tua, terutama ibu saya, tetap menginginkan pesta pernikahan yang digelar menggunakan sistem rewang.

“Iki ki urip ning ndeso, Le. Rewang kui tradisi nenek moyang sing wis mengakar kuat ning kene. Mbuh abot apa empeng, wis dadi tanggung lan disengkuyung karo warga masyarakat (Ini hidup di desa, Le. Rewang itu tradisi nenek moyang yang sudah mengakar kuat di sini. Berat maupun ringan, semua sudah menjadi tanggung jawab warga masyarakat),” begitu kata beliau.

Ya, begitulah hidup. Pasangan saja belum ada, sudah berdebat sama orang tua mengenai strategi dan sistem pernikahan yang akan saya anut kelak. Wis, wis, hambok mending turu, ora risiko!

Penulis: Jevi Adhi Nugraha
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Waspada Tipu Daya Wedding Organizer Abal-abal!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 15 Juni 2022 oleh

Tags: jasa WOpesta pernikahantradisi rewangan
Jevi Adhi Nugraha

Jevi Adhi Nugraha

Lulusan S1 Ilmu Kesejahteraan Sosial UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang berdomisili di Gunungkidul.

ArtikelTerkait

Sistem All You Can Eat di Pesta Pernikahan yang Lebih Sering Jadi Bahan Ghibah

Sistem All You Can Eat di Pesta Pernikahan yang Lebih Sering Jadi Bahan Ghibah

5 Januari 2020
Nikah Gratis di KUA: Sebuah Tren yang Layak Dinormalisasi dan Dirayakan

Nikah Gratis di KUA: Sebuah Tren yang Layak Dinormalisasi dan Dirayakan

2 Februari 2023
Urutan Terendah sampai Tertinggi Menu Gubukan di Pesta Pernikahan Berdasarkan Panjangnya Antrean Tamu Undangan

Urutan Terendah sampai Tertinggi Menu Gubukan di Pesta Pernikahan Berdasarkan Panjangnya Antrean Tamu Undangan

2 Juni 2024
Tidak Ada Hajatan yang Menguntungkan Terminal Mojok

Tidak Ada Hajatan yang Menguntungkan

5 Januari 2023
Senjakala Tradisi Rewang Semua Bakal Pakai Jasa WO pada Waktunya Terminal Mojok

Senjakala Tradisi Rewang: Semua Bakal Pakai Jasa WO pada Waktunya

25 Agustus 2022
Menormalisasi Resepsi Pernikahan Tanpa Sumbangan. Bukannya Sultan, Hanya Nggak Ingin Punya Beban Mojok.co

Menormalisasi Resepsi Pernikahan Tanpa Sumbangan. Bukannya Sultan, Hanya Nggak Ingin Punya Beban

13 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Suzuki Katana Adalah Mobil yang Menyalahi Logika, Banyak Orang Menyukainya walau Jadul dan Kerap Bikin Sakit Pinggang Mojok.co

Suzuki Katana Adalah Mobil yang Menyalahi Logika, Banyak Orang Menyukainya walau Jadul dan Kerap Bikin Sakit Pinggang

1 April 2026
7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Purwokerto Nyaman, tapi Salatiga yang lebih Menjanjikan Jika Kamu Ingin Menetap di Hari Tua

1 April 2026
Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas Mojok.co

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

6 April 2026
Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal Mojok.co

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

5 April 2026
Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN (Shutterstock)

Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN

3 April 2026
TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk Mojok.co

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk 

6 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak
  • Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial
  • Terpaksa Kuliah di Jurusan yang Tak Diinginkan karena Tuntutan Beasiswa, 4 Tahun Penuh Derita tapi Mendapatkan Hikmah Setelah Lulus
  • Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer
  • Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga
  • Kuliah di Jurusan Paling Dicari di PTN, Setelah Lulus bikin Ortu Kecewa karena Kerja Tak Sesuai Harapan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.