Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Menanggapi Tulisan Panitia yang Paling Capek itu Divisi Perlengkapan: Maaf Mas, Belum Pernah Tahu Rasanya Menjadi Bendahara Pelaksana, ya?

Siti Halwah oleh Siti Halwah
21 Agustus 2019
A A
bendahara pelaksana

bendahara pelaksana

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa hari yang lalu, sebuah artikel dengan judul Panitia yang Paling Capek itu Divisi Perlengkapan tayang di rubrik Terminal Mojok. Artikel tersebut memuat tulisan mengenai betapa melelahkannya menjadi anggota divisi perlengkapan. Menurut penulis, divisi perlengkapan memiliki tugas yang sangat berat.

Namun, tahukah si penulis bahwa ada salah satu panitia yang pekerjaannya mungkin tak terlihat bahkan seolah tak kasatmata, tapi sangat melelahkan. Dia bukan bagian dari divisi apa pun, namun harus terkoordinasi dengan semua divisi. Namanya Bendahara Pelaksana yang seringnya disingkat menjadi Benpel.

ADVERTISEMENT

Bendahara Pelaksana Tak Sama dengan yang Lain

Bendahara Pelaksana bekerja tidak seperti divisi kepanitiaan yang lain. Ia bekerja secara tak kasatmata. Bertugas untuk menghitung dan mengetahui jalannya peredaran dana. Jika divisi Danus (Dana Usaha) adalah orang-orang yang mencari dana, maka Benpel bertugas memegang dan mengawasi dana yang dipegangnya.

Berbeda dengan berbagai divisi lain yang sibuknya kadang hanya pada salah satu di antara pra, hari-H atau pasca acara. Maka tugas Benpel sudah dimulai jauh sebelum acara ditetapkan. Makanya, orang-orang yang dipilih menjadi Benpel biasanya melalui proses yang selektif dan tidak main-main.

Saya termasuk salah satu mahasiswa langganan yang menjadi Bendahara Pelaksana. Pekerjaannya mungkin tidak melelahkan secara fisik, tetapi batin. Setiap hari, saya harus membawa buku catatan untuk mencatat proses pemasukan dan pengeluaran dana, baik tanggal, jumlah uang yang dikeluarkan dan masuk, barang yang dibeli dan yang paling penting: NOTA.

Menjadi Benpel harus siap menjadi orang yang penuh curiga. Kira-kira begitulah petuah yang diajarkan senior pada saya. Jika ada panitia dari sebuah divisi meminta uang untuk membeli keperluan, Benpel harus bertanya sedetail mungkin: untuk apakah barangnya? Berapa jumlahnya? Pentingkah? Jika bisa, cobalah meminjam dulu, jangan langsung membeli apalagi untuk benda-benda sepele.

Selalu Siap dengan Keadaan

Setiap saat, baik ketika ada dana masuk atau keluar, Benpel harus selalu menghitung uang yang dipegangnya. Mencocokkannya dengan nota pembelian. Selisih lima ratus perak saja, rasanya sudah pusing apalagi jika selisihnya lebih dari itu. Uang harus dihitung berkali-kali hanya untuk memastikan bahwa dana yang dipegang sudah sesuai dengan catatan pemasukan dan pengeluaran.

Di awal, Benpel harus berkoordinasi dan kadang sedikit memaksa divisi acara. Apalagi jika acara seminar yang mengharuskan para peserta mengeluarkan biaya. Untuk menentukan HTM (Harga Tiket Masuk), Benpel kadang lebih sering dibuat uring-uringan. Divisi acara inginnya pemateri yang “wah” untuk menarik minat peserta dengan HTM standar mahasiswa, tanpa perlu berbelas kasih melihat ketersediaan dana.

Baca Juga:

Pemilik kos nggak problematik, fasilitas yang seharusnya tercantum dalam brosur

Nasib apes mahasiswa tanggung, susah dapat beasiswa karena kebanyakan untuk mahasiswa kurang mampu

Alhasil, HTM harus dikalkulasikan dengan biaya paling mepet. Dimulai dari konsumsi peserta, honor pemateri, sertifikat peserta, hingga seminar kit dan fasilitas yang didapatkan peserta. Ujung-ujungnya, Benpel harus dengan tega menugaskan divisi acara untuk mencari peserta dengan target tertentu.

Selain itu, Benpel juga harus selalu berurusan dengan divisi konsumsi. Ketahuilah, jika konsumsi yang kalian dapatkan tidak terlalu luar biasa, di belakangnya pasti selalu ada Benpel yang dengan tega memotong banyak anggaran. Tujuannya tentu saja agar honor pemateri dapat dibayarkan meskipun dengan risiko memotong dana konsumsi.

Membuat LPJ adalah Hal Lumrah

Mungkin memang ada yang namanya sponsorship. Tapi, ketahuilah bahwa sponsorship justru menambah daftar panjang pekerjaan para Benpel. Jika terdapat 5 sponsorship, maka Benpel harus bersiap-siap untuk membuat 5 LPJ (Laporan Pertanggungjawaban), belum lagi LPJ untuk Universitas atau Fakultas yang susahnya nauzubillah.

LPJ adalah puncak dari semua pekerjaan dari Benpel. Di sana, Benpel harus berurusan dengan hal-hal remeh yang sangat memusingkan, yaitu mencocokkan dana dengan nota. Ya, nota harus dilampirkan di LPJ. Wajib. Masalahnya, tidak semua keperluan pengeluaran ada notanya dan tidak semua nota lolos uji kelayakan LPJ dari kampus.

Kriteria terpenting dari nota dalam LPJ adalah harus ada tanggalnya, nama penjual, jumlah barang dan pengeluaran, stempel dan tanda tangan. Jangan lupa, nama tokonya juga harus dilengkapi dengan alamat. Kasarnya, bukan nota sembarangan yang bebas dijual di pasaran, tapi memang nota khusus milik toko tersebut. Memikirkannya saja saya sudah pusing.

Belum lagi jika LPJ yang diajukan justru ditolak dan direvisi berkali-kali. Rasanya sudah mau nangis saja. Bagian Keuangan di Fakultas atau Universitas biasanya berubah lebih killer dari pada dosen pembimbing tiap kali akan mengajukan revisian LPJ. Kejam!

Kali lain saya dan teman sesama Benpel juga mendapatkan kesulitan tanda tangan dan stempel birokrat kampus yaitu BEM. BEM yang saya ketahui memang ada sekre-nya, tapi para petinggi seperti Presiden Mahasiswa dan Sekretarisnya kadang selalu tidak di tempat. Padahal, di halaman pengesahan LPJ butuh TTD dan stempelnya BEM. hiks~

Jika para panitia dari semua divisi merasa senang dan bahagia sesudah suksesnya acara besar, maka Benpel tidak pernah bahagia. Kalaupun dia tersenyum, sesungguhnya dia hanya berpura-pura dan sedang menangis di dalam—tak kasatmata. Memikirkan pekerjaan yang harus ditanganinya setelah ini. Kesuksesan bagi Benpel adalah ketika LPJ-nya di ACC oleh Bagian Keuangan kampus. Itu sudah lebih dari cukup.

Jadi, untuk penulis yang kemarin mengatakan bahwa ‘panitia yang paling capek itu divisi perlengkapan’: maaf mas, kamu belum tahu rasanya menjadi bendahara pelaksana, ya? (*)

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) yang dibikin untuk mewadahi sobat julid dan (((insan kreatif))) untuk menulis tentang apa pun. Jadi, kalau kamu punya ide yang mengendap di kepala, cerita unik yang ingin disampaikan kepada publik, nyinyiran yang menuntut untuk dighibahkan bersama khalayak, segera kirim naskah tulisanmu pakai cara ini.

Terakhir diperbarui pada 13 Februari 2026 oleh

Tags: Aktivisbendahara pelaksanadivisi perlengkapanMahasiswamenanggapipanitia
Siti Halwah

Siti Halwah

menulis untuk eksis

ArtikelTerkait

Lulus Kuliah Cepat 3,5 Tahun Memang Keren, tapi Bikin Menyesal kuliah 7 tahun

Lulus Kuliah Cepat 3,5 Tahun Memang Keren, tapi Bikin Menyesal

2 Desember 2023
4 Ciri Nyentrik Mahasiswa Jurusan Hukum yang Membuat Mereka Begitu Mudah Dikenali Mojok.co

4 Ciri Nyentrik Mahasiswa Jurusan Hukum yang Membuat Mereka Begitu Mudah Dikenali

17 Juni 2025
Unair Kampus B Bikin Iri Mahasiswa Unesa Ketintang: Fasilitasnya Lengkap dan Nyaman, Jadi Ingin Pindah Kampus Mojok.co

Unair Kampus B Bikin Iri Mahasiswa Unesa Ketintang: Fasilitasnya Lengkap dan Nyaman, Jadi Ingin Pindah Kampus

14 Mei 2024
ternak kambing

Susah Cari Kerja Setelah Lulus Kuliah? Jangan Ternak Lele, Ternak Kambing Aja Bosqu!

29 Oktober 2019
6 Proker KKN yang Cocok untuk Kampung Durian Runtuh “Upin dan Ipin”, Dijamin Nggak Akan Dicap Mahasiswa Sok-sokan (Mojok.co)

Proker KKN yang Cocok untuk Kampung Durian Runtuh “Upin dan Ipin”. Warga Senang, Mahasiswa Nggak Dicap Sok-sokan

5 Februari 2024
4 Tipe Motivator Indonesia Menyebalkan yang Biasanya Ada di Seminar Perkantoran terminal mojok.co

Forum Diskusi Anak Jurusan Tasawuf Nggak Kalah Absurd dari Anak Filsafat

15 November 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Harapan Jaya dan Pelita Indah, duo maut bus Tulungagung yang bikin banyak penumpang trauma Mojok.co

Harapan Jaya dan Pelita Indah, duo maut bus Tulungagung yang bikin banyak penumpang trauma

10 Agustus 2026
Pemilik kos nggak problematik, fasilitas yang seharusnya tercantum dalam brosur Mojok.co

Pemilik kos nggak problematik, fasilitas yang seharusnya tercantum dalam brosur

8 Agustus 2026
Fenomena “makan” tabungan yang ramai di medsos kini saya alami sendiri, betapa menyesakkan hidup di tengah ketidakpastian Mojok.co

Fenomena “makan” tabungan yang ramai di medsos kini saya alami sendiri, betapa menyesakkan hidup di tengah ketidakpastian

8 Agustus 2026
Jangan Lakukan 4 Hal Ini Saat Kuliah S2, Sudah Bukan Waktunya Lagi S1

Bukan karena jenius, tapi kuliah S2 memang jauh lebih gampang ketimbang S1

8 Agustus 2026
Larang thrifting boleh saja, asal baju lokal harganya nggak bikin puasa seminggu

Larang thrifting boleh saja, asal baju lokal harganya nggak bikin puasa seminggu

10 Agustus 2026
3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya Mojok.co

3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya

6 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.