Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Mempertanyakan Relevansi Karang Taruna di Masa Kini

Bella Yuninda Putri oleh Bella Yuninda Putri
27 Agustus 2024
A A
Mempertanyakan Relevansi Karang Taruna di Masa Kini

Mempertanyakan Relevansi Karang Taruna di Masa Kini

Share on FacebookShare on Twitter

Di bulan Agustus ini, saya rasa hampir seluruh generasi muda kampung maupun perumahan tengah mengalami hari mengeluh besar-besaran. Pasalnya, mereka sedang membantu persiapan acara perayaan HUT RI ke-79 lantaran merupakan anggota Karang Taruna. Alhasil, mau nggak mau mereka seringkali disuruh-suruh melakukan ini-itu.

Mau nolak sungkan, tapi kalau mengerjakan setengah hati, itulah yang mereka rasakan. Padahal, diri ini sudah meronta-ronta pengen rebahan di kamar. Setiap tahun, fenomena yang menyebalkan bagi anak muda kampung ini selalu terjadi. Nggak ada angin nggak ada hujan, Karang Taruna yang sebenarnya timbul tenggelam mendadak ada. Kalau fenomenanya sudah begini, saya yakin artinya Karang Taruna ini udah nggak relevan dengan keadaan hari ini.

Karang taruna tidak bisa memenuhi kebutuhan anak muda sekarang

Meski memiliki visi misi yang baik, sayangnya organisasi ini tidak banyak peminatnya, apalagi untuk Gen Millenial dan Gen Z yang usianya lagi safari karier. Mereka ada yang lagi proses naik jabatan, ada juga yang lagi mati-matian cari kerja. Cari kerja sekarang itu susah. Apalagi, menurut CNBC Indonesia terdapat sekitar 10 juta Gen Z yang menganggur di tahun 2024. Susahnya cari kerja ini semakin pelik karena ada tech winter, lay off, sekaligus kasus-kasus perusahaan abal-abal yang bikin persaingan kerja makin sulit. Yang PHK bersaing sama anak-anak lulusan baru dan kalau skill-nya nggak relevan, ya auto gugur.

Dengan demikian, bagi anak kuliahan kegiatan seperti magang jauh lebih menjanjikan karena melatih skill yang dibutuhkan industri, seperti data analyst, copywriting, dan media sosial. Lagipula skill seperti ini tentu tidak diajarkan di Karang Taruna. Kalau memang ada, saya jelas bakal standing applause. Tapi nyatanya, prokernya ya nggak jauh-jauh dari menjadi anggota KPPS dan bantu-bantu tujuh belasan.

Ada peraturan stelsel pasif yang berarti sifatnya memaksa

Selain itu, dalam Permensos nomor 25 tahun 2009 Bab III pasal 18 dikatakan bahwa rekrutmen Karang Taruna ini bersifat stelsel pasif. Maksudnya, siapa pun yang memenuhi usia kriteria yaitu 13-45 tahun, otomatis menjadi anggota Karang Taruna. Wah, ini berarti sifatnya memaksa dong!

Kalau saya jelas nggak terima ya. Terus terang dengan adanya kebijakan stelsel pasif, sebagian besar generasi muda (termasuk saya) jelas merasa sangat keberatan. Menurut saya, Karang Taruna itu tetap harus ada persetujuannya. Kan kalau ada, organisasi tuh jadi bisa berjalan sesuai rencana karena yang bergabung yang betulan niat. Lha ini, orang-orang pada nggak mau malah disuruh kerja. Ya setengah hati, Gaes. Alhasil, Karang Taruna seringkali timbul tenggelam. Alias hanya muncul saat dibutuhkan saja.

Circle karang taruna yang toxic

Lalu, saya juga sangat menyayangkan lingkungan organisasi ini yang kurang aman bagi sebagian anggotanya. Berbeda dengan organisasi kampus yang toxicnya sebatas nggak ngerjain proker, Karang Taruna ini toxicnya next level. Mereka ini jago banget urusan bisik-bisik tetangga. Ada lho seorang anggota yang seumuran saya tapi udah tahu banget gosip orang-orang satu RT.

Masalahnya, kalau sudah level organisasi kampung begini taruhannya itu harga diri keluarga, Gaes. Bisa aja lho kalau kita berbuat salah nanti ada aja tetangga yang bergunjing seperti “anaknya pak X kok gitu ya”. Nyebelin banget! Dan ternyata, curhatan soal lingkungan Karang Taruna yang nyebelin ini juga dibagikan oleh beberapa orang di medsos. Pernah ada yang menyebutkan kalau Karang Taruna di kampungnya main circle-circle-an sehingga yang nggak satu frekuensi otomatis nggak punya teman. Kalau sudah begini, saya mending kabur biar mental tetap sehat.

Baca Juga:

Dear Mahasiswa Baru, Tidak Semua Organisasi Layak untuk Diikuti, Banyak yang Akhirnya Cuma Bikin Kalian Depresi

Derita Gen Z Punya Nama Sri yang Sering Dikira Bibi Kantin dan Pembantu

Sudah tidak relevan dengan keadaan anak muda yang sibuk

Terakhir, saya rasa Karang Taruna ini benar-benar udah nggak relevan dengan kehidupan anak-anak muda sekarang, terutama di perkotaan. Karang Taruna itu sebuah organisasi. Salah satu karakteristik organisasi sendiri adalah memiliki kegiatan rutin, dan terus terang itu memakan banyak waktu. Sementara itu, kita anak-anak muda kegiatannya sangat banyak.

Jangan mengira kita selalu pulang siang dan bisa leyeh-leyeh setelahnya. Anak sekolah saja pulang sore, belum lesnya. Yang kuliah bahkan bisa pulang larut malam, dan yang kerja juga pengennya pulang langsung tidur. Kalau kayak begini, ya mana bisa kita bikin-bikin acara lomba? Wong kita pas hari libur pengen banget istirahat.

Karang Taruna adalah organisasi tingkat kelurahan yang dibentuk dalam rangka menyejahterakan para pemuda melalui kegiatan-kegiatan positif. Tujuan organisasi ini memang bagus, hanya saja kalau diterapkan di masa kini kayaknya udah nggak relevan deh. Misalnya saja, anak-anak muda sekarang lebih memilih ikut magang dan organisasi kampus karena dapat melatih skill yang relevan dengan industri.

Selain itu, kesibukan yang dialami generasi masa kini juga menjadi alasan Karang Taruna tidak bisa berkembang sepesat dulu. Kalau saja organisasi ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan anak-anak muda sekarang, seharusnya bisa berdampak besar lho. Semoga aja bisa ada perubahan ya.

Penulis: Bella Yuninda Putri
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Karang Taruna: Dikekang Orang-orang Tua, Dibebani Harapan Warga

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 Agustus 2024 oleh

Tags: gen zkarang tarunaorganisasirelevansi
Bella Yuninda Putri

Bella Yuninda Putri

Seorang Gen Z. Doyan menulis nonfiksi, fiksi, sampai puisi. Suka membahas topik seputar budaya, bahasa, dan keseharian di masyarakat.

ArtikelTerkait

4 Cara untuk Menolak Ajakan Gabung ke Organisasi Mahasiswa terminal UKM mojok.co

Ikut UKM Nggak Apa-apa, tapi Tugasnya Dikerjain dong, Bos!

13 Oktober 2020
Rapat Organisasi yang Lama, apalagi sampai Tengah Malam Jelas Bukan Rapat yang Bermutu

Rapat Organisasi yang Lama, apalagi sampai Tengah Malam Jelas Bukan Rapat yang Bermutu

4 September 2023
5 Alasan Muntilan Sangat Nggak Cocok untuk Gen Z Mojok.co

5 Alasan Muntilan Magelang Sangat Nggak Cocok untuk Gen Z

10 September 2024
4 Opsi Pekerjaan biar Dapat Pemasukan sambil Kuliah terminal mojok.co

Menyoal Kuliah: Mau Ambisius Apa Chill Aja Ya?

26 Agustus 2019
Gelagat Mahasiswa yang Biasanya Bakal Nyalon Jadi Ketua terminal mojok.co

Gelagat Mahasiswa yang Biasanya Bakal Nyalon Jadi Ketua

14 Desember 2020
Sarjana Lulus Kuliah Nggak Harus Cari Kerjaan Enak, Jadi Ketua Karang Taruna pun Nggak Ada Salahnya

Sarjana Lulus Kuliah Nggak Harus Cari Kerjaan Enak, Jadi Ketua Karang Taruna pun Nggak Ada Salahnya

18 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sisi Gelap Sekretariat UKM Kampus: Ketika Ruang Kerja Bergeser Menjadi Ruang Pribadi

Sisi Gelap Sekretariat UKM Kampus: Ketika Ruang Kerja Bergeser Menjadi Ruang Pribadi

7 Juni 2026
Orang Kampung yang Punya Jabatan di Tempat Kerjanya Sering Lupa kalau Tetangga di Tempat Tinggalnya Bukan Bawahan

Orang Kampung yang Punya Jabatan di Tempat Kerjanya Sering Lupa kalau Tetangga di Tempat Tinggalnya Bukan Bawahan

6 Juni 2026
Kebiasaan di Hajatan Pedesaan yang Nggak Masuk Akal kondangan jawa tengah

Orang yang Menggelar Hajatan hingga Menutupi Jalan Umum Patut Dibenci, Bikin Susah!

7 Juni 2026
4 Mitos Seputar Skripsi yang Bikin Mahasiswa Stres magang skripsi kuantitatif

Tips Cepat Lulus Skripsi Kuantitatif Tanpa Jadi Tumbal Statistik dari Dosen, Dijamin Waras!

4 Juni 2026
Suzuki GSX-R150, Motor Sport untuk Kalian yang Muak dengan Honda CBR dan Yamaha R15 suzuki hayate 125 motor suzuki shogun 110 suzuki access 125 motor suzuki nex crossover suzuki nex II

Suzuki Nex II Benar-benar Nggak Tahu Diri, Harganya Lebih Mahal dari Honda BeAT, tapi Fiturnya Masih Saja Tertinggal  

6 Juni 2026
Bagi Tenaga Honorer seperti Saya, Mampu Bertahan di Tengah Negara yang Absurd Adalah Sebuah Pencapaian  Mojok.co

Bagi Tenaga Honorer seperti Saya, Mampu Bertahan di Tengah Negara yang Absurd Adalah Sebuah Pencapaian 

6 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.