Meminimalisir Pembalut Bocor pas Tidur Malam, meski Tanpa Pembalut Superpanjang

Artikel

Avatar

Dalam dunia permenstruasian, kram di area perut dan rasa khawatir darah di pembalut bocor ke mana-mana sudah jadi persoalan lazim. Perempuan yang sedang kedatangan tamu bulanan sering tidur kurang nyaman akibatnya. Apalagi kalau cairan yang keluar lagi banyak-banyaknya. Wih, mau rebahan aja sungkan.

Saya yakin, meski telah memakai pembalut khusus malam yang panjangnya 42 sentimeter itu, kebanyakan perempuan tetap gelisah lantaran khawatir darah bisa membekas ke celana. Siapa yang nggak ketar-ketir, coba? Maka dari itu, saya hendak membagi trik sederhana untuk meminimalisir kebocoran pembalut ketika kita tidur, meski kita hanya memakai pembalut ukuran biasa.

Cara meminimalisir pembalut bocor #1 Sebelum tidur, pakai pembalut baru

Ini harus banget. Intinya, kamu jangan malas ganti pembalut yang sudah lembap, baik siang maupun malam hari. Alasannya, pertama biar pembalut itu tidak kepenuhan dan lalu bocor selama kita pakai tidur malam. Kedua, cairan yang terlalu banyak di salah satu area pribadi kita itu bisa menyuburkan bakteri, loh! Apalagi tekanan area pribadi kita dan pembalut itu biasanya aduhai sekali. Wah, kalau nggak sering diganti, apa nggak engap tuh anunya?

Cara meminimalisir pembalut bocor #2 Pasang pembalut dengan posisi bagian depan lebih panjang daripada bagian belakang

Tips panjang-pendek ini sangat dianjurkan bagi kamu yang tetap memakai pembalut berukuran biasa. Tapi meski kamu pakai yang superpanjang, tetap boleh kok menerapkannya.

Lantas, kenapa harus dengan pemasangan yang begitu? Trik ini berhubungan dengan trik yang selanjutnya.

Cara meminimalisir pembalut bocor #3 Atur posisi tidur

Setelah mengganti pembalut dengan pemasangan sedemikian rupa, kita pun perlu mengatur posisi tidur. Ketika tidur, usahakan badan kita miring, terserah mau ke kanan atau ke kiri. Sebaiknya jangan telentang karena posisi ini akan membuat aliran darah haid menuju ke belakang semua. Jangan pula tengkurap karena posisi ini bisa membuat aliran darah menstruasi menuju ke depan. Jadi, yang paling baik adalah tidur dalam keadaan miring.

Kalau tubuh sudah berada pada posisi miring, tekuklah kaki yang ada di bawah. Usahakan agar tonjolan lutut bagian bawah lebih maju daripada lutut di atasnya dan tetap menempel pada alas tidur. Sedangkan kaki yang berada di atas, haruslah lurus.

Kenapa nggak kedua kaki lurus atau ditekuk sekalian? Kalau kedua kaki sama-sama ditekuk atau diluruskan, daya tampung pembalut yang kita pakai jadi kurang maksimal. Sebab, posisi kaki yang seragam akan menghilangkan keseimbangan pembalut.

Kemudian mungkin ada yang tanya, “Kenapa juga yang ditekuk harus yang di bawah? Kan jadi gampang kesemutan.” Ini karena kaki yang kita tekuk berfungsi untuk menjaga kestabilan posisi pembalut. Paha bagian dalam itu punya kegunaan sebagai penyangga pembalut yang kita pakai biar menampung cairan haid secara lebih optimal.

Mengingat posisi tidur miring dan kaki yang begitu, tentu akan bikin kaki yang ditekuk jadi gampang kesemutan. Untuk menghindari hal tersebut, kamu perlu mengubah posisi miring kalau sudah mulai ada tanda-tanda kesemutan. Aturannya tetap sama kok. Kaki yang di bawah tetap ditekuk, sedangkan kaki yang di atas tetap lurus. Cukup begitu.

Setelah berada dalam keadaan tubuh dan kaki sedemikian rupa, selamat tidur dengan nyenyak. Dan coba lihat hasilnya beberapa jam kemudian atau keesokan harinya. Boleh juga kalau suatu saat mau dibandingkan dengan posisi tidur telentang, tengkurap, tubuh miring sambil menekuk atau meluruskan kedua kaki, dll.

Apa yang saya beritahukan di sini ini sifatnya hanya meminimalisir ya, mylov. Belum ada jaminan menerapkan hal di atas bikin terbebas 100 persen dari kemungkinan tembus. Kalau kebangun dari tidur, sebaiknya dicek lagi. Kalau saatnya ganti pembalut, silakan mengaplus dengan yang baru biar tetap nyaman.

Silakan dicoba. Kali aja apa yang saya bagikan ini cocok kamu terapkan. Di saya sendiri sih, cara ini berhasil bikin tidur malam nyenyak meski hanya pakai pembalut ukuran biasa.

BACA JUGA Kualitas Pembalut Inggris yang Nggak Ada Seupil-upilnya dari Pembalut Indonesia dan tulisan Lestahayu lainnya.

Baca Juga:  Mau Download Gim di Iklan YouTube? Pikir Lagi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
7


Komentar

Comments are closed.