Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Membela Jokowi dari Pengeroyokan Boleh, Tapi Jangan Dengan Cara Bodoh!

Haryo Setyo Wibowo oleh Haryo Setyo Wibowo
18 September 2019
A A
Saya Curiga Pakde Jokowi Hidup di Universe yang Lain terminal mojok.co

Saya Curiga Pakde Jokowi Hidup di Universe yang Lain terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Suatu pagi belasan tahun silam, saat tengah menunggu angkot jurusan Ciledug-Cikokol, tiba-tiba terdengar banyak teriakan. Dari jarak kurang dari 20 meter terlihat seorang laki-laki dengan mimik ketakutan berlari ke arah saya. Di belakangnya, puluhan orang meneriakinya copet.

Kecepatan larinya sudah melemah saat tiba di depan saya. Entah apa yang ada di benaknya saat melihat saya. Orang yang mampu menyelamatkannya? Orang yang mampu memperpanjang nafasnya? Nyatanya tidak ?

Beberapa saat kemudian pengadilan massa terjadi. Saya gagal menahan kebuasan mereka. Saya tidak bisa menenangkan orang-orang yang sangat mungkin juga tertekan hidupnya tersebut. Saya bahkan tidak tau nasib orang yang entah mencopet sebagai pekerjaan atau baru pertama kali itu akhirnya, tetap hidup atau tidak.

Beberapa tahun sebelumnya, di usia SMA, saya jadi korban pengeroyokan lebih dari 10 orang untuk satu perkara receh! Saya tidak melolong minta ampun dan minta tolong. Untungnya Tuhan masih melindungi saya, mengirim orang yang membubarkan perkelahian tidak imbang tersebut.

Ini sejarah yang membuat saya tidak menyukai keroyokan, apa pun dalihnya, apa pun kesalahannya.

Beberapa waktu lalu saya menulis setuju RUU KPK. Alasannya sebenarnya sentimentil. Nggak tega Jokowi yang tengah lemah-lemahnya dikeroyok lawan politik maupun sebagian pendukungnya sendiri.

Secara politik dukungan yang diperolehnya di DPR memang mayoritas. Tetapi kalau kita jernih melihatnya, dukungan yang diperolehnya mengalami pembusukan. Revisi memang keharusan, toh bukan kitab suci. Masalahnya, Jokowi seperti terpaksa menurut pada kekuatan yang memaksanya untuk setuju RUU KPK disahkan oleh DPR periode ini.

Celakanya, pendukungnya justru merespon dengan cara yang berbeda. Bukan mendukung setuju RUU KPK dibahas di DPR periode berikutnya, tapi justru mendukungnya dengan mengembangkan narasi yang ngawur. Ada talibanisasi di tubuh KPK, mulai dari isu agama hingga merajanya Novel Baswedan.

Baca Juga:

Gaji Guru 25 Juta per Bulan Itu (Baru) Masuk Akal, Kualitas Baru Bisa Ditingkatkan kalau Sudah Sejahtera!

Isu Ijazah Jokowi Palsu Adalah Isu Goblok, Amat Tidak Penting, dan Menghina Kecerdasan, Lebih Baik Nggak Usah Digubris!

Padahal dari perspektif awam pun kita tau, Novel sempat dikriminalisasi dan aksi keji yang menimpa dirinya pun tidak terselesaikan. Politisasi atas Novel sempat terbaca dalam pilpres kemarin. Bukan soal dia bermain politik atau tidak, tapi memang ada celah belum terselesaikannya PR pengungkapan penyerangan atas dirinya.

Dari perspektif lain bisa saja Novel meraih dukungan kuat di wadah pegawai KPK, sehingga kekuatan tawarnya besar sekali kalau berhadapan dengan ketua KPK. Kalau itu benar, implikasinya justru bagaimana membuat KPK punya “perwira karir” yang merintis dari bawah.

Mekanisme itu yang seharusnya ditawarkan di RUU. Pendukung bisa memaksa Jokowi untuk mengulur lagi agar bisa dibahas lagi, obrolin lagi, diperdebatkan lagi, dan diseminarkan lagi. Tentu di DPR yang baru nanti.

Celaka berikutnya, berkembang narasi kalau tolak RUU KPK hanya sasaran antara memojokkan Jokowi saja. Utamanya tetap merongrong NKRI dan Pancasila. Oalah gembus! Saya setuju RUU KPK dengan beberapa catatan tapi tidak akan sebodoh itu menilai orang yang menolak RUU.

Dasar berpikir mereka jelas sekali kok, dan beragam. Ada yang membacanya sebagai upaya sistematis untuk melemahkan KPK. Ada juga seperti Saut Situmorang, wakil ketua KPK, yang secara tegas menyebut kalau tolak RUU KPK demi masa depan cucu presiden.

Membela presiden saat dikeroyok boleh dan sah saja. Tapi jangan bodoh dan membayakan orang lain. Seperti mengatakan anti NKRI dan Pancasila yang di masa lalu membuat orang beringas hingga mengakibatkan ratusan ribu nyawa melayang sia-sia.

Ya, kecuali mental anda memang mental pembunuh. Provokasi teriak bunuh dan bakar saat menghadapi copet, tapi membeku saat melihat kejahatan sistematis! Dengan riang dan ringan mengatakan NKRI harga mati sambil menuduh orang lain hendak merobohkan NKRI dan Pancasila.

Sakit.

BACA JUGA Celaka Betul Kalau Revisi UU KPK Dianggap Upaya Pelemahan atau tulisan Haryo Setyo Wibowo lainnya. Follow Facebook Haryo Setyo Wibowo.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 18 Februari 2021 oleh

Tags: dprJokowiruu kpk
Haryo Setyo Wibowo

Haryo Setyo Wibowo

ArtikelTerkait

KPK

Berkat KPK Saya (Pernah) Merasa Bangga Pada Negara Ini

18 September 2019
kebocoran data NIK Jokowi pejabat data pejabat mojok

Cacat Pikir Solusi Pemerintah Menanggapi Kebocoran Data: Sekalipun NIK Jokowi Bocor, Tidak Akan Dipakai untuk Pinjol

5 September 2021
Terima Kasih Pak Jokowi Telah Melarang Pejabat dan ASN Buka Puasa Bersama

Terima Kasih Pak Jokowi Telah Melarang Pejabat dan ASN Buka Puasa Bersama

26 Maret 2023
Surat Terbuka untuk Bapak Presiden dari Perempuan Adat terminal mojok (1)

Surat Terbuka untuk Bapak Presiden dari Perempuan Adat

16 Agustus 2021
Kok Bisa ya Pemerintah Kepikiran Bikin Fatwa Haram Beli BBM Subsidi? Nggak Malu?

Kok Bisa ya Pemerintah Kepikiran Bikin Fatwa Haram Beli BBM Subsidi? Nggak Malu?

26 Agustus 2022
Surakarta Semakin Mirip Jogja Semakin Tidal Ideal untuk Pensiun (Unsplash)

Kenaikan Tingkat Kriminalitas dan Semakin Semrawut, Surakarta Sudah Bukan Lagi Tempat yang Ideal untuk Pensiun seperti Jogja

1 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Botok Tawon, Makanan Unik Jawa Timur yang Rasanya Enak, tapi Saya Tak Sudi kalau Disuruh Makan Lagi

Botok Tawon, Makanan Unik Jawa Timur yang Rasanya Enak, tapi Saya Tak Sudi kalau Disuruh Makan Lagi

26 Februari 2026
Turkiye Burslari, Beasiswa Pemerintah Turki yang Layak Diperebutkan, Lolosnya Gampang dan Nggak Ada Kewajiban Mengabdi Mojok.co

Turkiye Burslari, Beasiswa Pemerintah Turki yang Lolosnya Gampang dan Nggak Ada Kewajiban Mengabdi

28 Februari 2026
Tiga Jalan Menuju Revolusi: Tan Malaka, Soekarno, dan D.N. Aidit

Tiga Jalan Menuju Revolusi: Tan Malaka, Soekarno, dan D.N. Aidit

27 Februari 2026
Rumah Dekat Lapangan Padel Adalah Lokasi Tempat Tinggal Paling Nggak Ideal Mojok.co

Rumah Dekat Lapangan Padel Adalah Lokasi Tempat Tinggal Paling Nggak Ideal

27 Februari 2026
Gak Usah Banyak Alasan: Menabung Itu Penting!

Gak Usah Banyak Alasan: Menabung Itu Penting!

23 Februari 2026
Monumen Kapal Selam di Surabaya Sebenarnya Kaya Informasi, tapi Ogah kalau Harus ke Sana Lagi Mojok.co

Monumen Kapal Selam di Surabaya Sebenarnya Kaya Informasi, tapi Ogah kalau Harus ke Sana Lagi

24 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.