Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Anime

Membandingkan Raja Bajak Laut ‘One Piece’ dan Hokage Itu Nggak Apple to Apple!

Nasrulloh Alif Suherman oleh Nasrulloh Alif Suherman
5 Juli 2021
A A
Membandingkan Raja Bajak Laut 'One Piece' dan Hokage Itu Nggak Apple to Apple! terminal mojok.co

Membandingkan Raja Bajak Laut 'One Piece' dan Hokage Itu Nggak Apple to Apple! terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa hari belakangan segelintir terminator (sebutan untuk penulis Terminal Mojok) sedang memperdebatkan masalah jabatan Naruto sebagai hokage di Desa Konohagakure. Beberapa tulisan seperti “Menelaah Praktik Nepotisme dalam Terpilihnya Naruto sebagai Hokage Konoha” dan tulisan “Praktik Pemilihan Hokage Konoha Itu Bukan Nepotisme, tapi Sebatas Memilih Siapa yang Paling Kuat” yang isinya adalah perdebatan antara dua itu. Sudah mulai basi sih sebenarnya, tapi saya baca saja dan lumayan, lah.

Lah, tiba-tiba ada tulisan dari Mas Firdaus yang judulnya “Dibanding Pemilihan Hokage Konoha, Penetapan Raja Bajak Laut di ‘One Piece’ yang Terbaik!” Malah membahas soal One Piece. Kalau misalnya suruh memilih, saya sebenarnya lebih gemar dan menyukai One Piece. Sangat jelas. Saya suka dan baca Naruto juga, tapi sebagai seorang pembaca kasual saja. Tidak lebih dari itu. Namun, untuk yang satu ini, tulisan Mas Daus soal membandingkan Raja Bajak Laut dengan Hokage Konohagakure itu nggak apple to apple, nggak jelas dan aneh. 

Sorry to say, tapi saya harus ngomong gini karena saya merasa justru Mas Daus ini malah kesannya seperti nggak mendalami dan memahami One Piece dengan sebenar-benarnya. Tenang saja, saya jelasin dengan santai, kok. Walaupun memang ini tulisan balasan, saya akan balas secara pelan-pelan saja. Tidak pakai gas.

Pertama, alasan pertama mengapa saya katakan jabatan Hokage Konohagakure dan Raja Bajak Laut di One Piece itu nggak apple to apple. Sebelumnya saya nggak tahu Mas Daus ini niatnya apa, kok bisa-bisanya malah tiba-tiba nyempil di antara perdebatan dan bawa gelar Raja Bajak Laut di antara debat jabatan Hokage. Lanjut lagi, Hokage Konohagakure adalah jabatan struktural yang memiliki sistem dan dipilih oleh beberapa tetua desa. 

Jabatan ini dipegang oleh seorang shinobi Desa Konohagakure yang dipercaya memiliki kemampuan, serta sebelumnya punya kontribusi yang cukup besar untuk desa. Jabatan Hokage Konohagakure adalah jabatan pemimpin yang mengatur desa dan langsung berada di bawah pemerintahan seorang Daimyo yang memerintah negara. Dalam hal ini, Konohagakure berada di bawah Negara Api.

Raja Bajak Laut? Jelas bukan jabatan administratif atau jabatan yang ditentukan oleh sistem. Entah itu demokrasi, musyawarah, mufakat, atau sejenisnya. Jadi sangat nggak apple to apple sekali. Analoginya seperti ini, deh. Ada jawara yang dianggap sebagai orang yang paling jagoan di daerah A, lalu kira-kira dibandingkan dengan jabatan lurah atau camat setempat. Nah, nyambung nggak? Ya, kagak, lah. Satu jabatan resmi, dan satu lagi jabatan “liar” yang nggak jelas bagaimana penunjukannya. 

Kedua, korelasi kepada Mas Daus yang bilang gelar Raja Bajak Laut yang diraih Roger itu karena pengalamannya yang menemukan One Piece. Mas Daus baca manga atau nonton animenya, kan? Nah, kira-kira saat adegan Roger beserta awak kapalnya di Laugh Tale menemukan One Piece, ada gitu petugas yang memberikan gelar? Apakah ada di tempat One Piece tersebut terselip juga surat yang menyatakan bahwa yang menemukan One Piece akan jadi Raja Bajak Laut? Nggak ada, Bosss.

Fyi and your concern, gelar Raja Bajak Laut itu pemberian dari Marine atau pemerintah dunia. Coba dilihat lagi baik-baik, utamanya selepas Roger dari Laugh Tale. Roger nggak pernah mengklaim dirinya sebagai Raja Bajak Laut. Semua itu adalah narasi yang digawangi oleh Marine, lalu menyebar luar di masyarakat. Jadi jelas ya, Hokage itu adalah jabatan resmi yang ada penunjukannya, sedangkan Raja Bajak Laut ini adalah gelar yang diberikan dan (mohon maaf) nggak nyambung variabel maupun indikator dari Mas Daus.

Baca Juga:

Menyelami Makna VUCA Melalui Petualangan Dunia One Piece

Seandainya Masih Hidup, Mungkin Begini Tanggapan Gus Dur terhadap Pengibaran Bendera One Piece

Ketiga, Raja Bajak Laut itu bukan karena faktor kuat semata. Mas Daus bilang gitu, kan? Saya cukup sepakat karena kalau soal kuat saja banyak karakter yang seangkatan Roger tapi malah nggak jadi Raja Bajak Laut. Namun, Mas Daus juga keliru kalau bilang Hokage Konohagakure itu hanya dilihat dari kekuatan saja. Salah besar.

Hokage memang semuanya kuat, kalau dibilang begitu. Jelas kalau kita membandingkan dengan shinobi yang “standar” mereka ini adalah orang-orang yang berada di atasnya. Tapi kalau kuat yang over power, ya, belum tentu. Hokage pertama, kedua, dan Naruto mungkin kekuatannya nggak ngotak, tapi Hokage lain justru kekuatannya dibilang nggak separah mereka.

Hokage ketiga, dia kuat tapi lebih karena kejeniusan dirinya sendiri yang membuatnya jadi Hokage. Sudah gitu, Hokage terlama pula jabatannya. Hokage Keempat, kekuatannya kuat sekali tapi so so, lah. Masih ada yang lebih kuat seperti Shisui.

Hokage kelima? Di antara tiga sanin, dia yang paling lemah dalam pertarungan. Dia spesialis kesehatan, masih hebat Jiraiya jelas. Lalu Kakashi, jadi Hokage karena apa? Jelas karena orang-orang percaya sama kemampuannya, nggak ujuk-ujuk milih Naruto juga, bukan? Jadi faktor kekuatan itu tentu salah. Nggak cuman One Piece, Naruto pun juga gitu. 

Jadi nggak usah berlebihan Mas Daus, saya juga seorang penggemar One Piece. Namun, kalau ada yang berlebihan saya nggak sreg. So sorry nih, tapi biar jadi paham saja bahwa gelar Raja Bajak Laut di One Piece itu memang keren, tapi nggak usah dilebih-lebihkan. Biasa saja.

BACA JUGA Dibanding Pemilihan Hokage Konoha, Penetapan Raja Bajak Laut di ‘One Piece’ yang Terbaik! dan artikel Nasrulloh Alif Suherman lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 19 Oktober 2021 oleh

Tags: Anime Terminalhokagenarutoone pieceraja bajak laut
Nasrulloh Alif Suherman

Nasrulloh Alif Suherman

Alumni S1 Sejarah Peradaban Islam UIN Jakarta. Penulis partikelir di selang waktu. Sangat menyukai sejarah, dan anime. Kadang-kadang membuat konten di TikTok @waktuselang.

ArtikelTerkait

Menghitung Besaran UMR di Desa Konoha Saya Anak Desa Konoha dan Beginilah Enaknya Masuk Sekolah Ninja

Sebagai Hokage, Naruto Perlu Kartu Pra-Ninja dan Stafsusnya

10 Mei 2020
scanlation one piece chapter 1011 attack On Titan Lebih Baik dari 'One Piece'? Mabuk, Bos?

‘Attack On Titan’ Lebih Baik dari ‘One Piece’? Mabuk, Bos?

4 Maret 2021
5 Profesi buat Uzumaki Naruto kalau Pensiun Dini Jadi Hokage terminal mojok.co

Naruto Adalah Tontonan Berguna untuk Memahami Perilaku Pejabat Indonesia

1 Mei 2020
kurama Jangan-jangan Pemerintah Kita Kena Genjutsu Mata Bulan alias Eye of The Moon Madara naruto tsuki no me mojok.co

Politik Dinasti pada Pemilihan Hokage di Konoha, Bahaya Kalau Ditiru di Dunia Nyata

8 Desember 2020
bertarung

Siapa yang Akan Menang Jika Son Goku, Naruto, Luffy, dan Saitama Bertarung?

28 April 2020

Pesan Cinta untuk para Wibu yang Sering Mengandaikan Jepang Menang PD-II

7 Juni 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Aerox Motor Yamaha Paling Menderita dalam Sejarah (unsplash)

Aerox: Motor Yamaha Paling Menderita, Nama Baik dan Potensi Motor Ini Dibunuh oleh Pengguna Jamet nan Brengsek yang Ugal-ugalan di Jalan Raya

8 April 2026
Harusnya Anak PNS Dapat UKT yang Standar, Bukan Paling Tinggi, sebab Tidak Semua PNS Kerja di Kementerian dan Pemda Sultan!

Harusnya Anak PNS Dapat UKT yang Standar, Bukan Paling Tinggi, sebab Tidak Semua PNS Kerja di Kementerian dan Pemda Sultan!

4 April 2026
Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain Mojok.co

Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain

6 April 2026
Mempertanyakan Efisiensi Syarat Administrasi Seleksi CPNS 2024 ASN penempatan cpns pns daerah cuti ASN

Wajar kalau Masyarakat Nggak Peduli PNS Dipecat atau Gajinya Turun, Sudah Muak sama Oknum PNS yang Korup!

7 April 2026
Membuka Kebohongan Purwokerto Lewat Kacamata Warlok (Unsplash)

Membuka Kebohongan Tentang Purwokerto dari Kacamata Orang Lokal yang Jarang Dibahas dalam Konten para Influencer

4 April 2026
Saya Kira Jadi PPPK Bikin Hidup Tenang, Ternyata Cuma Ganti Kecemasan yang Lain

Saya Kira Jadi PPPK Bikin Hidup Tenang, Ternyata Cuma Ganti Kecemasan yang Lain

2 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Umur 30 Cuma Punya Honda Supra X 125 Kepala Geter: Dihina tapi Jadi Motor Tangguh buat Bahagiakan Ortu, Ketimbang Bermotor Mahal Hasil Jadi Beban
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.