Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Melihat Indikasi Sindrom OCD dari Status Jomblo Menahun

Ade Vika Nanda Yuniwan oleh Ade Vika Nanda Yuniwan
8 Oktober 2019
A A
sindrom ocd

sindrom ocd

Share on FacebookShare on Twitter

Bucin atau budak cinta yang belakangan ini jadi hits karena dunia media sosial. Kehadiran istilah tersebut di jagat peronline-an membuka mata kita bahwa saat ini dunia sedang memasuki era rawan bully, bahkan sepasang kekasih yang benar-benar tulus mencintai pun juga ikut terdampak. Terlepas dari pantas atau tidaknya sebutan bucin itu disematkan untuk sepasang kekasih, di sisi lain berdirilah barisan para jomblo.

Berdasarkan pengalaman saya, berstatus jomblo pun tidak luput dari bahan bully. Banyak yang bilang, kalau jomblo adalah golongan orang-orang yang kurang laku mengenaskan. Padahal sebenarnya menjadi jomblo adalah keputusan sementara yang diambil seseorang sebelum benar-benar siap lahir batin melepas masa lajang dengan ikatan pernikahan. Meskipun ada beberapa orang yang beralasan menjadi jomblo adalah cara untuk mempertahankan diri dari kekecewaan.

Padahal jomblo menahun bisa jadi indikasi seseorang pengidap OCD atau obsessive-compulsive disorder. OCD adalah gangguan yang menyebabkan timbulnya pikiran negatif yang berlebihan sehingga membuat penderita merasa gelisah, takut, dan khawatir. Pengidap sindrom OCD biasanya berhubungan dengan sikap perfeksionis. Sehingga pengidap sindrom OCD akan berusaha menghilangkan kemungkinan-kemungkinan negatif yang timbul karena tindakan mereka.

Salah satunya adalah ketakutan-ketakutan yang bisa timbul dari hubungan asmara. Sederhananya, para jomblo menghindari jalinan hubungan asmara bisa jadi karena rasa takut yang berlebihan terhadap beberapa hal berikut ini.

1. Takut Disakiti Oleh Pasangan

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dalam sebuah hubungan yang salah satunya adalah disakiti oleh pasangan, para jomblo (bisa jadi saya, hehe) memilih menghindari hubungan asmara karena takut disakiti oleh pasangan. Memastikan semua baik-baik saja, termasuk hati dan pikiran secara berlebihan dengan tidak berpacaran menjadi salah satu cara bagi jomblo untuk menyelamatkan diri. Perasaan ini tentu timbul karena adanya rasa trauma.

Berkat dorongan rasa trauma masa lalu, seseorang bisa memulihkan kembali hatinya meski tanpa disadari banyak di antara mereka yang mengidap OCD. Meskipun dampak dari OCD terhadap kehidupan sehari-hari seseorang sangat jarang terlihat, namun biasanya seseorang dengan OCD akan menjadi lebih berhati-hati dan menghindari segala kemungkinan yang dapat menimbulkan hal-hal buruk kepada mereka—pacaran misalnya.

Menjadi jomblo menahun akhirnya menjadi senjata terakhir untuk menyelamatkan diri, meskipun harus banyak menerima bullying. Jangan minder jadi jomblo gais! Kalian hanya sedang berusaha menyelamatkan diri dari orang-orang yang tidak tepat sebelum dipertemukan Tuhan oleh tambatan hati sejati. Ciyeee~

Baca Juga:

5 Destinasi di Semarang yang Cocok untuk Jomblo buat Menangis

Stop Komersialisasi Perselingkuhan, Kasihan Para Jomblo!

2. Takut Dengan Hal-Hal Berbau Seksual

Jika pasangan sedang berdua-duaan, maka yang jadi orang ketiga adalah setan. Rupanya kalimat tersebut ada benarnya jika kita melihat kejadian-kejadian nirmoril yang sering dilakukan oleh muda-mudi yang sedang kasmaran.

Menjadi seorang jomblo berusia dewasa namun dibekali ketidaksiapan mental tentang hal-hal yang berbau seksualitas, akan memandang jika hubungan pacaran hanya akan meningkatkan resiko aktifititas seskual. Maksudnya begini, ketika seorang jomblo dewasa tetap memegang prinsip bahwa hal-hal berbau seksualitas adalah hal yang tabu sebelum masuk dunia pernikahan akan lebih memilih jomblo menahun.

Adanya rasa cemas yang berlebihan tentang hal-hal yang berbau seksualitas pra-nikah, membuat barisan para jomblo baik sadar atau tidak sadar akan menumbuhkan OCD dalam diri mereka. Menghindari pacaran dengan alasan takut dan tidak siap dengan hal-hal yang berbau seksual dapat memotivasi mereka untuk menjadi jomblo menahun. Ya dari pada nambah dosa, mending jomblo. Begitu maksudnya…

3. Pengidap Body Dysmorphic Disorder (BDD)

Body Dysmorphic Disorder adalah gangguan psikis yang menyebabkan seseorang menjadi kurang percaya diri dengan penampilan fisiknya. Sindrom ini berkaitan dengan OCD dan biasanya dialami oleh para jomblo. Hehe~

Seorang jomblo yang merasa fisiknya jauh dari kata ideal akan melakukan tindakan-tindakan ekstrim untuk mewujudkan bentuk fisik seperti yang diharapkan. Karena rendahnya rasa percaya diri, kebanyakan orang akan menghindari hubungan asmara. Kenapa? Ya karena mereka merasa tidak cantik, tidak tampan, tidak langsing, tidak ideal, dan ketidak sempurnaan lainnya yang menggenapi kekhawatiran mereka sebagai penderita OCD.

Karena rasa cemas dan khawatir yang berlebihan itulah mereka lebih memilih jomblo menahun untuk memperbaiki keadaan fisik sebelum mereka benar-benar siap menjalin hubungan. Seseorang dengan BDD akan melakukan apapun agar mempunyai fisik yang ideal. Namun adanya sindrom BDD ini juga akan membuat seseorang menderita OCD yang akhirnya berujung pada kecemasan berlebihan tentang penerimaan orang lain terhadap fisiknya.

Meskipun menjadi jomblo adalah pilihan pagi setiap orang, namun yang perlu diwaspadai adalah adanya indikasi OCD atau Obsesif Compulsif Disorder. Meskipun sindrom ini hanya bisa disaradari jika seseorang mampu mengintrospeksi diri dengan baik. Namun saya mengamini OCD diderita oleh para kaum jomblo, karena OCD dapat menjadi amunisi pertahanan diri di masa-masa pra nikah. hehe(*)

BACA JUGA People Nearby: Sebuah Sensasi Mencari Cinta Baru atau tulisan Ade Vika Nanda Yuniwan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 8 Oktober 2019 oleh

Tags: Jomblomenjalin hubunganobsessive-compulsive disorderocdpacar baru
Ade Vika Nanda Yuniwan

Ade Vika Nanda Yuniwan

Pekerja literasi yang mencintai buku, anak-anak, dan pendidikan. Suka berdiskusi sambil nulis ringan untuk isu-isu yang di sekelilingnya.

ArtikelTerkait

Cara Menghindari Masalah Selama Pacaran Adalah Tidak Usah Pacaran

Cara Menghindari Masalah Selama Pacaran Adalah Tidak Usah Pacaran

7 Maret 2020
Wedding Organizer

Waspada Tipu Daya Wedding Organizer Abal-Abal!

9 Oktober 2019
lelaki turki

Sebelum Pesona Lelaki Turki Merebak, Segera Ajak Doi ke KUA

27 Juli 2019
witing tresno jalaran soko kulino atlet bucin pengalaman selingkuh pacaran dari sudut pandang laki-laki mojok.co

Wajar Saya Bucin, wong Saya Lama Jadi Jomblo

2 Februari 2021
Panduan Menjalin Hubungan Harmonis ala Pasangan Winter Garden dalam Drakor Hospital Playlist Season 2 terminal mojok

Panduan Menjalin Hubungan Harmonis ala Pasangan Winter Garden dalam Drakor ‘Hospital Playlist’ Season 2

4 Juli 2021
kebanjiran

Tips Menyelamatkan Diri dari Bencana Banjir: Kebanjiran Undangan Nikah

16 Agustus 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

PT Pegadaian Punya Layanan Lain yang Nggak Saya Sangka, Bukan Cuma Tempat Gadai Orang Kepepet Butuh Duit Terminal

PT Pegadaian Punya Layanan Lain yang Nggak Saya Sangka, Bukan Cuma Tempat Gadai Orang Kepepet Butuh Duit

8 Mei 2026
Checklist Mahasiswa Semester Akhir: Siapkan Semua Berkas Ini Kalau Mau Lulus

5 Sifat Mahasiswa Semester Akhir yang Menjengkelkan, Segera Intropeksi Diri Jika Tidak Ingin Dijauhi Teman

12 Mei 2026
Pengalaman Mendaki Pertama Kalinya dan Nekat Langsung ke Lawu: Sebuah Kesalahan yang Nggak Bikin Saya Menyesal gunung lawu

3 Perilaku Pendaki Gunung Lawu yang Bikin Geleng-geleng, Eksklusif dari Penjaga Basecampnya Langsung

9 Mei 2026
Dosa Besar Menganggap Bakso Aci Sebagai Bakso (Unsplash)

Dosa Besar Menganggap Bakso Aci Sebagai Bakso: Sebuah Tutorial Merusak Mood Pecinta Bakso Daging Sapi

10 Mei 2026
4 Soto Khas Semarang yang Wajib Dicicipi Wisatawan Minimal Sekali Seumur Hidup Mojok.co

4 Soto Khas Semarang yang Wajib Dicicipi Wisatawan Minimal Sekali Seumur Hidup

12 Mei 2026
Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung” yang Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman Mojok.co

Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung”: Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman

12 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.