Menjustifikasi Jones pada para Pengguna Aplikasi Pencari Jodoh Adalah Tindakan Naif Belaka

Alasan lain kenapa mereka akhirnya memutuskan untuk mengunduh aplikasi pencari jodoh adalah untuk menghilangkan suasana gabut.

Artikel

Avatar

Sudah bukan rahasia lagi, jika menjadi jomblo tanpa gebetan sama sekali, akan jadi penyebab bulan-bulanan terberat bagi seseorang di usia 20-an. Akhirnya dalam lingkaran usia ini banyak orang yang akan berburu mencari pasangan. Entah hanya sekadar dijadikan pacar atau untuk dipersunting. Meskipun dalam hal cepat-lembat, tepat-kurang tepat dalam pencarian jodoh terbilang bejo-bejan (bergantung faktor keberuntungan), nyatanya hal ini sangat menarik.

Seperti gayung bersambut, dunia maya seolah-olah ingin menunjukkan eksistensinya untuk mencari perhatian umat manusia. Kali ini sasarannya adalah para anggota paguyuban sobat jomblo. Setelah dunia maya mempunyai beragam jenis media sosial dengan masing-masing memiliki fitur yang berbeda, kini dunia maya pun berusaha menjadi perantara antar sesama jomblo! Ya apalagi kalau bukan melalui aplikasi dating atau pencari jodoh.

Aplikasi pencari jodoh pertama yang saya kenal adalah Tantan, wqwqwq. Saya sama sekali tidak menyangka jika Tantan adalah aplikasi dating yang berfungsi menjodohkan seorang jomblo dengan jomblo lainnya yang berlainan jenis kelamin.

Mulanya, saya benar-benar tidak pernah mendengar nama aplikasi ini sebelumnya. Hingga pada suatu hari saya membuka Instagram. Ketika saya sedang asyik memutar snapgram teman-teman saya, tiba-tiba saja iklan aplikasi Tantan muncul. Dalam iklan snapgram yang berdurasi kurang lebih 30 detik, saya diperlihatkan video kencan antara wanita dan pria korea. Akhirnya saya berasumsi bahwa Tantan adalah aplikasi pemasok drakor yang (sepertinya) seru.

Karena terlanjur yakin oleh asumsi pribadi, akhirnya setelah saya berhasil mengunduh aplikasi tersebut lewat fitur swipe up pada snapgram yang terhubung langsung dengan Google Play Store. Sesuatu yang berbeda mulai saya rasakan saat mengoperasikan aplikasi itu. Pertama, saya mengisi biodata diri saya bahkan hingga film, musik, makanan dan minuman favorit. Kedua, saya disarankan untuk memasang foto profil. Ketiga, ada banyak foto para cowok!

Ternyata setelah saya usut dengan bantuan teman saya, akhirnya saya baru sadar jika yang saya unduh adalah aplikasi pencari jodoh! Pantas saja selama beberapa hari aplikasi itu terpajang pada layar ponsel, banyak teman saya yang mencibir jones pada saya. Padahal sebenarnya nggak gitu juga, Maemunah Bambang!

Baca Juga:  Menjadi Jomblo, Menjadi Übermensch

Saya hanya kurang teliti membaca deskripsi aplikasi pada Google Play Store dan adanya kesalahpahaman soal iklan Tantan yang ada di snapgram. Saya juga kurang memerhatikan deskripsi aplikasi yang tertera di Google Play Store karena sebelumnya sudah terlalu yakin dengan asumsi saya tentang Tantan yang merupakan aplikasi pemasok film drakor.

Dan tidak dinyana, beberapa teman saya sepertinya juga menggunakan aplikasi serupa seperti Asiandating.com dan Ablo. Alasan mereka pun tidak cukup bisa untuk melabeli mereka sebagai seorang jones.

Pertama: Membutuhkan suasana baru

Setelah saya tanyakan lagi soal suasana baru apa yang teman saya inginkan, ia hanya menjawab apa saja pokoknya suasana baru. Asumsi pertama saya, dia sedang bosan dengan hubungan percintaannya dan ingin belok. Asumsi kedua, dia sedang ingin mencari relasi pertemanan dengan cara yang tidak biasa.

Asumsi pertama saya muncul karena teman saya ini sudah mempunyai pacar. Meskipun sudah punya pacar, hal itu tidak mengurungkan niatnya untuk menyimpan aplikasi pencari jodoh macam Tantan. Jadi kemungkinan belok itu sepertinya terdengar lebih masuk akal wqwqwq.

Kedua: Menginginkan hubungan pertemanan mancanegara

Aplikasi pencari jodoh seperti Asian Dating.com dan Ablo mempunyai fitur menghubungkan penggunanya dengan pengguna lainnya di seluruh dunia. Bahkan pada situs Asian Dating.com para penggunanya juga bisa menetapkan kriteria khusus lawan jenis yang ingin dicari dari berbagai belahan dunia. Para pengguna juga bisa menetapkan pengguna asal negara mana yang yang ingin dikenalnya.

Menurut pengalaman teman saya, ia menggunakan situs pencari jodoh ini untuk menambah relasi mancanegara. Dia adalah tipikal perempuan yang sangat menyukai kaum ras kaukasoid, baik pria atau wanitanya. Akhirnya dengan alasan perluasan relasi hingga ke mancanegara ia pun memutuskan untuk mendaftarkan diri sebagai pengguna situs pencari jodoh Asian Dating.com.

Baca Juga:  Pak Prabowo Foto Tanpa Pasangan: Ya Memangnya Kenapa?

Ketiga: Menghilangkan suasana gabut

Alasan lainnya yang diutarakan teman saya tentang kenapa akhirnya mereka memutuskan untuk mengunduh aplikasi pencari jodoh adalah untuk menghilangkan suasana gabut. Katanya, aplikasi pencari jodoh ini bisa dijadikan sebagai media pencuci mata ketika dia sedang merasa gabut. “Ya gimana Lur, isinya wajah cewek-cewek cantik. Sekalian aja kenalan. Iseng-iseng berhadiah hahaha.”

Kalau dilihat dari kalimatnya, sepertinya dia nggak jones-jones amat bahkan bagi saya kalimatnya mengesankan seorang pengembara cinta. Lalu bagaimana bisa dia dilabeli seorang jones hanya karena menyimpan aplikasi pencari jodoh di ponselnya?

Keempat: Salah paham sama aplikasinya

Alasan ini adalah alasan yang sama seperti pertama kali saya mengunduh aplikasi Tantan. Kejadian itu murni dilandasi karena adanya kesalahpahaman terhadap iklan Tantan yang disiarkan melalui snapgram. Penayangan iklan saat itu tidak diselipi keterangan tambahan soal fitur aplikasi.

Seperti kalimat kiasan, jangan menilai buku dari sampulnya, jangan menilai ke-jones-an seseorang hanya karena aplikasi pencari jodoh yang dia punya. Saya pun yakin mereka yang mengatai jones pada teman yang mempunyai aplikasi pencari jodoh sebetulnya hanya naif belaka karena justru merekalah jones yang sebenarnya. Selama segala sesuatunya masih tetap pada batasan normal, kenapa jadi sesuatu yang luar biasa tidak normal bagi sebagian orang?

Jawabannya adalah karena mereka naif!

BACA JUGA Kebodohan-Kebodohan Ketika Kali Pertama Main Aplikasi Kencan Online atau tulisan Ade Vika Nanda Yuniwan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

---
2


Komentar

Comments are closed.