Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Mau LDR Awet? 4 Cara Komunikasi Ini Perlu Dihindari

Alvi Awwaliya oleh Alvi Awwaliya
18 Juli 2020
A A
jeda 4 cara komunikasi yang perlu dihindari agar ldr awet mojok.co

jeda 4 cara komunikasi yang perlu dihindari agar ldr awet mojok.cojeda

Share on FacebookShare on Twitter

Bagi saya, pacaran biasa dengan LDR itu tidak ada bedanya dengan pacarana yang bisa ketemuan selain di masalah soal jarak. Tapi akhir-akhir ini saya sering mendapat cerita seram soal LDR. Seperti halnya kakak saya, Mas Al. Katanya LDR itu rawan putus. Penyebabnya nggak kuat nahan kangen, susah mau ngobrol, dan akhirnya ditinggal selingkuh.

Saya maklum dengan pendapat Mas Al, dia sendiri sempat lama LDR tapi berakhir dengan perselingkuhan. Tapi berdasarkan cerita Mas Al, mestinya hubungan mereka bisa diselamatkan jika cara komunikasi ia dan mantan pasangannya itu diperbaiki atau lebih baik dihindari sekalian.

Menurut psikolog klinis John Gottman, ada empat pola komunikasi yang dapat membuat hubungan kita cepat bubar. Sialnya, tiga dari empat hal tersebut terjadi dalam kisah cinta Mas Al tanpa ia tahu solusinya.

Cara komunikasi yang perlu dihindari agar LDR awet #1 Stonewalling

Seperti namanya, ini kondisi saat seseorang menarik diri dari pasangannya dan seakan-akan membuat tembok pembatas. Orang-orang yang stonewalling cenderung tidak responsif, menjaga jarak, atau sampai menghilang. Dalam hubungan Mas Al, ia sendiri yang sering menghilang ketika ada masalah. Jangankan kepada pasangan, dengan saya pun yang adiknya pun, ketika suasana hatinya sedang buruk, ia akan pergi tanpa pamit dan susah dihubungi.

Saya tahu bagaimana jengkelnya ketika sedang LDR, pesan WhatsApp kita hanya dibaca pasangan. Tapi saya juga paham, Mas Al punya pribadi yang butuh waktu untuk menceritakan masalah yang ia dialami. Jika sudah begini, yang harus dilakukan adalah memahami bahwa ketika kita menarik diri, itu tanda kita sedang kewalahan menghadapi masalah atau sedang stres.

Bagi orang yang suka menarik diri ketika bermasalah: tidak masalah untuk berhenti sejenak, tapi jangan lupa memberi tahu pasangan tentang kebutuhan istirahat kita. Karena jika tidak, hubungan kalian akan dijejali salah paham.

Kemudian, tentukan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memulihkan diri. Setelah tenang, penting untuk membicarakan masalah apa yang telah terjadi dan bagaimana solusi yang tepat. Kalian jadi tetap bisa menenangkan diri tanpa membuat pasangan curiga.

Cara komunikasi yang perlu dihindari agar LDR awet #2 Kritik tidak sehat

Mas Al juga bercerita saat ia mulai mengurangi kebiasaan buruknya tiba-tiba menghilang dan memberanikan diri berbagi masalahnya, ia sering mendapat respons kurang baik, seperti, “Tuh, kan. Kamu sih jauh, coba kamu dekat, nggak perlu ribet.”

Baca Juga:

LDR Tingkat Kabupaten Bantul-Sleman Pelosok Itu Tak Mudah dan Bikin Bokong Kebas, tapi Opo Wae Tak Tabrak yang Menjadi Penghalang

3 Ide Pacaran Unik yang Hanya Ada di Bantul, Dijamin Nggak akan Terlupa

Bentuk timbal balik macam itu bisa disebut kritik tidak sehat. Kalimat tersebut malah menyudutkan atau menghakimi pasangan ketimbang membantu menyelesaikan permasalahannya.

Momen Mas Al mau berbagi cerita secara langsung ketika ada masalah, menurut saya adalah hal yang harus dimanfaatkan. Maka dari itu, respons atau saran yang sebaiknya digunakan pasangannya adalah “I statement” atau “Aku merasa”, bukannya “you statement” atau “kamu tuh… kamu sih…”. Dengan begitu, pasangan akan merasa dihargai, kamu juga bahagia sebab dapat diandalkan.

Cara komunikasi yang perlu dihindari agar LDR awet #3 Penghinaan

Tidak jauh berbeda dari yang sebelumnya, penghinaan merupakan bentuk respons yang justru menyerang harga diri pasangan. Alih-alih menyelesaikan konflik, yang ada justru masalah baru. Kalimat seperti “Kamu dari kemarin ke mana aja nggak ada kabar? Pasti goda-goda perempuan lain! Dasar laki-laki buaya!”

Untuk menghindari ucapan emosional macam itu, yang bisa dilakukan adalah menceritakan perasaan dan kebutuhanmu. Tidak lupa, bangun suasana positif dalam percakapan, tunjukkan jika kita memang saling menghargai pasangan.

Misalnya, Mas Al cenderung orang yang akan fokus menekuni satu hal jika ia sedang tertarik pada bidang itu. Sedangkan pasangannya merasa kesepian karena Mas Al sedang sibuk. Kita bisa memulai dengan kalimat. “Aku kesepian karena belakangan ini kamu sedang senang belajar tanaman bonsaimu. Bisa nggak kita ngobrol apa yang sebaiknya kita lakukan bareng-bareng gitu?” bukan dengan kalimat “Terusno, gak usah peduli, bonsai terus. Ancen pacarmu bonsai”. Duh, Mbak, ya langsung ambyar.

Cara komunikasi yang perlu dihindari agar LDR awet #4 Defensif

Seperti artinya, defensif adalah sikap mempertahankan diri ketika ada masalah. Seseorang yang defensif akan memosisikan diri sebagai korban dan menyalahkan pasangan atas masalah yang terjadi. Contoh, pasangan A da B akan pergi makan, mereka sudah melakukan reservasi di restoran, tapi karena B ada kendala pekerjaan, jadwal makan di luar dibatalkan. Lalu, ketika A bertanya apakah pihak restoran sudah dikonfirmasi, ternyata respons B malah mengejutkan, “Kamu tahu kan aku seharian ada rapat, kamu juga tahu aku hari ini banyak banget kerjaan, kenapa sih kamu bilang gitu aja harus nunggu aku? kenapa nggak ngomong sendiri?”

Modyar o. Kalimat yang diucapkan oleh B adalah sikap defensif. Ia menggeser tanggung jawab pada pasangannya dan enggan dianggap salah. Untuk menangkal orang model defensif ini, satu-satunya cara ya bertanggung jawab.

Saat ditanya, B lebih baik menjawab, “Maaf, harusnya aku tadi minta tolong kamu, sekarang aku coba telepon pihak restorannya dulu ya.” Lebih enak kan. Untuk pola komunikasi yang terakhir ini, saya tidak mendapatkan cerita dari Mas Al, tapi yang jelas pertengkaran mereka akan selalu didasari dengan salah paham dan kalimat “Kamu tuh, kamu sih”.

Kunci hubungan LDR itu memang kepercayaan dan kesetiaan. Tetapi, itu semua berawal pada pola komunikasi. Rasa percaya yang kuat juga timbul dari komunikasi yang baik. Kalau hal sedasar komunikasi belum tuntas, sudah pasti masalah yang lain makin ajur.

Saya akui, LDR itu susah, tapi mbok ya jangan gampang bikin fatwa enak pacaran biasa karena dekat. Tolong dicatat, kalau LDR-mu rumit, periksa pola komunikasimu. Bukan malah mengumpat pada jarak.

BACA JUGA Pengalaman LDR 5 Tahun Bikin Saya Percaya LDR Bisa Menyenangkan dan tulisan Alvi Awwaliya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 18 Juli 2020 oleh

Tags: hubungankomunikasiLDRPacaran
Alvi Awwaliya

Alvi Awwaliya

ArtikelTerkait

Daftar Kelakuan Ajaib Orang Bucin. Sungguh Membagongkan terminal mojok.co

Nggak Ada yang Namanya Bucin

11 September 2019
Menjadi Manusia yang Lebih Baik dengan Melatih Komunikasi Asertif ala Chae Song Hwa Hospital Playlist 2 terminal mojok

Jadi Manusia yang Lebih Baik dengan Komunikasi Asertif ala Chae Song Hwa Hospital Playlist 2

28 Agustus 2021
4 Hal yang Cuma Bisa Kamu Rasakan Saat Pacaran dengan Mahasiswa Jurusan Film dan Televisi

4 Hal yang Bakal Kamu Rasakan Saat Pacaran dengan Mahasiswa Jurusan Film dan Televisi

5 April 2023
Museum Date di Museum Sonobudoyo Jogja, Ide Kencan yang Nggak Bikin Kantong Jebol. Cocok untuk Kaum Mendang-mending Mojok.co

Museum Date di Museum Sonobudoyo Jogja, Kencan yang Nggak Bikin Kantong Jebol. Cocok untuk Kaum Mendang-mending

7 Februari 2024
Kencan Buta via MIRC dengan Ending Membagongkan. Kencan Amburadul #1 terminal mojok.co

Kencan Buta via MIRC dengan Ending Membagongkan. Kencan Amburadul #1

14 Februari 2021
Heran Saya, Kenapa Harus Pacaran Online kalau Bisa Offline? terminal mojok.co dating online situs cari jodoh online

Move On dari Bayang-bayang Mantan: 5 Cara untuk Orang Baru Putus Cinta

3 April 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat Mojok.co

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat

5 Februari 2026
Jatiwaringin Bekasi, Daerah Seribu Galian yang Nggak Tahu Kapan Kelarnya. Warga di Sini Punya Kesabaran Tingkat Tinggi bekasi jogja

Setahun Hidup di Jogja Bikin Saya Rindu Jalan Berlubang di Bekasi

6 Februari 2026
Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Pasar Minggu Harus Ikuti Langkah Pasar Santa dan Blok M Square kalau Tidak Mau Mati!

4 Februari 2026
Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi Mojok.co

Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi 

5 Februari 2026
5 Alasan Orang Kaya Ingin Terlihat Miskin (Unsplash)

5 Alasan Orang Kaya Ingin Terlihat Miskin, Menghindari Pajak Bukan Satu-satunya!

9 Februari 2026
Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Purwokerto Memang Kota Wisata, tapi Wisatawan Tak Diberi Petunjuk dan Dibiarkan Bingung Mau ke Mana

5 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Pengangguran Mati-matian Cari Kerja, Selebritas Jadikan #OpenToWork Ajang Coba-coba
  • Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”
  • “Sekolah Bukan Ring Tinju”: Ortu Pukuli Guru Madrasah di Madura adalah Alarm Darurat Pendidikan Indonesia
  • Bagi Pekerja Bergaji Dua Digit “Nanggung” di Jakarta, Menyewa Apartemen di Tengah Kota Lebih Baik Ketimbang Ambil KPR di Pinggiran
  • Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana
  • Salah Kaprah soal Pasar Jangkang yang Katanya Buka Setiap Wage dan Cuma Jual Hewan Ternak

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.