Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Jangan Suka Menyepelekan Luka para Korban Ghosting

Reni Soengkunie oleh Reni Soengkunie
6 Desember 2020
A A
Jangan Suka Menyepelekan Luka para Korban Ghosting terminal mojok.co

Jangan Suka Menyepelekan Luka para Korban Ghosting terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Seorang teman dekat saya pernah bercerita tentang kakak perempuannya sambil meneteskan air mata kesedihan. Jadi, kakak perempuannya ini sudah berkepala tiga dan hampir mendekati kepala empat. Namun, si kakak ini tak kunjung menikah dan selalu menolak tiap kali akan dikenalkan pada seorang lelaki. Hal ini ternyata membuat kedua orang tua teman saya ini tertekan karena ulah si kakak yang dianggap susah dibilangin, sehingga keluarganya kerap mendapat cibiran dari tetangga dan kerabat.

Kala itu saya hanya mendengarkan, sambil mencari benang merah cerita itu. Ternyata oh ternyata, si kakak perempuan teman saya ini dulunya pernah dekat dengan seseorang dan sudah sampai tahap pertunangan. Namun, sayangnya si tunangan ini justru menghilang tanpa kabar dan berita. Semenjak saat itu, si kakak kemudian menutup hatinya pada setiap lelaki.

Hal inilah yang membuat satu keluarganya itu sedih. Mereka menganggap bahwa si kakak ini sudah membuat malu keluarga karena tak jadi menikah dan juga label perawan tua cukup meresahkan pihak keluarga. Sudah berulang kali, si kakak ini berusaha kabur dari rumah. Lantaran inilah, teman saya sampai nangis karena merasa kakaknya itu banyak ulah dan dianggap sulit untuk diarahkan.

“Apa susahnya sih tinggal kenalan sama cowok lain, orang yang dikenalin ini juga cowok baik-baik dan mapan!” keluh teman saya.

Kalau saya jadi kakak teman saya ini, mungkin saya juga bakal melakukan hal yang sama. Kabur dari rumah dan pergi jauh dari keluarga untuk beberapa waktu. Sungguh membayangkan kehidupan si kakak yang dikelilingi oleh keluarga yang menekannya di saat dia sendiri tengah terluka parah jiwanya seperti itu, tentu bukan perkara yang mudah. Pihak keluarga menganggap bahwa mereka adalah korban dan si kakak ini merupakan pelaku yang sudah membuat keluarganya itu menanggung malu karena jadi bahan gunjingan orang. Padahal tanpa mereka sadari, korban sesungguhnya dari cerita itu yah si kakak ini.

Dia sudah ditinggal kabur tanpa kabar oleh tunangannya. Seseorang yang tentu sangat dia sayangi dan percayai. Ini bukan perkara sepele loh, ya. Ghosting kayak gini tuh punya efek samping yang cukup besar bagi kesehatan mental seseorang. Menurut saya, wajar jika si kakak ini berlaku seperti itu. Kadang tanpa orang sadari, korban ghosting seperti ini akan memiliki rasa insecure yang begitu besar. Mereka selalu menganggap bahwa dirinya mungkin nggak pantas untuk mencintai atau dicintai seseorang, sehingga seseorang yang pernah mencintai dan dicintai saja bisa sampai tega pergi meninggalkannya. Mereka kemudian merasa bahwa dirinya tidak berharga.

Dia juga tentu memiliki krisis kepercayaan pada orang setelah ditinggalkan begitu saja. Tidak mudah bagi orang yang sudah diabaikan atau ditinggalkan oleh orang yang pernah dia percayai begitu, lantas bisa kembali percaya pada orang lain. Tentu mereka memiliki ketakutan yang besar untuk memulai hubungan yang baru.

Teman dekat saya pernah pacaran selama sebelas tahun. Namun tahun lalu, si cowoknya ini tiba-tiba menikah begitu saja setelah menghilang beberapa bulan tanpa kabar. Padahal status keduanya belum putus sama sekali. Saya tentu tak tahu seremuk apa perasaan teman saya ini, tapi sebagai seseorang yang mengamati perjalanan cinta mereka dari awal dulu, saya saja sampai ikutan nangis dan kecewa berat dengan pacarnya itu. Diam-diam saya juga ikutan mengumpat.

Baca Juga:

Membayangkan Film “Ada Apa dengan Cinta” Tidak Pernah Ada

5 Istilah Seputar Percintaan Gen Z yang Perlu Diketahui Generasi Lain

Banyak orang yang menyarankan pada teman saya ini, “Ya elah nggak perlu galau gitu. Cowok nggak cuma satu di dunia ini. Kamu cantik, kok, nanti juga bisa dapat yang lebih baik dari dia.”

Oho, tidak semudah itu, Maemunah. Korban ghosting seperti ini kebanyakan memiliki trauma yang tidak semudah itu ditaklukkan dengan mencari pengganti yang baru. Jika luka itu belum benar-benar disembuhkan, menurut saya memulai hubungan baru pun tentu tidak akan membuat hidupnya baik-baik saja. Itu hanya sebuah penundaan luka yang nantinya mau tak mau luka itu tetap akan keluar di kemudian hari tanpa mereka sadari.

Jadi, menurut saya sih, sebelum memulai hubungan baru, luka di masa lalu itu memang seharusnya sudah kita selesaikan dan sembuhkan dulu. Jangan pernah membebani luka kita pada pasangan baru kita kelak.

Kita bayangkan sajalah, misal kita kenalan dengan orang baru. Dia sudah sering chat-chatan begitu akrab dan perhatian sekali pada kita. Lalu suatu hari ketemuan untuk kali pertama, tapi setelah pertemuan itu dia menghilang tanpa kabar dan tidak pernah mengirim chat se-intens dulu. Bagaimana rasanya coba? Tentu kita bakalan overthinking, kan? Kita jadi bertanya-tanya apa yang salah pada diri kita. Apa kurang cantik? Apa bukan tipenya? Apa nggak sopan? Nah, ini saja baru orang asing yang masuk sejenak di hidup kita, lantas bagaimana dengan yang sudah menjalani hubungan lama dan sudah sampai tahap pertunangan seperti itu. Tentu rasa insecure-nya sudah parah separah parahnya.

Akan tetapi, bukan berarti luka pada korban ghosting ini tidak bisa disembuhkan. Kata orang, waktu akan menyembuhkan segala luka. Namun menurut saya, kalau kita tidak mau mengobati luka itu maka selamanya luka itu tetap akan ada di dalam diri kita sih. Penting sekali peran keluarga, sahabat, atau orang terdekat yang memberi support pada korban ghosting tersebut. Jangan sampai, justru orang terdekatlah yang malah menambahi beban pikiran dan tekanan psikis korban.

Pelaku ghosting itu menurut saya sungguh tidak memanusiakan manusia sekali. Pecundang! Kalau misal nggak suka atau sudah nggak cinta, ada baiknya bicara terus terang. Selesaikan dulu urusannya sebelum kabur. Jangan malah buat anak orang mabuk overthinking setiap hari. Hadeeeh~

BACA JUGA Fenomena HRD Ghosting dan Cara Menghindarinya dan tulisan Reni Soengkunie lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 4 Desember 2020 oleh

Tags: CintaGhostinghubungan
Reni Soengkunie

Reni Soengkunie

Bakul sembako yang hobi mendengar keluh kesah emak-emak di warung tentang tumbuh kembang dan pendidikan anak, kehidupan lansia setelah pensiun, serta kebijakan pemerintah yang mempengaruhi kenaikan harga sembako.

ArtikelTerkait

Romantisme Hollywood Memfasilitasi Kecintaan Kita pada Badboy dan Fakboi terminal mojok.co

Seandainya Saya Jadi Sinta dalam Kisah Ramayana

31 Maret 2020
terlalu baik

Menolak Cinta Seseorang dengan Dalih, ‘Maaf Kamu Terlalu Baik Buat Aku’: Maksudnya Gimana Sih?

17 Juli 2019
Ngedate Pertama Berujung Salat Pertama Setelah Sekian Lama. Kencan Amburadul #4 terminal mojok.co

Ngedate Pertama Berujung Salat Pertama Setelah Sekian Lama. Kencan Amburadul #4

14 Februari 2021
panji petualang pertemanan hubungan toxic mojok

Segera Keluar dari Lingkaran Pertemanan Toxic Sebelum Kamu yang Dianggap Toxic

29 November 2020
Mengenal Dilema Landak, Ketika Kedekatan yang Bikin Nyaman Bisa Berubah Saling Menyakiti

Mengenal Dilema Landak, Ketika Kedekatan yang Bikin Nyaman Bisa Berubah Saling Menyakiti

9 Januari 2020
orang jelek cinta pacaran tahu diri Memahami Tweet Jefri Nichol: Ngapain Marah-Marah, kalau Kenyataanya Kita Memang Jelek?

Orang Jelek Emang Berhak Jatuh Cinta, tapi Harus Tahu Diri Dong

9 Juni 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Hal Sederhana yang Membuat Kami Cleaning Service Bahagia (Unsplash)

3 Hal Sederhana yang Membuat Kami Cleaning Service Bahagia

25 April 2026
Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya Mojok.co

Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya

25 April 2026
Fakta Nikahan Orang Madura, Resepsi Bertabur Uang tapi Akhirnya Jadi Masalah

Fakta Nikahan Orang Madura, Resepsi Bertabur Uang tapi Akhirnya Jadi Masalah

26 April 2026
Klaten Tulang Punggung dan Masa Depan Dapur Indonesia

Klaten: Bukan Sekadar Kota untuk Mampir Menikmati Sop Ayam, tapi Tulang Punggung dan “Dapur” Masa Depan Indonesia

1 Mei 2026
Aquascape Hobi Mahal yang Bikin Saya Semangat Cari Uang Mojok.co

Aquascape Hobi Mahal yang Bikin Saya Semangat Cari Uang

28 April 2026
Pengeluaran Tak Terduga setelah Menikah, Bikin Pusing dan Hampir Berutang Tiap Bulan Mojok.co

Pengeluaran Tak Terduga setelah Menikah, Bikin Pusing dan Hampir Berutang Tiap Bulan

24 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh 
  • Solusi atas Jeritan Hati Para Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik
  • Nikah di Desa Meresahkan, Perkara Undangan Cetak atau Digital Saja Jadi Masalah tapi Kemudian Sadar Nggak Semua Orang Melek Teknologi
  • Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya
  • Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet
  • Lulusan S2 di Jepang, Pilih Kerja sebagai Koki di Australia daripada Jadi Dosen di Indonesia karena Terlalu Senioritas

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.