Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Masih Ada Larangan Ojol Membawa Penumpang ke Pemukiman Oleh Ojek Pangkalan: Rezeki Nggak Akan Tertukar, Bang.

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
12 September 2019
A A
ojek pangkalan

ojek pangkalan

Share on FacebookShare on Twitter

Sudah dalam beberapa tahun terakhir kemajuan transportasi online kian pesat. Pemilik pun seakan jeli dalam mencetuskan ide kreatif dan melihat pangsa pasar kebanyakan orang saat ini. Hanya dalam satu genggaman pada handphone, apa pun dapat dilakulan melalui aplikasi yang tinggal didownload kemudian registrasi akun pribadi. Mulai dari fungsi transportasi, hingga merapikan rumah pun bisa.

Jika dahulu penumpang yang menghampiri angkutan umum yang ingin dinaiki, atau harus menghampiri ojek pangkalan—secara konvensional—kini, justru ojek atau taksi online yang menghampiri. Sungguh, hal tersebut sangat memanjakan para penumpang—yang mager.

Maka tak heran, dalam prosesnya sempat terjadi beberapa kali perselisihan antara driver ojol dan driver ojek pangkalan—yang biasa dikenal sebagai opang—juga supir angkutan kota dalam berebut penumpang. Seperti yang terjadi pada tahun 2017 di kawasan Bogor. Bentrokan tak terelakkan lantaran adanya informasi simpang siur perihal sweeping yang diterima baik dari para driver ojol maupun supir angkot. Oleh karena itu, mereka saling menyerang dan berlaku vandal—merusak kendaraan satu sama lain.

Kini, semua seakan berjalan normal dan beriringan. Sampai dengan saat ini, belum pernah lagi saya mendengar adanya bentrokan antara driver ojol dengan driver opang pun supir angkot. Semoga memang selalu berdampingan dan damai dalam mencari rezeki. Walaupun sesekali, saya sempat melihat secara langsung, justru perselisihan terjadi antara sesama driver ojol karena suatu ketidaksengajaan. Menyenggol motor sampai dengan menjatuhkan handphone, misalnya. Namun, setelah adanya permintaan maaf dari salah satu pihak, mereka langsung berbaikan.

Selain hal yang telah disebutkan di atas, kini yang menyebalkan justru masih adanya larangan ojek online dilarang masuk ke pemukiman warga, entah apa alasan sebenarnya. Bukan sekali dua saya melihat spanduk yang dipasang di depan gang utama berisikan tulisan yang kurang lebih sama, seperti: “ojek online dilarang membawa penumpang ke dalam. Mohon pengertiannya”.

(Dokumentasi pribadi)

Apakah ojek pangkalan dan/atau oknum yang membuat peraturan sebegitu insecure-nya dengan rezekinya kelak? Bukannya rezeki sudah diatur dan tinggal bagaimana manusia menjemput serta berusaha? Ealah, ini kok masih saja membatasi rezeki orang lain. Bukannya memudahkan, malah menyulitkan. Bagi saya, hal tersebut selain membatasi pergerakan ojek online, juga menyulitkan para pelanggan. Ada rasa percuma jika naik ojol tapi tidak betul-betul diantar sampai di tempat tujuan.

Sebelumnya saya pikir, kalau memang ojek pangkalan merasa tersaingi dan rezekinya direbut oleh para driver ojol, kenapa—driver ojek pangkalan—nggak ikut mendaftar sebagai driver ojol? Sampai akhirnya saya mendapat pencerahan dari salah satu driver ojol yang saya tanya secara langsung saat menggunakan jasanya dan sampai sekarang pun masih berprofesi sebagai ojek pangkalan.

Baca Juga:

Sulitnya menjelaskan arah mata angin di Jakarta dari perspektif orang Jogja

Generasi Sandwich Adalah Takdir Bajingan yang Bikin Muak: Saya Baik pada Keluarga Bukan karena Cinta, tapi karena Sudah Lupa Hidup Sebenarnya untuk Apa

Dari obrolannya bersama driver ojek pangkalan yang lain, kebanyakan dari mereka tidak memiliki SIM yang memang menjadi syarat wajib menjadi driver ojol. Mereka pun mengutarakan alasan mengapa tidak segera mengurus SIM, karena bagi mereka repot, belum lagi ada biaya yang harus dikeluarkan. Lalu mendaftar lagi sebagai driver ojol. Padahal, sang driver ojol sudah memberi info bisa saja pemasukan bertambah meski awalnya memang terbilang repot saat mengurus ini-itu.

Selain itu, disampaikan juga bahwa para driver ojek pangkalan memang sudah nyaman bekerja tanpa harus ada target penumpang. Dan memilih berdiam diri di suatu pangkalan lalu menunggu hingga ada penumpang yang datang—memesan. Hal tersebut tidak salah, itu semua kembali kepada pilihan masing-masing. Namun, nggak perlu lah sampai melarang ojol masuk ke pemukiman tertentu hanya karena merasa rezeki atau lahannya diambil. Toh, rezeki itu sudah pada porsinya masing-masing. Tinggal bagaimana seseorang berusaha.

Lagipula, menurut saya driver ojek pangkalan juga angkot tidak perlu khawatir kehilangan pelanggan. Pasalnya, akan selalu ada orang yang menggunakan moda transportasi konvensional karena beragan alasan. Misalnya saja, Ibu saya yang hampir selalu menggunakan angkot atau ojek pangkalan ketika pergi sendirian karena tidak terbiasa menggunakan aplikasi ojol.

Saya sendiri pun sesekali masih menggunakan kedua moda transportasi konvensional tersebut. Sebab, untuk jarak tertentu, tidak dapat dipungkiri bahwa tarif yang dikenakan lebih murah dibanding transportasi online. Meski, kendala utama biasanya ada pada waktu.

Sebagaimana diketahui, jika sudah ngetem (berhenti sejenak untuk menunggu penumpang) angkot akan berhenti cukup lama. Dan ketika saya mulai kesal menunggu lalu berkata “lama banget Bang ngetemnya!”, jawaban paling menyebalkan yang pernah saya terima dari salah satu supir angkot adalah, “kalau nggak mau nunggu lama, naik gojek aja sana, Mz”.

Lah, gimana, sih. Nanti giliran saya naik ojol, situ menyalahkan ojol karena sudah merebut lahan pekerjaan. (*)

BACA JUGA Cara Menangani Sohibul WhatsApp yang Suka Beralasan Pesan Tertimbun Padahal Memang Sengaja Mengabaikan atau tulisan Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 3 Maret 2021 oleh

Tags: Kritik Sosialmasalah sosialojek onlineojek pangkalanojol
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

sandal

Akhirnya Saya Menemukan Sandal yang Aman dari Tertukar ataupun Hilang

25 Juni 2019
entah apa

Lagu Entah Apa yang Merasuki “Demokrasi” Kita dan Efek Suara Gagak

24 September 2019
sinopsis preman pensiun episode 1 musim 1 mojok.co preman pensiun episode 2 preman pensiun episode 3 episode 4 episode 5 episode 8 episode 10 episode 19 kang bahar

Kritik Sosial dalam Serial ‘Preman Pensiun’ 5

10 Mei 2021
anak zaman now

Dasar Anak Zaman Now

1 Juli 2019
Boleh Nggak Say No sama Motor Gede yang Bertransformasi Jadi Ojol

Boleh Nggak Say No sama Motor Gede yang Bertransformasi Jadi Ojol?

12 Januari 2020
peternak ikan

Apa Salahnya Punya Cita-Cita Sebagai Peternak Ikan?

11 Oktober 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 hal lazim di Jogja yang masih asing di Tulungagung, tapi perlu dicontoh demi ruang publik yang lebih hidup  Mojok.co

4 hal lazim di Jogja yang masih asing di Tulungagung, tapi perlu dicontoh demi jadi daerah lebih hidup 

17 Juli 2026
Motor matic itu kutukan yang selalu rusak kalau saya punya uang (Unsplash)

Saya curiga, motor matic punya indra penciuman terhadap saldo rekening karena selalu rusak ketika saya punya uang

16 Juli 2026
3 Kebohongan tentang Lembang yang Perlu Diluruskan

Bukan cuma soal dingin, ini 4 kejanggalan di Lembang yang bikin wisatawan Semarang heran

15 Juli 2026
Alasan buku fisik tidak akan lenyap hanya karena buku digital merajalela Mojok.co

Alasan buku fisik tidak akan lenyap hanya karena buku digital merajalela

15 Juli 2026
Stop bilang orang Sunda pemalas, kami cuma tahu cara menikmati hidup tanpa harus burnout Mojok.co

Stop bilang orang Sunda pemalas, kami cuma tahu cara menikmati hidup tanpa harus burnout

17 Juli 2026
Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya Mojok.co kota pelajar madura

3 hal langka di Madura, tapi umum di Jogja, sudah seharusnya Madura belajar pada Jogja!

16 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.