Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Bencana yang akan Terjadi jika Malang Dipaksa Menjadi “Selevel” dengan Jakarta

Muhammad Mundir Hisyam oleh Muhammad Mundir Hisyam
7 Januari 2024
A A
Malang Selevel Jakarta, Sama dengan Bencana (Unsplash)

Malang Selevel Jakarta, Sama dengan Bencana (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Angan menjadikan 40 kota, seperti Malang, menjadi kayak Jakarta, menimbulkan kekhawatiran di benak orang desa.

“Kami memiliki 1 tekad bahwa di dalam pemerintahan yang akan datang, minimal harus dibangun 40 kota baru yang selevel dengan Jakarta. Dengan kemampuan menampung jumlah penduduk, memberikan sarana dan prasarana yang memadai sekaligus kemampuan untuk terjaganya lingkungan untuk sehat. Termasuk kehidupan yang memberikan kenyamanan bagi penduduknya.”

Begitulah gagasan yang disampaikan oleh cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar pada debat beberapa waktu lalu. Setelah menonton debat tersebut dan mengetahui bahwa salah 1 kota dari 40 kota yang dimaksud adalah Malang, seketika sebagai warga asli, saya langsung merenungkannya. Seram sekali.

“Menjadikan Malang selevel Jakarta?” Pertanyaan pemicu yang rasanya mungkin membuat saya memikirkan sudut pandang lain. Bukan tentang hanya sebatas gemerlapnya Jakarta beserta fasilitasnya. Saya cenderung mengkhawatirkan beberapa hal yang tampaknya akan mengubah Malang yang saya kenal.

Desa di Malang tidak akan lagi “ndeso”

Saya hidup di desa di pinggiran Malang dengan banyak persawahan, kebun, pepohonan, dan jalan-jalan kecil dengan sungai sempit di pinggirannya untuk mengairi sawah warga secara gratis. Masih sangat alami. Namun, berangan-angan dan mencoba berpikir bahwa daerah saya akan menjadi Jakarta berikutnya tentu akan ada perubahan.

Saya kira jalanan di sini akan diperlebar hingga sungai sempit kami makin sempit sampai tak terlihat. Mungkin itu bagus karena akan ada sungai besar saat hujan lebat tiba. Bahkan bisa-bisa saya melihat sungai saat bangun tidur. Mungkin saja.

Atau akan ada sawah yang lebih modern? Warga mungkin tidak perlu lagi menanam sampai memanen. Cukup datang ke ruangan ber-AC, dan tinggal pilih saja sayur segar. Pohon di sini pun mungkin akan lebih kokoh dan sulit ditebang. Bahkan bisa dihuni juga oleh manusia karena sudah berubah jadi pohon beton. Mungkin saja. Ya, begitulah mungkin desa saya nanti. Desa yang tidak lagi “ndeso” karena Malang selevel Jakarta.

Bukan lagi kota yang sejuk dan dingin

Siapa yang tidak setuju kalau Malang masih menjadi salah satu kota dengan udara yang sejuk dan suhu dinginnya? Orang-orang luar yang berlibur ke sini saya yakin betah karena sejuk dan dingin. Kalau tidak betah, ya karena mereka belum beli jaket saja. Namun, kalau mereka memang malas beli baju hangat, itu akan sangat pas kalau mereka menunggu realisasi Malang selevel Jakarta.

Baca Juga:

Alasan Wonogiri Masih dan Akan Selalu Jadi Ibu Kota Bakso Indonesia, Malang Minggir Dulu!

Sumbersari Malang yang Overrated Masih Jadi Daerah Paling Masuk Akal bagi Maba yang Baru Pertama Kali Merantau

Malang selevel Jakarta akan lebih hangat berkali-kali lipat. Sampai panas dan bikin gerah luar biasa. Namanya saja metropolitan. 

Kemacetan yang lebih merata seperti Jakarta

Pemerataan akan jelas terlihat jika Malang selevel Jakarta, salah satunya adalah kemacetan. Beberapa jalan di sini belum merasakan kemacetan parah. Tapi, jika sudah selevel Jakarta, saya yakin jalan-jalan itu akan macet, di daerah saya misalnya. Sekarang untuk ke pasar saya butuh waktu 7 sampai 10 menit dengan jarak kurang lebih 7 kilometer, tapi nanti bisa saja 30 sampai 60 menit. Menyenangkan sekali bisa jadi kayak ibu kota yang macetnya dianggap “udah biasa”.

Atau saat berangkat kuliah. Saat ini, terkadang beberapa titik sudah macet, paling tidak saya butuh waktu 35 menit untuk jarak tempuh sekitar 15 kilometer. Namun, jika sudah selevel Jakarta, saya kira bukan lagi beberapa titik, tapi semua titik adalah titik kemacetan. Bagus, sangat merata.

Harga melambung tinggi biar sama kayak metropolitan

Percaya atau tidak, hanya dengan Rp10 ribu, saya sudah bisa makan kenyang di kantin kampus. Di luar kantin kampus juga sama, meski beberapa tempat memang agak mahal. Tapi, saya kira masih sangat wajar karena biasanya yang mahal itu dekat dengan tempat wisata dan semacamnya.

Nah, itu semua akan berubah, saat selevel Jakarta. Bisa saja garam dapur milik ibu mungkin bisa lebih mahal dari harga makan saya di kantin sekarang. Nggak tahu ya, cuma mungkin saja. Intinya sih, harganya pasti jadi merata. Mahalnya.

Polusi udara yang jauh meningkat

Saya tidak tahu ini akan terjadi atau tidak, tapi lagi-lagi bisa saja iya. Menurut saya Malang sekarang masih sejuk, udaranya masih segar, terlebih jika di pedesaan. Langit pun kalau pagi bagus sekali, menjelang siang bisa cerah, menjelang sore juga indah.

Mau jogging tengah hari bolong juga nggak masalah kalau soal udara. Nggak masalah kalau dibandingkan sama Jakarta. Jadi, kalau nanti Malang selevel Jakarta, mungkin jogging cocoknya abis subuh saja. Sekalian biar morning personnya morning banget.

Kekhawatiran orang desa

Pada dasarnya, seperti yang para pakar katakan, menjadikan kota-kota lain bisa selevel Jakarta itu tidak mudah. Kalau tujuannya baik, sih, nggak ada yang nggak setuju.

Namun, sebagai orang desa, wajar kalau saya khawatir. Apalagi hal-hal di atas menjadi gambaran ibu kota sehari-hari. Itu semua dampak dari “kota metropolitan”.

Selain itu, artikel ini tidak menggambarkan pilihan politik saya. Ini hanya asumsi dan kekhawatiran warga desa saja.

Penulis: Muhammad Mundir Hisyam

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Orang-orang yang Datang ke Kayutangan Malang Itu Sebenernya Mau Main atau Nyinyirin Kinerja Wali Kota Malang, sih?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 Januari 2024 oleh

Tags: 40 kota selevel jakartadebat cawapresibu kotaJakartaKabupaten Malangkota malangMalangmuhaimin iskandar
Muhammad Mundir Hisyam

Muhammad Mundir Hisyam

Perenung andal.

ArtikelTerkait

Panduan Membedakan Kota dan Kabupaten Pekalongan biar Nggak Salah Lagi! Terminal Mojok

Alasan Kota Pekalongan Layak Jadi Kota Bisnis

30 Desember 2020
Seandainya Ibu Kota Negara Pindah ke Bekasi, Komsen Jatiasih Pasti Jadi Pusat Ekonomi Indonesia

Seandainya Ibu Kota Negara Pindah ke Bekasi, Komsen Jatiasih Pasti Jadi Pusat Ekonomi Indonesia

15 Juni 2024
Duka Penjual Ikan Hias Keliling di Malang Kala Ramadan, Hanya Ingin Laku agar Ada Uang untuk Lebaran

Duka Penjual Ikan Hias Keliling di Malang Kala Ramadan, Hanya Ingin Laku agar Ada Uang untuk Lebaran

21 Maret 2024
Kerja Dekat Monas Jakarta Nggak Selalu Enak, Akses Mudah tapi Sering Ada Demo yang Bikin Lalu Lintas Kacau

Kerja di Jakarta Memang Kejam, tapi Masih Banyak Hal yang Bisa Disyukuri dari Kota yang Mengerikan Itu

29 Maret 2026
Kasta Tempat Duduk di Stadion Kanjuruhan Malang terminal mojok.co

Kasta Tempat Duduk di Stadion Kanjuruhan Malang

3 Januari 2022
Di Malang, Sarapan dengan Menu Sate Ayam Adalah Hal yang Biasa

Di Malang, Sarapan dengan Menu Sate Ayam Adalah Hal yang Biasa

29 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Kelebihan Kuliah di Samarinda yang Bikin Kuliah di Jogja Jadi Kelihatan Biasa Saja

Samarinda Tidak Ramah buat Mahasiswa yang Tidak Bisa Naik Motor karena Tidak Ada Transportasi Umum yang Bisa Diandalkan!

21 Mei 2026
Unpopular Opinion: Kajian Ustaz Hanan Attaki Itu Bukanlah Pengajian Agama pengajian berbayar

Maaf Saya Berubah Pikiran, Konsep Pengajian Berbayar Memang Lebih Masuk Akal dan Layak untuk Diikuti

16 Mei 2026
Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

17 Mei 2026
Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

18 Mei 2026
4 Aturan Tidak Tertulis Saat Menulis Kata Pengantar Skripsi agar Nggak Jadi Bom Waktu di Kemudian Hari

4 Tips untuk Bikin Mahasiswa Cepat Paham dan Tidak Kebingungan Mengerjakan Skripsi

19 Mei 2026
Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

15 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.