Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Main Master League PES dengan Tim Medioker Itu Jauh Lebih Menyenangkan

Fatony Royhan Darmawan oleh Fatony Royhan Darmawan
18 September 2020
A A
Di Kampung Saya, Orang-orang Lebih Suka Main PES Dibanding FIFA terminal mojok.co

Di Kampung Saya, Orang-orang Lebih Suka Main PES Dibanding FIFA terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Saya sering mengisi hari-hari di rumah selama pandemi dengan bermain game sepak bola. Saya biasa memainkan mode master league di Pro Evolution Soccer 2017. Alasannya selain laptop saya kentang, patch atau mod PES 2017 ini banyak yang bikin grafisnya jadi nggak payah-payah banget.

Ada satu hal yang selalu saya lakukan saat bermain mode master league, yaitu bermain dengan tim medioker. Tentu kriteria medioker di sini bukan Manchester United atau Barcelona lho, ya.

Memang ada sensasi tersendiri memainkan master league menggunakan tim medioker. Di mode master league ini saya biasanya memakai klub seperti Derby County, Hoffenheim, atau Nottingham Forest FC. Tim-tim tersebut bagi saya memiliki nama yang enak dilihat, dibaca, dan didengar sehingga spirit buat memainkannya tetap ada sekalipun akan menjadi ampas di musim pertamanya karena memang dasarnya udah tim kalahan.

Sebagai manajer di klub kecil dengan keuangan terbatas, kita ditantang untuk membawa tim papan bawah ini bisa bersaing di papan atas atau bahkan promosi ke liga atasnya. Tentu hal ini bukan perkara mudah. Ada beberapa tantangan seperti duit yang terbatas dan overall ability pemain yang rendah.

Sering kali jika ada pemain yang cedera di posisi tertentu tim antah-berantah ini nggak punya pelapis sehingga tidak jarang kalau bek saya jadikan sayap. Atau paling parahnya ya kiper tak jadikan striker, atau sebaliknya striker jadi kiper karena saking terbatasnya komposisi pemain. Tapi, hal kayak ginilah yang membuat game lawas ini menjadi asik.

Keasyikan lainnya adalah saat saya bisa membentuk pemain di klub antah-berantah tersebut menjadi pemain bintang dan dibeli tim besar dengan harga selangit. Itung-itung juga melatih mental kapitalis yang mungkin berguna di kehidupan nyata. Jangan salah, bukan perkara sepele membuat pemain dengan ability rendah menjadi pemain bintang. Saya dituntut untuk terus memainkan pemain tersebut di setiap laga meski harus kalah sekalipun.

Saya juga bisa memaklumi kalau tim saya kalah karena memang bukan tim besar. Tidak perlu menyalahkan stik atau laptop kentang saya karena memang benar-benar bisa dimaklumi dan diterima kalau tim ini layak kalah. Beda urusan pas bermain pakai tim besar. Kalau kalah ya nggak ada alasan lain lagi selain saya yang goblok dan nggak bisa main. Lha wong sudah dikasih pemain bagus, komposisi lengkap, pas kalah pasti meninggalkan perasaan goblok dan bersalah. Mentok-mentok pencet tombol start dan back to menu. Nggak asik blass….

Pahit getirnya membentuk pemain di tim medioker ini dirasakan di musim awal. Sudah bisa dipastikan kalau pemain tersebut akan menjadi ampas di musim pertamanya. Mulai dari body balance yang ambyar hingga larinya kayak siput. Biasanya, sih, memilih pemain di posisi striker untuk dibentuk lantaran lebih mudah dalam urusan mencetak gol. Yang artinya semakin banyak gol dibuatnya semakin bagus buat perkembangannya.

Baca Juga:

Sejak MU Menang Terus, Dunia Jadi Penuh Setan, Lebih Kejam, dan Sangat Suram bagi Fans Liverpool

Manchester United Adalah Lelucon Dimulai dari Internal, tapi Selalu Bodoh lalu Menyalahkan Pelatih dan Pemainnya

Berbeda saat kita menggunakan tim besar dengan basis pemain yang memang sudah menjadi bintang di master league. Di tim ini biasanya saya yang skill-nya pas-pasan saja dengan tingkat kesulitan top player sekalipun akan tetap menangan. Menjadi juara di musim pertama sudah biasa. Mau panen trofi juara juga nggak sulit-sulit amat. Seolah-olah dengan memakai tim besar bertabur bintang game PES ini sudah tamat. Nggak ada lagi yang bisa dieksplor dan nggak ada feel from zero to hero–nya juga.

Lagi pula main dengan tim besar bertabur bintang kemampuan manajemen keuangan saya tidak lagi teruji lha wong duitnya sudah banyak. Mau jual pemain dengan harga selangit juga gampang karena memang sudah jadi pemain bintang. Nggak asik blass lah.

Buat yang merasa bosan karena menangan dan nggak punya lawan tandingan alias solo player mendingan cobain dah main master league dengan tim medioker. Skill nge-game akan teruji. Mungkin bagi yang terbiasa bermain dengan tim besar, kalian harus coba main dengan tim medioker agar kalian bisa merasakan sulitnya membangun sebuah tim dari nol. Benar-benar asik pokoknya.

BACA JUGA Deddy Corbuzier Pernah Bikin Program yang Nggak Laku-laku Amat di Kanal YouTube-nya dan tulisan Fatony Royhan Darmawan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 18 September 2020 oleh

Tags: barcelonamanchester unitedmaster leaguemediokerpes
Fatony Royhan Darmawan

Fatony Royhan Darmawan

Seorang mahasiswa yang hobi main Pro Evolution Soccer level beginner dan suporter klub liga 3 yang hampir bubar.

ArtikelTerkait

Harry Maguire Adalah Representasi Kita Semua, Manusia Biasa yang Penuh Kesalahan (Saolab Press via Shutterstock.com)

Harry Maguire Adalah Representasi Kita Semua, Manusia Biasa yang Penuh Kesalahan

20 April 2022
ole pemain underrated fans bola fans Manchester United MU jesse lingard manchester united liverpool Real Madrid #GlazersOut Gini doang nih grup neraka? MOJOK.CO

Selama Ole Masih Bertahan di MU, Dunia Ini Akan Tetap Baik-baik Saja

26 Oktober 2021
Bayern Munchen Memakukan Paku Terakhir di ‘Peti Mati’ Barcelona 8-2! MOJOK.CO

Bayern Memaku Paku Terakhir di ‘Peti Mati’ Barcelona: 8-2!

15 Agustus 2020
3 Alasan Sebaiknya Nggak Usah Beli Jersey Manchester United di Official App terminal mojok

3 Alasan Nggak Usah Beli Jersey Manchester United di Official App

7 Desember 2021
lionel messi putuskan bertahan di barcelona tak jadi pindah mojok.co

Lionel Messi Putuskan Bertahan di Barcelona Adalah Kabar Baik dan Buruk Sekaligus

5 September 2020
Lionel Messi, Menjadi Paripurna di Bawah Kolong Langit Sepak Bola (Unsplash)

Lionel Messi, Paripurna di Bawah Kolong Langit Sepak Bola

14 Desember 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bukit Menoreh, Tempat Wisata Kulon Progo yang Bikin Kapok untuk Kembali Lagi Mojok.co

Bukit Menoreh, Tempat Wisata Kulon Progo yang Bikin Kapok untuk Kembali Lagi

22 Februari 2026
Bayar STNK Sudah Bikin Pusing, Sekarang Mau Ditambah Parkir Setahun, Selalu Ada Cara Baru Nambah Beban Rakyat

Bayar STNK Sudah Bikin Pusing, Sekarang Mau Ditambah Parkir Setahun, Selalu Ada Cara Baru Nambah Beban Rakyat

22 Februari 2026
Saya Menemukan Ketenangan Bersama Muhammadiyah (Wikimedia Commons)

Saya Menemukan Ketenangan Bersama Muhammadiyah

24 Februari 2026
4 Rekomendasi Kue Kering Holland Bakery yang Cocok Jadi Suguhan saat Lebaran Mojok.co

4 Rekomendasi Kue Kering Holland Bakery yang Nggak Mengecewakan dan Cocok Jadi Suguhan Lebaran

26 Februari 2026
Ironi Lumajang: Dekat dengan Laut, tapi Sulit Menemukan Seafood

Ironi Lumajang: Dekat dengan Laut, tapi Sulit Menemukan Seafood

25 Februari 2026
Yamaha NMAX, Motor yang Tidak Ditakdirkan untuk Dimodifikasi Mojok.co

Yamaha NMAX, Motor Gagah tapi Biaya Merawatnya Sama Sekali Tak Murah

25 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”
  • Pakai Samsung Terintimidasi User iPhone, Tak Berpaling karena Lebih Berguna dari iPhone yang Memperdaya Penggunanya
  • Sarjana Cumlaude PTN Jogja Adu Nasib ke Jakarta: Telanjur Syukuran Keterima Kerja, Perusahaan Malah Bubar padahal Gaji Bulan Pertama Belum Turun
  • Gila-gilaan Kerja di Jepang tapi Tak Bisa Menikmati Upah Besar, sebab Saya Generasi Sandwich yang Harus Tebus Utang Keluarga
  • Menjawab Misteri Suzuki S-Presso Tetap Laku: Padahal, Menurut Fitra Eri dan Om Mobi, S-Presso Adalah Mobil Paling Tidak Menarik
  • 8 Tahun Pakai iPhone, Ternyata Saya Dibutakan Gengsi padahal Android Lebih Praktis dan Nyaman

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.