Saya yakin, tidak ada yang lebih kuat ketimbang mahasiswa Universitas Terbuka. Sebab mereka bisa tetap meraih mimpi di tengah kesibukan yang tanpa henti
Hal paling adil di dunia ini adalah waktu. Semua orang, dari mana pun asalnya, apa pun latar belakangnya, semua punya waktu yang sama: 24 jam sehari. Tidak lebih, tidak kurang. Namun dalam praktiknya, waktu justru jadi kemewahan. Bagaimana tidak? Meski judulnya ‘waktunya gue’, kenyataannya, tidak semua orang punya keleluasaan untuk mengatur waktu mereka sendiri.
Buktinya, banyak orang terjebak dalam rutinitas yang nyaris tak menyisakan ruang. Pagi berangkat kerja, siang hingga sore bergulat dengan target, bahkan hingga malam hari pun masih saja uplek pegawean. Tak ada habisnya.
Ajaibnya, di sela-sela rutinitas tersebut, ada sosok yang masih bisa meluangkan waktu untuk upgrade diri, mereka adalah mahasiswa Universitas Terbuka (UT).
Kesibukan bukanlah penghalang bagi mahasiswa Universitas Terbuka
Kalau dipikir-pikir, kerja seharian itu kan capek, ya? Kalau ada waktu luang, pasti pengennya jalan-jalan, refreshing, atau sekadar selonjor sambil main HP. Mahasiswa Universitas Terbuka ini lain daripada yang lain. Mereka malah memilih untuk membaca modul, buka laptop untuk mengerjakan tugas, atau meninggalkan jejak di forum diskusi.
Kadang dilakukan sepulang kerja, kadang di sela jam istirahat, kadang juga saat duduk di transportasi umum. Sederhananya, mahasiswa UT ini selalu saja nemu waktu untuk belajar. Salut banget emang. Udah kaya MR DIY aja nih mahasiswa UT. Bedanya, kalau MR DIY ada saja idenya, kalau mahasiswa UT ada saja waktu belajarnya.
Semua itu, tentu tak lepas dari kemewahan waktu yang diberikan oleh Universitas Terbuka. Tidak seperti kampus konvensional lainnya, UT memang membebaskan mahasiswa untuk belajar kapan pun dan di mana pun. Tak ada jadwal kuliah yang kaku karena UT percaya bahwa pendidikan seharusnya milik semua orang, termasuk mereka yang sudah bekerja.
BACA JUGA: Mahasiswa UT Lulus Bukan untuk Pamer, tapi untuk Bertahan Hidup
Didorong oleh keyakinan
Tentu saja, yang namanya mengerjakan tugas jam 11 malam, di sisa tenaga dan di sela-sela kehidupan itu melelahkan. Godaan untuk rebahan pasti nyata adanya. Tapi, semua itu adalah bagian dari konsekuensi. Maklum, mahasiswa Universitas Terbuka ini kuliahnya bukan di jam-jam ideal, seperti kampus konvensional.
Perkara kenapa mahasiswa tetap tabah, tentu saja karena mereka yakin. Mereka yakin bahwa pendidikan adalah jalan menuju ke taraf hidup yang lebih baik. Jadi, sudah selayaknya mereka berkorban sedikit waktu dan tenaga. Toh, dalam perjuangan tersebut, mereka tidak sendirian. Universitas Terbuka sebagai tempat bernaung memberikan banyak dukungan dalam perjuangan tersebut. Misalnya, dengan memberikan biaya kuliah yang terjangkau, opsi ujian online bagi mahasiswa yang tidak bisa datang ke lokasi ujian, tidak ada sistem drop out, dsb.
Kan seneng ya kalau perjuangan kita diapresiasi dan didukung. Ibarat cinta, cintanya itu tidak bertepuk sebelah tangan.
Belajar bertanggung jawab atas hidup sendiri
Kembali soal mahasiswa Universitas Terbuka yang mengerjakan tugas di sela kehidupan. Mahasiswa UT mampu menyeimbangkan dunia kerja dengan perkuliahan telah membentuk karakter mahasiswa UT sebagai sosok yang bertanggungjawab. Pasalnya, mahasiswa UT ini sudah terbiasa untuk mengatur hidupnya sendiri. Kapan harus bekerja, kapan belajar dan kapan harus istirahat. Itu sebabnya, 24 jam seharinya mahasiswa UT ini lebih kaya dan bermakna.
Itu sebabnya ketika lulus, rasa syukur mahasiswa UT jelas akan berbeda. Bukan euforia sesaat, tapi kelegaan yang dalam karena gelar itu diraih bukan di jalur yang mudah, melainkan di jalur yang penuh kedisiplinan.
Maka, jika suatu hari kamu melihat seseorang membuka laptop di sela jam istirahat kerja, atau kedapatan sedang buka modul di KRL, bisa jadi mereka adalah mahasiswa Universitas Terbuka yang sedang memperjuangkan mimpinya.
Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Rizky Prasetya
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.



















