Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Kuliah di UT Sudah Paling Benar, Belajarnya Nggak Instan tapi Terstruktur dan Nggak Bikin Manja

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
29 Januari 2026
A A
Kuliah di UT Sudah Paling Benar, Belajarnya Nggak Instan tapi Terstruktur dan Nggak Bikin Manja

Kuliah di UT Sudah Paling Benar, Belajarnya Nggak Instan tapi Terstruktur dan Nggak Bikin Manja (Dokumentasi UT)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai alumni Universitas Terbuka (UT), saya masih sering membaca cuitan mahasiswa UT di forum-forum di media sosial. Membaca curhatan para mahasiswa ini membuat saya seperti sedang bernostalgia. Bagaimanapun saya pernah ada di posisi mereka. Pernah buka tutup Learning Management System (LMS) untuk intip-intip tugas, membaca modul di sela-sela jam istirahat, hingga merasakan sensasi ujian online.

Saat membaca curhatan mahasiswa UT, tak jarang saya menemukan cuitan yang bernada keluhan. Ada yang mengeluh tugas terlalu banyak lah, waktu mengirimkan tugas terlalu mepet lah, hingga susahnya dapat nilai bagus di UT. Bahkan, ada yang sampai menyalahkan sistem pembelajaran di sini.

Haduh, Dek, yok bisa yok kurang-kurangin ngeluhnya. Pakai segala ngeluhin sistem pembelajaran di UT. Sistem di kampus ini sudah bagus, lho. Kalau nggak bagus, nggak mungkin UT bolak-balik jadi bahan rujukan dalam hal pembelajaran jarak jauh.

Baca juga: Kuliah Sekarang: Bayarnya ke Kampus, tapi Terpaksa Cari Ilmu di Warung Kopi.

Ingin serba instan

Setelah saya pikir-pikir, bisa jadi keluhan yang dilontarkan mahasiswa UT ini berkaitan dengan penyakit klasik manusia yang selalu ingin serba cepat. Pokoknya dalam banyak hal, penginnya tuh yang instan. Agak-agaknya mereka lupa bahwa untuk masak mie instan sekalipun harus ada effort merebus air terlebih dahulu. Nggak bisa ujug-ujug matang dalam satu kedipan mata. Itu mie instan, lho, ya. Apalagi kuliah.

Sudah, tidak usah bawa-bawa gen Z. Penyakit ingin yang serba gampang ini sebenarnya bukan penyakit satu angkatan. Aslinya ya apa pun generasinya, kalau boleh milih, pasti pilih jalan yang mudah dan cepat. Cuma kebetulan saja para gen Z ini lebih bisa mengekspresikannya.

Sistem belajar UT tidak Instan, tapi terstruktur

Saya tuh gemes ya dengan mahasiswa UT yang maido sistem pembelajaran di UT. Apanya coba yang pantas dipaido? Btw, “paido” itu maksudnya menjelek-jelekkan, ya Gaes ya.

Secara nyata, sistem belajar di UT dirancang dengan kesadaran penuh bahwa mahasiswa Ukampus ini datang dari latar belakang yang beragam. Ada yang bekerja penuh waktu, ada yang sudah berkeluarga, ada pula yang baru memulai hidup dewasa. Karena itu, UT menggunakan sistem pembelajaran jarak jauh yang berbasis kemandirian, bukan ketergantungan pada ruang kelas.

Baca Juga:

Meski terancam DO karena modal nekat, kuliah akan selalu menjadi keputusan paling bijak yang pernah saya ambil

Nasib apes mahasiswa tanggung, susah dapat beasiswa karena kebanyakan untuk mahasiswa kurang mampu

Mahasiswa UT belajar menggunakan modul yang disusun secara sistematis, lengkap, dan bisa dipelajari secara mandiri. Di beberapa mata kuliah, pembelajaran juga didukung dengan tutorial, baik tatap muka maupun online, untuk membantu mahasiswa yang membutuhkan pendampingan.

Lalu soal evaluasi. Evaluasi di UT pun dilakukan secara terukur. Ada tugas, ada diskusi, ada ujian. Sistem ini menuntut tanggung jawab pribadi. Tidak ada dosen yang mengejar-ngejar, tidak ada absensi harian yang memaksa. Yang ada adalah kepercayaan, sekaligus tuntutan kedewasaan.

Artinya, sistemnya sudah bagus, MyLov. Sudah bagus~

Kuliah di UT memudahkan, tapi tidak memanjakan

Kalau soal anggapan kuliah di UT itu sulit alias tidak mudah… Duh, gimana ya ngomongnya?

Gini, lho, Dek. Tolong pahami bahwa “mudah” itu bukan berarti “tanpa usaha”. Kalau sedari awal kamu berpikir mudah itu tanpa usaha ya… nggak bakal ketemu. Sampai kiamat pun kamu bakal terus mengira kalau UT itu tidak mudah.

Nyatanya, sistem di UT itu mudah. Bukan mudah lulus atau mudah dapat nilai yang bikin kamu jadi manja, ya. Tetapi UT memaknai kemudahan secara berbeda. Mudah versi UT adalah mudah aksesnya, mudah waktunya, dan mudah ruang belajarnya. Dengan sistem seperti ini, kampus terbukti mencetak lulusan yang terbiasa mengatur waktu, membaca dengan serius, dan bertanggung jawab pada pilihannya sendiri.

Baca juga: Stop Mengira Kuliah Online UT Itu Main-main, Kenyataannya Lebih Serius dan Menantang Dibanding Kuliah Konvensional.

Mengubah mindset dari cepat ke tepat

Saran saya ya Dek, ya, kurang-kurangin ngeluhnya, perbanyak muhasabah. Bisa jadi bukan sistemnya yang salah, tapi kamunya. Mending ubah mindset kamu dalam memandang tujuan. Jangan terlalu fokus pada hasil yang cepat, sampai lupa bertanya: apakah sistemnya mendukung kita untuk bertahan sampai akhir?

Karena kenyataannya, sistem di UT sudah dirancang sedemikian rupa sebagai kawan seperjuangan bagi kalian untuk meraih impian.

Yakin, deh, ketika mindset berubah, keluhan pun akan berkurang. Tugas tidak lagi dipandang sebagai beban, tetapi sebagai alat belajar. Ujian tidak lagi dianggap penghalang, tetapi penanda sejauh mana kita benar-benar memahami.

Sekian ya Dek ya. Baik-baik kuliahnya. Jangan ngeluh-ngeluh bae.

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Itu Ajaib. Sama-sama Punya Waktu 24 Jam Sehari, tapi Tetap Bisa Kuliah di Sela-sela Hidup.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 26 Januari 2026 oleh

Tags: Kuliahkuliah di Universitas Terbukakuliah Universitas Terbukamahasiswa universitas terbukapengalaman kuliah di Universitas Terbukauniversitas terbukaut
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

20 Istilah yang Harus Dipahami Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara biar Nggak Plonga-plongo di Kelas

20 Istilah yang Harus Dipahami Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara biar Nggak Plonga-plongo di Kelas

18 Oktober 2023
6 Hal yang Cuma Ada di Universitas Terbuka Terminal Mojok

6 Hal yang Cuma Ada di Universitas Terbuka

10 November 2022
UT Bukan Kampus Terbaik, tapi Rektor UT Tetap yang Terbaik (Unsplash)

UT Bukan Kampus Terbaik, tapi Rektor UT Tetap yang Terbaik

5 Mei 2023
Bersama Universitas Terbuka, Semua Mimpi Bisa Terwujud, lho!

Bersama Universitas Terbuka, Semua Mimpi Bisa Terwujud, lho!

31 Agustus 2023
Memangnya Kenapa kalau Pekerjaan Saya Tidak Sesuai dengan Latar Belakang Pendidikan?

Memangnya Kenapa kalau Pekerjaan Saya Tidak Sesuai dengan Latar Belakang Pendidikan?

14 November 2023
indikator syarat penerimaan kualifikasi ujian seleksi snmptn 2020 transparansi siapa yang menilai sma smk ptn pts mojok.co

SNMPTN Lolos Terus Ngerasa Jenius? Sombhong Amat, Kalian Cuma Beruntung

10 April 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 tempat wisata Berbah yang layak dikunjungi agar plesiran di Sleman nggak cuma di situ-situ aja mojok

5 tempat wisata Berbah yang layak dikunjungi agar plesiran di Sleman nggak di situ-situ aja

27 Juli 2026
Indomaret Tutup, Orang Dewasa Depresi Bakal Makin Stres (Unsplash)

Saya akhirnya mengakui keunggulan Indomaret karena 3 barang ini

28 Juli 2026
QRIS Dianggap sebagai Puncak Peradaban Kaum Mager, tapi Sukses Bikin Pedagang Kecil Bingung

Membayangkan Indonesia masa kini tanpa QRIS, transaksi akan benar-benar ribet

29 Juli 2026
Saya pernah mengira orang miskin itu kurang berusaha, dan saya salah besar

Saya pernah mengira orang miskin itu kurang berusaha, dan saya salah besar

30 Juli 2026
4 Saran dari Warlok Jogja untuk Para Pendatang Biar Cepet Betah (Unsplash)

4 kebiasaan warga Jogja yang biasanya menular ke pendatang

28 Juli 2026
Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali Mojok.co

Jatim Park memang bukan tempat wisata termurah, tapi Jatim Park jelas adalah tempat wisata terbaik, paling worth it, dan masih affordable, kok

30 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.