Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Mahasiswa Galang Dana dengan Jualan Air di Lampu Merah Tak Salah, tapi Cari Cara dan Tempat Lain, dong!

Wilda Yanti Salam oleh Wilda Yanti Salam
8 Maret 2021
A A
Mahasiswa Galang Dana di Lampu Merah Terminal MOjok
Share on FacebookShare on Twitter

Sewaktu jadi maba (mahasiswa baru) salah satu PTN di Makassar, selain harus beradaptasi dengan kurikulum dan proses belajar di kelas, saya juga harus beradaptasi dengan bagian-bagian kehidupan kampus yang lain, salah satunya adalah organisasi mahasiswa.

Saya diajak bergabung ke berbagai macam organisasi internal dan eksternal di kampus. Mulai dari organisasi yang visi misinya membangun insan kritis, filosofis, dan kiri, sampai organisasi keislaman yang kerjaannya bicara khilafah dan nikah melulu.

Waktu itu saya memilih bergabung dengan organisasi mahasiswa jurusan saya. Berdasarkan doktrin para senior sih bagus: di sini kalian bisa memperdalam soft skill yang tidak kalian dapatkan di kelas. Mantap! Saya langsung ikut.

Nah, waktu saya mulai ikut pengaderan, salah satu hal baru yang harus saya lakukan adalah galang dana. Ini dilakukan agar bisa membiayai proses pengaderan. Saya sih oke-oke saja, ya iya lah, memangnya modal duduk dengar materi pohon ilmu sosial saja bisa bikin seluruh proses pengaderanmu berjalan? Tidak khannn~

Sebetulnya ada juga organisasi yang tidak butuh galang dana, tapi bisa bikin acara besar. Iya, memang ada, organisasi yang berafiliasi sama partai politik atau organisasi daerah (organda) yang kadang dapat dana dari pemerintah daerahnya. Tapi, untuk organisasi yang memilih jalur indie ya harus kumpulin dana sendiri.

Waktu itu ada beberapa cara saya dan teman seangkatan melakukan galang dana, mulai dari bikin bazar di kafe, jual pakaian bekas, jual kue-kue dan aneka minuman, sampai bikin merchandise. Apa saja kami lakukan agar target dana bisa terkumpul.

Salah satu teman saya kala itu tiba-tiba bilang, “Aku sih nggak masalah jualan kue atau apa aja, asal jangan pernah ngajak aku kalau kalian mau jualan air botol di lampu merah!”

Saya heran dong mendengarnya, memangnya di era 4.0 menuju 5.0 ini ada mahasiswa yang menggalang dana dengan jualan air mineral di lampu merah???!!!

Baca Juga:

Lebaran Jauh dari Indonesia: Homesick, tapi Terobati oleh Orang-orang Turki yang Hangat dan Baik Hati

Bekerja Menjadi Akademisi di Surabaya Adalah Keputusan Bodoh, Kota Ini Cuma Enak untuk Kuliah

Dan ternyata oh ternyata, benar-benar ada. Di banyak titik lampu merah di Makassar, banyak mahasiswa yang menjadikan tempat ini ladang penggalangan dana.

Rupanya ini bukan hal baru. Entah mahasiswa dari kampus mana yang pertama kali mempopulerkan cara ini. Kenapa juga jualannya harus air mineral?

Selama empat tahun lebih tinggal di Makassar dan alhamdullilah mematuhi rambu-rambu lalu lintas, saya akhirnya sering menjumpai para mahasiswa yang berjualan ini.

Kalau dari jauh sudah kedengaran ada yang pakai TOA, dalam hati, aduh mereka ada lagi. Ini karena saat menunggu lampu hijau, sering kali saya merasa tidak enakan saat ditawari, apalagi kalau mahasiswanya bilang, “Kak, airnya, Kak, untuk penggalangan dana kegiatan kami,” sambil pasang wajah senyum rada memelas.

Kalau saya sedang mengantongi uang lima ribu saya pasti beli, tapi sering juga tidak saya beli. Alasannya ya saya kan berhenti karena lampunya merah, bukan mau belanja. Jadi wajar kalau uangnya disimpan di tas dan ribet kalau harus mengeluarkan dompet lagi. Kalau sudah begini, cuma bisa menolak halus sambil senyum masam.

Dear kalian mahasiswa yang berjualan air mineral di lampu merah, bisa tidak cari cara penggalangan dana yang lebih kreatif dan tidak meresahkan?

Dengan kalian berjualan di lampu merah, secara tidak sadar, kalian telah merebut lahan rezeki anak-anak jalanan yang sehari-hari mencari nafkah di sana. Beberapa kali saya menyaksikan di lampu merah yang ada mahasiswanya jualan, tidak ada anak-anak jalanan yang terlihat berjualan tisu atau manisan. Entah mereka memang sedang tidak jualan atau mereka tidak nyaman berada di sekitar kalian.

Kalian juga berisiko bikin lalu lintas jadi macet. Rata-rata kalau ada sesi galang dana jualan air di lampu merah, mahasiswa yang berkumpul itu segerombolan. Banyak di antaranya yang cuma duduk-duduk di trotoar sambil videoin temannya beraksi. Belum lagi motornya yang kadang kali di parkir di bahu-bahu jalan, menghalangi pengedara sepeda yang mau melintas saja, hadeh.

Memang tidak ada cara lain lagi, yah? Misalnya, bikin merchandise kaos atau tumbler kek, pre-order nasi paru rica kek, buka jasa foto atau design kalau ada di antara kamu yang punya skill itu kek, buka jasa titip barang kek, ikut turnamen PUBG kek, apa saja lah, asalkan jangan jualan di lampu merah.

Percuma bacot pakai bahasa tinggi soal membela hak rakyat dan memimpikan peradaban yang lebih baik untuk generasi emas Indonesia 2045, kalau giliran galang dana saja cuma bisa jualan air di lampu merah!

Kalau galang dana di lampu merahnya untuk korban bencana, ya itu sih beda lagi, karena barangkali banyak pengguna jalan yang mau membantu korban tapi tidak sempat ke badan amal zakat, jadi bisa menyalurkannya lewat kalian. Tapi, kalau kalian galang dana untuk kepentingan organisasi sendiri, cari cara dan tempat lain, dong.

Atau jika berpikir lampu merah itu tempat paling strategis, coba ganti barang dagangan kalian, jangan air mineral botol. Saran saya, bikin es cendol atau milk tea boba saja, siapa tahu ada hyung yang sedang melintas dan tertarik beli. Sekian dan tolong lebih kreatif lagi~

BACA JUGA Lelah dengan Iklan Penggalangan Dana yang ‘Menjual’ Kesedihan dan tulisan Wilda Yanti Salam lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 8 Maret 2021 oleh

Tags: galang danaMahasiswa
Wilda Yanti Salam

Wilda Yanti Salam

Gemar masakan kuah kepala ikan yang dikampungnya disebut bale nasu.

ArtikelTerkait

4 Hal Sepele yang Sebaiknya Dihindari Mahasiswa Unpad Mojok.co

4 Hal Sepele yang Sebaiknya Dihindari Mahasiswa Unpad

11 Juni 2024
5 Ciri Orang yang Sebaiknya Nggak Usah Jadi Dosen. Pikir Ulang Sebelum Terjun ke Profesi Ini Mojok.co

5 Ciri Orang yang Sebaiknya Nggak Usah Jadi Dosen. Pikir Ulang Sebelum Terjun ke Profesi Ini

8 Mei 2024
staf tu fakultas yudisium wisuda lulus mojok

Di Kampus Saya, Orang Paling Menyebalkan Bukanlah Dosen Pembimbing, tapi Staf TU Fakultas

16 November 2020
Jam Malam Kampus, Aturan Paling Konyol yang Pernah Dibuat oleh Kampus

Jam Malam Kampus, Aturan Paling Konyol yang Pernah Dibuat oleh Kampus

13 Januari 2024
5 Karakter Drakor yang Mahasiswa Banget Terminal Mojok

5 Karakter Drakor yang ‘Mahasiswa Banget’

13 Agustus 2022
15 Istilah yang Harus Diketahui Mahasiswa Baru Jurusan Sosiologi

15 Istilah yang Harus Diketahui Mahasiswa Baru Jurusan Sosiologi

2 April 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alfamart Itu Terlalu Membosankan dan Sumpek, Butuh Kreativitas (Wikimedia Commons)

Alfamart Itu Terlalu Membosankan dan Sumpek, Kalau Punya Uang Tak Terbatas dan Boleh Saya Akan Ubah Alfamart Jadi “Ruang Singgah Urban”

20 Maret 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Tinggal di Wonogiri Menyadarkan Kenapa Saya dan para Perantau yang Lain Memilih Mengadu Nasib di Kota Lain

19 Maret 2026
5 Suguhan Lebaran Khas Jogja yang Mulai Sulit Ditemukan Terutama di Rumah-rumah Daerah Kota Mojok.co

5 Suguhan Lebaran Khas Jogja yang Mulai Langka, Terutama di Rumah-rumah Daerah Kota

20 Maret 2026
Kebumen Aneh, Maksa Merantau tapi Bikin Pengin Pulang (Wikimedia Commons)

Kebumen Itu Memang Aneh: Suka Memaksa Anak Muda untuk Segera Merantau, sekaligus Mengajak Kami untuk Segera Pulang

21 Maret 2026
7 Barang Indomaret yang Semakin Laris Manis Saat Mudik Mojok.co

7 Barang Indomaret yang Semakin Laris Manis Saat Mudik

17 Maret 2026
Ironi Fresh Graduate Saat Lebaran: Gaji Masih di Bawah UMR, tapi Sudah Tidak Kebagian THR Mojok.co

Lebaran Membosankan Nggak Ada Hubungannya Sama Menjadi Dewasa, Itu Artinya Kamu Lagi Mati Rasa Saja

16 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.