Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Pahitnya Lulusan SMA seperti Saya Cari Kerja, bak Mencari Jarum dalam Tumpukkan Jerami

Melda Nandita oleh Melda Nandita
3 Agustus 2025
A A
Pahitnya Lulusan SMA seperti Saya Cari Kerja, Bak Mencari Jarum dalam Tumpukkan Jerami Mojok.co

Pahitnya Lulusan SMA seperti Saya Cari Kerja, Bak Mencari Jarum dalam Tumpukkan Jerami (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya kira hidup akan jadi lebih mudah setelah lulus SMA. Tidak perlu lagi bangun pagi untuk sekolah, mengerjakan tugas menumpuk, hingga ribut-ribut soal nilai. Ternyata saya salah. Kehidupan lulusan SMA ternyata lebih pelik, apalagi untuk orang-orang yang memutuskan langsung terjun ke dunia kerja seperti saya. 

Setelah lulus SMA saya memang langsung memutuskan cari kerja. Niatnya nggak muluk-muluk, saya pengin punya penghasilan sendiri. Syukur-syukur bisa membantu orang tua. 

Akan tetapi, kenyataannya, mencari kerja bagi pemegang ijazah SMA tidaklah mudah. Dunia kerja bagi lulusan SMA adalah sebuah perjalanan panjang. Saya mesti melalui banyak hal pahit sebelum mengantongi pekerjaan. 

Lulusan SMA langsung merasa tertolak sejak membaca syarat loker

Langkah awal yang saya lakukan adalah membuka situs lowongan kerja dan join grup-grup Facebook terkait pekerjaan. Bahkan, saya mengunduh aplikasi-aplikasi kerja freelance. Niat saya langsung ciut ketika membaca persyaratan berbagai loker. Mayoritas menginginkan pekerja dengan ijazah minimal D3 atau pengelaman kerja setahun. 

Ada sih yang mau menerima pekerja lulusan SMA, tapi jumlahnya tidak banyak. Saya sudah mengirimkan CV ke berbagai loker itu. Mulai dari lowongan sebagai penjaga toko, kasir minimarket, hingga admin online shop semuanya sudah saya coba. Tapi, belum ada yang tembus. Ada sih yang tembus, tapi saya harus ikut pelatihan berbayar dahulu.  

Di saat itu saya sadar. Cari kerja itu susah, apalagi bagi lulusan SMA. Tidak cukup niat saja, tetap perlu modal yang mumpuni.  

Masih harus menghadapi tekanan sosial 

Perjalanan mencari pekerjaan itu terasa semakin panjang ketika ada “suara-suara” menyentil di rumah. Saya tahu niatnya baik, tapi tetap saja bikin mental saya tercerai-berai. Sebab, dari kata-kata dan nadanya, seolah-olah saya malas-malasan cari kerja. 

Padahal, saya sudah mencoba hampir semua jalan. Saya pun aslinya ogah nganggur. Ya siapa sih yang mau jadi pengangguran? Diam di rumah terus lama-lama bikin kena mental. Namun, mau bagaimana lagi? Dunia kerja rasanya nggak butuh orang-orang yang pegang ijazah SMA. Apalagi yang nggak punya modal dan pengalaman seperti saya.  

Baca Juga:

Bersyukur Tidak Lolos CPNS Setelah Lulus SMA karena Difitnah Teman Dekat kalau Saya Ikut Seleksi Pakai Ordal

Keluh Kesah Alumni Program Akselerasi 2 tahun di SMA, Kini Ngenes di Perkuliahan

Pengalaman sulitnya cari kerja tidak hanya saya rasakan sendiri. Teman-teman saya yang lain juga mengalami hal serupa. Karena tidak mendapat pekerjaan, banyak dari mereka yang akhirnya menikah muda hingga kerja serabutan. Ada juga yang akhirnya menyerah dan jadi penangguran. 

Kadang saya bertanya-tanya. Apakah saya dan banyak teman lulusan SMA lain memang sebegitu nggak layak hingga ditolak banyak pekerjaan? Bahkan, ditolak sejak dari persyaratannya. Atau memang kami ini angkatan yang sedang zonk aja, lulus di saat kondisi ekonomi tidak baik-baik saja. Kami lulus di saat loker sedang dikit-dikitnya. Sebab, di berbagai pemberitaan, kondisi lapangan kerja di Indonesia tampak kian mengkhawatirkan.

Jelas kami sebagai lulusan SMA bersedia memperbaiki diri agar layak masuk di dunia kerja. Tapi, kalau memang lowongan kerjanya yang kian menyempit, ini sudah di luar kuasa kami. Dan, kami harap pemerintah dan pihak yang bertanggung jawab lainnya turut memperbaiki kondisi ini. 

Penulis: Melda Nandita
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Derita Jadi Lulusan S2 yang Hidup di Desa, Dianggap Gagal dan Kuliahnya Sia-sia. 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 2 Agustus 2025 oleh

Tags: jeramilulusan smasma
Melda Nandita

Melda Nandita

ArtikelTerkait

UNBK 2020 lulus jalur corona suka duka anak sma kelas xii ketidakpastian snmptn sbmptn tanggal kapan berubah-ubah mojok.co.jpg

UNBK Batal Cuma Satu dari Sekian Penderitaan yang Dilalui Anak SMA Tahun Ini

13 April 2020
Ekskul KIR Sepi Peminat padahal Jadi Modal Siswa Masuk Kuliah

Ekskul KIR Sepi Peminat padahal Jadi Modal Siswa Masuk Kuliah

4 Februari 2024
Menebak Ekstrakurikuler yang Akan Diikuti Upin Ipin dan Anak-Anak Tadika Mesra dari Kacamata Guru SMA Mojok.co

Menebak Ekstrakurikuler Upin Ipin dan Anak-Anak Tadika Mesra dari Kacamata Guru SMA

25 Februari 2024
bekal makan tupperware sekolah nasi lauk jajan siswa anak sma smp air minum mojok

Pergeseran Makna Bawa Bekal Makan dan Minum ke Sekolah yang Tidak Kita Sadari

4 Mei 2020
Sekolah Hanya Bangga pada Muridnya yang Keterima di Kampus Negeri, Sisanya Remah-remah, Dianggap Saja Tidak!

Sekolah Hanya Bangga pada Muridnya yang Keterima di Kampus Negeri, Sisanya Remah-remah, Dianggap Saja Tidak!

10 Juni 2025
Jurusan Teknik Sipil Tidak Cocok untuk Perempuan (Unsplash)

Jurusan Teknik Sipil Tidak Cocok untuk Perempuan

20 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Kuliner Malang yang Jarang Disantap Warga Lokal, bahkan Dihindari Mojok.co

Malang Dingin Itu Seharusnya Wajar, tapi Kini Justru Jadi Anomali

3 Juni 2026
Kesamaan Prinsip From Doubter to Believer Liverpool & Tekkadan (Unsplash)

Liverpool dan Tekkadan Punya Kesamaan, Sama-sama Memegang Prinsip: From Doubter to Believer

3 Juni 2026
Jembatan Ngancar Klaten Akhirnya Direnovasi, Hidup Warlok Tak Lagi Waswas, Bakal Lebih Waras Mojok.co

Jembatan Ngancar Klaten Akhirnya Direnovasi, Hidup Warlok Tak Lagi Waswas, Bakal Lebih Waras

3 Juni 2026
11 Istilah Penyakit dalam Bahasa Jawa yang Terdengar Lucu Mojok.co

11 Istilah Penyakit dalam Bahasa Jawa yang Terdengar Lucu

29 Mei 2026
Bahaya di Gamping Sleman- Ketika Anak Muda Pesimis Hidup (Unsplash)

Bahaya yang Saya Lihat di Gamping Sleman: Ketika Anak Muda Pesimis dengan Kondisi Ekonomi dan Lari ke Judol Sebagai Pelampiasan

1 Juni 2026
Korupsi Mandala Krida Bunuh Marwah Jogja Kota Budaya (Wikimedia Commons)

Kasus Korupsi Mandala Krida Membuat Jogja Kehilangan Marwahnya Sebagai Kota Beradab

29 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.