Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Personality

Lucunya Orang Kota yang Ingin Hidup Primitif karena Dikira Mudah dan Bahagia

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
13 Agustus 2021
A A
Share on FacebookShare on Twitter

“Harusnya kita mencontoh Suku Baduy. Mereka bisa bebas pandemi lho,” ujar salah satu warganet di Twitter. Warganet tadi membuat utas yang memuji-muji hidup tertutup dan sederhana ala masyarakat Baduy. Gayung bersambut, warganet lain ikut meramaikan utas ini. Intinya ya puji-pujian pada gaya hidup masyarakat yang mereka sebut “primitif”.

Di twit lain, ada warganet yang mengeluhkan tekanan mental dalam masyarakat urban. Sembari memuji masyarakat pedesaan yang hidupnya sederhana, tapi bahagia. Dan lagi-lagi twit ini diramaikan oleh suara pembenaran. Banyak yang bercerita tentang pengalaman tinggal atau mengunjungi desa. Ada karena KKN, ada juga yang memang liburan di salah satu desa wisata.

Tidak hanya satu dua twit macam ini muncul. Apalagi pada masa pandemi, banyak yang merasa hidup masyarakat urban sebagai alasan kenapa angka penularan tidak melandai. Mobilitas masyarakat urban yang tinggi dipandang sebagai alasan kenapa Covid-19 tidak bisa diredam. Ya ada benarnya, sih.

Tapi dengan memuliakan cara hidup masyarakat rural bahkan primitif, kok, membuat risi, ya? Dengan entengnya mereka bercita-cita hidup sederhana di antara pohon-pohon besar. Memang enteng kalau membayangkan di media sosial. Tapi logikanya memang terlampau pekok, sih.

Memandang mudahnya mengubah tatanan masyarakat seperti ini saya lihat sebagai bentuk hipokrit masyarakat urban yang nggumunan. Mudahnya mereka kagum pada sesuatu yang tidak bisa mereka sentuh, lalu masturbasi ide di media sosial. Kadang saya juga gitu sih, tapi tak perlu saya bahas.

Saya tidak bermasalah dengan gaung baik ini. Saya pribadi memang ada kecocokan dengan konsep primitivisme. Tapi kalau yang dibahas adalah kehidupan rural yang diromantisasi, ya sama saja bohong. Apalagi bicara kemudahan hidup sederhana yang bebas tekanan mental dunia industri. Wah, ini sih logika muda mudi pasca puber yang sedang melek buku dan adu argumen.

Hidup primitif bukan sekadar tinggal di daerah rural, bukan perkara mudah. Yang jelas tidak seindah selfie di depan sawah yang baru saja musim tanam. Dan tidak seindah bacot Anda di media sosial. Tidak ada yang bisa diromantisasi dari kehidupan ini, selayaknya kehidupan masyarakat urban.

Primitivisme menuntut kita mundur dari segala percepatan peradaban. Termasuk dari percepatan teknologi. Andai saja masyarakat Baduy terjebak dengan dunia media sosial, ya jelas mereka angkat kaki dari komunal mereka. Lantaran hidup sederhana apalagi primitif sama saja menutup akses percepatan informasi.

Baca Juga:

Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Hantavirus: Pertama, Please, Jangan Panik

Purwokerto Jadi Tempat Slow Living Orang Kota, Warlok: Bisa Jadi Masalah Baru

Mengapa mereka yang hidup hampir primitif bisa bertahan? Ya, karena mereka sudah beradaptasi dengan hidup seperti itu sejak nafas pertama. Lha situ, kok, menganggap enteng, padahal kuota internet habis saja nangis.

Selain masalah “mundur” dari kemajuan teknologi, masyarakat primitif cenderung tidak mengenal spesialisasi. Lantaran memang peradaban modern dilandasi oleh konsep spesialisasi. Pertukaran antar masyarakatlah yang menjadi sumber energi masyarakat modern: ekonomi.

Kalau di dalam masyarakat primitif, banyak skill yang harus dimiliki seseorang. Semua karena spesialisasi tidak relevan di masyarakat yang minim pertukaran. Setiap orang dituntut untuk menguasai skill bertahan hidup. Dari sekadar menyalakan api unggun sampai medis sederhana.

Apakah Anda siap melengkapi dan bersandar pada skill bertahan hidup? Jangan bilang sering naik gunung karena Anda dituntut bertahan hidup setiap hari. Tidak ada hidup di alam 2 hari lalu pulang ke kamar kos yang hangat itu. kemampuan meramu makanan saja masih sebatas membuat mi instan, kok mau hidup primitif.

Bicara mi instan, hidup primitif berarti kita hanya bisa berharap pada sumber daya di sekitar kita. Tidak ada kemewahan untuk mendapat makanan dari tempat yang jauh. Jadi kalau Anda masih butuh nyemil croffle sambil minum regal rum, sebaiknya Anda main The Sims saja. Kan, lumayan tuh untuk onani ide hidup ideal.

Bebas dari stres? Benar adanya sih, kalau bicara stres masyarakat urban. Stres karena tuntutan sosial dan lifestyle. Tapi apakah masyarakat primitif tidak bisa stres? Kalau Anda pikir demikian, memang benar Anda stres. Setiap peradaban punya tekanan mental sendiri, meskipun berbeda bentuknya. Kalau hidup primitif, yang menekan mental adalah bagaimana cara bertahan hidup besok.

Tapi yang paling ndlogok adalah logika bahwa hidup rural bahkan primitif itu seindah spot selfie. Gini lho, Bro, situ tahu kenapa tempat wisata itu indah? Ya, karena untuk dijual! Keindahan di lokasi wisata hanyalah balutan cantik yang memang dipasarkan sebagai pemenuhan kebutuhan untuk wisata.

Kalau Anda hidup menyatu dengan alam, sudah bagus Anda bisa bertani dalam skala kecil. Itu saja Anda harus banting tulang karena ladang tidak berbuah dari foto selfie dan video Tiktok Anda. Lagipula Anda mau selfie untuk apa dan dengan apa? Kan sudah kembali dalam kehidupan masyarakat basis.

Bukan berarti saya membunuh mimpi Anda untuk hidup sederhana. Namun, saya ingin membuka mata Anda bahwa tidak ada hidup ideal seperti di Firdaus. Semua punya beban dan tantangan sendiri. Hal yang ideal itu hanyalah ide di otak Anda yang mabuk konsep-konsep ala SJW dalam melihat dunia.

BACA JUGA Orang Baduy Ternyata Mempraktikkan Gaya Hidup Indie dengan Mantap dan tulisan Prabu Yudianto lainnya. 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 30 Agustus 2021 oleh

Tags: Baduycovid-19Hidup Primitiforang kota
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

laporcovid-19 vaksinasi covid-19 vaksin nusantara indonesia lepas pandemi ppkm vaksin covid-19 corona obat vaksin covid-19 rapid test swab test covid-19 pandemi corona MOJOK.CO

Bolehkan Orang yang Sudah Vaksinasi Covid-19 Mendonorkan Darahnya?

18 Agustus 2021
larangan mudik tapi tempat wisata buka mojok

Logika Ajaib Pemerintah: Mengeluarkan Larangan Mudik, tapi Tempat Wisata Tetap Buka

26 April 2021
laporcovid-19 vaksinasi covid-19 vaksin nusantara indonesia lepas pandemi ppkm vaksin covid-19 corona obat vaksin covid-19 rapid test swab test covid-19 pandemi corona MOJOK.CO

Rapid Test: Tes Cepat yang Logikanya Bikin Saya Malah Bingung

6 Juli 2020
Long Weekend di Tengah Pandemi bagi Pengusaha Hotel, Untung atau Buntung_ mojok.co

Long Weekend di Tengah Pandemi bagi Pengusaha Hotel, Untung atau Buntung?

5 November 2020
Jadi Fans JRX yang Percaya Covid-19 Lebih Mudah Daripada Jadi Fans Jokowi terminal mojok

Jadi Fans JRX yang Percaya Covid-19 Lebih Mudah Daripada Jadi Fans Jokowi

28 Juni 2021
Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Hantavirus (Unsplash)

Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Hantavirus: Pertama, Please, Jangan Panik

8 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Aturan Tidak Tertulis Saat Menulis Kata Pengantar Skripsi agar Nggak Jadi Bom Waktu di Kemudian Hari

4 Tips untuk Bikin Mahasiswa Cepat Paham dan Tidak Kebingungan Mengerjakan Skripsi

19 Mei 2026
Sumbersari Malang yang Overrated Masih Jadi Daerah Paling Masuk Akal bagi Maba yang Baru Pertama Kali Merantau Mojok.co

Sumbersari Malang yang Overrated Masih Jadi Daerah Paling Masuk Akal bagi Maba yang Baru Pertama Kali Merantau

16 Mei 2026
Kos Putri Tempat Tinggal yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau, tapi Aslinya Bikin Malas Mojok.co

Kos Putri yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau Aslinya Bikin Malas

18 Mei 2026
Penjilat Atasan Adalah Borok dalam Dunia Kerja yang Bikin Pekerja Keras Tersingkir dan Menderita Mojok.co

Penjilat Atasan Adalah Borok dalam Kantor yang Bikin Pekerja Lain Tersingkir dan Menderita

21 Mei 2026
Betapa Lelahnya Kuliah S2 Bareng Fresh Graduate: Nggak Dewasa, Semua Dianggap Saingan Mojok.co

Betapa Lelahnya Kuliah S2 Bareng Fresh Graduate: Nggak Dewasa, Semua Dianggap Saingan

19 Mei 2026
Dilema Hidup di Jaten Karanganyar: Asap dan Truknya Mengganggu, tapi Perputaran Uangnya Menyelamatkan Ribuan Rumah Tangga

Dilema Hidup di Jaten Karanganyar: Asap dan Truknya Mengganggu, tapi Perputaran Uangnya Menyelamatkan Ribuan Rumah Tangga

19 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.