Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Lima gerakan Jurus Bebek Cuek untuk Menghadapi Orang yang Sok Tahu

Allan Maullana oleh Allan Maullana
23 Oktober 2019
A A
sok tahu

sok tahu

Share on FacebookShare on Twitter

Hal yang menyenangkan hati banyak sekali kalau kita bermimpi. Sekarang ganti baju agar menarik hati, ayo kita mencari teman. Tapi malesnya kalau dapat teman yang sukanya menggurui. Alih-alih kita bisa berbagi banyak hal, cerita, dan pengalaman. Eh, malah diajarin tetek bengek. Komunikasi jadi searah.

“Jadi begini, kamu tuh terlalu bertele-tele kalau nulis. Langsung aja ke pointnya. Set. Set. Set. langsung paragraf inti. Langsung kesimpulan.”

“Jadi nggak gitu. Banyak ide boleh. Tapi memilih ide yang terbaiklah yang bagus.”

“Jadi seharusnya kamu sebelum nyalain motor. Ya motornya distarter dulu. Jangan dipencet. Pake kick starter. Biar hemat aki. Irit listrik.”

“Jadi ada rumus lingkaran yang musti kita pakai kalau mau tahu diameter roda motor kita.”

“Jadi angka 4 ini dihasilkan dari 2 + 2.”

Cas, ces, cos, dia nyerocos kaya petasan boncos yang bunyinya nggak diharapkan berbunyi. Kalimat yang diawali kata “jadi begini”, “jadi begitu”, seolah apa yang kita lakukan itu salah. Ia memberi kesimpulan yang nggak kita butuhkan.

Ia mengajari sesuatu yang nggak kita butuhkan. Ia menasehati kita tanpa nggak kita minta. Seolah ia sedang mengobral ilmu pengetahuan yang ia ketahui. Setelah usut punya usut. Yaw ampun… Ternyata kawan baru kita ini seorang guru. Guru yang menggurui temannya.  Awokwokwok.

Baca Juga:

Tolong, Jadi Pengajar Jangan Curhat Oversharing ke Murid atau Mahasiswa, Kami Cuma Mau Belajar

Facebook Adalah Seburuk-buruknya Tempat Curhat Soal Kulit dan Minta Rekomendasi Skincare

Terkadang saya merasa bingung sendiri dengan kawan seperti ini. Dih, apaan sih ini orang. Orang lagi diem aja kok. Dia bisa-bisanya ngasih kesimpulan, “Lu itu orangnya introvert ya bro?”

“Why?”

“Dari tadi diem aja.”

“Enggak. Gue lagi nahan kebelet beol.”

“Wah, jangan ditahan, Bro. Ada satu penyakit yang bisa ditimbulkan akibat nahan beol. Bla… Bla… Bla…”

“Helaw…. Gue nahan beol juga karena kita lagi di atas motor. Kita lagi dalam perjalanan, Bray. Kalau gue lagi di tempat kerja, di rumah, atau di manalah itu. Ngapain gue mau-mauan menderita karena nahan beol. Sumpah, nggak enak!1!1!!!!1!”

Kadang saya berpikir, teman saya ini sebetulnya pintar atau sok tahu, sih? Saya coba gooling-gooling. Eh, googling. Mencoba mencari tahu bedanya orang yang beneran pintar atau emang sok tahu. Tujuannya agar saya nggak kesal-kesal banget, kalau dikit-dikit dapat pelajaran IPA, dikit-dikit dapat pelajaran IPS. Dikit-dikit dapat pelajaran politik.

Di IDN Times, saya menemukan perbedaan orang pintar beneran vs orang sok tahu. Orang pintar beneran itu cenderung diam; nggak suka menggurui orang lain; baru menjawab kalau ditanya; nggak perlu ngotot untuk membuktikan kecerdasannya; merasa kurang dan ingin terus belajar; selalu intropeksi dan menerima ilmu baru; dan nggak pernah menunjukan pencapaiannya.

Sementara orang yang sok tahu memiliki ciri yang suka pamer keunggulan; gemar menggurui orang lain; member tahu tanpa ditanya; sering ngotot demi membuktikan kepintarannya; merasa jadi orang paling pintar; cenderung ngeyel dan selalu merasa benar; selalu menggaris bawahi prestasinya demi mendapat pengakuan.

Setelah meraut dan menimbang dengan benang, fix, saya menilai bahwa teman baru saya ini—bisa jadi—termasuk orang yang sok tahu. Bagus, sih. Memang ilmu pengetahuan yang dia miliki di atas rata-rata teman-teman lainnya, dia bisa tahu tentang banyak hal. Tapi…

…ada tapinya, nih. Dia suka ngomong yang ndaki-ndaki tanpa bisa kita pahami dan tanpa kita minta. Hadehhhh… Capek akutuh dengerinnya.

Untuk menghindari rasa capek itu akhirnya saya mengeluarkan jurus cuek bebek.

Pertama, coba dengarkan apa yang sedang dia utarakan. Kalau memang apa yang dia ucapkan benar adanya dengan data dan fakta. Bagus dong, berarti dia nggak asal bunyi.

Kedua, kalau ternyata dia asal bunyi kayak celengan yang nyaring bunyinya. Cobalah kita luruskan sedikit pandangannya, siapa tahu dia mau belok ke arah jalan yang benar. Ya, siapa tahu. Bukannya dalam obrolan, kita musti bisa saling mendengar?

Ketiga, kalau ternyata dia tidak mau mendengar dan malah mengotot. Mari kita coba kendurkan urat syaraf kita. Coba perlahan abaikan dan biarkanlah dia sampai diam. Tahan-tahan sedikit, meskipun agak pegal. Lagian ngapain sih, ngelayani orang yang merasa sok pintar.

Keempat, sesekali kita lakukan debat. Ya, nggak sampai kayak debat presiden sih. Santai saja. Nyatakan kalau apa yang dia katakan salah. Kalau apa yang dia katakan itu asal bunyi. Tapi, kalau sampai nanti dia tambah ngotot berkobar-kobar macam orang-orang yang ada di ILC.

Yawudah. Diemin aja lah. Yang ada tempat kerja jadi panggung ILC beneran. Yang ada, waktunya produktif kerja, malah jadi acara ILC versi karyawan. Yang ada, tadinya jadi akur malah nggak akur. Kalau begini, besok-besok nggak usah ganti baju dan perlu menarik hati untuk mencari teman, deh.

Kelima, kalau kelakuannya itu sudah kadung massif, sistematis, dan terstruktur. Ya, udah. Cuekin aja. Mau dia ngomong berwek-kwek kaya bebek juga kalau cuma asal bunyi buat apa. Malah nambah-nambah polusi suara saja.

Kalaupun kita berteman, bukan berarti kita langsung bisa menjadi teman yang akrab. Ada proses-proses pendekatan untuk bisa saling mengenal dan lebih akrab. Ada nilai-nilai yang musti kita perhatikan agar tidak terjebak dalam teman yang tergolong toxic people.

Idealnya setiap tempat adalah sekolah. Setiap orang adalah guru. Tapi jangan sampai kita bersekolah di lingkungan yang yang tidak tepat. Jangan sampai kita belajar dengan orang yang sok tahu. Kita musti punya filter agar sifat sok tahu tersebut tidak menular dan meracuni kesehatan mental kita. (*)

BACA JUGA Nasihat Untuk Fresh Graduate dari Driver GrabCar yang Sebenarnya Bos Besar atau tulisan Allan Maulana lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 Oktober 2019 oleh

Tags: cuekCurhatKritik Sosialsok tahu
Allan Maullana

Allan Maullana

Alumni SMK Karya Guna Bhakti 1 Bekasi, jurusan Teknik Mekanik Otomotif. Pemerhati otomotif khususnya Sepeda Motor. Suka baca buku dan menulis catatan di waktu luang.

ArtikelTerkait

Fingerprint

Hubungan Fingerprint dengan Merosotnya Angka Pernikahan Kaum Adam dengan Guru

16 Agustus 2019
Kalau Negara Bilang Kantor Kejaksaan Agung Terbakar karena Rokok, Ya Itu Pasti karena Rokok terminal mojok.co

Seandainya Saya Menjadi Seorang Perokok

13 Juli 2019
tolong

Ungkapan Maaf, Tolong, dan Terima Kasih yang Mulai Ditinggalkan dari Peradaban Kita

20 Juli 2019
Antek Pengguna Toilet yang Menjengkelkan dan Perlu Dibina toilet umum etika buang air terminal mojok.co

Kisah Resah di Toilet Sekolah

14 Agustus 2019
curhat mojok.co

5 Hal yang Perlu Dilakukan Saat Teman Sedang Curhat

25 Juni 2020
film india

Memangnya Kenapa Kalau Saya Suka Menonton Film India?

8 Agustus 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Apa itu Selat Hormuz dan Kenapa Posisinya Strategis?

Apa itu Selat Hormuz dan Kenapa Posisinya Strategis?

9 Maret 2026
Purwokerto (Tampaknya) Belum Ramah untuk Pejalan Kaki, Trotoar Masih Dikuasai Kapitalis-kapitalis Kecil

Purwokerto (Tampaknya) Belum Ramah untuk Pejalan Kaki, Trotoar Masih Dikuasai Kapitalis-kapitalis Kecil

8 Maret 2026
Malang Hari Ini Adalah Definisi Cantik tapi Toxic (Unsplash) bandung

Kota Malang Mirip Bandung: Sama-Sama Adem dan Sejuk, tapi Lebih Rapi dan Terawat

8 Maret 2026
Honda Stylo Motornya Orang Kaya Waras yang Ogah Beli Vespa Matic Overprice, tapi Nggak Level kalau Cuma Naik BeAT dan Scoopy Mojok.co

Honda Stylo Motornya Orang Kaya yang Ogah Beli Vespa Matic Overprice, tapi Nggak Level kalau Cuma Naik BeAT atau Scoopy

13 Maret 2026
7 Jajanan Indomaret Terburuk Sepanjang Masa (Unsplash)

7 Jajanan Indomaret Terburuk Sepanjang Masa, Jangan Dibeli daripada Kamu Kecewa dan Menderita

13 Maret 2026
Blok GM Semarang: Ketika Estetika Anak Skena Menumbalkan Hak Pengguna Jalan

Blok GM Semarang: Ketika Estetika Anak Skena Menumbalkan Hak Pengguna Jalan Semarang

11 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Gara-gara Tuntutan, Nekat Jadi Orang Kaya Palsu: “Hambur-hamburkan” Uang demi Cap Sukses padahal Dompet Menjerit
  • Makanan Khas Jawa Timur yang Paling Tidak Bisa Dihindari, Jadi Pelepas Rindu ketika Mudik Setelah “Disiksa” Makanan Jogja
  • Blok M dan Jakarta Selatan Aslinya Banyak Jamet tapi Dianggap Keren, Kalau Orang Kabupaten dan Jawa Eh Dihina-hina
  • Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”
  • Kerja Mentereng di SCBD Jakarta tapi Tiap Hari Menangis di KRL, Kini Temukan Kedamaian Usai Resign dan Kerja Remote di Purwokerto
  • Bawa Pulang Gelar S2 Saat Mudik ke Desa Dicap Gagal, Bikin Tetangga “Kicep” Usai Buatkan Orang Tua Rumah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.