Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Lika-liku Mahasiswa AKPER: Jurusan Elit, tapi Liburnya Begitu Sulit

Dhimas Raditya Lustiono oleh Dhimas Raditya Lustiono
5 Desember 2023
A A
Lika-liku Mahasiswa AKPER: Jurusan Elit, tapi Liburnya Begitu Sulit

Lika-liku Mahasiswa AKPER: Jurusan Elit, tapi Liburnya Begitu Sulit (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Fakultas Ilmu Kesehatan seakan menjadi disiplin ilmu yang tidak pernah kekurangan peminat, khususnya Program Studi Keperawatan baik jenjang S1 maupun D3. Yaaa selama peradaban manusia masih ada, tenaga kesehatan macam perawat akan selalu dicari dan dinanti. Tingginya minat kuliah di prodi Keperawatan terkadang menimbulkan pertanyaan, bagaimana sistem dan suasana kuliah di jurusan ini.

Dalam kesempatan ini, saya sebagai alumni jurusan Keperawatan D3 yang pernah menyelesaikan studi selama 4 tahun (normal 3 tahun), merasa perlu untuk membagikan pengalaman saya selama menjalani perkuliahan.

Kuliah berseragam dinas

Umumnya mahasiswa memiliki gaya berpakaian tersendiri ketika pergi ke kampus. Ada yang wajib berkemeja, ada juga yang sah-sah saja mengenakan hoodie ketika berada di dalam kelas. Namun bebasnya seragam tersebut tidaklah relate dengan gaya Mahasiswa Keperawatan D3 atau yang kerap disebut Mahasiswa AKPER. Mahasiswa AKPER diwajibkan untuk berseragam ketika mengikuti perkuliahan. Sehingga bisa dipastikan bahwa mahasiswa AKPER pasti memiliki seragam warna putih yang identik dengan profesi kesehatan.

Selain seragam, mahasiswa AKPER juga wajib menjaga kerapian. Misalnya rambut yang tidak boleh gondrong bagi laki-laki, bagi perempuan yang tidak berhijab wajib mengikat rambut dengan hairnet. Khusus untuk mahasiswi berhijab dilarang membiarkan rambut terurai. Jika ketahuan dosen yang killer, siap-siap saja, rambut akan dipotong dan potongan rambutnya akan diletakkan di depan Mahasiswi tersebut. Pokoknya kalau mau berjilbab tentu harus rapi dan yang tidak berhijab rambut harus diikat dengan hairnet.

Mahasiswa AKPER tidak bisa menentukan SKS

Ketika memulai kuliah di AKPER, mahasiswa tidak bisa menentukan jumlah SKS yang diambil, sehingga telat wisuda adalah aib sekaligus bencyana. Oleh karena itu jika sudah resmi menjadi Mahasiswa AKPER, rajin-rajinlah ketika mengikuti kuliah, jangan mbolos, apalagi titip absen.

Ya ini mah di semua kampus sama aja sih ya. Jadi, nggak perlu bingung perkara ini.

Libur semester yang singkat

Sebagian Kampus Keperawatan menggunakan masa libur semester untuk menggelar praktik klinik di Rumah Sakit. Hal ini seakan memberikan petunjuk bagi mahasiswa AKPER, bahwa kelak jika para Mahasiswa sudah menjadi Perawat Klinis, bersiaplah untuk kerja-kerja-kerja, nge-shif, nge-shift, nge-shif, meskipun tanggal merah, meskipun besoknya adalah hari raya.

Lupakan rencana liburan semester kalian. Nggak ada waktunya juga.

Baca Juga:

Menerima Takdir di Jurusan Keperawatan, Jurusan Paling Realistis bagi Mahasiswa yang Gagal Masuk Kedokteran karena Biaya

Menjadi Perawat di Indonesia Adalah Kursus Sabar Tingkat Dewa: Gaji Tak Sebanding dengan Beban Kerja yang Tak Manusiawi

Tapi tenang, healing tipis-tipis masih mungkin dilakukan, kok. Misalnya ketika lepas jaga masih bisa beli mi ayam atau yhang-yhangan sama sang idaman walaupun cuma sebentar. Sebab, selepas pulang dari rumah sakit, ada laporan yang harus dikerjakan secara tulis tangan. Ingat, tulis tangan, tidak dengan Ms Word apalagi AI.

Waktu organisasi yang amat sebentar

Berorganisasi merupakan hak setiap mahasiswa. Aktif dalam himpunan mahasiswa atau organisasi eksekutif tentu saja akan menambah pengalaman selama menjalani kehidupan sebagai warga kampus. Bahkan ada juga mahasiswa yang menemukan jodohnya melalui jalur organisasi.

Namun ketika menjadi Mahasiswa AKPER, masa jabatan di Organisasi tidak akan berjalan lama. Mungkin di fakultas lain, semester 4 dan 5 merupakan puncak karir organisatoris untuk menempati posisi strategis seperti Presiden BEM atau Menteri Koordinator.

Tetapi bagi Mahasiswa AKPER, semester 5 adalah fase kritis. Pada semester ini, mahasiswa akan disapa oleh kenyataan bahwa kuliah tatap muka selama 1 semester hanya akan dijalankan selama 2 bulan saja, 4 bulan sisanya adalah praktek klinik berbagai stase. Selama menjalani praktik ini, sudah pasti Mahasiswa AKPER kesulitan mengatur waktu untuk mengikuti aktivitas organisasi seperti rapat, makrab, hingga demonstrasi.

Di semester 5 ini, Mahasiswa AKPER harus pandai mengatur waktu dan menjalin hubungan baik dengan teman seangkatan. Karena selama 4 bulan tersebut, Mahasiswa AKPER harus menjalani praktik di berbagai stase yang terkadang membutuhkan perjalanan ke luar kota. Boleh dikata, selama 4 bulan ini Mahasiswa AKPER tidak boleh sakit dan harus mencapai seluruh target kompetensi untuk dinyatakan lulus.

Mahasiswa AKPER belum tentu menjadi perawat

Saya pernah mendengar cerita dari perawat senior, di mana saat jumlah perguruan tinggi Keperawatan belum sebanyak sekarang, lulusan AKPER sudah dilirik oleh pihak rumah sakit untuk mengikuti seleksi masuk. Padahal ijazah saja belum didapat.

Namun tidak hanya koalisi politik saja yang berubah, regulasi yang mengatur tentang tenaga kesehatan juga berubah. Syarat untuk menjadi perawat saat ini harus memiliki STR (Surat Tanda Registrasi). STR ini bisa diibaratkan seperti SIM bagi perawat untuk bisa memberikan asuhan keperawatan kepada pasien. Untuk mendapatkan STR, lulusan AKPER wajib mengikuti Uji Kompetensi (UKOM) dan harus lulus. Ya iyalah kalau ini.

Tidak hanya itu, beberapa rumah sakit juga mewajibkan pelamar formasi perawat harus memiliki sertifikat BTCLS (Basic Trauma Cardiac Life Support). Biaya pelatihannya berkisar 1.6 jutaan, cukup murah untuk kantong Raffi Ahmad.

Sehingga kecil kemungkinan seorang lulusan AKPER bisa langsung bekerja di rumah sakit atau klinik tanpa memiliki STR dan Sertifikat BTCLS. Kecuali kalau memang punya koneksi orang dalam, atau beralih profesi selain perawat.

Itulah tadi hal-hal yang akan dialami ketika menjalani kehidupan sebagai Mahasiswa Keperawatan D3. Semoga hal ini dapat menambah wawasan jamaah mojokiyah yang sedang mencari informasi tentang Prodi Keperawatan D3.

Penulis: Dhimas Raditya Lustiono
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Nestapa Laki-laki yang Bekerja sebagai Perawat

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 Desember 2023 oleh

Tags: AKPERjurusan kesehatanmahasiswa akperPerawat
Dhimas Raditya Lustiono

Dhimas Raditya Lustiono

Membawa keahlian komunikasi dari dunia penyiaran ke dalam ruang perawatan. Sebagai mantan penyiar radio yang kini menjadi perawat,

ArtikelTerkait

6 Alasan Drama Korea Medis Selalu Populer dan Wajib Ditonton

6 Alasan Drama Korea Medis Selalu Populer dan Wajib Ditonton

29 April 2023
Menerima Takdir di Jurusan Keperawatan, Jurusan Paling Realistis bagi Mahasiswa yang Gagal Masuk Kedokteran karena Biaya

Menerima Takdir di Jurusan Keperawatan, Jurusan Paling Realistis bagi Mahasiswa yang Gagal Masuk Kedokteran karena Biaya

14 Januari 2026
FAQ yang Sering Diajukan Keluarga Pasien kepada Perawat Terminal Mojok

Perawat, Tenaga Kesehatan yang Terlatih Patah Hati

28 April 2021
perawat

Kakak Saya Perawat dan Dia Sudah Lelah Sebelum #IndonesiaTerserah

23 Mei 2020
beragam profesi di rumah sakit mojok

Beragam Profesi di Rumah Sakit selain Dokter dan Perawat yang Perlu Diketahui

15 November 2020
laki-laki perawat hal yang enak dan nggak enak mojok.co

Hal-hal yang Akan Terjadi Jika Seluruh Perawat Beneran Mogok Kerja

26 Juni 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Tabiat Tukang Parkir yang Disukai Pengendara. Sederhana, tapi Tidak Semua Tukang Parkir Bisa Melakukannya  Mojok.co

4 Tabiat Tukang Parkir yang Disukai Pengendara. Sebenarnya Sederhana, tapi Tidak Semua Tukang Parkir Bisa Melakukannya 

18 April 2026
10 Pantai yang Bikin Kebumen Nggak Pantas Menyandang Status Kabupaten Termiskin, Cocoknya Jadi Kabupaten Wisata Mojok.co

Kebumen: Banyak Pantainya, tapi Belum Jadi Primadona Wisata Layaknya Yogyakarta

21 April 2026
Film Horor “Songko” Memberi Kesegaran yang Menakutkan (Unsplash)

Film Horor “Songko” Memberi Kesegaran yang Menakutkan dari Cerita Rakyat Minahasa dan Membebaskan Kita dari Kebosanan Horor Jawa

23 April 2026
Kabel Bangkalan Madura yang Semrawut Bikin Nggak Nyaman Dipandang Mojok.co

Kabel Bangkalan Madura yang Semrawut Bikin Nggak Nyaman Dipandang

22 April 2026
Yamaha Aerox 155 Connected Nggak Cocok Dijadikan Motor Ojol, Bikin Resah Penumpang Mojok.co honda air blade

Honda Air Blade, Produk yang Bakal Gagal Total Menantang Dominasi Yamaha Aerox

22 April 2026
Resign demi Jadi Wirausaha Itu Memang Ceroboh, tapi Saya Nggak Menyesal sekalipun Bangkrut

Resign demi Wirausaha Itu Memang Ceroboh, tapi Saya Nggak Menyesal sekalipun Bangkrut

18 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Guru, Profesi yang Dihormati di Desa tapi Hidupnya Sengsara di Kota: Dimuliakan Seperti Nabi, Digaji Lebih Kecil dari Kuli
  • Pakai Jasa Porter di Stasiun meski Bisa Bawa Barang Sendiri: Sadar 50 Ribu Itu Tak bikin Rugi, Tapi Justru Belum Seberapa
  • 4 Jenis Pengendara Motor di Pantura yang Harus Diwaspadai di Jalan Raya: Top Level Ngawur dan Tak Tahu Aturan!
  • Ujian Terberat Pengguna IndiHome yang Dikhianati Tawaran Palsu hingga Menggadaikan Kesetiaan ke WiFi yang Lebih “Gacor”
  • Belajar dari Mahasiswa Flores yang Merantau di Jogja Merintis Usaha Jastip Kecil-kecilan Hingga Untung Jutaan Rupiah Setiap Bulan
  • Hubungan Istimewa di Balik Pohon Gayam sebagai “Tanaman Peneduh” dan Candi Borobudur

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.