Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Lebaran Sayyidina Ali bin Abi Thalib yang Biasa-biasa Saja

Ridhwan Rais oleh Ridhwan Rais
23 Mei 2020
A A
lebaran sederhana ala sayyidina ali bin abi thalib petani ladang miskin sederhana mojok.co

lebaran sederhana ala sayyidina ali bin abi thalib petani ladang miskin sederhana mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Semenjak diumumkannya pandemi Covid-19 di Indonesia dan pemerintah memberlakukan PSBB, sejak itu pulalah pemerintah membatasi setiap kegiatan sosial yang dapat menyebabkan kerumunan massa. Berbagai penganut agama terkena dampak dari pandemi. Mulai dari masjid, gereja, pura, wihara, klenteng, ditutup untuk sementara. Akibatnya sangat terasa bagi umat Islam. Idul Fitri kali ini jadi sangat berbeda karena mudik dilarang pemerintah. Dalam situasi dan kondisi seperti sekarang, mungkin kita bisa bercermin dari Lebaran ala Sayyidina Ali bin Abi Thalib yang merayakan Lebaran secara sederhana.

Alkisah pada hari raya Idul Fitri seseorang berkunjung ke rumah Sayyidina Ali. Lantas ia mendapati Sayyidina Ali sedang memakan roti yang keras. Ia pun berkata, “Dalam suasana hari raya kenapa engkau memakan roti yang keras ini?”

ADVERTISEMENT

“Sesungguhnya hari ini adalah Id (Lebaran) orang yang diterima puasanya, yang bersyukur atas usahanya, dan diampuni dosa-dosanya. Hari ini adalah Lebaran bagi kami, demikian juga esok. Bahkan setiap hari pun engkau juga bisa Lebaran seperti ini,” ucap Sayyidina Ali.

“Bagaimana bisa aku Lebaran setiap hari?”

“Jika seorang hamba tidak bermaksiat sedikit pun kepada Allah di hari itu, sesungguhnya ia sedang berlebaran.”

Di lain kesempatan, Sayyidina Ali juga pernah berkata: “Laisal-id liman labisa-l-jadid, innama-l-id liman tho’atuhu tazid. Wa-laisal-id liman tajammala bil-libas wal-markub, innama-l-id liman ghufirot lahu-d-dzunub.” Hari raya bukanlah diperuntukkan bagi orang yang mempunyai pakaian baru, namun bagi orang yang ketaatannya bertambah. Hari raya bukan pula diperuntukkan bagi orang yang bersolek dengan pakaian maupun kendaraan, akan tetapi bagi orang yang dosa-dosanya diampuni.

Demikianlah semangat Lebaran yang diajarkan Sayyidina Ali. Lantas pertanyaannya, apakah Sayyidina Ali tidak mampu menghidangkan berbagai makanan dan membeli baju baru untuk Lebaran? Bukan begitu. Beliau tidak hanya melihat realitas Lebaran secara eksplisit, namun juga implisit.

Idul Fitri seharusnya menjadi perjalanan transendental bagi kita; sarana agar ghirah atau gairah keagamaan umat Islam dalam menjalani kehidupannya kembali ke fitrah atau semangat awalnya. Karena makna Idul Fitri sendiri berarti kembali ke fitri, suci. Nabi pun menganalogikannya seperti bayi yang terlahir kembali dari rahim ibunya.

Baca Juga:

Kapok Naik PO Handoyo Kelas Eksekutif, Niat Cari Kenyamanan dengan Bayar Mahal Malah Berakhir Trauma dan Menderita

Bandung Setelah Lebaran Adalah Surga Wisatawan, tapi Mimpi Buruk bagi Warlok

Oleh karena itu, Idul Fitri bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, tapi justru awal perjalanan selanjutnya. Jika selama Ramadan kita ditempa, dididik, dilatih, serta dibimbing menjadi pribadi yang mulia, untuk menjadi manusia paripurna, insan kamil, maka kemudian liburan (Lebaran) adalah kompensasi agar kita rehat sejenak dan bersiap kembali meneruskan perjalanan.

BACA JUGA Tipe-tipe Orang saat Menunggu Lebaran Datang

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 22 Mei 2020 oleh

Tags: ali bin abi thalibLebaransayyidina ali
Ridhwan Rais

Ridhwan Rais

Aktivis mahasiswa

ArtikelTerkait

Susahnya Orang Gemuk Cari Baju di Hari Raya dan Tips Mengatasinya

Susahnya Orang Gemuk Cari Baju di Hari Raya dan Tips Mengatasinya

23 Mei 2020
Ironi Fresh Graduate Saat Lebaran: Gaji Masih di Bawah UMR, tapi Sudah Tidak Kebagian THR Mojok.co

Lebaran Membosankan Nggak Ada Hubungannya Sama Menjadi Dewasa, Itu Artinya Kamu Lagi Mati Rasa Saja

16 Maret 2026
Dilema Mudik Lewat Wonosobo: Pemandangannya Indah sih, tapi Problematik banjarnegara

Dilema Mudik Lewat Wonosobo: Pemandangannya Indah sih, tapi Problematik

19 April 2023
Tradisi Kupatan sebagai Tanda Berakhirnya Hari Lebaran Masa Lalu Kelam Takbir Keliling di Desa Saya Sunah Idul Fitri Itu Nggak Cuma Pakai Baju Baru, loh! Hal-hal yang Dapat Kita Pelajari dari Langgengnya Serial “Para Pencari Tuhan” Dilema Mudik Tahun Ini yang Nggak Cuma Urusan Tradisi Sepi Job Akibat Pandemi, Pemuka Agama Disantuni Beragama di Tengah Pandemi: Jangan Egois Kita Mudah Tersinggung, karena Kita Mayoritas Ramadan Tahun Ini, Kita Sudah Belajar Apa? Sulitnya Memilih Mode Jilbab yang Bebas Stigma Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Kenapa Kita Sulit Menerima Perbedaan di Media Sosial? Masjid Nabawi: Contoh Masjid yang Ramah Perempuan Surat Cinta untuk Masjid yang Tidak Ramah Perempuan Campaign #WeShouldAlwaysBeKind di Instagram dan Adab Silaturahmi yang Nggak Bikin GR Tarawih di Rumah: Ibadah Sekaligus Muamalah Ramadan dan Pandemi = Peningkatan Kriminalitas? Memetik Pesan Kemanusiaan dari Serial Drama: The World of the Married Mungkinkah Ramadan Menjadi Momen yang Inklusif? Beratnya Menjalani Puasa Saat Istihadhah Menghitung Pengeluaran Kita Kalau Buka Puasa “Sederhana” di Mekkah Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Mengenang Serunya Mengisi Buku Catatan Ramadan Saat SD Belajar Berpuasa dari Pandemi Corona Perlu Diingat: Yang Lebih Arab, Bukan Berarti Lebih Alim Nonton Mukbang Saat Puasa, Bolehkah? Semoga Iklan Bumbu Dapur Edisi Ramadan Tahun Ini yang Masak Nggak Cuma Ibu

Sunah Idul Fitri Itu Nggak Cuma Pakai Baju Baru, loh!

21 Mei 2020
4 Rekomendasi Gula Pasir Terbaik Nggak Bikin Gatal Tenggorokan Mojok.co

4 Rekomendasi Gula Pasir Terbaik, Nggak Bikin Gatal Tenggorokan

22 Maret 2025
Repost Story Hampers Kiriman Sendiri Itu Maksudnya Gimana_ terminal mojok

Mohon Maaf, Repost Story Hampers Kiriman Sendiri Itu Maksudnya Gimana?

13 Mei 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tempe mendol yang endul gusur bakso Malang dari hati saya (Wikimedia Commons)

Bakso Malang minggir dulu, status makanan khas Malang mending kasihin ke tempe mendol yang endul itu

26 Juli 2026
Kompensasi delay pesawat payah, saya pernah menunggu lebih dari 2 jam cuma dapat air mineral Terminal

Kompensasi delay pesawat payah, saya pernah menunggu lebih dari 2 jam cuma dapat air mineral

23 Juli 2026
3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura Mojok.co tukang cukur madura

Balasan terhadap tulisan tukang cukur Madura: sampai kapan Madura terus dikaitkan dengan hal-hal yang tidak ada hubungannya?

24 Juli 2026
Indomaret Tutup, Orang Dewasa Depresi Bakal Makin Stres (Unsplash)

Saya akhirnya mengakui keunggulan Indomaret karena 3 barang ini

28 Juli 2026
Tips membeli mobil bekas dari saya yang pernah jadi korban (Unsplash)

WAJIB IKUTI tips membeli mobil bekas ini biar kamu nggak jadi mangsa empuk para penipu

28 Juli 2026
MagangHub Kemnaker bukan tempat cari magang, tapi wadah menguji kesabaran para fresh graduate Mojok.co

MagangHub Kemnaker bukan tempat cari magang, tapi wadah menguji kesabaran para fresh graduate

25 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.