Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Serial

Layangan Putus Tamat, Nasib Rumah Tangga Aris-Kinan Terjawab

Utamy Ningsih oleh Utamy Ningsih
21 Januari 2022
A A
Layangan Putus Tamat, Nasib Rumah Tangga Aris-Kinan Terjawab Terminal Mojok

Layangan Putus Tamat, Nasib Rumah Tangga Aris-Kinan Terjawab (Instagram WeTV Indonesia)

Share on FacebookShare on Twitter

Egois, nggak tahu malu, dan kepedean adalah tiga kata yang setidaknya menggambarkan sosok Aris di dua episode akhir web series Layangan Putus. Jika diurutkan sejak awal, karakter buruk yang cocok disematkan pada Mas Aris tentu lebih banyak lagi. Namun, jika harus disimpulkan, kata bangsat sepertinya sudah pas untuk blio.

Memasuki dua episode terakhir yang tayang dalam layanan fast track WeTV, perasaan penonton masih diaduk-aduk. Kesal, marah, sedih sekaligus bahagia, semua tercampur jadi satu. Jauh berbeda dengan sinetron ataupun FTV tanah air, web series Layangan Putus menunjukkan kelasnya dengan akting keren para pemain dan alur cerita yang nggak bertele-tele.

Spoiler alert! Buat kalian yang kaum anti-spoiler dan nggak bisa nonton episode terakhir Layangan Putus lewat fast track, jangan coba-coba baca artikel ini, ya. Konsekuensi ditanggung pembaca, lho.

Di akhir episode, pertanyaan tentang masa depan hubungan Aris dengan Kinan akhirnya terjawab. Kinan sudah berjuang semampu yang ia bisa. Ia memperjuangkan pernikahannya, tetapi Aris lebih memilih jalan yang berbeda.

Ketika kemudian Kinan sampai pada titik lelahnya, ia berbalik arah, lanjut berjuang, tetapi kali ini ia memperjuangkan kebahagiaannya dan Raya. Semasa menjadi korban perselingkuhan, Kinan sesekali melemah, menangis dalam rasa sakitnya, tetapi setelahnya ia tahu ke mana ia harus memusatkan pikiran dan langkah kakinya.

Setelah menonton Layangan Putus, satu hal yang paling melekat kuat dalam pikiran saya adalah satu teori lama tentang pernikahan. Bahwa pernikahan itu bukan cuma tentang cinta, tetapi juga tentang komitmen. Lihat saja Aris. Dia bisa ngomong “I love you” sampai seribu kali kepada Kinan, namun nyatanya? Dia mengkhianati komitmen dalam pernikahan.

Sebagai seorang laki-laki dan suami, Aris adalah sosok yang ingin mendominasi, merasa bisa meng-handle semuanya. Dia tahu betul Kinan punya trauma masa lalu terkait perceraian orang tua. Ketika seharusnya dia hadir sebagai salah satu support system yang membantu Kinan sembuh dari traumanya, yang terjadi justru dia menjadikan hal tersebut sebagai salah satu alasan bahwa dia bisa “menundukkan” Kinan.

Aris yakin betul bahwa Kinan nggak mungkin membuat Raya mengalami trauma yang sama. Makanya dia merasa yakin pernikahannya dengan Kinan akan tetap baik-baik saja. Dia bisa menikah dengan Lydia tanpa harus melepaskan Kinan. Dikiranya cuma dia yang harus dimengerti, cuma kebahagiaannya yang harus dipikirkan. Aris mau nggak ada perceraian agar Raya nggak tersakiti. Padahal sejak berselingkuh, Raya juga sudah jadi korban!

Baca Juga:

Syuting di Eropa Nggak Bikin Sinetron Indonesia Naik Kelas

5 Alasan Tinggal Dekat Lapangan Desa Itu Nggak Enak Banget

Lydia juga sama. Gayanya sudah seperti “si paling paham dunia anak-anak”. Padahal ketika Raya menolak punya ibu baru, dia malah terkesan memaksa. Alih-alih memikirkan perasaan anak kecil, yang terjadi justru Raya yang diminta berkorban demi kebahagiaan Aris.

Lydia pun mengaku mau menjaga perasaan Kinan. Lha, kalau mau menjaga, harusnya dari awal nggak usah menjalani cinta terlarang itu, ya? Atau paling nggak setelah tahu Aris sudah punya istri, harusnya Lydia mundur, dong. Eh, dia malah memilih bersaing dengan Kinan. Saking nggak punya alasan untuk dipilih, dia pakai kejadian “menyelamatkan” Aris sebagai senjata agar tetap bisa diperjuangkan dan dipertahankan. Kasihan banget!

Pada akhirnya, penonton tentu akan menaruh rasa respect setinggi-tingginya kepada Kinan. Sejak tahu Aris berselingkuh, Kinan berusaha setenang mungkin. Sesekali merasa lemah dan pernah gegabah juga, tetapi pada akhirnya dia tahu apa saja yang harus dia perjuangkan.

Kinan bermain cantik. Di balik sikap “tulus dan ikhlasnya” merawat Lydia yang sedang sakit, dia melancarkan aksi yang apik. Kinan menyerang Lydia tanpa aksi nge-viralin. Dia tahu bagaimana caranya ngomong dengan suara lembut, tetapi tetap membuat Lydia ada dalam posisi dipermalukan. Kinan juga nggak menempatkan Lydia sebagai satu-satunya pihak yang harus diberi peringatan. Dia sadar betul bahwa atas apa yang terjadi, Aris dan Lydia adalah dua pihak yang pantas untuk disalahkan.

Sebagai penonton, saya ikut sakit hati banget dengan adegan Lydia masuk ke kamar Kinan. Rasanya ikutan hancur. Namun, semua rasa sakit—bahkan yang muncul sejak awal episode—terbayar sudah dengan melihat senyum Kinan pada akhir cerita. Karena sama seperti Buna, Kinan juga tentu berhak bahagia.

“Tidak apa-apa jika sesekali impian kita diterbangkan oleh angin karena satu-satunya yang harus kita genggam erat adalah diri kita sendiri.”

Good job, Kinan!

Penulis: Utamy Ningsih
Editor: Intan Ekapratiwi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 Januari 2022 oleh

Tags: layangan putusWeTv
Utamy Ningsih

Utamy Ningsih

Suka Membaca, Belajar Menulis.

ArtikelTerkait

Meski Ra Mashok, Ada 3 Sifat Mas Aris Layangan Putus yang Bisa Kita Tiru

Meski Ra Mashok, Ada 3 Sifat Mas Aris Layangan Putus yang Bisa Kita Tiru

7 Januari 2022
Syuting di Eropa Nggak Bikin Sinetron Indonesia Naik Kelas

Syuting di Eropa Nggak Bikin Sinetron Indonesia Naik Kelas

12 Oktober 2022
Sianida, Series Lokal yang Ceritanya Mirip Kasus Kopi Sianida terminal mojok.co

Sianida, Series Lokal yang Ceritanya Mirip Kasus Kopi Sianida

28 Agustus 2021
Alasan Mas Aris Layangan Putus yang Ketahuan Selingkuh, tapi Malah Ngeluh terminal mojok.co

Alasan Mas Aris Layangan Putus yang Ketahuan Selingkuh, tapi Malah Ngeluh

12 Januari 2022
5 Kota yang Layak Kamu Impikan selain Cappadocia Terminal Mojok

5 Kota yang Layak Kamu Impikan selain Cappadocia

2 Januari 2022

Layangan Putus: Tema Mainstream, tapi Tetap Bikin Emosi

3 Desember 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

UIN Malang dan UIN Jogja, Saudara yang Perbedaannya Kelewat Kentara

Biaya Hidup Murah, Denah Kampus Mudah Adalah Alasan Saya Masuk UIN Malang

19 April 2026
Bangkalan dan Sampang Memang Bertetangga, tapi Warga Bangkalan Jauh Lebih Sejahtera dan Bahagia Mojok

Bangkalan Madura dan Sampang Memang Bertetangga, tapi Warga Bangkalan Jauh Lebih Sejahtera dan Bahagia

21 April 2026
4 Alasan Samarinda Ideal untuk Bekerja, tapi Tidak untuk Menua

Curahan Mahasiswa Baru Samarinda: Harus Mencicil Motor karena Tak Ada Kendaraan Umum di Samarinda, padahal Bukan Orang Berduit

22 April 2026
Motor Bagus Sebanyak Itu di Pasaran dan Kalian Masih Memilih Beli Motor Honda BeAT? Ya Tuhan, Seleramu lho yamaha mio m3

Setia Bersama Honda Beat Biru 2013: Motor yang Dibeli Mertua dan Masih Nyaman Sampai Sekarang, Motor Lain Mana Bisa?

17 April 2026
Kuliah S2 Itu Wajib Caper kalau Tidak, Kalian Cuma Buang-buang Uang dan Melewatkan Banyak Kesempatan Mojok.co

Kuliah S2 Itu Ternyata Mahal: SPP-nya Bisa Jadi Murah, tapi Akan Ada Biaya Tambahan yang Menghantam!

23 April 2026
4 Pertanyaan yang Paling Sering Ditanyakan ke Mahasiswa Universitas Terbuka mahasiswa UT kuliah di UT

Saya Sempat Meremehkan Universitas Terbuka, Sampai Akhirnya Saya Menjalaninya Sendiri sambil Kerja

20 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Nongkrong Makin Membosankan dan Toksik Semenjak Teman Cuma Sibuk Main Game, Saya Dibilang Spaneng dan “Nggak Asyik” karena Tak Ikut Mabar
  • Ironi WNI Jadi Guru di Luar Negeri: Dapat Gaji 2 Digit demi Mengajari Anak PMI, Pulang ke Indonesia Tak Dihargai dan Sulit Sejahtera
  • Tongkrongan Gen Z Meresahkan, Mengganggu Kenyamanan dari Yang Bisik-bisik sampai Berisik
  • Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI
  • Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki
  • “Solo Date” Menjelang Usia 25: Meski Tampak Menyedihkan, Nyatanya Lebih Bermanfaat daripada Nongkrong Bersama

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.