Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Layanan Adminduk Ribet dan Cuma Bikin Kecewa: Jember Harusnya Belajar dari Surabaya

Adhitiya Prasta Pratama oleh Adhitiya Prasta Pratama
12 April 2024
A A
Layanan Adminduk Ribet dan Cuma Bikin Kecewa: Jember Harusnya Belajar dari Surabaya

Layanan Adminduk Ribet dan Cuma Bikin Kecewa: Jember Harusnya Belajar dari Surabaya (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Seharusnya Pemkab Jember bisa belajar dari Pemkot Surabaya soal layanan adminduk yang sat-set dan efisien.

Sesekali kita memang perlu mengecek efisiensi suatu layanan pemerintahan. Sebab, betapa melelahkannya menghadapi antrean panjang hanya untuk mengurus berkas-berkas yang seharusnya selesai dalam satu hari. Kalau dipikir-pikir, ini sangat lucu menurut saya. Lantaran bagaimana mungkin sistem yang seharusnya membantu warga justru malah menjadi sumber stres warga. Kalau diibaratkan, ini seperti menunggu film seru rilis, tapi kita hanya menikmati trailer panjang yang tak kunjung berakhir.

Merasakan bagaimana emosi dan tenaga terkuras habis saat harus mengurus dokumen-dokumen penting, mungkin menjadi satu dari sekian sambatan warga Kabupaten Jember saat mengurus dokumen adminduk. Dan, ketika mempertanyakan keefektifan sebuah sistem, terkadang jawabannya lebih rumit daripada yang kita duga. Begitu pula dengan layanan adminduk di kabupaten saya, Jember, yang kadang membuat kepala saya berputar-putar.

Rasanya aneh kan bagaimana sebuah sistem yang seharusnya menyederhanakan aktivitas warga justru menjadi labirin tanpa ujung? Saya kadang berpikir, mengapa langkah Pemkab Jember melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) tidak meniru program-program di kota-kota yang lebih maju seperti Surabaya? Saya kira, kabupaten tercinta ini sudah cukup untuk meniru program dari Disdukcapil Surabaya. Pasalnya, alih-alih membuat ribet warga, pelayanan akan semakin sat-set dan efektif.

Optimalisasi balai dusun atau balai RW di Kabupaten Jember demi layanan adminduk lebih baik

Di Kota Surabaya, balai RW bukan lagi sekadar tempat berkumpul warga untuk berdiskusi tentang keamanan lingkungan. Akan tetapi, telah menjadi lokasi pelayanan administrasi kependudukan yang efisien. Buktinya, data per 2024, Pemkot Surabaya telah merenovasi sebanyak 1187 balai RW. Di sini, saya akui, Pemkot Surabaya telah berhasil menciptakan pusat layanan yang dekat dengan masyarakat.

Di samping itu, hal ini juga membuktikan bahwa aktivasi balai RW sebagai tempat pelayanan administrasi adalah langkah yang tepat. Bayangkan betapa leganya warga tidak perlu lagi berkeliling kota hanya untuk mengurus dokumen penting seperti KTP, Akta Kelahiran, atau KK.

Jika di Kabupaten Jember langkah serupa bisa menjadi solusi nyata untuk meningkatkan kualitas layanan adminduk, saya 100 persen akan sangat mendukungnya. Meski saat ini sudah ada program J-Monalisa (Mobil Layanan Keliling Sadar) dari Disdukcapil Kabupaten Jember yang terdengar inovatif, menurut saya, tetap saja kurang efektif. Masalahnya, mobil dari Disdukcapil memiliki keterbatasan jadwal.

Makanya aktivasi balai RW dan balai dusun bisa menjadi solusi terbaik agar layanan adminduk Jember semakin mendekati standar “sat-set” dan anti-ribet seperti apa yang selama ini diharapkan.

Baca Juga:

Meski Keras dan Bisa Kejam, Faktanya Jakarta Bisa Bikin Rindu. Tapi Maaf, Saya Memilih Tidak Lagi Merantau dan Pulang ke Surabaya

Kapok Naik Bus Harapan Jaya Surabaya-Blitar, Niat Bepergian Nyaman Berakhir Berdesakan karena Sopir Maruk Angkut Penumpang Sebanyak-banyaknya

Satu petugas SIAK, satu kecamatan

Salah satu rahasia kecepatan layanan adminduk di Kota Surabaya adalah keberadaan satu petugas SIAK (Sistem Informasi Admnistrasi Kependudukan) di setiap kecamatan. Dengan begitu, setiap permohonan yang masuk bisa diproses dengan cepat dan diselesaikan dalam waktu yang sama. Selain itu, penempatan petugas SIAK di salah satu desa/kelurahan dengan jumlah penduduk terbanyak juga membantu mengurangi antrean yang membeludak.

Sayangnya lagi, di Kabupaten Jember sistem tersebut masih jauh dari angan-angan. Pengalaman saya mengurus adminduk di Kantor Desa membuktikan. Tidak ada petugas SIAK yang dikirim dari Disdukcapil ke Kantor Desa. Hasilnya, ada beberapa petugas layanan di Kantor Desa Jember yang tidak menguasai persyaratan berkas adminduk. Dan lagi-lagi, saya disuruh untuk datang langsung ke Kantor Disdukcapil di pusat kota. Ini sungguh merepotkan, batin saya.

Gaet mahasiswa untuk door to door ke warga

Selain mengandalkan infrastruktur seperti balai RW atau balai dusun, layanan adminduk di Jember seharusnya mengambil contoh dari Surabaya yang berhasil menggaet mahasiswa dalam pengurusan dokumen kependudukan. Melalui program door-to-door ke rumah-rumah warga, serta sosialisasi aplikasi pengajuan adminduk, Kota Surabaya telah memberikan kemudahan yang signifikan bagi warganya.

Di samping itu, adanya aplikasi Klampid New Generation (KNG) yang memungkinkan warga mengurus dokumen penting melalui ponsel juga menjadi bukti nyata akan komitmen Pemkot Surabaya dalam memberikan pelayanan yang terbaik. Sayangnya, di Jember, aplikasi layanan adminduk masih jauh dari kata “membantu”. Aplikasi J-SIP dari Disdukcapil Jember bahkan pernah menjadi sumber kekecewaan bagi saya yang harus menunggu berlama-lama tanpa kejelasan.

Lebih ironisnya, banyak warga di Kabupaten Jember yang hingga saat ini masih belum mengetahui adanya pembaharuan berkas adminduk. Seperti KK barcode, akta lahir dan akta kematian barcode, hingga aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Pengalaman saya saat survei di daerah Jember terpencil membuktikan hal tersebut.

Kagetnya lagi, ketika saya datang ke Kantor Desa mereka, ternyata ada mahasiswa magang di sana. Sayang seribu sayang, terkadang mahasiswa yang ada di Kantor Desa tidak melakukan apa pun, hanya berdiam diri menunggu pengajuan dari warga yang datang.

Sudah saatnya layanan adminduk Jember meniru kesuksesan Surabaya

Sudah terlihat jelas, bukan, bahwa optimalisasi layanan adminduk di Kabupaten Jember masih memiliki banyak ruang untuk ditingkatkan. Dengan mengambil contoh dari Kota Surabaya yang telah sukses mengimplementasikan berbagai program inovatif, diharapkan layanan adminduk di Jember bisa menjadi lebih baik dan lebih efisien.

Aktivasi balai RW, penempatan petugas SIAK di setiap kecamatan, serta keterlibatan mahasiswa dalam proses pelayanan adalah langkah-langkah konkret yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan adminduk secara menyeluruh. Dengan begitu, warga Kabupaten Jember tidak lagi harus merasa terbebani dan kecewa saat mengurus dokumen kependudukan. Serta dapat menjalani proses tersebut dengan lebih lancar dan nyaman.

Penulis: Adhitiya Prasta Pratama
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Jember “Gagap” Jadi Kota Tujuan Belajar. Fasilitas Publik Alakadarnya dan Mengecewakan Mahasiswa.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 April 2024 oleh

Tags: adminduk jemberadminduk surabayaadministrasi ribetDukcapiljemberKabupaten Jemberpelayan administrasi kependudukanSurabaya
Adhitiya Prasta Pratama

Adhitiya Prasta Pratama

Seorang mahasiswa yang hobi baca apa aja di depannya.

ArtikelTerkait

Surabaya di Mata Orang Sidoarjo Nikmat, tapi Bikin Baper (Unsplash)

Bagi Orang Sidoarjo, Surabaya Adalah Kota yang Penuh Kenikmatan, Asal Kamu Betah Panas dan Nggak Baperan

15 Maret 2024
5 Kuliner Khas Jember yang Jarang Dinikmati Orang Jember Asli Terminal Mojok

5 Kuliner Khas Jember yang Jarang Dinikmati Orang Jember Asli

16 Januari 2022
3 Masjid di Jember yang Menyediakan Takjil Gratis

3 Masjid di Jember yang Menyediakan Takjil Gratis

25 Maret 2023
Fortuner Pajero Memang Bikin Arogan, tapi Jangan Dimusnahkan (Unsplash) jember

Surat Terbuka untuk Bupati Jember: Jember Nggak Butuh Pajero Baru, Butuhnya Perbaikan yang Menyeluruh!

16 Agustus 2023
5 Tempat Makan di Surabaya yang Udah Berusia Puluhan Tahun terminal mojok.co

5 Tempat Makan di Surabaya yang Udah Berusia Puluhan Tahun

15 Januari 2022
Rindangnya Pepohonan Kawasan SIER Surabaya Memang Memanjakan Mata, tapi Bikin Hidung Tersiksa

Rindangnya Pepohonan Kawasan SIER Surabaya Memang Memanjakan Mata, tapi Bikin Hidung Tersiksa

7 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Dosa Pedagang Sate Maranggi yang Bikin Pembeli Kapok (Wikimedia Commons)

4 Dosa Pedagang Sate Maranggi yang Bikin Pembeli Kapok

11 April 2026
Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi Mojok.co

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi 

8 April 2026
Ciri Khas 3 Sate Ayam Ponorogo Dilihat dari Daerah Produksinya sate ayam madura

Sate Ponorogo, Sate Terbaik yang Pernah Ada. Sate Madura dan Sate Padang Minggir Dulu Sana ke Pojokan

9 April 2026
4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan (Unsplash)

4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan

8 April 2026
7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Purwokerto Memang Penuh Cerita dan Keresahan, Makanya Dibicarakan Berulang-ulang dan Hampir Tanpa Jeda

10 April 2026
Sarjana Keguruan Pilih Jadi TKW di Taiwan, Merasa Lebih Dihargai daripada Jadi Guru Honorer dengan Gaji “Imut” selama Bertahun-tahun Mojok.co

Sarjana Keguruan Pilih Jadi TKW di Taiwan, Lebih Menjanjikan daripada Jadi Guru Honorer dengan Gaji “Imut” Selama Bertahun-tahun

9 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.